
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Empat bulan kemudian.
Setelah wisuda dua bulan yang lalu, Mala kini sudah menyandang gelar Sarjananya. Suatu kebahagiaan tersendiri bagi Mala dan Surya. Terlebih Meri dan pak Andi, akhirnya Mala setelah sekian tahun berkuliah kini sudah menjadi seorang Sarjana. Usia kandungan Mala juga saat ini sudah memasuki usia 7 bulan.
Dikediaman Surya dan Mala saat ini sedang diadakan acara tujuh bulanan kehamilan Mala. Acara tujuh bulanan kali ini diadakan dengan mengadakan pengajian dan serangkaian acara adat. Mala dan Surya mengikuti setiap prosesi acara adat yang dipimpin langsung oleh Mama Surya.
" Mas, kok dulu saat tujuh bulanan kita tidak ada acara seperti itu?." Tanya Aluna saat melihat Surya yang sedang memecah kelapa gading.
" Iya sayang. Kita waktu itu memang tidak memakai acara adat karena prosesinya cukup melelahkan. Jadi kedua orang kita sepakat tidak memakainya. Tidak memakai acara adat juga tidak apa - apa kan sayang? Yang penting niat dan doanya. Acara adat 7 bulan ini juga bagi siapa yang mau saja , karena ini bentuk syukur dan melestarikan adat dan budaya kita saja. " Ucap Candra menjelaskan.
" Iya mas " Jawab Aluna paham dengan apa yang dijelaskan oleh suaminya.
Setelah seharian acara adat prosesi tujuh bulanan Mala selesai. Malam ini tinggal acara pengajiannya saja, acara pengajian malam ini tidak terlalu ramai hanya dihadiri keluarga dan para tetangga serta anak yatim. Selain acara pengajian tujuh bulanan, Surya dan Mala juga mengadakan santunan anak yatim.
" Begini ya Lun kalau sudah punya ekor. Ini baru satu, kita sudah kerepotan." Ucap Tika yang tidak ikut acara pengajian karena anaknya takut menganggu apalagi baru 5 bulan dan Rayyan 9 bulan.
__ADS_1
" Katanya kamu sudah ada rencana mau nambah anak. Kalau aku nanti dulu Tik, tunggu Rayyan umur 5 tahun. Tapi kalau Allah sudah memberikan nya jadi tidak bisa ditolak lagi yang namanya juga rezeki kita kan tidak tahu ya Tik." Ucap Aluna bicara sambil memberi Asi Rayyan yang belum juga tidur. Padahal adisti sudah tidur dalam pangkuan Tika.
Aluna dan Tika saat ini ada di kamar tamu dan pengajiam ada di tenda halaman depan. Sebagai ibu muda yang mempunyai anak bayi membuat Aluna dan Tika tidak bisa mengikuti acara pengajian tersebut. Takut saja di saat acara sedang berlangsung Adisti maupun Rayyan tiba-tiba menangis dan akan mengganggu acara pengajiannya.
" Maunya mas Adit sih begitu, setelah 2 tahun langsung punya adik. Tetapi setelah aku pikir-pikir repot juga karena anak masih kecil dan harus punya bayi lagi. " Seru Tika sambil memanyunkan bibirnya.
" Itu juga yang menjadi salah satu alasanku untuk tidak mau mempunyai anak dengan jarak yang dekat. " Ucapan Aluna.
Tika mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Aluna. Kini Adisti sudah tertidur dengan nyenyak, dan tika memindahkannya ke atas kasur. Begitupun dengan Rayyan yang sudah tertidur dengan nyenyak karena sudah kenyang dengan ASI. Aluna dan Tika sama-sama keluar dari kamar untuk membantu urusan di dapur, mereka tidak enak jika harus berdiam diri di dalam kamar saja.
" Anak - anak kalian mana ?" Tanya salah satu tetangga yang membantu urusan di dapur.
" Sudah tidur semua bu." Jawab Aluna dengan ramah dan sopan.
