
Bicarakanlah hal yang mengganjal hatimu dengan orang yang berhak mendengarnya terutama orang-orang terdekatmu. Jangan pernah melakukan sesuatu tanpa izin dan persetujuan dari pasanganmu, karena keselamatan hubungan cinta kasih terletak pada keterbukaan dan komunikasi yang baik. Eda Sally
*****
Setelah selesai membereskan barang-barang Yuana, mereka mengangkutnya dan langsung pulang ke mansion milik keluarga Wiliam. Erik yang masih penasaran tentang apa yang dilakukan kakaknya tidak dapat menyimpan rasa penasarannya.
"Kak, aku merasa ada yang aneh. Kenapa waktu kita berada di kantor Conan Media Grup kakak langsung bertanya mengenai sekretaris Conan Media Grup?"
"Padahal waktu itu sudah ada Gail. Aku malah menyangka bahwa Gail adalah sekretaris Conan Media Grup." Tanya Erik ketika mereka hanya duduk berdua karena Yuana sedang mandi.
Sekretaris Bram tersenyum karena paham dengan apa yang membuat adiknya itu bingung. Ia tersenyum dan menepuk pundak adik kesayangannya itu dengan lembut.
"Apa yang membuatmu bingung? Menurutku tidak ada yang aneh." Jawab sektetaris Bram dengan senyum penuh makna.
"Tidak! Aku yakin kakak sudah tahu tentang keberadaan Yuana di kantor tersebut. Karena biasanya kalau urusan pekerjaan di disini kakak akan mengutus aku sendiri. Kenapa kakak malah memilih ikut bersamaku?" Erik masih memburu sekretaris Bram dengan pertanyaan.
"Jadi, sebenarnya aku sudah tahu tentang keberadaan Yuana waktu tuan Harry Walker mengirimkan laporan hasil pertemuan dengan Conan Media Grup. Tidak hanya laporan tertulis saja yang dikirimkan tetapi juga disertai dengan dokumentasi berupa foto."
"Aku juga sempat kaget waktu melihat foto Yuana. Dan untuk meyakinkan apa yang aku lihat, aku membaca ulang hasil presentasi dan semua lampiran yang dikirimkan. Dari situ aku sangat yakin bahwa itu adalah Yuana karena cara kerjanya sangat aku hafal."
"Yuana pernah bekerja bersama denganku setahun lebih dan aku sudah tahu kemampuannya. Karena itu aku sangat yakin bahwa itu benar-benar Yuana."
"Akhirnya, aku yang sudah mengawasi Celine dan menyadap handponenya segera membuat pertemuan dengan klien papa ketika aku tahu bahwa malam itu Celine akan bertemu dengan kekasihnya di klub."
"Dan karena anak buahku bekerja dengan maksimal, maka semua tepat waktu seperti yang telah aku rencanakan dan papa melihat dengan matanya sendiri tentang kelakuan Celine."
"Aku masih ingin mengulur waktu untuk mengumpulkan bukti lebih banyak lagi, tetapi aku tidak ingin istri kecilmu itu diambil pria lain."
Erik hanya menganggukkan kepala mendengar penjelasan kakaknya. Dalam hatinya ia membenarkan apa yang dikatakan kakaknya, dan memuji kecerdasan kakaknya itu.
"Pantas saja waktu itu kakak bersikeras untuk ikut ke sini dan langsung mengunjungi Conan Media Grup. Terima kasih kak." Kata Erik sambil tangannya merangkul sekretaris Bram.
"Apa kamu sudah tidak penasaran lagi?" Tanya sekretaris Bram sambil tersenyum.
__ADS_1
"Sudah puas kak. Aku akan selalu percaya padamu. Karena semua yang kakak lakukan selalu yang terbaik untukku." Erik menatap kakaknya dengan tatapan penuh kasih ketika mengatakan hal itu.
Yuana yang sudah selesai mandi sejak tadi dan mendengar percakapan antara kakak adik itu tidak heran. Ia sudah yakin bahwa lambat atau cepat sekretaris Bram akan menemukannya.
Ia segera menghampiri mereka dan duduk bersama mereka. Erik segera membelai rambut Yuana ketika Yuana sudah duduk di sampingnya.
Erik tidak mempedulikan sekretaris Bram yang ada bersama mereka. Ia mengecup kepala Yuana berkali-kali untuk menumpahkan segala rasa sayangnya pada wanitanya yang sudah ia pendam selama beberapa bulan ini.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya sekretaris Bram ketika Erik sudah menghentikan kecupannya pada Yuana.
