Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
57. Mengelilingi Kota Mungil Tristan (Part 2)


__ADS_3

Yuana sangat kagum dengan semua perabot di rumah sakit mini ini. Hampir semua perlatan medis lengkap di sini. Rumah sakitnya juga sangat bersih dan terawat.


Kalau seperti ini, penduduk di sini akan sangat tertolong karena peralatan medis disini tidak kalah dengan yang ada di rumah sakit kota besar. Aku salut dengan pemerintah Afrika Selatan yang sangat memperhatikan kesehatan masyarakat di kota terpencil ini.


"Kak! Semua peralatan medis di sini apakah semuanya disumbangkan oleh pemerintah Afrika Selatan?"


"Tidak adikku. Sebagian disumbangkan oleh kerajaan Inggris, karena secara geografis harusnya Tristan masuk wilayah kekuasaan Inggris."


"Lalu, bagaimana ceritanya sampai kerajaan Inggris mau menyumbangkan alat medis di rumah sakit mini ini?"


"Karena ratu sangat peduli dengan masyarakat di sini. Akhirnya beliau menitahkan agar senantiasa memperhatikan penduduk di sini. Hal ini tidak lepas dari kerjasama yang dibangun oleh pemerintah Afrika Selatan dan Kerajaan Inggris."


Habib menjelaskan panjang lebar. Sementara Yuana hanya manggut-manggut mendengar penjelasan kakaknya itu.


"Kak Habib pernah dirawat disini?"


"Tidak pernah. Kakak tidak mau. Lebih baik perawat Olive merawat kakak di rumah saja. Maksudnya nanti setelah berumahtangga." Habis mengatakan itu dengan berbisik di telinga Yuana.


Yuana tidak dapat menahan tawanya mendengar apa yang baru saja dibisikkan Habib dan tertawa dengan volume suara yang tidak bisa dikontrol. Hal itu berhasil membuat Alika penasaran. Ia melihat kearah Yuana dan Habib dengan wajah cemberut.


"Tertawa nggak ajak-ajak."


"Wah! Kalau tertawa sampai harus mengajak, bisa-bisa hilang moodku untuk tertawa. Apalagi yang diajak itu kamu." Habib yang menjawab dan sengaja menggoda adiknya.


"Memang dari dulu juga kamu pelit dan tidak mau mengajak aku. Aku menyesal punya kakak seperti kamu."


"Kamu pikir aku juga senang punya adik sepertimu? Aku malah menyesal kenapa harus punya adik seperti kamu. Dan itu penyesalan terbesar dalam hidupku."


"Cihhhh! Awas kamu. Ntar malam kamu tidur di luar saja. Minta makan sama suster Olive. jangan coba-coba minta padaku. Mulai sekarang kamu boleh jajan diluar dan jangan makan masakanku lagi."


Alika membisikkan kata-kata ancaman di telinga Habib karena takut terdengar oleh dokter Kim dan para perawatnya.


"Begitu selesai masak, aku akan mengikatmu pada tiang sehingga aku bebas menikmati masakanmu. Gampang kan?"


Alika marah karena selalu kalah berdebat dengan kakaknya. Ia kemudian pura-pura mencekik leher kakaknya.


Habib yang kaget karena diperlakukan seperti itu, langsung menggendong Alika dan menidurkannya di tempat tidur pasien, kemudian pura-pura akan menginfusnya. Alika berteriak ketakutan ketika melihat ulah kakaknya.

__ADS_1


Dokter Kim dan para perawat berlari masuk mendengar teriakan Alika.


"Ada apa?" Tanya dokter Kim cemas.


"Maafkan kami dokter. Ada tikus yang masuk di saku jaket Alika." Habib menjawab dengan asal karena malu melihat kecemasan dokter Kim dan para perawat, apalagi perawat Olive. Ia tidak ingin wanita pujaan hatinya cemas.


"Tikusnya dimana sekarang." Tanya dokter Kim


"Sudah lari dokter." Habib yang menjawab lagi.


Alika menahan malu dan terus menundukkan wajahnya. Yuana yang paham dengan situasi tersebut langsung bicara.


"Maaf dokter Kim dan para perawat disini jika kami telah mengganggu dan membuat kegaduhan di sini. Kami akan pamit untuk jalan-jalan lagi. Terima kasih atas waktunya yang sangat berharga ini." Yuana berbicara dengan sangat sopan.


"Tidak apa-apa nona. Kami senang karena mendapat kunjungan dari nona dan kakak-kakaknya. Jangan bosan-bosan kesini." Jawab dokter Kim mewakili.


