Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
106. Janji Gail


__ADS_3

Berjanjilah jika kamu sanggup menepatinya, dan berhentilah mengucapkan janji jika kamu sendiri tidak tahu apakah akan menepati janjimu atau tidak. Karena terkadang bibir lebih gampang mengucapkan sebuah janji ketika ditekan oleh sebuah kondisi. Eda Sally


*****


"Sudah nak! Berhentilah menangis. Nenek tidak akan membiarkanmu sendirian. Nenek tahu apa yang kamu pikirkan, dan nenek akan membantumu sebisa nenek untuk mengurus anakmu."


"Jangan pernah berpikir untuk menolaknya dalam hatimu, karena penolakan akan membuatmu semakin tertekan, dan itu juga akan memberikan tekanan psikis pada janinmu."


"Nenek tidak menghendaki agar anakmu bertumbuh dalam tekanan. Soal suamimu, akan kita pikirkan caranya agar kalian bisa bertemu." Nenek Tati berbicara panjang lebar.


"Tetapi saya belum siap bertemu dengannya dan belum siap menyampaikan tentang kehamilan saya kepadanya, nek!" Yuana menimpali.


"Tidak apa-apa kalau kamu belum siap. Kamu tidak harus memberitahunya sekarang. Tunggulah sampai hati kamu benar-benar siap. Dan yang paling penting, kamu harus bisa menerima diri kamu sendiri, apalagi janinmu. Ingat! Dia tidak pernah salah. Jangan sekalipun menolaknya! Apa kamu mengerti?"


Yuana hanya menganggukkan kepala mendengar nasehat nenek Tati. Ia tidak bermaksud menolak anaknya, tetapi kondisilah yang membuatnya merasa tidak siap untuk menerima kehadiran seorang anak dalam hidupnya.


Bagaimana jika anakku besar dan orang menanyakan tentang ayahnya. Apa yang harus aku jawab? Anakku pasti akan dibully karena tidak memiliki ayah, dan aku tidak ingin itu terjadi. Aku tidak mau anakku tumbuh dalam tekanan. Ah! Andaikan kamu tahu aku sedang mengandung anakmu! Apa yang bisa aku harapkan sekarang lagi? Kamu sekarang adalah suami orang, dan aku tidak mungkin mengharapkanmu untuk mengenalku dan anakku.


"Kamu kenapa?" Tanya Gail mengguncang badan Yuana karena sejak tadi Yuana hanya menyembunyikam wajahnya dibalik bantal dan menangis.


"Bangunlah! Jangan bersedih lagi. Aku tidak akan membiarkanmu mengurus anak itu sendirian. Aku akan senantiasa ada untukmu dan anakmu!"


"Jangan memikirkan apapun. Aku sudah menganggapmu seperti adikku. Jadi tidak akan kubiarkan siapapun merendahkanmu dan anakmu. Mulai sekarang, anakmu adalah anakku juga. Jangan takut." Gail mengucapkan semua itu dengan lancar sekali.


Yuana perlahan duduk mendengar apa yang dikatakan Gail, dan menghapus air matanya. Ia memandang secara bergantian kepada Gail dan nenek Tati


"Apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan? Kamu masih terlalu muda Gail. Jangan mengorbankan hidup dan masa depanmu hanya untuk melakukan hal yang konyol. Kamu pikir orang akan percaya begitu saja mendengar pengakuanmu bahwa itu anakmu di usiamu yang terbilang muda?" Yuana menimpali perkataan Gail.


"Apa kamu lupa bahwa kita sedang berada di London? Jangan bandingkan kehidupan di London dengan kehidupan di Indonesia. Menikah di usia yang terbilang muda seperti sekarang di London itu hal yang biasa adikku."

__ADS_1


"Tetapi aku tidak mau menikah denganmu. Aku tidak mau melakukan hal gila itu. Aku tidak ingin mengucapkan janji nikah lebih dari satu kali. Karena bagiku pernikahan hanya boleh terjadi satu kali seumur hidup." Yuana menanggapi perkataan Gail.


"Siapa yang mau menikahimi? Hei! Aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri. Aku hanya akan membantumu mengurus anakmu, agar kamu jangan dikucilkan orang. Aku tidak keberatan anakmu memanggilku dady. Karena aku ingin dia merasakan kehadiran seorang ayah sejak dia masih kecil."


