Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
26. Mengatur Ulang Perjodohan Erik


__ADS_3

Jika kamu mencintai seseorang, pertahankanlah dengan cara yang bijak karena untuk mendapatkan cinta sejati kita tidak harus menjadi serakah atau egois. Kadang kita dipaksa untuk mengalah dan merelakan orang yang kita cintai pergi dengan orang lain walaupun itu menyakitkan.


Bertahanlah dalam rasa yang sudah kamu miliki karena hati yang sudah di isi dengan cinta sejati akan selalu saling mencari karena mereka tahu hatinya milik siapa. Eda Sally


*****


"Papa akan mengundang tuan Daniel dan keluarganya untuk makan malam di kediaman kita sekaligus mengatur ulang perjodohan yang sempat gagal beberapa waktu lalu karena ulahmu."


"Jadi papa harap kali ini kau mau bekerjasama dengan baik. Jika tidak, kau akan melihat pacarmu dan kakaknya kehilangan pekerjaannya dan dan akan menjadi pengangguran seumur hidup. Jadi jangan sekalipun kau mencoba untuk menggagalkan lagi rencana papa." Katanya menegaskan sebelum Erik berangkat ke kantor.


Erik sendiri lebih memilih diam daripada harus berdebat dengan papanya yang menjadi penguasa segala sesuatu


Orang tua aneh. Tidak pernah mengerti perasaan orang lain. Yang selalu dipikirkan adalah perasaannya sendiri. Baiklah, aku akan melakukan semuanya demi Yuana. Aku juga ingin melihat sampai dimana Celine akan bertahan menghadapiku. Erik


Tuan Andre rupanya belum puas dengan ultimatum yang sudah ia berikan kepada Yuana. Ia benar-benar ingin memastikan bahwa Yuana tidak memiliki perasaan sama sekali kepada Erik. Karena itu ia ingin mengatur ulang perjodohan dengan melibatkan sekretaris Bram dan Yuana. Ia ingin agar Yuana juga datang ke kediamannya dalam acara perjodohan itu.


Maka pagi ini, setelah mereka sudah di kantor, ia membiarkan mereka berkutat dengan dokumen-dokumen dan setelah itu memanggil mereka berdua ke ruangannya.


Seperti biasa, sekretaris Bram dan Yuana akan terus berdiri sebelum dipersilahkan duduk oleh sang tuan. Mereka menjadi patung hidup yang matanya hanya fokus memandang sang tuan yang seolah tidak peduli dengan kehadiran mereka.


Yuana sesekali melirik sekretaris Bram dan berharap yang dilirik akan mmemberikan respon. Namun yang dilirik pun seolah berdiri dengan penuh perjuangan karena sudah berdiri selama hampir 20 menit.


Akhirnya sang tuan mengangkat kepala ketika Yuana hampir saja bersin. Ia reflek menutup hidung dan mulutnya agar tidak bersin di hadapan sang tuan.


"Besok malam, aku ingin kalian datang ke rumah. Pukul 18.00 kalian sudah harus ada karena aku mempunyai tugas untuk kalian berdua." Katanya menekankan tanpa menjelaskan apa yang harus dilakukan kedua orang yang berdiri di hadapannya.


"Bram aku minta untuk mengatur apa saja yang masih kurang yang harus ditambahkan untuk acara besok malam." Melihat sekretaris Bram dengan sorotan mata yang sudah dipahami oleh sang tangan kanan.


"Dan kamu, ada tugas yang lebih penting untukmu." Katanya melihat ke arah Yuana.


"Baik tuan." Jawab sekretaris Bram dan Yuana kompak


"Kalian boleh kembali ke ruangan kalian, dan ingat untuk ada tiba tepat waktu. Aku tidak ingin kalian melakukan kesalahan." Katanya dengan nada mengusir seolah ia tidak memiliki kepentingan lagi.


Yuana dan sekretaris Bram yang keluar dari ruangan tuan besar berjalan dengan pikirannya masing-masing.

__ADS_1


Ada apa ya di kediaman tuan besar. Kenapa aku juga di suruh datang? Aduh, aku pasti akan sangat malu jika harus bertemu lagi dengan nyonya besar waktu aku tanpa malu datang dan mengacaukan acara mereka. Sekarang kenapa malah aku diminta untuk datang ke istana mereka yang mungkin aku tidak pantas untuk menjejakkan kakiku di sana. Apa nanti nyonya besar akan mengusirku,? Tapi kenapa waktu itu sebelum berjalan keluar ia malah tersenyum padaku,? Ah,! Nyonya benar-benar berbeda dengan tuan besar.


