Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
14. Tamu di Hari Minggu


__ADS_3

Apapun alasan kamu melakukan sesuatu, tetap jadi dirimu sendiri, karena tidak ada yang dapat memainkan peranmu sehebat dirimu sendiri.


Mungkin kadang-kadang ada gelombang arus yang menyeretmu untuk tidak berpegang pada prinsipmu, tapi satu hal yang harus kau lakukan adalah jangan pernah goyah dan terus maju dalam garis yang menurutmu baik. Ikuti kata hatimu dan lakukan apa yang menjadi tujuan hidupmu. Eda Sally


*****


Hari ini Yuana, mami, dan papa sedang bersantai ria di rumah. Kebetulan orang tua Yuana dan Yosua juga datang. Mereka mengobrol dengan santai dan sesekali tertawa jika ada yang lucu.


"Hei gadis kecilku. Bagaimana dengan kuliahmu?" Tanya Yosua pada Yuana.


"Sejauh ini tidak ada masalah kak. Hanya,,,,, "Kata Yuana menggantung


"Hanya kenapa? Kamu ada masalah di kampus?" Tanya Yosua.


"Sebenarnya bukan masalah kak. Yuana hanya merasa tidak nyaman saja." Kata Yuana menggeleng.


"Terus yang buat kamu tidak nyaman itu apa?" Kata Yosua sambil membelai rambut adiknya.


Walaupun sudah sama-sama dewasa, Yosua masih memanjakan Yuana seperti waktu Yuana masih kecil. Maklum! Beda usia mereka saja enam tahun. Makanya Yosua sangat memanjakan adiknya.


"Boleh Yuana cerita kak?" Kata Yuana sambil melihat wajah kakaknya.


"Boleh dong. Sejak kapan kakak melarang kamu bercerita. Hehehehe." Kata Yosua sambil tertawa.


Yuana pun mulai menceritakan seluruh kejadian waktu di kampus dengan detail waktu ia baru masuk. Yosua mendengarkan dengan seksama. Setelah itu ia pun bertanya.


"Siapa nama dosenmu itu?" Tanya Yosua


"Namanya,,,"Kata Yuana terputus karena tiba-tiba handphone Yosua berbunyi.


" Hallo bro.! Jawab Yosua begitu melihat siapa yang menelpon.


"Kamu katanya lagi di Kupang ya! Share alamatmu biar aku kesana." Kata si penelpon.


"Ok, bro. Aku tunggu ya? Sudah lama tidak bertemu denganmu setelah lulus kuliah." Kata Yosua.


"Aku kesana sekarang ya." Kata si penelpon dan langsung mematikan handphone-nya.


"Dek, ceritanya nanti dilanjutkan ya? Kakak mau minta izin sama paman dan tante. Soalnya teman kakak mau kesini." Kata Yosua sambil mencubit pipi Yuana kemudian beranjak ke taman samping rumah tempat orang tua mereka mengobrol.


Yuana hanya mengangguk kemudian ia pun bangun dan masuk ke dalam rumah.


"Paman, tante! Yosua mohon izin, soalnya teman Yosua mau kesini." Kata Yosua begitu sampai.


"Kenapa juga kamu pakai izin segala. Ini kan rumahmu juga Yos." Kata tante Grace.


"Terima kasih tante. Kalau begitu Yosua ke depan ya, takutnya orangnya sudah ada."


Bukannya ini alamat yang aku incar ya. Kenapa sama? Apa aku yang salah lihat alamat rumahnya.

__ADS_1


Gumam orang itu setelah melihat alamat yang di kirim Yosua.


Ia bergegas menuju alamat yang di kirim Yosua. Tak lama kemudian ia sampai di depan rumah yang di maksud. Untuk memastikan ia mengirim pesan wa kepada Yosua.


"Bro, aku sudah di depan rumahmu."


"Ok. Aku ke depan ya?"


Yosua bergegas ke depan. Begitu sampai ia melihat ada sebuah mobil mewah berdiri di pinggir jalan. Yosua segera melambaikan tangan ke arah orang tersebut dan memberi kode kepada security agar membukakan pintu pagar.


Begitu si pengendara turun dari mobil;


"Apa kabar Rik? Sudah lama tidak bertemu." Kata Yosua sambil memeluk temannya.


"Seperti yang kamu lihat. Aku baik-baik saja." Jawab Erik.


"Aku tidak menyangka, bisa bertemu denganmu di sini." Kata Yosua.


"Iya. Sama Yos. Tapi aku salut sama kamu. Ku dengar sekarang kamu malah sudah jadi manager di perusahaan tempat kamu bekerja. Aku akui, dari zaman kuliah kamu memang bisa diandalkan dan mahasiswa paling pintar. Wajar kamu bisa sukses secepat ini." Kata Erik.