"Aku tidak ingin anakmu tumbuh dengan tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah. Niatku hanya untuk membantumu. Jadi jangan pikirkan apapun. Fokuslah untuk merawatnya dengan baik sejak sekarang." Jelas Gail panjang lebar.


"Iya! Nenek setuju dengan apa yang dikatakan Gail. Kamu perlu seorang pria demi pertumbuhan dan perkembangan anakmu, agar ia jangan mengalami tekanan psikis. Gail mungkin terkadang kekanakan, tetapi ia bisa diandalkan."


"Biarkan ia menemanimu, karena kamu pasti butuh orang yang akan mengantar jemputmu untuk memeriksa kandungan dan lainnya. Jadi mau tidak mau, apa yang dikatakan Gail perlu kamu pikirkan." Nenek Tati yang sejak tadi diam ikut menimpali percakapan Yuana dan Gail.


"Tetapi aku tidak mau orang-orang menganggap remeh atau mencibir melihat apa yang Gail lakukan. Aku takut Gail akan tertekan hanya karena ingin menolongku."


"Hei! Aku saja tidak pedulikan hal itu, kenapa kamu yang peduli?" Tanya Gail pada Yuana.


"Karena aku peduli dengan masa depanmu."


"Aku tahu. Aku tentu akan mencari seorang istri. Tetapi sebelum itu terjadi, aku ingin melihatmu dan anakmu bahagia dan baik-baik saja. Lagi pula aku belum berpikir ke arah pernikahan, karena aku masih ingin bekerja dan mengejar karir."


"Jadi kamu sengaja memanfaatku agar aku mengajarimu? Kalau begitu aku tidak akan mau kamu mengurusku dan anakku." Jawab Yuana pura-pura marah.


"Hahahahha. Jangan marah dulu. Walaupun kamu tidak hamil pun aku memang sudah berniat untuk belajar. Mulai besok aku juga akan melamar di kantormu, agar bisa menjagamu dan bisa belajar cara bekerja di kantor dengan profesional seperti adikku yang cantik ini." Kata Gail sambil mengacak rambut Yuana.


"Besok?" Tanya Yuana tak percaya.


"Iya! Besok. Aku sudah mengatakan hal itu kepada tuan Bert Conan, dan beliau setuju agar aku bisa membantumu dan menemanimu jika ada urusan diluar kantor karena tuan Bert terkadang tidak bisa menemanimu untuk urusan bisnis."


Yuana dan nenek Tati hanya melongo mendengar apa yang dikatakan Gail.


"Kenapa kamu tidak bekerja di kantor ayahmu saja?" Tanya Yuana heran.

__ADS_1


"Tadinya iya. Tetapi sejak kamu ada di sini, aku ingin satu kantor denganmu agar bisa menghajar pria mana saja yang berani mendekati adikku."


"Cih! Apa kamu pikir kamu akan terlihat keren jika melakukan itu?" Nenek Tati mencibir Gail.


"Tidak begitu juga nek! Tapi semua demi kebaikan Yuana. Apa nenek tidak sadar bahwa adikku ini terlalu cantik? Apa nenek tidak sadar kalau banyak pria yang menahan diri di kantor untuk menggodanya?"


"Nenek sadar akan hal itu. Tetapi dengan posisi Yuana di kantornya, orang tidak akan berani menggodanya. Karena jika mereka berani melakukan itu, maka posisi mereka akan terancam."


"Bagaimana kalau di luar kantor?" Tanya Gail tak mau kalah.


"Itu yang nenek pikirkan." Jawab nenek Tati jujur.


"Nah! Kalau nenek sudah tahu, jangan memprotes dan biarkan aku melakukan apa yang sedang aku pikirkan."


"Jadi, mulai sekarang jangan khawatir tentang ayah dari bayimu. Aku akan senantiasa ada bersamamu. Apapun yang kamu butuhkan, jangan lupa mengatakannya kepadaku. Jika kamu mengidam dan ingin makan sesuatu, walau itu tengah malam, aku akan pergi mencarinya."


"Aku akan melakukan apa saja agar keponakanku tumbuh dengan baik, sehat, dan tentu saja pintar seperti mommy-nya. Jadi, jangan segan jika kamu menginginkan sesuatu. Ok?"


Bersambung


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.


😍😍😍😍😍


__ADS_2