
Wanita itu diberikan keistimewaan oleh Tuhan. Mungkin perjuangan dan penderitaan untuk menghadirkan seorang anak manusia di dunia itu sulit. Tetapi setiap wanita akan selalu bangga dan merasa terhormat ketika melewati tahap itu. Bahkan bagi seorang wanita, itu adalah sebuah kesempurnaan dalam hidupnya. Eda Sally
*****
"Terima kasih Gail. Aku akan mengajari anakku untuk menghormatimu sebagai seorang ayah, walau suatu saat ia sudah bertemu dengan ayahnya. Tetapi penghormatan dan penghargaan pertama akan aku berikan padamu." Yuana berkata dengan sungguh-sungguh dan mata yang berkaca-kaca.
"Terima kasih adikku. Aku benar-benar terharu. Ah! Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah. Seperti apa rupaku jika menjadi seorang ayah?" Tanya Gail pada dirinya sendiri sambil memandang wajahnya di cermin.
Nenek Tati dan Yuana yang mendengar perkataan Gail langsung tertawa karena mimiknya sangat serius dan terlihat lucu.
"Tentu saja wajahmu akan bertambah tua dan mulai keriput jika kamu sudah menjadi seorang ayah." Nenek Tati berbicara dengan serius karena ingin menggoda Gail.
"Benarkah?" Tanya Gail dengan terkejut dan kembali mengamati wajahnya di cermin.
Yuana tidak dapat menahan tawanya melihat ekspresi Gail yang kelihatan panik dan kaget.
"Iya, benar. Apakah kamu takut jika nanti tidak ada wanita yang tertarik padamu lagi?" Tanya nenek.
"Iya nek! Tentu saja aku memikirkan hal itu."
"Kalau begitu kamu tidak usah jadi ayah untuk anaknya Yuana."
"Wah! Jangan begitu nek. Aku sudah senang dan siap mental untuk menjadi seorang ayah, kenapa nenek malah membatalkannya?"
"Karena kamu belum siap untuk menjadi keriput."
"Kalau soal siap jadi ayah aku siap nek. Tetapi masalah siap untuk keriput aku perlu mempersiapkan mental nek."
"Hahahahhahaha."
"Kenapa nenek tertawa?" Gail bertanya dengan heran karena ia merasa tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakannya.
"Nenek hanya ingin tertawa. Apa tidak boleh? Oya! Kita kembali ke kamar kita saja. Biarkan adikmu ini istirahat dulu."
"Ok! Kalau kamu butuh sesuatu, panggil ayah ya, biar anakku tidak marah sama aku karena tidak bertanggung jawab." Kata Gail sok dewasa.
Yuana hanya mengangguk sambil tersenyum melihat tingkah konyol Gail. Setelah nenek Tati dan Gail keluar, Yuana segera mengganti baju dan tidur. Badannya terasa pegal semua jadi ia memilih untuk tidur.
Setelah beberapa kali membalikkan badan dengan semua posisi dan tidak merasa nyaman, Yuana memilih untuk duduk. Ia menyalakan televisi untuk menonton. Ketika melihat iklan PopCorn, ia langsung ngiler. Ingin sekali ia makan tetapi tidak ada.
"Hmmmm! Matikan televisi saja daripada harus ngiler seperti ini melihat iklan."
__ADS_1
Yuana duduk termenung membayangkan PopCorn yang tadi terlihat sangat menggoda.
Ingin meminta tolong Gail untuk mencarikan, tetapi aku kasihan sama Gail. Anak ini kan bukan anaknya. Kenapa aku harus merepotkan Gail?
Yuana boleh bermonolog untuk tidak meminta tolong pada Gail, tetapi keinginan untuk makan semakin besar. Akhirnya ia memberanikan diri dan berjalan keluar menuju ke arah kamar Gail.
Tok..tok..tok
"Ada apa adikku? Ada yang bisa aku bantu?" Tanya Gail begitu membuka pintu dan melihat Yuana.
"Bolehkah aku meminta tolong?"
"Boleh! Ada apa?"
"Aku ingin makan PopCorn. Bisakah kau mencarikannya untukku?"
