Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Keputusan marko


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


HAPPY READING


Meri datang kerumah marko untuk membawa mala tinggal dengannya. Dia tidak mau mala dan marko tinggal satu atap. Bagaimanapun antara dan marko saling mencintai, meri tidak mau mereka melakukan kesalahan lagi. Membiarkan mereka tinggal seatap sama saja membiarkan mereka berzina terus menerus.


Dengan amarah yang membuncah meri menarik paksa mala yang terus melawan dan tidak mau pergi dari rumah marko, mala ingin tetap tinggal dengan marko dan tidak mau jauh - jauh dari marko.


" Baiklah jika kamu tidak mau keluar dari rumah ini biar marko yang keluar dari rumah ini dan kamu disini tinggal sama mama. Marko kamu tinggal saja di kontrakan ku dan kami tinggal disini. " Seru meri memberikan solusi .


" Mana bisa begitu Ma ? Aku akan ikut kemanapun marko pergi ! Aku tidak mau jauh - jauh dari marko ma,ini demi cucu mama. " Seru mala memohon.


" Tidak bisa ! Mama tidak akan membiarkan kamu terus berkubang diatas dosa dan perzinahan mala. Mama memang bukan orang tua yang baik tapi mama ingin kamu menjadi wanita yang lebih baik mala. Tolong mengertilah mala, kamu dan marko itu ayah dan anak. Jangan berkelakuan seperti binatang !!" Teriak meri dengan lantang.


Marko bingung harus bagaimana, dia tahu apa yang dilakukan adalah dosa besar bahkan tak akan termaafkan. Dia hanya takut mala nekat menyakiti dirinya sendiri dan menyakiti anak yang ada dalam kandungannya. Marko mengusap wajahnya dengan kasar, berurusan dengan 2 wanita sekaligus membuat marko frustasi.


" Baiklah biar aku yang tinggal di kontrakan, kalian tinggal disini. Untuk biaya hidup kalian aku yang tanggung, mala kamu harus bisa menerima keputusan ini." Ucap marko dengan serius.


" Tapi jika aku merindukan mu bagaimana sayang ? Jika aku ingin tidur dalam pelukan mu bagaimana? Aku tidak bisa jauh dari kamu sayang, aku ikut kamu sayang " Tanya mala beruntun membuat meri semakin emosi.


Plaakk


Meri sudah tidak bisa mengendalikan emosinya lagi. Kelakuan mala benar - benar seperti binatang. Akal sehat mala sepertinya sudah tertutup dengan kenikmatan sesaat sehingga kesalahan besar yang nampak didepan mata sudah tidak terlihat lagi.

__ADS_1


" Meri jangan bersikap kasar begini, ingat mala ini sedang hamil. Mala ini tidak salah meri, kitalah yang salah . Seandainya dari awal kita tidak merahasiakan siapa ayah kandung mala yang sebenarnya masalah ini tidak akan terjadi, jadi kamu tolong sabar dalam menghadapi mala. Aku khawatir dia akan depressi. Aku memang sangat mencintai mala, namun saat aku mengetahui dia itu anak kandungku rasa cinta ini sedikit memudar tapi jujur aku belum bisa menerima ini semua. Mala justru semakin mencintai ku dan tidak bisa jauh dari ku, dan maaf kami sempat melakukan hubungan itu lagi. Kami melakukan dosa itu lagi, kami terbuai dengan kenikmatan sesaat. Aku tidak bisa mengendalikan diriku . " Seru marko dengan wajah penuh rasa kesedihan.


Mulut meri terbuka lebar mendengar pengakuan marko akhirnya apa yang ditakutkannya terjadi lagi. Meri melangkah mendekati marko, dengan airmata yang mengalir meri menampar marko.


Plakk... Plakk


" Dasar binatang kalian !! Kelakuan kaluan tak ubahnya seperti binatang. Sudah tahu kalian anak dan ayah tapi kalian tetap melakukannya lagi. !! " Teriak meri dengan lantang.


Marko hanya diam tidak menjawab bahkan dia tidak membalas dan memarahi perbuatan meri. Dia mengakui kesalahannya sehingga apa yang dilakukan meri dia menerima begitu saja.


" Kamu harus ikut mama keluar dari rumah ini mala !! " Seru meri menarik paksa mala.


