
Cinta seorang suadara lebih kuat dari apapun. Ketika terjadi perselisihan diantara saudara kandung, walaupun amarah menguasai hatimu, kamu akan tetap merasa bahwa ada sesuatu yang hilang dalam dirimu ketika kamu tidak saling menyapa. Apapun alasan yang dikatakan orang untuk mengadu domba hubungan persaudaraanmu, jangan sekalipun berpikir untuk menjauhi orang yang sedarah denganmu, karena sadar atau tidak, kamu akan selalu membutuhkan mereka. Eda Sally
*****
Gail mondar mandir di depan pintu ruang perawatan Yuana sejak ia pulang kantor. Pasalnya ia sudah menghubungi Yosua dan sekrrtaris Bram berulang kali tetapi handphone mereka tidak bisa dihubungi. Untuk masuk ke dalam pun ia tidak berani, karena tidak mau melihat kondisi Yuana yang seperti itu.
Bagaimana aku bisa melihat keadaan tuan yang seperti itu? Ia tidak mau melakukan apapun. Sudah berapa hari dan wajahnya juga sudah terlihat pucat. Apa yang harus aku lakukan?
"Maaf, Tuan! Ada yang bisa saya bantu?" Tegur suster yang pernah menubruknya.
Gail perlahan membuka mata dan mengangkat wajahnya, kemudian menatap suster itu dengan tajam. Ingin ia menghardik wanita itu tetapi ia menahan hatinya karena ia sedang memikirkan Erik dan Yuana.
Gail diam beberapa saat sebelum berkata. Ia masih menatap wajah suster itu seolah ingin meyakinkan hatinya dengan apa yang akan dia katakan.
"Bisakah suster menolong saya dengan membujuk tuan yang di dalam ruang perawatan itu untuk makan?" Tanya Gail dengan penuh harap.
Suster tersebut kaget dan matanya mengikuti arah tangan Gail. Ia melihat Erik yang sedang menopang wajahnya sambil terus menatap Yuana dengan wajah pucat dan lesu.
"Maaf, Tuan! Saya tidak yakin apakah saya bisa atau tidak, tetapi saya akan mencoba untuk melakukan permintaan tuan." Ujar suster itu sambil tersenyum kemudian perlahan membuka pintu.
Suster tersebut berdiri mematung ketika melihat kelakuan Erik pada Yuana. Pasalnya Erik sementara membelai rambut Yuana sambil sesekali mengecup tangan Yuana.
Karena takut mengganggu, akhirnya suster itu memilih untuk keluar.
"Maaf, Tuan! Bukan saya tidak ingin membantu, tetapi saya tidak sanggup merusak suasana penuh cinta yang baru saja saya saksikan."
"Tuan itu terlalu mencintai istrinya sampai ia tidak pernah menyadari kehadiran orang lain di sisinya."
"Saya benar-benar terharu, Tuan!" Ujar sang suster dengan mata berkaca-kaca.
Gail tidak menjawab. Ia masih mengamati wanita di depannya yang menurutnya terlalu dramatis.
"Siapa namamu?" Tanya Gail pada akhirnya.
"Nama saya suster Jean, Tuan!" Jawab suster Jean.
"Hmmm! Saya akan melaporkannya pada atasanmu bahwa kau tidak mau menolong pasien yang membutuhkan pertolonganmu." Ujar Gail dengan cuek.
"Maaf, Tuan! Saya bukan tidak ingin menolong tuan yang ada di dalam, tetapi saya tidak tega merusak suasana romantis tuan tersebut kepada istrinya." Jawab suster Jean beralasan.
__ADS_1
Gail menarik napas mendengar jawaban suster Jean. Rasanya ia ingin memaksa Erik dengan kasar untuk makan, tetapi ia tahu bagaimana perasaan Erik terhadap Yuana.
"Ahmm, maaf! Jika tidak ada keperluan lagi, saya akan melanjutkan pekerjaan saya." Ujar suster Jean sambil tersenyum.
"Hmmm! Pergilah!"
Saat berbalik membelakangi Gail, suster Jean tersenyum dengan hati yang berbunga-bunga.
Bagaimana aku bisa membujuknya untuk makan?
Gail terus menunduk sambil menyandarkan punggungnya di pintu ruang perawatan Yuana, dan menopang wajahnya dengan tangannya yang juga menutup matanya. Tiba-tiba bahunya disentuh seseorang.
