Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
117. Isi Hati Gail


__ADS_3

Terkadang orang menghormatimu karena ia merasa bahwa kau pantas mendapatkannya. Sementara ada orang yang menunjukkan sikap hormat karena sebuah kebiasaan yang sudah berlaku di lingkungan dimana ia berada.


Tidak peduli apa motif orang lain menghormati kita! Karena yang paling penting adalah menjadikan diri kita sendiri berkualitas dan orang akan menghormati kita tanpa kita meminta-minta. Eda Sally


*****


Gail yang telah mengetahui kenyataan yang sebenarnya, hatinya terasa sangat hancur. Ia benar-benar ingin melarikan diri dari hadapan Yuana karena tidak sanggup memandang wajah wanita yang telah membuatnya merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta.


Namun, kesadaran hati nuraninya mengingatkan dia bahwa ia harus bersikap sportif karena semua pilihan terletak di tangan Yuana.


Dengan santai ia melakukan semuanya seperti biasa walau hatinya hancur.


"Ayo turun! Kita sudah sampai." Kata Gail setelah membuka pintu dan dengan hati-hati membantu Yuana turun karena tadinya Yuana memejamkan mata.


"Terima kasih Gail." Kata Yuana dengan senyum yang tidak berubah sama sekali seperti tidak terjadi apa-apa.


Arthur yang melihat semuanya dari jauh hanya bisa diam dan memikirkan banyak kemungkinan karena kenyataan yang terjadi sekarang ini.


Setelah melihat Gail dan Yuana sudah berada di dalam rumah, Arthur segera melajukan mobilnya dan kembali ke kantor.


Yuana yang merasa pegal karena terlalu lama di Angkasa Grup, langsung membersihkan diri di kamar mandi dan setelah itu kembali untuk tidur. Ia kaget karena ketika kembali, Gail sudah membawakan makan siang untuknya.


"Makan dulu nona. Nina muda pasti sudah lapar. Apalagi bayinya." Kata Gail dengan sopan.


"Berhenti bersikap formal seperti itu kepadaku Gail. Aku ingin kamu tetap memperlakukanku seperti biasanya tanpa ada yang berubah. Aku ingin menjadi diriku sendiri, jadi tolong jangan ada embel-embel apapun." Kata Yuana sambil duduk menghadap makanan yang sudah disiapkan Gail.


"Terima kasih Gail." Kata Yuana dengan tangan yang sudah bergerak mengambil makan.


Gail tersenyum melihat Yuana makan dengan sangat lahap. Ia hanya duduk dan mengamati Yuana tanpa mengatakan apapun.


"Kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah denganku?" Tanya Yuana dengan ketus.


"Tidak ada yang salah. Hanya saja sepertinya berat badanmu bertambah." Jawab Gail jujur.


"Mau bagaimana lagi Gail. Namanya juga orang hamil, badan melar itu hal biasa." Jawab Yuana sambil terus mengunyah makanannya.

__ADS_1


Mau melar juga kamu tetap cantik. Rasa sayangku padamu tidak akan pernah berubah walau nanti kamu sudah bertemu dengan suamimu. Menyakitkan sekali. Aku harus menahan diri dan terus menghormatimu. Ingin sekali aku memilikimu, tetapi itu sangat tidak mungkin.


"Kamu sudah makan?" Tanya Yuana ketika melihat Gail hanya diam dan terus memandanginya.


"Sudah, sejak kamu mandi." Jawab Gail singkat.


"Oya! Besok kan weekend. Kalau kamu tidak kelelahan, aku ingin mengajakmu jalan-jalan." Kata Gail setelah terdiam beberapa lama.


"Boleh! Kita lihat saja besok. Semoga aku tidak kelelahan. Aku juga bosan setiap hari berurusan dengan layar bisu dan dokumen bisu. Aku ingin jalan-jalan." Kata Yuana setelah mengakhiri makannya.


"Oke! Siap nona muda." Kata Gail sambil tersenyum paksa.


"Sudah aku bilang Gail, jangan terlalu resmi seperti itu. Aku lebih suka kamu yang ceplas ceplos jika berbicara denganku. Jika kamu formal seperti ini, aku merasa aneh." Kata Yuana.


"Aku tidak bersikap formal. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya. Kita tidak bisa mengubah kenyataan bahwa kamu adalah nona muda Angkasa Grup. Walaupun demikian, sikapku pada bayi ini tidak akan berubah. Aku akan tetap menganggapnya anakku."


