Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
153. Cinta untuk Tiga Wanita


__ADS_3

Jangan pernah menukarkan cinta sejatimu dengan apapun, karena cinta yang tulus adalah cinta yang tetap bertahan meski badai silih berganti menerpamu. Rasa bosan dan ketidakcocokan terkadang pasti ada. Tetapi hal yang akan membuat cinta tetap bertahan adalah komitmen untuk tetap saling mencintai meski keadaan tak lagi memungkinkan. Eda Sally


*****


Setelah menyaksikan apa yang terjadi, Habib yang melihat bahwa kondisi Yuana tidak stabil memilih pulang untuk memberitahu Alika dan membantu Alika mengurus Garrick. Tanpa pamit, ia berlari keluar dari Rumah Sakit dan langsung pulang.


Sementara Erik mendekap bayinya sambil menatap tubuh kaku istrinya yang tengah dibersihkan sambil menahan suaranya agar jangan sampai keluar.


Dokter Stevi terlihat berkeringat. Ia menelpon salah satu temannya untuk membantunya.


Setalah temannya datang, dokter Stevi membersihkan tubuh Yuana, sementara temannya memeriksa keadaan Yuana.


"Tolong dipercepat, dok! Kita harus segera memasukkannya ke ruang perawatan agar bisa fokus dalam memberikan pertolongan." Ujar temannya setelah selesai memeriksa tubuh Yuana.


"Terima kasih, Dok!" Jawab dokter Stevi.


Dokter yang satunya tidak menjawab. Ia sibuk membantu temannya mengganti pakaian Yuana kemudian memeriksa selang infus Yuana.


Tanpa mengatakan apapun, dokter Stevi langsung mendorong tubuh Yuana dengan cepat menuju ruang perawatan khusus.


Erik langsung menyerahkan bayinya kepada suster yang berdiri di sampingnya ketika melihat tubuh Yuana dibawa keluar.


"Tolong rawat kedua bayi saya dengan baik. Jika ada apa-apa, cepat hubungi saya. Saya harus mendampingi istri saya." Ujar Erik yang langsung bergegas pergi.


Erik kemudian berlari mengejar kedua dokter yang membawa Yuana. Dari jauh ia melihat Gail bersama kedua dokter itu.


Setelah sampai, dokter Stevi dengan gesit memasangkan alat bantu napas ke hidung Yuana. Erik tertunduk dengan wajah sayu melihat kondisi Yuana.


Gail yang melihat Erik seperti itu, segera memeluknya cukup lama.


"Nona muda pasti selamat, Tuan! Jangan khawatir." Ujar Gail menguatkan Erik.


"Tapi aku tidak sanggup melihatnya seperti ini. Aku menyesal telah membuat istriku seperti ini. Aku tidak mau hidup lagi, Gail!" Jawab Erik dengan tangis yang tertahan.


"Jangan berkata seperti itu, Tuan! Tuan harus kuat agar nona Yuana cepat sadar." Balas Gail.


Erik tidak mengatakan apapun. Matanya seolah tak mau berhenti mengeluarkan air mata. Ia kemudian melepaskan pelukan Gail dan berjalan ke arah tempat tidur.


Gail segera menarik kursi dan menaruhnya di samping tempat tidur Yuana agar Erik bisa duduk.


"Kami mohon pamit, Tuan! Jika ada perubahan apapun pada nona muda, cepat hubungi saya." Ujar dokter Stevi yang dibantu oleh temannya segera memeriksa lagi semua peralatan yang telah mereka pasang untuk Yuana.

__ADS_1


"Terima kasih, Dokter." Jawab Erik singkat. Ia sibuk memperhatikan wajah sang istri yang terlihat pucat.


Gail yang duduk di sofa sibuk mengurut keningnya karena melihat keadaan Yuana seperti itu.


Semoga dengan melihat kondisi Yuana seperti ini, tuan jangan berpikir untuk punya anak lagi. Kasian Yuana jika seperti ini. Gail.


Erik terus mengelus tangan mungil istrinya. Tak sekalipun ia melepaskan genggamannya. Matanya terus menatap wajah sang istri yang seperti tertidur dan tidak peduli dengan kehadirannya.


"Sampai kapan kamu akan tidur seperti ini, sayang. Cepat bangun! Aku kesepian jika tak mendengar suaramu." Ujar Erik dengan suara memelas dan air mata yang sudah membanjiri pipinya.


