
Bermimpilah meski nanti tak terwujud, karena setiap mimpi selalu ada kemungkinan untuk diraih. Jika hari ini impianmu tertunda atau gagal, jangan lupa untuk tetap bersyukur dan percaya bahwa ada hal yang lebih besar yang akan kau terima. Karena walaupun hidup penuh dengan misteri, tetapi ada Tuhan yang selalu merancangkan yang terbaik. Percayalah! Eda Sally
*****
Yuana dan Erik sangat bahagia dengan kehidupannya sekarang, karena tidak ada yang perlu mereka takutkan lagi dalam hubungan mereka.
Andre Wiliam sangat bahagia, bahkan terlihat sangat menyayangi Yuana, wanita yang pada awalnya ia tolak, benci, dan kemudian ia buang.
Yuana yang merasakan kasih sayang kedua mertuanya sangat berbahagia, karena kini ia tak lagi bersedih, atau diam-diam berdoa dan menangis seorang diri jika Erik sedang tak berada di rumah.
Gail yang melihat kebahagiaan mereka, merasa bahwa sudah waktunya ia mencari wanita lain yang akan menjadi pendamping hidupnya.
"Yuana, aku ingin berbicara denganmu." Ujar Gail saat tiba di mansion milik keluarga Wiliam.
"Ada apa, Gail? Kebetulan aku juga ingin berbicara serius denganmu." Jawab Yuana.
"Aku dengan dari tuan muda bahwa dalam beberapa hari lagi kalian semua akan kembali ke Indonesia." Ujar Gail dengan ragu-ragu.
"Iya, betul! Aku juga ingin ke rumah untuk pamit dengan nenek Tati sebelum pulang."
"Lanjutkan apa yang ingin kamu bicarakan!" Pinta Yuana pada Gail.
"Jika kamu tidak keberatan dan diperbolehkan, aku ingin ikut kalian dan bekerja di sana saja."
"Terus terang aku anak tunggal, dan merasa kesepian."
"Sejak mengenal kalian, aku merasa memiliki keluarga yang sangat dekat dengan diriku."
"Jadi, aku memutuskan untuk ikut dengan kalian. Siapa tahu aku bertemu dengan jodohku di sana." Ujar Gail sambil tersenyum.
"Ah! Akhirnya kamu mau berubah juga. Terima kasih, Gail!"
"Soal permintaanmu, akan aku kabulkan karena kamu sudah aku anggap seperti kakakku sendiri." Ujar Yuana.
"Permintaan apa lagi yang dibuat oleh Gail." Tanya Erik penuh curiga ketika ia keluar dan mendengar apa yang dikatakan Yuana.
Yuana lalu menceritakan secara ringkas percakapannya dengan Gail. Erik menganggukkan kepala mendengar cerita Yuana sambil memeluk dan mengecupnya.
"Aku tidak keberatan, Gail! Aku malah senang, karena Garrick tidak akan kehilangan dadynya." Ujar Erik
"Terima kasih Tuan!" Ujar Gail sambil bangkit dan memeluk Erik.
__ADS_1
"Saya khawatir jika saya terus berada di sini, karena masa lalu saya bisa menyeret saya kembali jika tidak ada kalian."
"Saya tipe orang yang tidak bisa mengontrol diri. Takutnya apa yang sudah saya lakukan pada waktu lalu, kembali terulang lagi." Ujar Gail sambil menerawang.
"Memangnya apa yang kamu lakukan?" Tanya Erik penasaran.
"Terus terang, Tuan. Saya suka gonta ganti wanita. Dan yang lebih parah lagi, tidak ada yang selamat di tangan saya."
"Saya tidak hanya menjadikan mereka pacar yang bisa memuaskan nafsu saya, tetapi lebih sering menyiksa mereka. Saya tidak layak disebut pria sejati, Tuan!"
"Tetapi, kenapa kamu melakukan hal-hal konyol seperti itu?" Tanya Erik sambil duduk.
"Entahlah! Saya benci perempuan yang suka mengejar pria. Jika ada yang mengejar saya, akan saya jadikan pacar, dan setelah itu saya akan menyiksanya."
"Saya mulai berubah saat saya mengenal nona Yuana, dan saya tidak melakukan hal itu lagi hingga sekarang."
"Dan sekarang, saya ingin menjalin hubungan yang serius dengan wanita." Ujar Gail dengan sungguh-sungguh.
"Hmmmm! Jangan lagi melakukan hal yang konyol seperti itu, Gail! Walaupun kamu laki-laki, kamu harus menjaga wibawa dan harga dirimu."
