
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Aluna dan candra makan malam di tempat yang sudah mereka janjikan tadi pagi. Mereka sudah mengajak pak andi untuk ikut tetapi pak andi tidak mau, dia memilih untuk dibungkuskan saja.
" Mau nambah lagi Sayang ?" Tanya candra penuh keheranan saat anisa meminta ayam bakar satu porsi lagi.
Anisa sudah menghabiskan 1 porsi ayam bakar dan 1 porsi pecel lele. Namun dia masih meminta nambah 1 porsi ayam bakar lagi. Dan hal itu berhasil membuat candra keheranan, karena porsi makan aluna yang benar- benar diluar dugaannya.
" Tidak boleh ya ?" Tanya aluna dengan wajah ditekuk.
" Ehhh... Boleh dong sayang. Mau kamu borong semuanya juga tidak apa - apa. Ya sudah pesan lagi saja ya, jangan lupa sekalian pesan untuk papa " Ucap candra.
Aluna tersenyum senang lalu meminta 1 porsi ayam bakar untuk dimakan ditempat dan 3 untuk dibawa pulang. Candra tidak mau banyak berkomentar lagi, daripada mood istrinya jelek lebih baik dia ikuti saja kemauan sang istri.
* Ini beneran aluna kan ? Kira - kira dia kesambet apa ya kok makannya banyak begini ? Sudah seperti orang tidak makan tiga hari. * Gumam candra dalam batiinnya.
Aluna dan candra sudah selesai makan, setelah membayar mereka menuju mobil dan langsung pulang karena papa andi belum makan, dia menunggu ayam bakar yang dibungkuskan oleh aluna.
" Kamu tadi bungkus 3 buat siapa sayang ? Apa papa bisa menghabiskan 3 sekaligus ?" Tanya candra saat perjalanan pulang.
" Buat papa sama buat aku dong kak. Kasihan kalau papa makan sendirian jadi aku nanti akan menemani papa makan. Tadi kan bungkus 3 kalau kak candra mau nanti kita makan lagi dirumah" Ucap aluna tanpa malu.
Candra hanya menelan salivanya sendiri, sepertinya ada yang salah dengan perut Aluna. Baru juga makan habis 3 porsi masak sudah mau makan lagi. Candra mengira jika aluna sedang kerasukan jin yang kelaparan, sehingga dia bergerdik ngeri.
" Kenapa kak candra memandangku seperti itu ?" Tanya aluna sewot.
" Karena kamu menggemaskan sayang " Jawab candra berbohong padahal dia sedang menelisik apakah istrinya ini sedang kerasukan jin.
" Terimakasih suamiku sayang " Ucap aluna sambil mencubit mesra pipi candra.
Mobil yang dikendarai candra sudah sampai di halaman rumah. Aluna langsung turun dan menghampiri papanya untuk segera makan malam. Benar saja aluna ikut makan lama juga dengan papanya. Selesai makan malam aluna langsung masuk kamar dan dia tertidur dengan nyenyak.
" Aluna sudah tidur Can ?" Tanya pak andi saat candra ikut bergabung menonton televisi.
" Iya pa. Sepertinya dia kekenyangan makanya sudah tertidur " Jawab candra sambil tersenyum.
" Kekenyangan ? " Tanya pak andi bingung. Karena tadi aluna hanya makan dengan sedikit nasi.
" Iya pa kekenyangan . Tadi di tempatnya aluna sudah makan 3 porsi pa. Dua porsi nasi ayam bakar dan 1 porsi pece lele. Candra heran kok perut Aluna kuat makan sebanyak itu ya pa ? Aluna seperti kelaparan banget pa, apa dia kerasukan jin yang kelaparan ya pa ?" Seru candra mengada - ada yang membuat pak andi tertawa lebar.