" Tidak apa- apa kami tidak bantuin dan makan dikamar?" Tanya Tika merasa tidak enak.
" Jelas tidak apa - apa. Kami semua dulu saat punya anak kecil juga begitu jadi ya maklum saja. Lagi pula suara orang yang mengaji keras loh, nanti tidak dengar kalau anak kalian bangun.
Aluna dan Tika mengangguk paham, mereka akhirnya mengambil makan dan membawanya kekamar lagi. Beruntung para tetangga dilingkungan tempat tinggal Mala dan Surya baik - baik dan pengertian. Kebetulan dua ibu muda tadi memang sedang lapar, maklum karena mengasi anaknya.
" Ada untungnya juga kita bawa anak kita Lun,hahaaa kita jadi tidak pegang pekerjaan. " Ucap Tika sambil tertawa kecil.
" Husst... Tapi tidak enak juga Tik kita cuma makan saja ." Seru Aluna juga ikut tertawa kecil.
__ADS_1
" Mau bagaimana lagi ? Kita memang tidak pakai pengasuh dan anak masih minum Asi. " Jawab Tika sambil mulai memakan makanannya.
" Ya sudah kita makan saja dulu keburu para boss kecil itu bangun. " Ucap Aluna sambil melirik kearah Adisti dan Rayyan yang nyenyak tertidur.
Aluna dan Tika akhirnya menikmati makan malam nya. Mereka juga benar- benar lapar, sehingga makanan mereka dihabiskan dengan sangat cepat. Sebagai ibu yang sedang memberi Asi anaknya sudah pasti kebanyakan porsi makan mereka banyak.
Tika kurang dengan makanan yang tadi dia ambil , karena tadi Tika dan Aluna hanya mengambil sesuai porsi orang makan biasa. Dan sekarang ternyata Tika kurang , mau keluar mengambil makanan lagipun malu. Akhirnya Tika dan Aluna tertawa bersama dikamar itu.
********
Acara pengajian sudah selesai , Candra dan Alunapun sudah pulang kerumahnya begitupun dengan Tika dan Adit. Setelah Candra dan Adit membantu membereskan kursi - kursi mereka tadi langsung pamit pulang. Kini Mala dan Surya juga sudah masuk kamarnya, sedangkan kedua orang tuanya tidur di kamar tamu.
" Alhamdulillah ya mas acara berjalan dengan lancar sekarang tinggal lelahnya saja. Waktunya untuk istirahat ini mas ." Ucap Mala sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur.
" Iya sayang. Sekarang kamu istirahat saja,besok tidak perlu ikut beberes lagi. Mas tidak mau kamu kelelahan dan berdampak tidak baik untuk kandungan kamu. Mas sudah meminta sama bibik Parni untuk mencari teman untuk membereskan semuanya. Nanti kita tinggal bayar mereka saja, bik Parni itu bisa di andalkan." Ucap Surya dengan yakin.
Malapun hanya mengangguk pelan, ternyata matanya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Mata mala benar - benar sudah lengket karena memang sudah sangat mengantuk. Melihat sang istri yang sudah memejamkan matanya membuat Surya tersenyum dan membenarkan posisi tidur mala.
" Kasihan sekali pasti istriku tadi sangat kelelahan, seharian ikut prosesi acara adat dan malam ikut acara pengajian. Semoga anak yang dalam kandungannya sehat dan kuat ya sayang " Ucap Surya sambil mengusap perut Mala.
Surya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena tadi tangan dia kotor ikut membereskan kursi-kursi yang ada di tenda. Setelah selesai membersihkan diri Surya berganti pakaian dan ikut membaringkan tubuhnya di samping Mala. Tidak lupa dia melingkarkan tangannya di perut sang istri yang sudah membesar.
Hanya butuh waktu beberapa menit, Surya juga sudah ikut mengarungi mimpi indahnya bersama Mala.
__ADS_1