Gail reflek mengangkat wajahnya dan membuka matanya. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Tanpa sadar airmatanya langsung jatuh begitu saja ketika melihat siapa yang ada di depannya. Dengan gerakan cepat ia memeluk tubuh pria yang telah berdiri di depannya itu.
"Maafkan saya, kak! Saya tidak mampu menjaga Yuana dengan baik. Saya gagal, kak!" Ujar Gail ditengah isaknya.
"Kamu tidak salah. Keadaanlah yang salah! Jangan menyalahkan dirimu." Jawab Yosua sambil menepuk punggung Gail yang masih terus menangis.
Yosua tahu seberapa besar cinta pria itu untuk Yuana. Cinta yang telah berubah konsep dari perasaan cinta kepada lawan jenis dan telah berubah menjadi rasa cinta kepada seorang adik.
Yosua perlahan melepaskan pelukannya. Ia menahan airmatanya agar jangan sampai lolos. Ia menatap ke arah pintu.
Gail yang memahami maksud Gail, segera bergerak ke samping dan memberikan kesempatan kepada Yosua untuk masuk.
"Terima kasih telah melihat dan membantu adik saya sejauh ini. Saya telah banyak mendengar cerita dari adik saya tentangmu." Ujar sekretaris Bram sambil memeluk Gail.
Yosua yang sudah sampai di dalam, perlahan menyentuh pundak Erik. Hatinya sangat pilu melihat adik kecilnya dalam keadaan seperti itu.
Erik mengangkat wajahnya ketika merasakan sentuhan di pundaknya. Ia membuka mata dengan lebar karena tidak percaya ketika melihat siapa yang ada di sampingnya sekarang.
Erik segera bangun dan memeluk Yosua kemudian menumpahkan segala kepedihan yang dipendamnya di dalam hati.
"Aku gagal menjaga istriku. Maafkan aku." Ujar Erik dengan tubuh bergetar.
Yosua tidak menjawab sama sekali. Hatinya sangat pilu melihat kondisi wanita yang paling dicintainya itu. Setelah cukup lama membiarkan Erik menangis, Yosua perlahan melepaskan pelukannya.
"Cepat mandi dan makan baru boleh merawat adikku. Apa kamu tega menularkan kuman kepada adikku karena kamu sendiri tidak merawat diri?" Tegur Yosua pada Erik.
__ADS_1
Erik segera berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Yosua langsung duduk di kursi yang ditempati Erik, dan langsung memeluk tubuh mungil adiknya yang tertidur tanpa beban itu.
"Jangan bilang kamu akan tidur terus seperti ini. Cepat bangun, sayang. Aku ingin memelukmu lebih lama seperti biasanya."
"Dimana sifat manjamu jika bertemu denganku? Kenapa kamu memilih tidur seperti ini tanpa pernah peduli bahwa kakakmu ini akan bersedih?"
"Kamu tahu, sejak masuk ke ruangan ini dan melihat kondisimu seperti ini, ingin rasanya aku membunuh suamimu yang bodoh itu, tetapi aku tidak ingin menyakitimu."
"Aku takut kamu akan membenciku karena menghajar orang yang sangat kamu cintai itu."
" Kamu harus bangun untuk melihat kedua putrimu. Mereka sangat lucu dan menggemaskan. Cepatlah bangun adikku sayang." Ujar Yosua sambil berulang kali mengecup kepala Yuana dan tak henti memainkan jari-jari adiknya.
Gail yang melihat rasa sayang Yosua pada Yuana, tak mampu menahan hatinya. Ia sampai menutup wajahnya karena menahan tangis. Apalagi ketika ia mendengar kata-kata yang diucapkan Yosua.
Tak lama kemudian, Erik telah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar. Sekretaris Bram tidak dapat menahan hatinya. Ia segera memeluk Erik dengan sangat erat.
"Maafkan kakak yang datang terlambat. Kakak tidak bermaksud membiarkanmu sendirian menanggung beban ini."
"Kamu pasti paham kenapa kakak baru bisa datang." Ujar sekretaris Bram sambil melepaskan pelukannya dan mengangkat wajah Erik kemudian memandangnya.
"Kamu terlihat sangat kurus. Maafkan kakak!" Ujar sekretaris Bram sambil kembali memeluk Erik yang hanya pasrah dengan perlakuan kakaknya.
Jika terjadi sesuatu dengan istriku, kakak mungkin tidak hanya akan melihatku kurus, tetapi kakak juga akan kehilangan diriku. Erik
Bersambung
.
.
.
.
.
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍
__ADS_1