
Kerja sama adalah cara terbaik dalam kelompok tertentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam bekerja sama, kontribusi dari setiap anggota tim atau organisasi tertentu sangatlah penting karena itu adalah kunci untuk meraih apa yang diharapkan bersama. Eda Sally
*****
Hari ini merupakan hari terakhir kegiatan jelajah alam Yuana dan teman-temannya. Yuana yang bergabung dengan teman-teman dari fakultas lain serta kakak tingkat lainnya, terlihat antusias dan menyapa teman-teman satu tim-nya. Mereka terlihat kompak dan siap untuk melakukan jelajah alam kelompok yang akan berangkat tepat pukul 09.00.
"Karena kegiatannya akan segera di mulai, maka diharapkan setiap anggota tim segera bergabung dengan teman-temannya." Kata ketua panitia.
"Kami perlu menjelaskan bahwa ada 7 pos yang harus dilewati setiap kelompok. Di setiap pos sudah ada game yang harus dimainkan oleh setiap kelompok."
"Setiap game yang dimainkan tidak boleh melewati durasi yang telah ditentukan panitia. Kecepatan dan ketepatan kalian dalam memainkan game merupakan keuntungan tim kalian karena akan semakin menambah skor pada tim kalian."
Setelah panitia menjelaskan panjang lebar tentang apa yang harus dilakukan sepanjang kegiatan, masing-masing kelompok segera meninggalkan tenda utama mengikuti petunjuk rute yang sudah disiapkan panitia.
Kelompok Yuana terlihat sangat kompak dan bercanda sepanjang jalan.
"Yu, kamu tidak lelah ya?" Tanya Ayu pada Yuana.
"Tidak Ayu! Aku sudah terbiasa dengan jelajah medan seperti ini."
"Hmm, padahal aku sudah ngos-ngosan." Kata Ayu.
"Iya, makanya kamu juga harus sering berolahraga supaya tubuhmu terbiasa, karena jika tidak kamu akan gampang lelah." Kata Yuana menambahkan.
Ayu tidak membantah apa yang dikatakan Yuana. Ia sendiri membenarkan bahwa selama ini ia memang jarang berolahraga.
"Teman-teman, game di pos terakhir dibutuhkan kerja sama yang baik dari semua anggota tim." Kata Anjas.
"Memangnya game apa yang ada di pos terakhir!" Tanya Mety.
"Memindahkan air dengar ember dari atas kepala ke belakang kemudian yang paling belakang menumpahkannya ke wadah yang telah disediakan tanpa melihat ke belakang." Fando menjawab.
"Wah, bisa basah kuyup dong kita?" Kata Zoey
"Ia justru itu makanya game itu ada di pos terakhir." Kata Betty.
"Ayo! Semangat teman-teman. Kita pasti bisa." Kata Yuana.
"Iya, aku optimis kita bisa!" Kata Stacya.
"Iya! Aku juga yakin." Kata Nindy.
"Lagian ini kan pos terakhir, jadi kita kerahkan seluruh kemampuan kita untuk menyelesaikan game terakhir sehingga bisa istirahat." Kata Hendri
"Oya, lokasi pos ke-7 masih jauh ya?" Tanya Ayu yang memang sudah kelelahan.
"Sesuai petunjuk di peta 200 meter lagi." Jawab Anjas.
__ADS_1
"Ayo semangat teman-teman. Kata Stacya memberi semangat kepada teman-temannya.
Ketika mereka sampai di pos terakhir, mereka benar-benar dibuat terkejut karena ember-ember yang dipakai untuk memindahkan air lumayan besar.
Untuk memindahkannya dari atas kepala membutuhkan keseimbangan yang benar-benar-sudah terlatih.
"Karena game-nya berputar, otomatis kita semua akan mendapat giliran di depan dan belakang. Diharapkan untuk yang mengambil posisi di depan mengangkat ember dengan hati-hati sehingga air tidak tumpah."
"Kalau pun sampai tumpah, dijaga agar jangan semuanya, karena air yang berhasil kita kumpulkan itu yang akan diukur kemudian ditentukan skor-nya." Kata Hendri menjelaskan.
"Ok teman-teman! Kalau sudah cukup jelas ayo kita mulai." Kata Anjas selaku ketua tim.
Mereka segera berdiri dan mengatur posisi. Terlihat mereka susah payah mengangkat ember dan memindahkan dari atas kepala, karena ini memang cukup sulit untuk dilakukan. Walaupun sudah kompak dan bekerja keras, air tetap tumpah dan otomatis mereka benar-benar basah kuyup.
Setelah selesai, mereka saling menertawakan melihat keadaan mereka yang berantakan karena basah kuyup. Namun, mereka puas karena dapat menyelesaikan kegiatan dengan maksimal. Mereka segera berlari menuju tempat penginapan dan berganti pakaian.