Gail yang menyaksikan hal itu segera menutup mata dan menyumbat kedua telinganya. Ia tidak ingin mendengar hal memilukan seperti itu. Rasa sayangnya pada Yuana membuatnya takut membayangkan hal-hal yang membuatnya tidak ingin memikirkan lebih jauh.


Gail segera beranjak keluar dan menuju ke ruang perawatan bayi. Ia ingin tahu kondisi kedua bayi Yuana.


Setelah meminta izin pada petugas, Gail masuk dan mengamati kedua bayi yang memang ditempatkan di ruang perawatan khusus juga.


"Saya ingin menggendong mereka, suster." Ujar Gail kepada sang suster.


"Tuan ingin menggendong dua-duannya atau mau bergantian." Tanya sang suster.


"Dua-duanya. Apa keduanya baik-baik saja?" Tanya Gail.


"Kedua bayi ini sehat. Yang lahir kedua awalnya tidak menangis dan membuka mata, tetap sekarang kondisinya sudah stabil." Jawab sang suster sambil menyerahkan kedua bayi itu.


"Tuan, apa tuan baik-baik saja?" Tanya sang suster.


"Maaf!" Hanya itu yang dikatakan Gail.


Setelah cukup lama menggendong kedua bayi itu, Gail segera menyerahkan kedua bayi itu kepada suster.


"Boleh saya tahu jenis kelamin kedua bayi ini?" Tanya Gail dengan sopan.


"Keduanya berjenis kelamin perempuan, Tuan!" Jawab suster itu dengan sopan.


"Terima kasih, Suster." Ujar Gail kemudian segera keluar.


Hmmmmmm! Kini ada tiga wanita dalam hidup tuan Erik. Ia harus membagi cinta untuk ketiga wanita yang sudah hadir dalam hidupnya. Gail.


Gail membuka pintu dengan perlahan karena tidak ingin mengganggu Erik. Saat masuk, ia sejenak terpaku melihat pemandangan di depannya, karena Erik sedang memeluk tubuh Yuana dan menempelkan wajahnya di pipi sang istri sambil tangannya terus membelai rambut samg istri.


"Tuan, maaf mengganggu." Ujar Gail dengan hati-hati agar tidak mengagetkan Erik.

__ADS_1


"Ada apa, Gail?" Erik balik bertanya tanpa mengangkat wajahnya.


"Apa tuan sudah mengetahui jenis kelamin kedua bayi tuan yang baru lahir?" Tanya Gail.


Erik seperti baru tersadar. Sejak tadi ia sangat panik melihat kondisi Yuana sehingga lupa menanyakan jenis kelamin kedua bayinya.


"Aku belum sempat tanya, Gail! Aku terlalu takut melihat kondisi Yuana sampai lupa tentang hal itu, Gail." Jawab Erik tanpa berniat untuk mengangkat wajahnya dari wajah sang istri.


"Apa tuan ingin mengetahuinya?" Tawar Gail.


"Tentu saja, Gail! Tetapi aku belum berniat kesana. Aku tidak ingin meninggalkan istriku. Aku tidak tega melihatnya tertidur dalam keadaan diam seperti ini." Jawab Erik dengan suara serak menahan tangis.


"Saya baru saja dari sana, Tuan!" Ujar Gail dengan hati-hati.


Kali ini Erik langsung mengangkat wajahnya. Ia menatap Gail dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh Gail, namun tidak berniat untuk tanya.


"Kedua bayi tuan berjenis kelamin perempuan." Ujar Gail setelah cukup lama terdiam karena bingung melihat tatapan Erik.


"Terima kasih, Gail. Aku janji akan menjaga ketiga wanitaku dengan baik. Aku tidak ingin salah satu diantara mereka tersakiti karena aku."


Walaupun demikian, cintaku pada wanita ini melebihi apapun. Bantu aku agar wanitaku cepat sadar, Gail. Aku tidak bisa hidup tanpanya." Ujar Erik dengan wajah yang sudah dipenuhi dengan tetesan airmatanya.


"Saya mengerti, Tuan! Saya akan pulang sebentar untuk mengecek kondisi Garrick. Nanti setelah itu saya balik ke sini lagi."


"Apa tuan tidak keberatan saya tinggal sebentar? Saya takut Garrick kesepian, Tuan!" Ujar Gail.


"Terima kasih, Gail!" Hanya itu yang dikatakan Erik.


Pria ini sungguh baik. Ia mencintai istriku, tetapi tidak egois untuk memilikinya. Ia benar-benar pria sejati. Erik.


Bersambung


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.


😍😍😍😍😍


__ADS_2