
Ketika kamu ingin meremehkan orang lain dari satu sisi, ingatlah bahwa ada sisi lain dalam dirinya yang belum kamu lihat. Menerima kelebihan orang lain akan membuatmu sadar bahwa kamu juga memiliki sisi lemah dalam dirimu.
Karena tidak ada seorang manusia yang terlalu sempurna untuk dapat melakukan segala sesuatu, dan tidak ada manusia yang terlalu hina yang tidak memiliki kelebihan.
So, terimalah keberadaan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Eda Sally
*****
Pagi ini, Yuana bangun lebih pagi dari biasanya. Karena hari ini ia harus datang ke Angkasa Grup sesuai dengan kesepakatan via online dengan sekretaris Angkasa Grup untuk melakukan interview dan berbagai macam tes masuk ke perusahaan bergengsi tersebut.
Yuana terlihat bolak balik sambil memperbaiki penampilannya di sana. Ia tidak mau penampilannya menjatuhkan nama besarnya sebagai peraih predikat cumlaude di mata Sekretaris Angkasa Grup. Setelah di rasa bahwa penampilannya sudah sempurna, Yuana segera keluar untuk memesan taksi. Ia lebih memilih menggunakan taksi pagi ini, karena ia merasa sudah harus mandiri.
Jarak dari rumah ke Angkasa Grup juga hanya kurang lebih 20 menit. Yuana juga tidak ingin agar mereka melihatnya sebagai calon karyawan yang datang dengan diantar seorang sopir. Ia benar-benar ingin terlihat apa adanya di depan mereka.
Begitu sampai, Yuana segera menuju ke bagian informasi dan menanyakan tentang tempat akan diadakan wawancara. Seorang gadis cantik terlihat memeriksa layar komputer di depannya dan kemudian berkata:
"Tuan Bram, sekretaris Angkasa Grup menunggu nona di lantai 20. Untuk ke lantai 20, nona akan aku pandu melewati lift umum, dan setelah sampai, di depan lift nanti sudah ada yang menunggu nona untuk mengantarkan nona ke ruangan tuan Bram." Kata gadis tersebut menjelaskan dan kemudian menunjukkan arah ke pintu lift kepada Yuana
Orang kaya itu rumit. Segala sesuatu di buat ribet. Membuang-buang waktu kan kalau begini.
"Ahmm, baiklah! Terima kasih atas bantuannya. Saya permisi dulu." Yuana berkata dengan senyum semanis mungkin kemudian menuju arah yang ditunjukkan dan mencari pintu lift.
Sudah jadi bos, tempatnya di lantai 20. Carinya kan susah. Coba kalau menggunakan tangga darurat. Aku bisa pingsan berhari-hari kan,,?
Yuana melamun dan matanya terbelalak ketika sudah sampai lantai 20.
"Untung aja aku cepat lihat. Kalau tidak entah keluar di lantai berapa."
Keluar dari lift dengan celingukan mencari siapa yang menjemputnya tanpa menyadari bahwa orang yang akan menjemputnya ada di ujung hidung dengan setelan jas yang sangat rapi.
"Apakah anda nona Yuana Samantha yang membuat janji dengan sekretaris Bram?"
Orang tersebut bertanya dengan kepala yang ditegakkan bak militer yang siap bertempur.
"Ehh..Ii.. Iya. Nama saya Yuana tuan." Katanya kikuk sambil mengulurkan tangan.
Sementara orang tersebut tidak peduli sedikit pun dan hanya berdiri kaku kemudian berkata;
"Mari saya antarkan nona ke ruangan sekretaris Bram."
Orang itu berkata tanpa ekspresi kemudian berjalan diikuti oleh Yuana.
Orang apa dia. Kenapa tidak senyum sama sekali? Ini manusia apa robot? Apakah tangannya terlalu mahal untuk sekedar berjabat tangan,,? Yuana
__ADS_1
"Silahkan masuk nona. Tuan Bram sudah menunggu nona."
Orang itu berkata dengan ciri khas manusia kaku yang hanya bisa bergerak dan berbicara jika perlu.
"Terima kasih."
Yuana merasa tidak perlu menatap orang tersebut. Ia masuk dengan perasaan yang tidak menentu. Karena ternyata manusia di dalam ruangan lebih menakutkan dari yang di luar.
"Selamat pagi tuan." Sapa Yuana sambil membungkukkan badan dan memberi hormat.
"Hmmmm! Duduk." Tidak ada senyum ramah sama sekali.
Sepertinya wajah mereka terbuat dari pabrik yang sama. Karena sama-sama datar dan dingin.
Yuana duduk dengan perasaan kikuk karena tuan Bram tidak melihat ke arahnya sama sekali.
Sabar! Ini ujian yang harus dilewati. Mungkin tes pertama adalah tes menghadapi manusia berwajah datar dan dingin.
Ok! Kita akan memulai tes awal dan diakhiri dengan wawancara. Silahkan mengerjakan apa yang akan aku sebutkan dengan laptop yang ada di depanmu.