Panitia menginstruksikan agar tim yang sudah selesai segera makan siang sambil menunggu tim yang lain, karena setelah makan siang, panitia akan mengumumkan pemenangnya sekaligus menutup kegitan tour dan kemudian rombongan akan kembali ke kota tempat tinggal mereka.
Karena semua tim sudah menyelesaikan jelajah alam dengan baik, maka panitia mengumpulkan semua tim di tenda utama untuk pengumuman pemenang sekaligus penutupan kegiatan.
Semua wajah terlihat ceria karena sebentar lagi mereka akan pulang.
"Adik-adik sekalian, kami akan segera mengumumkan para pemenang dari kelompok kecil dan kelompok besar."
"Untuk jelajah alam kelompok kecil, dengan meraih skor tertinggi adalah:
"Juara II adalah : Anjas dan Cindy"
"Juara III adalah : Bryan dan Stacya"
Plok! Plok! Plok!
Terdengar tepuk tangan dari semua peserta.
"Dan pemenang kelompok besar yang meraih skor tertinggi adalah:
"Pertama, kelompok : Anjas dan kawan-kawan "
"Kedua, kelompok : Clara dan kawan-kawan"
"Ketiga, kelompok : Derry dan kawan-kawan."
Yuana dan teman-temannya terlihat berpegangan tangan sambil melompat-lompat karena kegirangan. Mereka lupa bahwa acara belum selesai.
"Semua pemenang baik kelompok kecil maupun kelompok besar diharapkan untuk maju ke depan. Untuk kelompok kecil yang berpasangan boleh semuanya maju, sedangkan untuk kelompok besar, yang maju diwakili oleh ketua kelompok." Kata ketua panitia mengumumkan.
Yuana tersadar dengan perkataan panitia dan segera maju ke depan. Kelompok kecil memperoleh bingkisan yang cukup besar untuk tiap orang. Sedangkan kelompok besar hanya menerima satu bingkisan yang besar.
__ADS_1
Erik segera mengambil handphone-nya dan menarik Yuana kemudian melakukan selfi setelah mereka berdua menerima hadiah masing-masing tanpa mempedulikan peserta yang melihat mereka, bahkan banyak mata yang menatap penuh iri kepada Yuana. Yuana tidak mempedulikan itu karena ia hanya menganggap Erik sebatas dosen dan mahasiswa.
Acara penutupan berjalan dengan baik, dan kini mereka akan kembali ke kota tempat tinggal mereka. Bus yang akan membawa mereka sudah berjajar rapi.
Yuana segera naik keatas bus, dan duduk di tempatnya semula waktu datang. Ia tak mempedulikan sekelilingnya karena lelah dan langsung menutup matanya ketika sudah duduk. Bus sudah berjalan pulang dan Yuana sudah tertidur cukup lama.
Setelah agak lama, ia segera membuka mata dan segera menyadari bahwa tadi ia tidak mengajak Nayla sama sekali ketika naik.
Yuana perlahan membuka mata dan merasakan ada kepala yang bersandar di pundaknya. Tanpa melihat lagi ia segera mendorong kepala tersebut tanpa melihat, namun ia kaget karena ternyata yang duduk di sebelahnya adalah Erik.
"Hah? Kenapa dia duduk di sini? Nayla mana?" Tanya Yuana pada dirinya sendiri.
Erik mendengar perkataan Yuana, tapi ia pura-pura tidur sambil menahan tawanya.
"Ihh! Menjengkelkan!" Kata Yuana sambil menaruh tas selempangnya di tengah-tengah mereka untuk membuat batas antara dia dan Erik.
Erik langsung membuka matanya dan tertawa lepas kemudian berkata:
"Kamu kenapa pakai batas? Dari tadi juga aku sudah sandar di bahumu." Kata Erik menggoda Yuana.
Yuana tak mempedulikan Erik. Ia memalingkan wajahnya dan memandang keluar jendela dengan menahan rasa jengkelnya.
Huhh! Bisa-bisanya dia sandar di bahuku. Laki-laki tidak tahu diri.
Tak lama kemudian mereka telah sampai di kampus.
Ketika Erik sudah berdiri, Yuana segera turun tanpa menoleh ke belakang. Ia langsung menelpon pak Ady yang sudah ada di gerbang untuk membantunya membawa barang-barang ke mobil.
Setelah sampai di mobil, ia langsung duduk dan memberi perintah untuk segera jalan tanpa mengacuhkan Erik yang mengejarnya.
"Jalan pak! Aku lelah." Kata Yuana.
"Baik non!" Jawab pak Ady.
Mobil mereka pun segera berlalu.
.
.
.
.
.
Happy reading guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima ,dan komentar positifnya.😍😍😍😍
__ADS_1