
Terkadang, mengurus diri sendiri lebih sulit daripada mengurus orang lain. Ada orang yang terlalu fokus memperhatikan dan menilai orang lain sampai lupa mengurus dirinya sendiri.
Berhentilah berpikiran buruk dan negatif terhadap orang lain, karena semakin sering kita mencurigai orang lain, semakin kita tidak sadar bahwa kita sedang mencurigai diri kita sendiri. Kenapa? Karena terkadang kitalah yang melakukan hal-hal itu sehingga bangkit rasa curiga kita terhadap orang lain. Jangan lupa untuk selalu berpikir positif. Eda Sally
*****
"Bagus! Karena jika kamu membocorkannya, kamu juga akan menanggung malu dan orang-orang akan mencelamu karena kamu telah gagal dalam peranmu sebagai seorang istri dan juga gagal dalam mengambil hati Erik sehingga ia pergi darimu." Tambah sekretaris Bram.
"Aku juga tahu! Diamlah!" Jawab Celine ketus.
"Aku hanya mengingatkan. Karena wanita sepertimu tidak pernah punya prinsip hidup. Lagi pula, aku meragukanmu dalam hal menjaga rahasia dan soal kejujuran. Jadi, jangan pernah membantah atau berkata kasar untuk menjawabku jika aku berbicara. Aku benci wanita yang terlalu cerewet dan suka membantah orang lain. Apa kau belum belajar tata krama di rumah ini?" kata sektetaris Bram menekan Celine.
Gila! Kasar sekali dia. Dia benar-benar mempermalukanku dengan mengatakan bahwa aku wanita yang tidak punya prinsip. Kenapa papa sama mami tidak membelaku? Kenapa mereka malah diam ketika ia berkata kasar padaku? Begitu takutkah mereka kepadanya.
Celine diam dengan pikirannya, mengingat kembali kara-kata Bram kepadanya. Tuan Andre atau nyonya Jessy tidak ada yang berbicara karena mereja juga sedang memikirkan keberadaan Erik saat ini. Lagi pula, apa yang dikatakan Bram benar. Di dalam keluarga mereka, sopan santun sangat dijunjung tinggi, sehingga mereka juga heran ketika Celine berbicara dengan nada kasar.
"Jika tidak ada yang akan dibicarakan lagi, saya akan kembali ke kantor. Masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Apakah tuan akan pergi dengan saya?" Tanya sekretaris Bram.
"Kamu saja yang kembali ke kantor, Bram! Aku akan bekerja dari rumah saja. Jika ada hal yang mendesak, jangan lupa hubungi aku." Kata tuan Andre.
"Baik tuan! Kalau begitu, saya mohon pamit untuk kembali ke kantor." Kata Bram dengan sopan sambil membungkuk dan memberi hormat kemudian keluar meninggalkan ruang kerja milik tuan Andre.
Setelah sekretaris Bram pergi, Celine terlihat kikuk di depan mertuanya. Karena itu, ia memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut. Ia tidak ingin lama-lama berada di situ.
"Pa! Aku ingin mengerjakan sesuatu di kamar. Jadi aku juga akan keluar sekarang." Kata Celine sambil berdiri.
"Pergilah! Jangan lupa untuk terus mencari informasi tentang keberadaan suamimu." Pesan tuan Andre.
"Baik pa! Aku akan berusaha agar Erik cepat ditemukan dan segera kembali ke sini." Celine memberi hormat kemudian keluar meninggalkan kedua mertuanya.
__ADS_1
"Pa! Jangan terlalu keras pada Erik. Aku tidak ingin putraku mengalami trauma. Biarkan ia memilih jalannya sendiri karena ia sudah cukup dewasa.." Kata nyonya Jessy setelah Celine keluar.
"Tahu apa kamu sehingga mengguruiku? Aku menginginkan yang terbaik untuknya. Jadi, harusnya dia tidak membangkang dan menerima semua yang sudah aku lakukan untuknya."
Nyonya Jessy langsung diam mendengar apa yang dikatakan suaminya. Ia tahu, suaminya adalah satu-satunya penguasa di dalam rumah yang tidak boleh dibantah Karena itu ia memilih diam daripada harus menyulut amarah sang suami.