Sektetaris Angkasa Grup menjelaskan dengan mimik yang masih sama seolah itu adalah mimik baku yang tidak dapat di gugat.
Bagi sekretaris Bram, walaupun Yuana adalah peraih predikat cumlaude, ia tetap harus memberikan tes untuk memastikan kemampuan Yuana sebelum di terima. Perusahaan tidak ingin salah mengambil orang yang tidak memberikan kontribusi apapun.
Yuana terlihat sibuk mengerjakan apa yang di minta sekretaris Bram tanpa kendala apapun dan kemudian memecahkan beberapa kode yang di kirim ke laptop yang dia pegang. Baginya tidak ada yang sukar.
Waktu yang seharusnya satu jam, Yuana hanya membutuhkan tiga puluh menit untuk menyelesaikan apa yang diminta sekretaris Bram.
"Sudah selesai tuan." Katanya sambil membalikkan layar laptop ke arah sekretaris Bram karena ia tahu manusia dingin itu tidak akan melihatnya sama sekali.
Hmmmmm! Boleh juga dia. Dia layak ada di samping tuan Andre setelah aku. kemampuannya diatas rata-rata. Akan aku pertahankan agar ia menjadi asistenku yang mengurus segalanya untuk tuan Andre. Tapi aku tidak akan memberikan pujian apapun agar hidungnya jangan kembang kempis karena dia adalah orang baru yang masih harus terus belajar. Sek Bram
Sekretaris Bram memeriksa hasil pekerjaan Yuana dan langsung memberikan beberapa pertanyaan sebagai sesi wawancara tanpa mengomentari apa yang sudah Yuana kerjakan.
Ia menghujani Yuana dengan pertanyaan-pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh orang yang sudah terjun di dunia bisnis. Tapi bagi Yuana tidak ada yang tidak bisa dijawab. Ia menjawab semuanya dengan lancar tanpa kendala apapun.
"Baik! Sudah cukup! Kita akan bertemu dengan tuan Andre. Apakah kamu siap?" Sekretaris Bram berkata sambil bangun dan berjalan keluar.
Yuana kaget dan segera mengekor. Mereka menuju ke ruangan di sebelahnya dan segera masuk.
Ya Tuhan! Kenapa aku harus bertemu dengan orang ini? Ternyata papanya Erik pemilik Angkasa Grup. Erik benar-benar keterlaluan. Padahal dia sudah melihat surat yang dikirimkan. Kenapa tidak memberitahu aku? Pantas waktu itu ia senyum-senyum sendiri. Aku harus profesional. Yuana
Terlihat tuan Andre sibuk dengan layar monitor di depannya.
__ADS_1
"Ada apa Bram?"
Tuan besar pemilik Angkasa Grup bertanya tanpa melihat seolah ia adalah malaikat yang bisa melihat orang tanpa melihat.
"Aku sudah memberikan tes untuk calon karyawan yang tuan minta dari kampus kita. Aku sedang bersamanya sekarang tuan."
Sekretaris Bram menekankan dengan kata 'bersamanya' agar sang tuan dapat melihat ke arahnya.
Begitu mengangkat wajah, tuan Andre sedikit terkejut. Tapi ia mengesampingkan urusan pribadi dan urusan perusahaan.
Aku akan memberikan pelajaran bagimu mulai hari ini nona. Kita lihat saja apakah kamu akan bertahan.
"Bagaimana menurutmu Bram? Apakah semua syarat tes bisa dia selesaikan?"
Tuan besar bertanya untuk meyakinkan. Ia masih meragukan kemampuan Yuana.
"Lebih dari yang kita harapkan tuan." Bram berkata dengan mimik baku-nya.
"Tuan bisa mengujinya secara langsung jika perlu." Sekretaris Bram menambahkan.
"Tidak perlu. Aku percaya padamu. Karena semua orang hebat di Angkasa Grup, tidak ada yang akan lolos di tanganmu kalau kualitasnya tidak terjamin."
Mengangkat tangan sambil berbicara, dengan sorotan mata yang penuh ancaman ditujukan kepada Yuana.
"Tempatkan dia di ruanganmu dan dia harus membantumu mempersiapkan segala sesuatu yang aku perlukan. Ia harus selalu ada 24 jam jika aku perlukan."
"Dan satu lagi! Sediakan baginya sebuah apartemen baginya agar urusan pekerjaannya lancar dengan tidak di ganggu oleh keluarga atau siapa pun."
Hah? Apartemen? Aku tidak pernah bermimpi untuk memiliki apartemen.
"Kamu sudah harus tinggal di apartemenmu mulai malam ini. Bram akan menghubungimu jika sudah siap. Sekarang kamu boleh pulang." Kata tuan Andre dengan nada mengusir.
"Baik tuan! Terima kasih. Saya mohon pamit."Katanya sambil menunduk memberi hormat kemudian melenggang keluar dengan perasaan senang seperti baru lepas dari sangkar manusia-manusia berwajah dingin.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy Reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.😍😍😍😍