Hahaahaahhaa
Pak andi menertawakan perkataan menantunya. Dia tidak menyangka sang menantu mempunyai pemikiran kolot seperti itu. Candra yang di tertawakan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Candra, candra kamu ini ada - ada saja. Mana aja jin yang kelaparan, kamu ini dapat pemikiran darimana juga. Sampai sakit perut papa menertawakan mu " Ucap pak andi sambil menepuk pundak candra.
__ADS_1
" Hehheee... Candra hanya heran saja pa. Kok aluna bisa menghabiskan makanan sebanyak itu. Biasanya dia itu makan hanya sedikit " Ucap candra bingung.
" Sudah kamu jangan khawatir, aluna itu baik - baik saja dan tidak ada yang namanya jin kelaparan. Besok pagi kita lihat saja " Ucap pak andi lalu bangkit dan masuk kekamarnya.
Ucapan pak andi barusan membuat candra semakin heran. Ada apa dengan besok pagi ? Candra pusing memikirkannya jadi diapun memutuskan masuk kamar. Padahal malam ini niatnya mau minta jatahnya tapi aluna sudah tidur lebih awal dan terlihat sangat nyenyak.
Candra membenarkan posisi tidur aluna dan membenarkan selimut Aluna. Dia pun ikut berbaring disamping aluna lalu memeluk aluna, tidak perlu waktu lama candra sudah terbang kealam mimpinya.
***********
Hooeek... Hoeek .. Hoeek
Pagi-pagi sekali aluna memuntahkan isi dalam perutnya. Makanan yang semalam dia makan pagi ini keluar semua sampai hanya tinggal cairan bening saja yang aluna muntahkan.
" Sayang kamu kenapa ?" Tanya candra menghampiri aluna.
" Tidak tahu ini kak, dari bangun tidur tadi perut ku tidak enak banget rasanya. Terus ini saat aku memecahkan telor baunya menyengat sekali membuat aku semakin mual. " Ucap aluna sambil mengusap perutnya.
" Sepertinya aku tidak kuat untuk masak kak, maaf ya sarapan hari ini kita beli saja " Ucap aluna.
" Iya tidak apa - apa nanti biar aku beli saja. Sekarang kamu istirahat saja dikamar. Aku buatkan teh hangat nanti aku antar kekamar ya " Ucap candra dengan lembut.
Aluna mengangguk dan menuruti kata-kata suaminya, dia masuk kamar lalu berbaring di atas kasur. Kepala aluna juga terasa pusing, badannya lemas, serta mual yang masih terasa.
Di dapur candra sedang merebus air untuk membuatkan teh aluna, pak andi menghampiri candra dan menanyakan keberadaan aluna.
" Aluna mana Can ? " Tanya pak andi.
" Aluna mual dan muntah ? Kamu nanti bawa dia kedokter saja. Sudah sana kamu antarkan teh untuk aluna, biar papa buat sendiri. " Ucap pak andi tersenyum senang.
Candra selesai membuatkan teh lalu membawanya kelamar. Dilihatnya aluna yang berbaring sambil memijiy kepalanya sendiri.
" Sayang ini tehnya, kamu hari ini tidak ada jadwal mengajar kan ? Selesai sarapan nanti kita kedokter ya " Seru candra dengan lembut.
" Terimakasih kak. Iya sepertinya aku perlu kedokter ini kak, tidak biasanya aku seperti ini. Mana kepala juga pusing banget kak." Ucap aluna.
Aluna meminum teh buatan candra yang dirasa terlalu manis, padahal sudah takaran seperti biasa tapi namanya juga lagi tidak enak badan, makanan dan minuman yang masuk kemulut rasanya pasti tidak enak.
" Aku tinggal beli sarapan ya. Kamu mau sarapan apa ? " Tanya candra dengan lembut.
" Aku mau soto ayam saja kak. " Jawab aluna cepat. Dia sudah membayangkan makan soto ayam yang panas dan pedas , huuhh pasti sangat enak.