"Aku baik-baik saja kak. Terima kasih untuk semuanya." Jawab Yuana sambil tersenyum.
"Syukurlah! Kamu harus banyak istirahat agar jangan sampai kelelahan karena itu juga akan berpengaruh pada bayimu."
"Iya kak! Yuana akan selalu ingat pesan kak Bram!" Jawab Yuana.
"Baiklah! Dalam beberapa hari lagi aku akan kembali le Indonesia. Aku harap kalian baik-baik saja di sini. Saling percaya dan jaga hubungan kalian sebagai suami istri. Jangan berikan kesempatan kepada orang lain untuk merusak kebahagiaan kalian." Nasehat sekretaris Bram.
"Aku akan perlahan memberitahu papa tentang Yuana, tapi tentu saja setelah Yuana melahirkan. Tetapi aku sedang memikirkan caranya bagaimana harus menyampaikan kepada papa tentang hubungan kalian."
"Iya. Maksudku juga bukan sekarang. Nanti setelah anak kalian lahir. Tapi aku benar-benar penasaran keponakanku akan mirip siapa diantara kalian?" Sekretaris Bram tersenyum ketika mengatakan hal itu.
"Pasti mirip aku kak!" Jawab Erik dengan bangga sambil menepuk dadanya.
"Iya, menurutku juga pasti mirip kamu. Tapi kelakuannya aku harap mirip Yuana, agar memiliki sisi lembut." Kata sekretaris Bram tertawa seperti hendak mengejek Erik.
"Aku tidak masalah dia mirip siapa. Yang penting bayinya sehat. Itu saja." Yuana menimpali.
"Iya! Itu betul sayang. Dan kamu juga harus selalu sehat demi anak kita." Kata Erik sambil kembali mengecup rambut Yuana.
"Kak! Yuana ingin membicarakan sesuatu yang serius." Kata Yuana menatap sekretaris Bram dengan tatapan sungguh-sungguh.
"Katakanlah! Apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya sekretaris Bram.
__ADS_1
"Sebelum kakak dan Erik menemukanku dan sewaktu aku masih tinggal di rumah nenek Tati, aku pernah menjanjikan sesuatu pada Gail. Bolehkan aku menepati janji itu?"
"Katakan apa yang telah kamu janjikan pada pria itu." Erik yang bertanya dengan wajah cemberut.
"Apa yang kamu janjikan?" Sekretaris Bram menimpali.
"Waktu itu aku berpikir bahwa mungkin aku tidak akan bisa bertemu lagi dengan Erik dalam waktu yang singkat, dan aku takut anak kita lahir tanpa sosok ayah. Jadi aku berjanji pada Gail agar anak kita memanggil dady kepada Gail."
"Dan karena telah berjanji, aku juga mengatakan bahwa walaupun suatu saat aku sudah bertemu dengan Erik, anak ini akan tetap memanggil dady kepada Gail. Apakah aku boleh menepati janji itu?"
Sekretaris Bram diam mendengar apa yang baru saja dikatakan Yuana. Ia menatap Erik seolah meminta Erik yang menjawab hal ini.
"Tentu saja boleh sayang. Aku paham dengan perasaanmu waktu itu. Kamu melakukan hal itu karena kamu tidak ingin anak kita mengalami tekanan psikologis karena lahir tanpa sosok seorang ayah."
"Maafkan aku yang telah membuatmu menanggung beban dan berpikir sendiri dalam kondisi hamil." Jawab Erik sambil memeluk Yuana dengan erat dan menyandarkan kepala Yuana di pundaknya.
"Terima kasih kak! Percayalah! Aku hanya menganggap Gail sebagai seorang kakak. Tidak lebih!" Kata Yuana dengan mantap.
"Syukurlah kamu menjawab dengan bijak dan memahami perasaan istrimu. Jika anakmu belum lahir saja kamu sudah sebijak ini, aku percaya kamu akan semakin bijak saat anakmu lahir." Kata sekretaris Bram.
"Tetapi, jangan biarkan istrimu hanya berdua dengan pria itu. Aku takut ia telah terobsesi dengan istrimu. Dan aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan hubungan kalian." Kata sekretaris Bram memberikan penekanan pada kata-katanya.
Bersambung
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