"Jika suatu saat kita sudah bertemu dengan tuan muda, tolong ceritakan padanya bahwa aku menyayangi anaknya. Dan jika bayi ini sudah besar, ceritakan padanya bahwa ada seorang pria konyol yang sangat menyayanginya dan menganggapnya seperti anaknya sendiri." Kata Gail dengan sungguh-sungguh.


"Jangan berbicara seperti itu lagi Gail. Kata-katamu menyakitiku. Aku tidak mau mendengar perkataan seperti itu lagi."


"Aku tidak akan mengatakannya lagi. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku sangat menyayangimu dan bayimu. Apapun yang terjadi, izinkan aku memanggilnya anak ketika dia sudah lahir." Kata Gail.


"Aku tidak akan lupa Gail. Akan aku ceritakan padanya tentangmu, terlebih tentang perjuanganmu membeli 10 KG jagung untuk popcorn yang sampai hari ini belum habis." Kata Yuana sambil menutup mulutnya karena tidak bisa menahan tawanya.


"Hahahahhaha. Kalau untuk itu, tolong bilang pada anakku bahwa dadymu keliru. Waktu itu dady benar-benar panik. Takut mommy minta popcorn setiap hari. Jadi dady membeli sangat banyak."


"Aku hanya sedang memikirkan bagaimana ekspresi orang-orang waktu kamu membeli jagung begitu banyak." Kata Yuana masih tertawa.


Jadi gemas aku melihatnya tertawa seperti itu. Aku harus ekstra menahan diri. Aku tidak ingin dia menjauhiku.


"Mereka hanya menatapku dengan bingung. Setelah itu menimbang jagung, dan sebelum menyerahkannya kepadaku, sang kasir berkata; "apa tuan yakin ingin membeli jagung sebanyak ini?" Aku hanya tersenyum dan menganggukkan kepala."


Yuana tidak dapat lagi menahan tawanya. Kali ini ia benar-benar tertawa lepas seperti tidak ada beban sama sekali. Saking lucunya, air matanya sampai keluar. Gail dengan sigap mengambilkan tissue untuk Yuana.


"Makanya kalau tertawa jangan sampai lepas seperti itu." Kata Gail sambil membantu Yuana mengelap air matanya.

__ADS_1


"Aku merasa sangat lucu dengan wajah bingung kasir pada saat ini. Mereka pasti menyangka bahwa kamu ingin membuka toko popcorn." Kata Yuana masih dengan tawa yang belum reda.


"Awas kalau perutmu sakit. Jangan tertawa terlalu banyak." Kata Gail khawatir.


Yuana malah semakin tertawa melihat ekspresi Gail, yang membuat Gail langsung berdiri dan berjalan ke arahnya.


"Kamu mau apa?" Tanya Yuana karena Gail sangat dekat dengannya dan itu membuatnya takut.


"Memang kamu pikir aku mau melakukan apa? Aku hanya ingin mengecek suhu tubuhmu karena kamu tertawa sangat banyak." Kata Gail sambil meletakkan tangan di kening Yuana.


Hal itu membuat Yuana langsung menghentikan tawanya. Sekarang Gail yang tidak bisa menahan tawa karena wajah gugup Yuana sangat lucu.


"Syukurlah kamu tidak panas." Kata Gail masih dengan menahan tawa.


"Memang aku sedang sakit? Kalau sakit mana bisa menertawakan wajah bingungmu saat membeli jagung?" Kata Yuana bangun dan hendak membereskan bekas makannya.


"Jangan! Aku akan memanggil pelayan. Kamu istirahat saja. Aku akan ke kantor sebentar." Kata Gail sambil menahan tangan Yuana.


Yuana dengan reflek melepaskan tangan Gail dan berjalan ke tempat tidur. Gail mengikutinya dari belakang.


"Istirahatlah agar kamu dan bayi kita sehat. Maafkan aku jika lancang. Aku hanya tidak ingin kamu lelah. Jadi jangan memikirkan apapun atau terbeban dengan sikapku tadi. Ok?" Kata Gail tersenyum kemudian langsung keluar meninggalkan kamar Yuana dan kembali ke kantor.


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.

__ADS_1


😍😍😍😍😍


__ADS_2