Kamu kesini setiap hari juga aku tidak akan bosan. Wajahmu sangat menggemaskan. dr Kim


"Terima kasih dokter. Kami mohon diri." Habib yang menjawab kemudian melangkah keluar.


"Boleh dokter. Dengan senang hati. Dari sini kami akan mengunjungi kolam renang" Alika yang menjawab dengan antusias.


Mereka kemudian berjalan beriringan bersama dokter Kim. Dokter Kim sengaja berjalan di samping Yuana, namun Yuana tidak menggubrisnya sama sekali. Ia hanya menjawab hal-hal yang dikatakan oleh dokter Kim tanpa balik bertanya.


Benar-benar wanita yang luar biasa. Tidak baper saat melihat cowok tampan. Aku sudah setampan ini pun sepanjang obrolan ini, dia tidak tersenyum sama sekali kepadaku. Bagaimana aku bisa mendekatinya kalau dia sangat dingin seperti ini? Aku harus mendapatkan hatinya sebelum ada pria lain yang mendekatinya. dr.Kim


Awas saja kalau kau berani macam-macam dengan adik kecilku. Aku akan membuat wajah tampanmu itu berubah menjadi si buruk rupa. Aku akui kau tampan. Tapi jangan pikir, kau akan mudah mendapatkan adikku. Kau harus berhadapan dulu denganku. Habib


Tanpa sadar mereka sudah sampai di kolam renang yang cukup besar dan sangat bersih. Setelah berhenti sejenak, Yuana langsung melompat masuk ke dalam kolam renang tanpa ragu.


Yuana terlihat sangat menikmati kegiatan berenangnya dengan meliuk-liukkan tubuhnya tanpa peduli dengan orang-orang yang sedang menontonnya. Dokter Kim yang merasa tertantang juga langsung melompat masuk kedalam kolam renang dan berenang bersama Yuana.


Habib mondar mandir tidak tenang. Ia tidak mau dokter Kim mendekati Yuana di kolam renang. Karena itu, ia juga langsung melompat masuk dan mengambil tempat ditengah-tengah Yuana dan dokter Kim.


Alika yang memilih jadi penonton juga merasa gerah sendiri ketika melihat mereka berenang. Ia ingin meliuk-liukkan badan di air yang sangat bening itu. Apalagi ada dokter Kim disana. Ini kesempatan langka menurutnya. Akhirnya ia pun ikut menceburkan diri ke dalam kolam. Alhasil, ia pun langsung menghilang ke dasar kolam.


Habib kaget bukan main ketika mendengar bunyi air yang sangat keras. Ia tidak tahu bahwa yang melompat masuk itu Alika, karena ia sedang membelakangi Alika yang menonton dari atas. Ia tahu persis kalau adiknya itu tidak bisa berenang.

__ADS_1


Setelah balik dan tidak melihat adiknya, Habib langsung panik dan tanpa pikir panjang langsung menyelam dan mencari tubuh Alika. Ia sangat takut adik satu-satunya kenapa-napa karena kolam itu memiliki kedalaman 2,5 meter.


Saat sudah melihat posisi dimana Alika berada, Habib langsung mengangkatnya tinggi-tinggi dan membawanya keluar.


Yuana dan dokter Kim heran melihat apa yang dilakukan Habib karena mereka tidak tahu kalau Alika tidak bisa berenang.


Setelah mencapai sisi kolam, Habib menggendong adiknya dan membalikkan kepalanya kebawah. Hal itu membuat semua air yang sudah tertelan Alika langsung keluar.


Habib kemudian membaringkan Alika. Dokter Kim dan Yuana langsung keluar dari kolam dan mendekati Alika dan Habib.


"Alika kenapa kak?"


Habib tidak menjawab karena ia benar-benar panik. Yuana langsung mendekati Alika untuk memberikan napas buatan. Namun saat ia baru saja mendekatkan wajahnya, Alika langsung batuk dan mengeluarkan banyak air bersamaan dengan matanya yang terbuka. Sontak saja membuat wajah Yuana basah kuyup dengan air yang keluar dari mulut Alika.


Tanpa pikir panjang, Yuana kembali melompat masuk dalam kolam dan membasuh wajahnya yang terkena air gratis yang aromanya tidak enak di hidung.


Dokter Kim tidak bisa menahan tawa melihat ulah Yuana.


"Kamu kenapa nona Yuana?"


Alika bangun dan bertanya tanpa dosa. Yuana marah dan memalingkan wajahnya. Habib langsung tertawa dibarengi dokter Kim.


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.


😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2