"Jangan mau menjadi murahan hanya karena ingin mempermainkan seorang wanita."
"Mungkin kamu berpikir bahwa orang akan menganggapmu pria hebat karena mampu menaklukkan banyak wanita, tetapi sebenarnya kamu sedang menurunkan harga dirimu dengan melakukan hal seperti itu."
"Itulah alasan kenapa saya ingin ikut bersama keluarga Tuan, karena saya ingin belajar banyak hal dari tuan, dan ingin berubah menjadi lebih baik." Jawab Gail.
"Iya, aku paham! Aku mungkin terlihat posesif dengan istriku, tetapi aku mau menunjukkan bahwa hanya dia satu-satunya wanita yang aku pilih, dan hanya dia yang telah memiliki tidak hanya hatiku, tetapi juga tubuhku."
"Walaupun aku seorang pria, tetapi aku tidak ingin mengobral tubuhku untuk banyak wanita, karena aku ingin menjadi ayah yang bermartabat sehingga bisa menjadi teladan untuk anak-anakku."
Apalagi Garrick yang sudah mulai paham! Aku tidak ingin putraku memandang aku sebagai seorang ayah yang gagal dan cacat." Ujar Rey sambil mengecup wajah Yuana berulang kali.
"Kini saya mengerti, Tuan! Kenapa nona Yuana tidak tergoda sama sekali dengan perhatianku ketika tuan tidak ada kabar sama sekali."
"Karena ia melihat bahwa tuan pria yang layak untuk dipertahankan." Ujar Gail sambil tersenyum tulus.
"Itulah! Cinta tidak membutuhkan kata-kata gombal, tetapi tindakan nyata yang bisa menjadi pegangan bagi seorang wanita."
"Karena wanita itu gampang terbawa perasaan, dan gampang mempercayai pria! Karena itu, jangan pernah berniat untuk menyakiti, apalagi mempermainkan mereka."
"Karena sekali mereka tersakiti, mereka akan terus mengingat rasa sakit itu seumur hidup mereka."
__ADS_1
"Dan hal yang perlu kau ingat adalah, bahwa kata maaf tidak akan pernah bisa membalut luka yang terlanjur kau goreskan di dalam hati mereka." Ujar Erik.
"Tuan, saya semakin mendapat banyak ilmu dan nasehat dari tuan. Jadi, saya tidak akan ragu untuk ikut dan bekerja dengan tuan."
"Aku mungkin akan memberikanmu kantor cabang yang ditangani oleh Yosua, karena sekarang Yosua yang menjadi CEO di sana."
"Dengan Yosua, kamu akan lebih banyak belajar tentang apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan."
"Iparku itu pria yang tidak hanya tampan dan cerdas, tetapi juga memiliki prinsip hidup yang kuat."
"Kamu akan tahu saat kamu sudah bekerja dengannya."
"Dia juga pria sejati dan dapat diandalkan sebagai pelindung."
"Saya mengingatkan agar kau jaga sikap di hadapannya, karena ia tidak akan segan-segan untuk menghajarmu jika salah."
"Ia seperti singa yang tidak pernah takut dengan apapun."
"Saya saja pernah dihajarnya." Ujar Erik sambil tersenyum.
"Wah! Saya harus se-sopan mungkin jika begitu." Jawab Gail.
"Kakakku itu memang sangat bisa diandalkan."
"Itulah alasan kenapa aku sampai sekarang masih suka manja kepadanya, walaupun sudah bersuami." Ujar Yuana dengan malu-malu.
"Jika ada kakakmu, kamu paling sering mengabaikan aku, seolah pelukan dan kecupanku tidak ada rasanya." Protes Erik dengan wajah cemberut yang membuat Gail menutup mulut karena menahan tawa.
"Karena aku tahu bahwa kakaku walaupun memeluk dan mengecupku dalam waktu yang lama tidak akan melanggar batas."
"Beda dengan kamu yang mengecup tanpa permisi, dan kemudian penderitaanku akan berlanjut di tempat tidur." Goda Yuana pada Erik.
"Kalau begitu, ayo kita selesaikan kecupan ini di tempat tidur seperti yang kamu bilang." Ujar Erik sambil mengecup Yuana, kemudian menggendong Yuana dan membawanya ke kamar tanpa mempedulikan Gail yang hanya mampu melihat mereka dengan mulut terbuka.
Pria manapun akan gemas jika melihatmu nona. Kau memang wanita impian banyak pria. Semoga aku bisa mendapatkan wanita sepertimu. Gail
Bersambung
.
.
__ADS_1
.
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.😍😍😍😍😍