
Rindu adalah hal yang tidak bisa dilihat, namun bisa dirasakan. Ada rindu yang dengan leluasa dapat diungkapkan, namun ada rindu yang tidak dapat diungkapkan karena alasan tertentu.
Percayalah bahwa kepada siapa rindumu ditujukan, entah ia mengetahuinya atau tidak kau telah membuat dirimu menjadi sosok perindu yang sudah menahan rasa yang tidak dapat diceritakan. Eda Sally
*****
Yuana dengan sedih menatap kepergian kakaknya sampai mobilnya menghilang. Ia belum ingin berpisah dengan kakaknya, tapi karena tuntutan pekerjaan, ia tidak bisa menahan kakaknya. Kakaknya bisa datang dan menginap sehari saja Yuana sudah sangat bersyukur.
Setelah agak lama termenung, Yuana bergegas kembali ke kamarnya untuk mempersiapkan beberapa dokumen yang besok akan diberikan kepada sekretaris Bram, dan sebagian ia tekun membacanya karena besok ia harus mempresentasikannya menggantikan sekretaris Bram.
Yuana terlalu larut berkutat dengan laptopnya sampai tidak sadar bahwa jam sudah menunjukkan pukul 23.00. Karena semua yang dikerjakan sudah selesai, Yuana segera membereskan pekerjaannya untuk tidur.
Ketika akan menaiki tempat tidur, handphone-nya berbunyi.
Siapa yang menelpon dengan malam-malam.
Yuana menatap nomor baru yang tertera di layar handphone dan malas untuk mengangkat karena takut jika itu adalah orang iseng.
Yuana lebih memilih untuk tidur karena besok ia harus ke kantor lebih pagi untuk mengatur dan memastikan beberapa jadwal yang akan dihadiri oleh tuan besar berjalan sesuai rencana karena nanti juga ada pertemuan dengan pemimpin anak cabang Angkasa Grup di luar kota yang harus dihadiri oleh tuan besar.
Ketika Yuana baru akan memejamkan mata, handphone-nya bergetar. Yuana memilih untuk membacanya. Siapa tahu penting. Begitu yang ada di pikiran Yuana. Yuana segera meraih handphonenya dan membaca pesan yang masuk.
"Aku merindukanmu sayang?"
Yuana tidak merespon karena nomor baru.
"Apakah kamu sudah membuka kotak yang aku titipkan melalui sekretaris Bram?"
Deg,!
__ADS_1
Setelah membaca pesan kedua yang masuk, jantung Yuana berdetak kencang dan langsung sadar siapa yang telah mengirimkan pesan tersebut.
Yuana segera teringat kotak yang tadi siang diberikan sekretaris Bram. Ia belum membukanya sama sekali. Sementara punya Yosua sudah dibawa
"Aduh, dibalas nggak ya? Kenapa aku malah jadi gugup begini?" Kata Yuana pada dirinya sendiri.
Yuana segera membuka kotak yang dari tadi lupa ia perhatikan. Ia sangat terkejut ketika melihat isinya. Sebuah tas dan gaun yang senada warnanya. Ia tidak bisa menaksir berapa harganya karena gaun dan tas tersebut benar-benar branded, dilihat dari merknya.
Ketika menimbang-nimbang tas tersebut, sebuah surat yang terselip jatuh. Yuana segera mengambil surat tersebut dan membacanya.
Jika kamu sudah membuka hadiah yang aku berikan, aku harap kamu bisa tersenyum meski aku tak bisa melihatnya. Mungkin aku tak kan bisa melihatmu dalam waktu yang cukup lama, karena keadaan yang memaksa kita. Tapi percayalah, semua rasa cinta ini hanya untukmu. Entah seperti apa perasaanmu padaku, namun kamu perlu tahu bahwa aku tak kan pernah membuang rasa yang sudah terlanjur aku berikan untukmu. Dan untuk gaun serta tas ini, aku harap kamu memakainya minggu depan saat acara Ulang Tahunku. Kamu pasti sangat cantik dengan gaun itu.