"Ah! Kamu berlebihan Rik. Biasa aja. Kamu kenapa tidak bekerja di perusahaan keluargamu saja dan malah memilih jadi dosen?" Kata Yosua.


"Malas aku Yos? Yang ada malah nanti di suruh nikah. Aku masih ingin sendiri. Mana pakai acara di jodohkan lagi." Kata Erik.


"Kamu memang tidak pernah berubah dari dulu. Selalu alergi dengan perempuan. Hehehhe." kata Yosua.


"Oya, sebentar! Aku bilang adikku buatkan minum ya?" Lanjut Yosua sambil beranjak.


Tak lama kemudian, Yosua muncul dengan Yuana yang membawa minum dan camilan. Erik yang sibuk memainkan handphone-nya tidak menyadari kehadiran keduanya.


"Bro, kenalin. Ini adikku yang sering aku ceritakan. Dia cinta keduaku setelah ibu." Kata Yosua sambil memeluk Yuana.


Erik melepas topinya dan mengangkat wajah. Ia dan Yuana sama-sama terkejut.


"Ka,,,kamu?" Kata Erik dan Yuana bersamaan.


"Jadi kalian sudah saling kenal?" Tanya Yosua heran.


"Ma,,maaf pak! Aku ke dalam dulu." Kata Yuana sopan lalu bergegas ke dalam.


"Iya! Dia itu yang aku ceritakan waktu aku telepon. Mahasiswa yang aku incar. Ternyata dia adikmu. Aku benar-benar suka sama dia Yos."


"Tidak, tidak, tidak. Aku tidak rela adikku sama kamu." Kata Yosua sambil duduk.


"Hei bro! Kamu pikir aku laki-laki apa?" Kata Erik.


"Iya! Kamu laki-laki gila yang tidak berperasaan. Aku tidak rela adikku menikahi laki-laki gila seperti kamu." Kata Yosua.


"Enak saja kamu bilang aku gila." Kata Erik sambil meninju bahu Yosua.

__ADS_1


"Hahahaha habis kamu kalau lihat cewek kan alergi. Mana bisa kamu jatuh cinta sama adikku?" Kata Yosua


"Iya! Aku memang alergi lihat cewek. Tapi adikmu buat alergiku hilang Yos." Kata Erik sambil tertawa.


"Hahahahhaha. Pokoknya aku tidak mengijinkan kamu mendekati adikku. Awas saja kalau berani macam-macam sama adikku." Kata Yosua.


"Hei! Santai bro. Sejak kapan aku main-main sama perempuan. Kamu kenal aku dengan baik kan? Aku bisa menjaga adik kamu." Kata Erik sungguh-sungguh.


"Kita lihat saja ke depannya." Kata Yosua.


"Hmmmm! Berurusan sama kamu memang ribet, Yos. Tapi aku senang berteman sama kamu. Apalagi sebentar lagi akan jadi saudara ipar. Hahahhaha." Kata Erik sambil tertawa.


"Oya, mana orang tua kamu. Aku mau menyapa mereka, sekaligus memperkenalkan diri sebagai calon menantu." Kata Erik.


"Ihh! Amit-amit orang tuaku punya menantu seperti kamu." Kata Yosua.


Mereka kemudian menuju taman samping tempat orang tua dan paman serta tantenya mengobrol.


"Ayah, Ibu, paman, tante. Ini teman Yosua yang tadi Yosua bilang."


"Hallo om, tante. Aku Erik, temannya Yosua. Terima kasih sudah mengijinkan aku bertamu." Kata Erik sopan.


"Tidak apa-apa nak! Om dan tante senang karena rumah ini jadi ramai." kata paman Jack.


"Paman, tante, kita mau mengobrol di depan saja." Kata Yosua.


"Iya Yos. Kamu ke depan aja. Anak muda kan obrolannya pasti beda sama orang tua. Hehehhee." Kata tante Grace sambil tertawa.


Yosua dan Erik menuju ke depan.


"Wah, kalau keluargamu welcome seperti ini, aku pasti akan bertamu terus Yos." Kata Erik menggoda Yosua.


"Ini pertama dan terakhir kamu bertamu, ya?" Kata Yosua pura-pura marah.


"Oya! Kalian baliknya nanti sore kan? Bagaimana kalau kita jalan-jalan?" Kata Erik.


"Boleh juga. Tapi pakai mobilmu ya. Karena kamu yang mengajak aku." Kata Yosua sambil tersenyum.


"Iya! Untuk calon ipar apa yang tidak akan aku lakukan? Yuana tidak di ajak?" Kata Erik memancing Yosua.


Yosua tak membalas gurauan Erik. Ia bergegas ke samping dan meminta izin pada orang tuanya, paman dan tante untuk jalan-jalan sama Erik.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Hallo guys! Happy reading ya? Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.😍😍😍😍


__ADS_2