
Tidak ada jalan yang mudah untuk dilalui, dan tidak ada kesuksesan yang dicapai tanpa perjuangan. Karena mereka yang sukses adalah mereka yang telah berjuang dan berusaha dengan tidak mengenal lelah, bahkan tanpa keluh kesah, seolah mereka kebal terhadap tantangan hidup. Eda Sally
*****
Mendengar pertanyaan neneknya, Gail baru sadar bahwa ia belum mengatakan hal itu kepada Yuana karena terlalu sibuk untuk menginterogasi Yuana.
"Oya! Hampir lupa. Tentu saja diterima. Tadi dady langsung melakukan panggilan ke kantor temannya saat kami sedang berbicara dan temannya dady setuju. Ia memintamu untuk ke kantor sekarang."
"Hah? Sekarang?" Tanya Yuana kaget.
"Iya! Sekarang. Bersiaplah. Aku akan mengantarmu." Kata Gail seperti memerintah.
"Tidak perlu repot-repot Gail. Aku bisa pergi sendiri. Berikan saja alamatnya." Kata Yuana menolak, karena ia tidak ingin merepotkan Gail.
"Aku tahu kamu bisa pergi sendiri. Tetapi aku lebih mengenal kota ini daripada kamu. Jadi, jangan halangi niatku untuk membantumu." Kata Gail.
"Baiklah! Terima kasih atas bantuannya. Aku ganti baju dulu." Kata Yuana dengan sopan.
"Selamat ya nak? Nenek bangga sama kamu." Kata nenek Tati.
"Terima kasih nek, sudah banyak menolong Yuana." Kata Yuana sambil memeluk nenek Tati.
"Cepat ganti baju dan pergilah bersama Gail. Jika ada apa-apa, jangan segan untuk mengatakannya kepada nenek."
"Terima kasih atas semua kebaikan nenek." Jawab Yuana sambil melepaskan pelukannya dan langsung menuju ke kamar untuk bersiap-siap.
Setelah beberapa menit, Yuana telah keluar dengan setelan pakaian yang nampak serasi dengan tubuhnya yang membuat kecantikannya semakin memancar.
Tak ku sangka ia semakin mempesona dengan penampilan seperti itu. Huh! Aku harus bisa menahan diri karena dia itu istri orang, dan aku telah berjanji untuk menganggapnya seperti adikku sendiri. Hmmm!
"Aku sudah selesai kak. Ayo berangkat!" Ajak Yuana kepada Gail.
"A...ok! Nek, kami berangkat dulu ya?" Kata Gail pamit pada neneknya.
"Iya hati-hati di jalan." Kata nenek Tati.
Yuana mendekati nenek Tati dan mencium pipinya kemudian berangkat bersama Gail.
"Kamu kapan selesai kuliah." Tanya Yuana untuk mengusir rasa canggung karena Gail terlalu fokus menyetir.
"Aku tinggal menunggu wisuda saja. Aku baru saja ujian skripsi beberapa hari yang lalu." Jawab Gail sambil terus menatap ke depan.
"Oh, syukurlah! Biar kamu juga cepat bekerja."
__ADS_1
"Iya! Rencanaku juga begitu. Aku ingin segera bekerja. Dan aku akan melamar di tempat kerjamu saja agar bisa menjagamu." Kata Gail sambil tersenyum ke arah Yuana.
Yuana hanya tersenyum mendengar apa yang baru saja dikatakan Gail.
Setelah beberapa saat, mereka telah tiba di kantor. Gail segera memarkirkan mobil, dan setelah itu mengajak Yuana memasuki kantor. Mereka langsung menuju lantai 18 sesuai dengan informasi yang didapatkan dari ayahnya Gail.
Gail yang sudah mengenal tuan Bert Conan dengan baik, langsung membawa Yuana menuju ke ruang teman ayahnya itu.
"Selamat datang Gail." Sapa Bert Conan tanpa menunggu Gail dan Yuana mengucapkan salam.
"Terima kasih tuan Bert atas sambutannya." Jawab Gail sopan.
"Oya! Duduklah dulu, biar lebih santai." Kata tuan Bert bangun dari kursinya dan menuju ke sofa.
"Terima kasih tuan." Kata Yuana sambil duduk
Yuana dan Gail pun duduk di sofa dan berhadapan dengan Bert Conan.
"Apa pengalaman kamu sebelumnya?" Tanya Bert Conan to the point.
"Saya sebelumnya bekerja sebagai asisten pribadi sekretaris Angkasa Grup." Jawab Yuana.