Yang selalu mencintaimu. Erik Wiliam
Yuana meneteskan airmata ketika membaca tulisan tersebut. Selama ini ia memamg sengaja cuek karena ia merasa tak pantas untuk Erik. Mungkin ia cerdas, tapi tidak untuk status sosial yang terbentang diantara mereka. Itulah alasan kenapa ia selalu memaksa perasaannya untuk menganggap Erik sebagai kakaknya. Namun setelah mendengar semua yang sudah diceritakan oleh Yosua, hati Yuana mulai bimbang dengan apa yang coba ia pertahankan.
"Kalau kamu sudah membuka kotak itu dan sudah membaca suratnya, tidurlah karena aku tahu kamu sudah tersenyum meski aku tak bisa melihatnya. Good Night. Love You❤❤"
Akhirnya setelah bingung harus membalas apa, Yuana hanya mengirimkan dua kata untuk membalas pesan tersebut.
"Terima kasih❤"
"Mungkin hanya itu yang bisa aku katakan. Untuk sekarang aku sendiri bingung harus memulai dari mana. Rasanya terlalu berat untuk dijalani. Aku juga tidak mungkin berbicara panjang lebar untuk membalas perasaannya, karena jika aku melakukannya, aku sendiri yang akan terlempar dari pekerjaanku."
*****
Erik yang menerima balasan pesan dari Yuana tak percaya bahwa Yuana akan membalas pesannya walau hanya menggunakan kata yang sangat umum. Namun bagi Erik, itu sudah cukup.
Erik yang awalnya akan tidur karena berpikir bahwa Yuana tidak mungkin membalas pesannya, segera duduk kembali dan menatap layar handphonenya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih❤"
Erik berulang kali membaca pesan tersebut dan tersenyum sendiri sambil membayangkan bahwa Yuana mungkin tersenyum saat membalas pesannya. Yang membuatnya tersenyum sambil terus menatap layar handphonenya karena di akhir kata ada emoticon hati. Bagi Erik, itu sudah cukup meski Yuana tidak berkata panjang lebar.
Kalau aku di sini terus, aku tidak akan bisa menahan hatiku untuk tidak bertemu dengannya. Sekuat apapun aku menahannya, aku tak kan pernah bisa. Karena itu aku harus pergi jauh darinya. Mungkin dengan aku jauh, cinta kami akan semakin kuat. Disini aku tak bisa leluasa menghubunginya apalagi bertemu, karena orang-orang kepercayaan papa selalu ada dimana-mana. Satu-satunya cara adalah alasan melanjutkan study agar aku tak lagi diawasi siapa pun.
Aku juga bosan setiap hari harus disuruh mengantar jemput wanita menyebalkan itu. Sudah tidak bermoral, matre, lagaknya minta ampun. Aku benci wanita seperti itu. Aku tak bisa terus berpura-pura seperti ini.
"Aku harus pergi. Mungkin dengan aku pergi, Celine akan berubah pikiran untuk tidak terus menungguku dan segera mencari pengganti. Wanita seperti itu mana bisa menahan diri." Erik berbicara pada dirinya sendiri.
Erik tiba-tiba ingat bahwa ia harus mengingatkan sekretaris Bram.
"Untuk Ulang Tahunku minggu depan, jangan lupa untuk libatkan Yuana dalam acara, sesuai dengan rencanamu." Erik.
"Baik tuan muda. Akan aku lakukan seperti yang tuan perintahkan. Apakah aku perlu memanggil orang salon untuk mendandani nona Yuana? Mengingat bahwa nona Yuana tidak biasa berdandan." Sekretaris Bram
"Ia sebaiknya begitu. Aku ingin dia terlihat sempurna di acaraku. Dan jangan berikan tugas penerima tamu padanya. Berikan tugas lain yang lebih cocok dengannya. Aku tidak ingin melihatnya berjabatan tangan dan memegang pria lain." Erik
"Baik tuan muda. Akan aku perhatikan." Balas sekretaris Bram sambil tersenyum.
Setelah menerima balasan dari sekretaris Bram, Erik segera tidur dengan masih memeluk handphonenya saking senangnya karena ada pesan Yuana di handphonenya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya😍😍😍😍😍