
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
" Om sayang , apakah om sudah berkeluarga ? Pasti sudahkan ? Secara om kan tampan, macho mungkin usia Om ini seumuran dengan papa ku. " Ucap Julia sambil merebahkan kepalanya di dada bidang marko.
Marko dan Julia baru saja menyelesaikan pertempuran sengit yang berlangsung berjam - jam dan sangat menguras tenaga mereka berdua . Kegiatan panas itu membuat Julia dimabuk kepayang, sebab baru pertama kali julia bermain dengan pria yang mempunyai stamina full power.
" Aku seorang duda. Aku punya anak mungkin seumuran dengan dirimu. Kamu masih lama tinggal di desa ini sayang ?" Tanya marko sambil membelai rambut julia.
" Iya om aku masih lama tinggal disini, apalagi sekarang sudah ada om. Jadi aku lebih memilih tinggal disini ? Om, emmm..... Apa om ini serig bermain dengan wanita ? Pasti wanita - wanita terupuaskan dengan om karena om sangt luar biasa " Ucap manja julia.
" Aku memang suka bermain dengan wanita, kamu tahu sendiri seorang duda tidak ada yang memuaskan selain para wanita bayaran. Tapi tidak sering, dan aku bukan orang yang mau sembarangan bermain. Jika aku merasa terpuaskan dan cocok dengan wanita itu , aku tetap akan memakainya. Seperti kamu ini, pokoknya kamu harus siap sedia setiap aku membutuhkanmu. " Ucap marko membuat Julia bersorak gembira dalam hatinya.
Julia semakin senang saat marko tetap ingin menggunakan dirinya untuk memenuhi hasrat kelakiannya. Itu memang yang diinginkan julia, bisa meluluhkan marko. Ternyata tidak susah meluluhkan marko, hanya tinggal bergoyang dan menservise nya dengan bagus marko sudah puas dan senang.
" Kamu pemain juga ya?" Tanya marko singkat padat dan jelas.
" Emm... Dulu om. Tapi sudah ada sekitar 6 bulan ini aku berhenti, tepatnya setelah aku pulang dari luar negeri. Awalnya aku berhenti karena ingin serius dengan pacarku, tapi aku ditinggal nikah. Pacarku tidak tahu kenakalan ku disana, tahu sendiri om bagaimana bebasnya pergaulan disana." Ucap julia yang kini sudah berbaring di samping marko.
" Berarti banyak main sama bule dong ?" Tanya marko ingin tahu.
" Tidak pernah om. Makanya saat melihat ukuran punya om tadi aku sangat waaooww banget, ini pertama kali aku bermain dengan barang yang big size. Rasanya benar - benar laur biasa om. Membuat aku terpuaskan lahir batin ku , seandainya itu bisa aku miliki seutuhnya .... " Ucapan julia terhenti karena marko sudah melahap bibir julia kembali.
Julia menerimanya dengan senang hati dan membalasnya. Tangan marko kembali beraksi di aset kembar julia, julia benar - benar dibuat tidak bisa lagi menolak apa yang diberikan marko. Bahkan tangan marko sudah mencari lembah hitam dan memainkannya , ini yang diinginkan oleh julia. Permainan pertama mereka tadi hal ini tidak di mainkan oleh marko.
" Sssstttt ... Omm... Sayang... Ahhhh " Racau julia yang sudah tidak tahan dengan permainan marko.
__ADS_1
" Ayokk julia sayang keluarkan suara indah mu, aku senang mendengar suara mu itu. Apa kamu menyukai permainan ini sayang ?. Aku tahu kamu sangat menginginkan ini kan ?" Tanya marko sambil tersenyum jahil kearah julia yang terlihat menikmati permainan yang dia suguhkan.
Julia hanya mengangguk karena memang itu membuat dia keenakan dan tidak bisa lagi berkata - kata. Julia semakin membuka lebar kakinya sehingga membuat marko semakin leluasa bergerak. Marko menghentikan permainannya dan melepaskan tangannya, dan hal itu berhasil membuat julis mendengus kesal karena dia belun sampai pada puncak permainan.
" Omm....Kok berhenti ? " Tanya julia dengan wajah yang merengut.
" Tenang sayang aku punya cara lain lagi untuk membuakanmu tanpa menggunakan tangan. " Ucap marko sambil tersenyum jahil.
Julia hanya mengangguk pasrah saja , apapun yang dilakukan marko dia akan menerimanya yang penting dia sampai pada inti permainannya.