*****
Ini tidak bisa dibiarkan. Walaupun aku menyukainya karena harta, tetapi jika ia tidak kembali, lama-lama aku juga akan ditendang keluar dari rumah ini. Jadi, sebelum hal itu terjadi aku harus melakukan sesuatu. Bagaimana pun caranya, ia harus kembali ke rumah ini.
Celine segera masuk ke dalam kamar dan mulai membongkar barang-barang Erik dengan harapan bisa menemukan sesuatu yang akan menjadi petunjuk tentang keberadaan Erik.
Setelah semua barang beratakan karena ulahnya, Celine duduk dan termenung sambil menimang-nimang handphonenya. Tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya.
Ia langsung mencari nomor telepon orang yang sedang ia pikirkan.
Tut..tut..tut..
"Hai! Maafkan aku. Kamu tahu kan, aku sudah menikah, jadi aku tidak sebebas dulu untuk menghubungimu. Aku juga merindukanmu." Jawab Celine.
"Jika kamu rindu, segera atur waktu agar kita bisa bertemu. Aku benar-benar rindu akan pelukanmu." Kata orang di seberang telepon.
"Aku pasti akan datang untuk menemuimu. Tetapi sekarang aku membutuhkan bantuanmu." Kata Celine.
"Apa yang bisa aku bantu sayang?" Tanya orang itu dengan semangat.
"Aku ingin agar kamu mencari dan menemukan dua orang yang fotonya sementara aku kirimkan. Yang pria adalah suamiku, jadi tolong jangan menyakitinya. Sedangkan si wanita, terserah mau kamu apakan. Anggap itu bonus dariku untukmu." Kata Celine panjang lebar.
"Apa kamu sedang merayuku sayang? Bagaimana jika aku tidak bisa menahan cemburu dan membunuh suamimu?"Kata orang itu.
__ADS_1
"Jika kamu membunuh suamiku, maka kamu tidak akan dapat uang dariku. Karena dia mesin ATMku jadi dia harus hidup. Sedangkan wanita itu benar-benar cantik dan aku yakin kamu akan suka untuk sekedar bermain-main dengannya." Celine menimpali.
"Wow. Kamu benar sayang. Wanita itu benar-benar cantik. Tenang sayang. Aku akan mencarinya. Tolong kamu kirimkan biodata mereka agar bisa memudahkan aku dalam mencarinya." Kata orang itu.
"Iya! Nanti setelah ini baru aku kirimkan. Ingat untuk tidak gagal dalam melakukan tugasmu, atau aku tidak akan menemuimu lagi." Ancam Celine.
"Tentu aku akan berusaha agar berhasil. Kamulah segalanya, dan aku selalu menginginkanmu. I love you sayang." Katanya kemudian mematikan telepon tanpa menunggu Celine berbicara.
Hmmmm! Dasar buaya. Baru saja diimingi perempuan cantik langsung percaya. Dia mau menyepelekanku karena melihat foto cantik perempuan gila itu? Apa dia pikir aku tidak lebih cantik dari perempuan kampung itu? Awas kalau dia hanya mau memanfaatkan tubuhku. Aku akan membuat perhitungan dengannya.
Celine tersenyum sendiri karena ia tidak perlu menghabiskan tenaga dan pikiran untuk mencari Erik, karena orang yang baru dia hubungi bukan orang sembarangan. Orang itu bekerja sebagai agen intelijen.
Bukan Celine namanya jika tidak mampu merayu pria. Ia memanfaatkan tubuhnya untuk menjalin hubungan dengan orang-orang dengan berbagai profesi.
"Pergilah lebih jauh lagi. Karena sebentar lagi kamu akan ditemukan. Kamu belum tahu siapa aku. Jika kamu tidak bisa berlutut di depanku, maka jangan panggil aku Celine. Aku ingin tahu seberapa jauh kamu berusaha untuk tidak jatuh cinta kepadaku. Erik Wiliam.! Satu-satunya pria yang berani menolak pesonaku. Kurang apa aku?"
Bersambung.
.
.
.
.
.
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
__ADS_1
😍😍😍😍😍