Candra keluar kamar dan mengambil kunci motor aluna, dia membeli 3 porsi soto ayam lengkap dengan gorengannya untuk menu sarapan mereka bertiga. Setelah sampai rumah candra menyiapkan sarapan yang sudah dia beli lalu memanggil pak andi dan aluna untuk sarapan.
" Sudah ini biar papa yang bereskan, kamu bersiap - siap saja untuk pergi kedokter " Ucap pak andi melarang aluna membereskan peralatan makan.
" Aku merepotkan papa dan kak candra ya ?" Tanya aluna dengan wajah cemberut.
" Oh.. Tidak sayang kamu tidak merepotkan papa maupun suami mu. Kamu kan lagi tidak enak badan jadi papa tidak mau kamu tambah sakit. Sekarang kamu siap - siap kedokter ya, kalau siang - siang nanti antri nya banyak " Ucap pak andi bicara sepelan mungkin.
" Iya aluna sayang. Apa yang dikatakan papa benar, kamu sekarang kekamar yuk , siap - siap kedokter. " Ucap candra tidak kalah lembut.
__ADS_1
* Sepertinya aluna ini benar hamil, tanda - tandanya seperti wanita hamil muda. Mudah marah, mood tiba - tiba berubah , mual dan pusing. Semoga aluna beneran hamil, dan aku akan menjadi seorang kakek * Gumam pak andi senang.
********
Candra terus memperhatikan dokter yang memeriksa aluna, dokter itu senyum - senyum sehingga membuat candra semakin penasaran.
" Sebenarnya istri saya sakit apa dokter ? Kenapa anda senyum - senyum seperti itu? Memang ada yang lucu?" Tanya candra tidak sabar.
" Nanti saya jelaskan ya pak. Sekarang dibantu dulu istrinya turun " Ucap dokter dengan ramah.
Candra membantu aluna turun dari brankan tempat pemeriksaan. Mereka berdua duduk di kursi yang ada di depan meja dokter.
" Selamat ya pak, bu.. Alhamdulillah ibu Aluna hamil. Sekarang usia kehamilannya sudah 4 minggu. " Ucap dokter dengan ramah.
Hamil ?
Candra dan aluna hanya saling beradu pandang, mereka seakan tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh dokter barusan.
" Hamil dok ?" Tanya mereka serempak.
" Iya hamil, ibu Aluna hamil " Jawab dokter kembali menyakinkan.
" Alhamdulillah " Seru candra dan aluna bersamaan.
Satu tahun lebih menikah akhirnya aluna hamil juga,dia benar - benar bahagia. Hal yang selama ini dia tunggu - tunggu kini datang juga.
" Jangan terlalu capek ya Bu, kehamilan trisemester pertama biasanya memang sering mual dan pusing. Yang penting jaga pola makannya, jangan sering bergadang ya bu" Ucap dokter menjelaskan dengan detail.
" Iya dokter terimakasih " Jawab aluna dengan binar bahagia.
Selesai dari dokter aluna dan candra pergi keapotik rumah sakit untuk menebus obat dan vitamin aluna. Setelah selesai mereka langsung pulang dan sebelumnya aluna meminta mampir minimarket terlebih dahulu untuk membeli susu hamil.
" Mau rasa apa sayang ?" Tanya candra saat sudah ada di deretan susu hamil.
" Mau yang stroberi sama coklat saja kak. Masing - masing 1 saja, nanti kalau sudah habis baru beli lagi." Ucap aluna.
" Baiklah. Mau apalagi ?. Buah - buahan dirumah masih ada tidak?" Tanya candra.
" Masih kak " Jawab aluna singkat.
Aluna hanya membeli 2 kotak susu hamil saja, selesai membayar mereka berdua kembali ke mobil.
" Langsung pulang ya kak " Ucap aluna yang sepertinya kelelahan.
" Iya sayang " Jawab candra singkat.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️