* Gila ! Ini benar gila ! Kenapa aku justru yang terkesan murahan ? Aku yang memuaskannya dengan permainan ku ? Tidak masalah juga, yang penting aku juga puas * Gumam marko.
Marko memainkan pusat inti julia dengan lidahnya, dan itu berhasil membuat julia mengerang merasakan sensasi nikmat yang luar biasa. Tidak membuang kesempatan marko juga menempatkan tubuhnya diatas julia, kini mereka sama - sama memainkan sesuatu dengan mulut mereka. Jika urusan ranjang marko memang jagonya dan bisa lupa segalanya, dan hal inilah yang membuat meri menolak menikah dengan marko, sebab marko pencinta daun muda.
**********
Beralih dari dua insan yang sedang dimabuk akan nafsuya, biarkan mereka berdua bermain menikmati surga dunianya sampai mereka puas.
Candra meletakkan remot Tv nya lalu beralih mamandang sang istri.
" Surya dulu masa mudanya terbilang nakal, dia suka keluar masuk hotel bersama wanitanya. Bisa dibilang pergaulan surya itu dulu bebas. " Ucap candra menceritakan pada intinya saja.
" Maksud mas, surya itu sering melakukan hubungan seperti itu dengan wanita nya ?" Tanya aluna memperjelas.
" Seperti itu apa maksudnya ?" Tanya candra yang kini sudah mendekatkan wajahnya kewajah sang istri.
Aluna reflek mendorong suaminya karena dia malu jika sampai ada yang melihatnya. Apalagi papa nya dab bibik yang bekerja juga ada dirumah.
" Mas, malu ah... Jangan begini. Nanti dilihat sama papa atau bibik. " Ucap aluna dengan wajah nya memerah menahan rasa malu.
" Kenapa harus malu ? Kita ini suami istri dan pasangan halal loh sayang. Jadi tidak perlu malu - malu dong sayang" Ucap candra.
__ADS_1
" Bukan masalah suami istrinya mas, tapi tidak begini juga kali mas. Tadikan bahas soal surya kenapa jadi mesum begini ya. Dasar suami mesum " Gerutu aluna sambil memanyunkan bibirnya.
Hahaaa Hahaaaa
Candra tertawa gemas melihat istrinya yang cemberut. Semakin cemberut , semakin menggemaskan candra semakin senang untuk mengganggu istrinya.
" Maaf ya sayang, mas hanya bercanda " Ucap candra sambil mengusap kepala istrinya dengan lembut.
" Ada apa sih dari tadi papa dengar kok ribut - ribut ?" Tanya pak andi menghampiri aluna dan candra yang sedang berdebat diruang keluarga.
Aluna dan Candra hanya senyum - senyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tidak mungkin mereka mau bilang jika tadi candra mengajak nya bermesraan di ruang Tv.
" Tidak apa - apa. Ini kak candra gangguin aluna terus " Jawab aluna tidak sepenuhnya berbohong.
" Bercandaan saja loh pa, oh iya pa. Katanya papa mau pelihara ikan hias, biar ada hiburan lain selain becocok tanam.?" Tanya candra serius.
" Iya papa lagi cari orang untuk bantuin bikin kolam kecil, sama papa juga mau beli aquarium nya dulu. Nanti papa letakkan di teras belakang di dekat tanaman anggrek itu. Papa lihat di sosial media bagus - bagus jadi papa juga ingin punya. Emm... Tidak apa - apakan kalau papa buat kolom dan aquarium dirumah ini.?" Tanya pak andi lagi.
Sebenarnya sudah dari kemarin pak andi membicarakan niatnya untuk membuat kolam ikan, tidak luas hanya ukuran 2 meter saja. Bagaimanapun dia tinggal dirumah menantunya, mau apa - apa harus izin terlebih dahulu. Padahal tanpa izin juga aluna dan candra pasti mengizinkan.
" Boleh dong pa, biar terlihat lebih ramai rumah ini. Di belakang cuma ada 1 kolam ikan itupun bukan ikan hias. Nanti cari ikan yang lucu - lucu ya pa, biar aluna juga ikut memilih saat cari ikannya " Ucap aluna bersemangat.
" Alhamdulillah... Baiklah besok kita cari ikan sama aquariumnya dulu dan perlengkapan yang lainnya. Kalau untuk yang dikolam kita tunggu sampai kolamnya selesai baru kita cari ikannya" Ucap pak andi.
" Sippp... " Jawab aluna mengacungkan 2 jempol tangannya.
Bersambung......
*********
JANGAN LUPA TERUS DUKUNG AUTHOR YA KAK, AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK MENULIS 🙏🙏❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️