Yuana terus melamun saat sudah ada di ruang kerja tanpa melakukan apapun, bahkan tangannya yang sudah membuka dokumen pun tidak pernah berpindah.


Sementara matanya sibuk melihat dokumen di tangannya tapi tidak dengan pikirannya yang tidak tertuju pada apa yang ia lihat.


Apa aku perlu mengingatkan Yuana ya, agar besok malam ia tidak melakukan kesalahan dan ia juga tidak kaget. Ia juga tidak boleh memakai baju yang norak agar tidak mempermalukan dirinya sendiri. Entah dia mencintai tuan muda atau tidak, yang pasti dia tidak boleh malu. Bram


Karena sibuk, mereka tidak sadar bahwa jam pulang kantor telah tiba.


"Kamu selesaikan file-file yang sudah aku kirim ke emailmu dan tunggu aku. Aku akan mengantar pulang tuan besar dan setelah itu kembali untuk menjemputmu." Katanya tanpa menunggu jawaban dan segera keluar untuk mengantar tuan besar kembali.


"Baik tuan." Yuana seolah berkata pada dirinya sendiri karena yang akan mendengar jawabannya pun sudah tidak terlihat batang hidungnya.


Beberapa saat kemudian sekretaris Bram telah kembali dan Yuana kelabakan membereskan semua pekerjaannya agar orang dihadapannya tidak menunggu dan kemudian mendatangkan murka pada dirinya sendiri.


"Kita berangkat sekarang". Katanya sambil keluar.


Yuana hanya menjadi pengekor tanpa berbicara karena memang begitu seharusnya. Bahkan di jalan pun Yuana tidak bertanya mereka akan kemana. Yuana kaget ketika mobil berhenti di depan sebuah butik yang menjual barang-barang branded.


Hanya itu kata yang keluar ketika sekretaris Bram mematikan mobil mewahnya.


Yuana turun dan mengikuti sekretaris Bram. Setelah di dalam Yuana hanya berdiri dan memandangi sekretaris Bram yang mengamati gaun-gaun yang berjejer rapi, dan kemudian mengambil salah satu gaun paling bagus, lalu diberikannya kepada Yuana.


"Segera coba dan kemudian tunjukkan padaku." Katanya singkat tanpa penjelasan.


Otak encer Yuana bergerak dengan cepat. Ia segera masuk ke dalam kamar yang disediakan dan memakai gaun tersebut, kemudian berjalan ke arah sekretaris Bram.


Ya ampun. Cantik sekali anak ini. Pantas saja tuan muda tergila-gila padanya dan lebih menyukai dia daripada nona Celine.


"Hmmm. Lumayan." Katanga singkat.


Yuana segera kembali ke kamar dan melepas gaun tersebut kemudian kembali dengan memegang gaun tersebut. Ia bingung mau diberikan kepada siapa.


Tidak mungkin aku kasih dan sekretaris Bram yang pegang. Aku juga tidak mungkin bawa ke kasir karena di lihat dari harganya, bahkan gajiku empat bulan pun belum cukup untuk menebus gaun ini.

__ADS_1


Sekretaris Bram memahami kebingungan Yuana.


"Segera bawa ke kasir untuk dibungkus. Gaunnya sudah aku bayar dengan sepasang high heels." Katanya kemudian mengalihkan mata ke lain tempat.


Hah? Sudah dibayar? Sama sepatu? Untuk apa coba.


Setelah mengambil barang dari kasir, Yuana mengikuti sekretaris Bram kembali ke mobil. Sekretaris Bram melajukan mobil tanpa membahas apapun.


Yuana ingin berbicara, tapi aturannya ia tidak boleh berbicara jika tidak diberi kesempatan. Padahal mulutnya sudah mulai gatal untuk berbicara.


Setelah sampai depan aparteman Yuana, sebelum membuka pintu, sekretaris Bram berkata:


"Ingat untuk memakai gaun dan dan sepatu itu besok malam ketika akan datang ke kediaman tuan besar karena ada acara penting."


"Jangan coba-coba membuat kesalahan, dan lakukan dengan benar apa yang akan aku perintahkan kepadamu. Besok sore tepat pukul 17.00 aku akan menjemputmu di sini. Jangan sampai terlambat."


Begitu wejangan yang di terima Yuana. Yuana hanya diam dan menyimak.


"Sekarang kamu boleh turun." Kata sekretaris Bram dan terdengat bunyi "clek" yang artinya dia sudah membuka kunci pintu dari depan.


Yuana tidak menunggu untuk untuk disuruh dua kali. Ia langsung turun sebelum mengucapkan terima kasih.


Sementara sekretaris Bram terlihat tersenyum ketika gadis itu sudah melangkah pergi.


Bersambung


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ya guys, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2