
Cinta merupakan kerelaan rasa yang dimiliki oleh seseorang terhadap orang lain. Cinta juga hanya bisa diterima dan dijalani oleh mereka yang tidak pernah mempermainkan cinta. Namun, ada sebagian orang yang menjadi serakah dan egois saat mengenal cinta. Kadang mereka malah ingin mengambil cinta yang sebenarnya tidak diuntukkan bagi mereka.
Jika ingin dicintai, biarkan cinta mengalir dengan sendirinya tanpa dipaksa, karena pemaksaan dalam cinta, akan membuatmu menjadi serakah dan egois. Eda Sally.
*****
Dokter Kim yang mendengar semua perkataan Erik kepada Yuana dari balik pintu ruang tengah sangat sakit hati. Ia tidak terima ketika melihat sendiri kenyataan di depannya dimana sikap Erik kepada Yuana sangat romantis dan bisa mengucapkan kata-kata yang ia sendiri tidak bisa melakukannya.
"Beb, aku plg sebentar untuk mandi. Nanti malam aku kesini lagi. Aku ingin kita makan malam bersama karena ada tuan muda."
"Baik dokter. Kami tunggu kedatangan anda dengan senang hati." Alika yang menjawab.
Dokter Kim tidak mengatakan apapun dan pergi dengan panas hati. Sepanjang jalan ia tidak puas dan tidak terima dengan apa yang disaksikan dengan matanya sendiri.
Huh! Kenapa juga harus sok mesra di depanku. Aku tidak terima! Dia sengaja pamer kemesraan di depanku. Dipikirnya aku tidak punya perasaan sama sekali.
"Tunggu saja. Malam ini aku akan memberikan kejutan padamu, tuan muda." Dokter Kim berkata pada dirinya sendiri dengan seringai licik.
Setelah mandi dan berganti pakaian, dokter Kim terlihat meramu beberapa botol obat bubuk, ditambah dengan sebuah jarum suntik dan 2 botol obat cair. Ia segera memasukkan semua ramuan dan obat cair pilihannya itu ke dalam tas selempang kecil yang biasanya dibawa, dan segera keluar untuk ke rumah Habib dan Alika untuk makan bersama.
"Wah! Cepat sekali. Selamat datang kembali dokter." Kata Alika yang sementara memasak di dapur, sedangkan Habib, Yuana, dan Erik sedang mengobrol santai di depan.
"Boleh aku bantu?" Tawar dokter Kim
"Boleh saja dokter. Saya juga senang kalau dibantu oleh dokter." Alika terlihat senang.
"Apa yang harus aku kerjakan?
"Dokter tolong bawa masakan yang sudah selesai dan langsung di tata di meja makan. Aku masih menyelesaikan satu menu lagi."
"Baiklah." Kata dokter Kim seraya mengangkat masakan yang sudah kelar dan dibawa ke meja makan.
Ini kesempatan untuk menjalankan aksi pertama.
Setelah melihat kiri kanan dan yakin bahwa tak ada siapapun, dokter Kim segera mengeluarkan dua buah botol dari dalam tasnya dan dengan gerakan cepat ia langsung menuangkan sedikit bubuk di dalam masakan yang sudah kelar. Ia kemudian tersenyum puas setelah rencana pertama berjalan lancar. Ia langsung berjalan ke depan dan duduk bersama Yuana, Erik, dan Habib.
Aksi pertama lancar. Teruslah tertawa ria, karena sebentar lagi kalian akan berduka.
Alika yang sudah selesai memasak, kemudian mengundang keempat orang yang sedang tertawa untuk makan bersama.
__ADS_1
Tanpa ada yang curiga, mereka semua sangat antusis untuk makan karena tercium aroma masakan yang membuat perut mereka meminta untuk segera di isi. Alika memang sengaja masak menu yang spesial karena ada Erik.
"Habib, tak ku sangka kamu memiliki adik yang luar biasa baik dan pandai memasak." Kata Erik memuji.
"Ah! Jangan terlalu dipuji tuan muda. Semua orang juga pintar memasak." Jawab Habib sengaja memanasi Alika.
"Kalau hanya tahu makan jangan komentar. Atau kakak iri karena aku dipuji tuan muda?"
"Oh, aku tidak iri sama sekali adikku. Lihat baik-baik wajahku. Tidak ada tulisan iri kan?"