Tuan Bert dan Gail kaget mendengar Angkasa Grup karena setahu mereka, itu adalah perusahaan terbesar di London saat ini.
"Iya tuan." Jawab Yuana.
"Jadi kamu berada di London sudah cukup lama?" Tanya Gail pada Yuana.
"Bukan. Saya bekerja di kantor pusat Angkasa Grup di Indonesia." Jawab Yuana.
Bert Conan langsung diam mendengar pengakuan Yuana. Ia tak percaya wanita yang terlihat seperti gadis SMA ini sudah punya pengalaman kerja dan bahkan menjadi asisten sekretaris Angkasa Grup, yang mendunia dan melegenda itu.
"Baiklah. Kamu saya terima bekerja di sini sekarang juga. Karena saya sedang membutuhkan sekretaris saat ini. Saya baru akan mengadakan tes untuk beberapa orang yang akan melamar besok, tetapi karena kamu sudah ada, maka mereka akan saya alihkan ke posisi lain."
"Apakah kamu bersedia untuk bekerja sekarang?" Tanya Bert Conan kepada Yuana.
"Saya bersedia tuan. Terima kasih atas kepercayaannya." Jawab Yuana dengan mantap.
"Jika sudah selesai, saya mohon pamit tuan Bert. Terima kasih atas kebaikan dan kemurahan tuan Bert." Kata Gail setelah memastikan bahwa Yuana sudah diterima.
"Aku yang harus berterima kasih Gail, karena kamu telah membawakan kepadaku orang yang memiliki potensi, yang akan membantu pengembangan perusahaanku." Jawab Bert Conan.
"Ah! Tuan terlalu berlebihan. Kemampuan saya tidak seberapa tuan. Saya juga masih perlu belajar dari tuan." Kata Yuana merendah.
__ADS_1
"Nanti aku akan menjemputmu. Jadi tunggu saja sampai aku datang. Ok?" Kata Gail sambil tersenyum kepada Yuana.
"Ok Gail. Terima kasih."
Gail segera meninggalkan ruangan Bert Conan. Setelah Gail pergi, tuan Bert kembali ke tempat duduknya.
"Nona, bisakah nona membantuku menyelesaikan ini?" Pinta tuan Bert kepada Yuana sambil membalikkan layar monitor kepada Yuana.
"Kamu bisa duduk di meja sekretaris. Aku akan segera mengirimkan filenya ke komputermu."
"Tentu saja bisa tuan." Kata Yuana dengan mantap kemudian bangun dan duduk di tempat yang ditunjuk oleh tuan Bert Conan.
Yuana mengamati file itu sejenak, kemudian tersenyum tipis dan mulai menggerakkan jarinya yang menari dengan lincah diatas papan keyboard. Ia terlihat sangat serius bekerja sampai tidak menyadari bahwa Bert Conan memandangnya dengan penuh kekaguman.
Wajahnya benar-benar teduh dan manis. Setiap orang yang memandangnya pasti merasa nyaman. Masih terlihat sangat muda untuk jabatan sekretaris. Jika dia dapat menyelesaikannya dengan cepat, aku akan memanfaatkan kepandaiannya untuk membenahi beberapa kekacauan yang sering terjadi di perusahaanku.
Yuana hanya membutuhkan waktu dua puluh menit untuk menyelesaikan apa yang diminta oleh sang tuan. Ia memeriksa kembali apa yang ia kerjakan dan setelah yakin bahwa sudah benar, ia mengangkat wajahnya dan terkejut karena tuan Bert sedang mengamatinya.
"Ahmm, maaf tuan. Saya sudah menyelesaikan apa yang tuan minta." Kata Yuana dengan gugup karena ditatap seperti itu.
"Apa? Sudah selesai?"
Bert Conan tak percaya dan bangun dari tempatnya kemudian menuju ke meja Yuana. Yuana segera membalikkan monitor agar dilihat oleh tuan Bert. Ia mengamati hasil pekerjaan Yuana dan menganggukkan kepala.
"Tak ku sangka kamu bisa menyelesaikannya secepat ini dan hasilnya sangat bagus. Bahkan sekretarisku yang terdahulu pun tidak dapat mengerjakan dengan hasil seperti yang kamu kerjakan." Puji tuan Bert pada Yuana.
"Tuan terlalu memuji. Semua orang juga bisa mengerjakan seperti itu tuan." Jawab Yuana merendah.
Bersambung
.
.
.
.
.
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍
__ADS_1