"Tentu! Aku akan mencarinya sekarang." Kata Gail dengan penuh semangat sambil masuk kembali ke dalam kamar dan menyambar kunci mobil.
"Kamu mau berapa banyak?"
"Aku tidak ingin yang sudah digoreng. Aku ingin yang masih dalam bentuk jagung dan kamu yang menggorengnya." Kata Yuana dengan wajah memelas.
Gail langsung menepuk jidatnya mendengar permintaan Yuana.
"Baik. Aku akan mencarikannya untuk anakku. Sekarang istirahat sana dan tunggu ayah. Ok?" Kata Gail dengan bangga lalu segera berangkat.
Sepanjang jalan Gail berpikir dan mencari tahu tentang tempat yang biasa menjual jagung. Ia mendatangi beberapa pusat perbelanjaan, namun tidak menemukan jagung yang ia cari. Akhirnya karena kelelahan, Gail duduk di taman kota sambil mencari di google dan memikirkan bagaimana caranya mendapatkan jagung.
"Ini sudah hampir empat jam dan aku belum menemukan apa yang aku cari. Ternyata begini ya jadi ayah. Pantasan nenek bilang wajahku akan keriput. Tentu saja benar karena aku pasti banyak pikiran untuk memenuhi keinginan wanita hamil." Gail berkata pada dirinya sendiri.
Tiba-tiba seorang kakek datang bersama cucunya yang membawa burungnya dan bermain di taman sambil memberinya makan jagung.
Tanpa pikir panjang, Gail segera berlari ke arah kakek itu.
"Kek! Maaf jika tidak sopan. Boleh saya bertanya?"
"Boleh anak muda. Ada apa?"
"Ahmm! Maaf. Dari mana kakek membeli jagung itu?"
"Oh! Ini saya beli di toko Maizena. Toko itu khusus menjual berbagai jenis jagung. Jika anak muda ingin membeli, cepatlah kesana, karena jarak dari sini ke toko itu cukup jauh karena berada di pinggir kota. Ini alamatnya." Kata kakek tersebut sambil memberikan sebuah alamat.
__ADS_1
"Terima kasih banyak kek!" Kata Gail sambil menyambar alamat yang diberikan kakek itu dan segera pergi.
"Kamu mencari jagung untuk apa anak muda?" Teriak sang kakek karena Gail sudah agak menjauh
"Istri saya hamil kek!" Balas Gail dengan teriakan juga karena ia sudah berada di mobil dan menghidupkan mesin mobil.
Kakek tersebut hanya tersenyum melihat tingkah Gail. Sementara Gail melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tiga puluh menit kemudian, ia sudah tiba di tempat tersebut. Memang benar seperti yang dikatakan si kakek karena banyak sekali jenis jagung di toko tersebut.
Tanpa perhitungan lagi, Gail langsung membeli 10 KG jagung. Ia takut jika Yuana akan meminta banyak, jadi ia membeli dalam jumlah yang banyak.
Setelah mendapatkan jagung yang ia cari, Gail melajukan mobilnya dan kembali ke rumah. Ia ingin cepat sampai agar bisa melakukan keinginan Yuana.
"Aku tidak ingin anakku marah padaku hanya karena aku tidak memenuhi keinginannya. Bagaimanapun juga, ia harus tumbuh dengan baik dan menjadi orang yang bisa diandalkan seperti mommy-nya." Gail berkata dan tersenyum pada dirinya sendiri.
Beberapa saat kemudian, Gail telah tiba di rumah. Ia segera menurunkan karung yang berisi jagung dari mobil dan membawanya masuk.
"Apa yang kamu bawa Gail?"
"Jagung nek!"
"Untuk apa?"
"Yuana ingin makan PopCorn tetapi yang digoreng sendiri, jadi aku membelikan dalam jumlah yang banyak."
Nenek Tati segera menepuk jidatnya sambil menggelengkan kepala.
"Ada apa nek?" Tanya Gail dengan heran.
"Kalau hanya Yuana yang ingin makan, kamu hanya perlu membeli satu atau dua kilo. Kalau kamu beli sebanyak itu, orang akan berpikir bahwa kamu ingin memberi makan orang-orang di seluruh kota London ini."
Bersambung
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