"Sudah! Waktunya makan. Ayo!" Yuana terlihat menengahi karena ia tidak ingin urusan Tom and Jerry bertambah panjang
"Iya. Ayo makan!" Erik menimpali.
Mereka terlihat sangat menikmati makanan yang benar-benar menggugah selera.
Setelah selesai makan, Habib yang paling pertama memegang perutnya dengan wajah yang sudah kelihatan pucat.
"Ada apa Beb?" Tanya dokter Kim
"Perutku rasanya seperti melikit dan sangat tidak enak."
"Tidak usah dokter. Biarkan saja dulu. Kalau memang sakitnya tidak berkurang baru disuntik saja."
Tak sampai satu menit, terlihat Erik, Yuana, dan Alika memegang perutnya juga.
"Kalian semua kenapa?"
"Perutku." Kata Alika disusul oleh Yuana dan Erik dengan perkataan yang sama.
"Tenang dulu. Biarkan saya suntik agar kalian tetap kuat. Setelah itu kita ke rumah sakit untuk diperiksa."
"Sebaiknya kita ke rumah sakit saja dokter." Kata Habib.
"Apa ada yang salah dengan masakanku ya? Tapi kenapa dokter Kim tidak sakit perut?"
"Ah! Bisa saja kamu memasak sayuran atau bahan makanan yang tidak steril. Lagi pula aku tadi hanya makan satu menu karena kekenyangan. Kata dokter Kim beralasan.
"Tapi kalau sayuran aku ambil sendiri di kebun belakang dan nona Yuana memang sudah melarang kami sejak awal untuk tidak memakai pupuk atau obat-obatan kimia, jadi aku jamin sayurannya steril."
__ADS_1
"Ayo ke rumah sakit. Jangan lama-lama lagi sebelum tenaga kita melemah. Erik langsung berdiri dengan memegangi perutnya dan tangan satunya memegang tangan Yuana.
Mereka segera berdiri dengan tangan masih memegang perut dan berjalan ke rumah sakit yang tidak jauh dari rumah mereka.
Karena hanya dokter Kim yang sehat, maka ia berjalan paling belakang diantara mereka. Erik dan Yuana berjalan paling depan, di belakangnya Habib dan Alika, dan paling belakang dokter Kim.
Ketika mereka hampir sampai di rumah sakit, dokter Kim dengan perlahan mengeluarkan jarum yang sejak tadi sudah dipersiapkan, dan dengan gerakan yang sangat cepat ia langsung menancapkan jarum itu di leher Habib yang langsung pingsan dan tubuhnya ditangkap oleh dokter Kim, sedangkan tangannya yang memegang jarum langsung memindahkan jarum itu dan menancapkannya di leher Alika.
Alika langsung pingsan tanpa mengeluarkan suara apapun. Dokter Kim menahan tubuh keduanya dan perlahan menidurkan mereka di jalan. Ia kemudian berlari mengikuti Erik dan Yuana, dan melakukan hal yang sama pada Erik.
Yuana berteriak histeris dengan sekuat tenaga sebelum pada akhirnya suaranya pun tak terdengar lagi.
Dua orang perawat yang sedang bertugas malam, yaitu perawat Olive dan suster Reta serta security yang mendengar suara teriakan wanita tidak jauh dari rumah sakit segera berlari untuk melihat apa yang terjadi.
Mereka sangat kaget ketika melihat dua tubuh laki-laki dan tubuh seorang wanita tergeletak tak berdaya di jalan.
Security, perawat Olive, dan suster Reta segera berteriak dan memanggil warga di sekitar situ untuk membantu mereka. Orang-orang itu datang dan segera mengangkat tubuh ketiga orang dewasa itu untuk melakukan pertolongan dan memeriksa mereka.
Perawat Olive dan suster Reta yang sudah berpengalaman, segera memberikan pertolongan pertama kepada ketiga orang dewasa itu.
"Ini kan kak Beb dan Alika. Lalu pemuda tampan ini siapa?" Tanya suster Reta pada perawat Olive.
"Sebaiknya kamu segera telepon dokter Kim dan tiga orang teman kita agar membantu kita di sini." Kata perawat Olive.
Bersambung.
.
.
.
.
.
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍🙏🙏
__ADS_1