" Ma... Aku tidak mau ma. Aku mau tinggal disini ma, aku tidak mau tinggal di kontrakan mama yang kecil dan pengap itu. Aku tidak mau ma !! Mama sebenarnya cemburu kan ? Karena aku dan marko hidup bersama sampai aku punya anak, cihhh... Bilang saja ma kalau kamu iri dan cemburu. Marko memilihku karena aku mebih hot dan aku lebih pandai bergoyang ma . Jangan harap aku mau tinggal di kontrakan mama !!" Tolak mala dengan lantang.


Plaakkk


" Mulut mu benar - benar keterlaluan mala. Bisa - bisanya kamu bicara seperti itu kepada mama ? Kamu anggap apa mama mu ini , Haahhh... !" Sentak meri emosi.


Mala menangis sesunggukan , dia berat menerima keputusan marko. Namun dia tidak bisa berbuat apa - apa selain mengikuti ucapan marko.


Marko masuk kekamarnya untuk membereskan barang - barangnya. Setelah selesai dia keluar dengan menyeret satu koper besar, mala semakin menangis saat marko keluar dari kamar dengan kopernya.


" Kalian baik - baik disini. Dan kamu mala, tolong jaga kandungan kamu dengan baik. Setelah anak itu lahir aku akan mengambilnya , biarkan anak itu hidup dengan ku dan kamu bisa menjalani hari mu dengan normal. Setelah kamu melahirkan kembalilah berkuliah, aku yang akan menanggung semua nya. " Ucap marko mengusap air mata mala dengan lembut.


" Mala kamu harus bisa menerima kenyataan ini. Maaf... Maaf.. aku ini papa mu dan selamanya akan menjadi orang tuamu. Maafkan papa sudah merusak masa depan mu " Seru marko dengan mata berkaca - kaca.


" Papa " Seru mala langsung memelum marko dengab erat.


Air mata tumpah di pelukan marko, baru kali ini mala merasakan jatuh cinta yang sebenarnya namun ternyata cintanya itu salah bahkan sudah mendorong mereka kejurang kehancuran. Dosa besar telah mereka lakuka bersama - sama.

__ADS_1


" Aku papamu dan selamanya papa mu. Kamu tetap tinggal disini dan jangan pernah menyakiti dirimu dan anak dalam kandunganmu. Menurutlah dengan mama mu. " Ucap marko melepaskan pelukannya.


Mala hanya mengangguk kecil sambil menunduk dia tidak sanggup menatap wajah marko. Wajah garang namun menyimpan kasih sayang dan kelembutan yang bisa meluluhkan hati mala.


" Meri kamu jaga baik - baik mala, Ajarkan dia tentang kebaikan dan jangan kamu ajarkan hal yang nenyesatkan " Ucap marko.


Selesai bicara seperti itu marko keluar dari rumah dan pergi mengendarai mobilnya meninggalkan rumah yang selama ini dia tempati.


" Kamu istirahatlah. Ingat kamu sedang hamil jangan sampai kandunganmu bermasalah. " Ucap meri lembut.


" Mama jahat..mama jahat !! Mama sudah memisahkan aku dari ayah anak ku sendiri. Mama Jahat...Aku benci sama mama " Seru mala berteriak.


Braaakk


Mala berlari masuk kamar dan menutup pintu dengan keras.


* Ini yang terbaik untuk mu mala. Maafkan mama, disini mama juga ikut salah mala. Maafkan mama * Gumam meri dalam batiinnya.


Meri duduk merenungi nasibnya, kenapa semenjak bercerai dari pak andi kehidupannhnya selalu di rundung masalah.


" Apa ini hukum karma atas semua kesalahan yang sudah aku petbuat selama ini. Hidupku hancur bahkan anak yang selama ini aku banggakan juga hancur, dia tidak punya masa depan. " Ucap meri berbicara sendiri.


Meri menangis dia menyesali semua kesalahan yang selama ini dia lakukan. Dia sudah selingkuh, bahkan sudah menyia- nyiakan darah dagingnya sendiri


" Aluna... Maafkan mama nak. Apa mama masih pantas menerima maaf darimu. " Ucap meri dengan tangisan pilu nya.


********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK.

__ADS_1


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA ❤️❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏🙏🙏


__ADS_2