Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Surya sakit


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Hoeeekkk... hooekkk.... hoeeekkk


Pagi - pagi saat mala sedang memasak nasi goreng tiba - tiba dia mendengar suaminya muntah - muntah dikamar mandi. Dengan segera mala mematikan kompornya dan menghampiri sang suami.


" Mas, kamu kenapa ? " Tanya mala dengan khawatir.


" Tidak tahu sayang,tiba - tiba saat bangun tidur perut mas mual lalu muntah begini. Mungkin mas masuk angin, tolong buatkan mas teh panas ya sayang. Ya tawar saja tanpa gula " Ucap surya dengan suara pelan.


Hooeeekkk hoeeekkk


Surya kembali memuntahkan isi dalam perutnya. Mala memijit punggung surya dengan lembut, dia sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya karena baru kali ini surya sakit.


" Mas, mau aku bantu ke ranjang ?" Tanya mala.


Surya hanya mengangguk karena dia sangat lemah sekali. Setelah surya berbaring dikasur, mala berlalu kedapur untuk membuatkan teh hangat tawar untuk suaminya.


" Mas,minum dulu tehnya. Aku bantu untuk duduk ya " Ucap mala dengan sangat sabar dia membantu surya duduk dan minum teh.


" Terimakasih sayang. Oh iya sayang, mas ingin sarapan roti bakar selai kacang dan coklat saja. Mas tidak mau makan nasi " Ucap surya memilih menu makanannya.


Tidak seperti biasanya surya seperti ini, biasanya apa saja yang dimasak dan disediakan oleh mala itulah yang dia makan. Namun kali ini surya requeest makanannya sendiri padahal mala sudah buat sarapan nasi goreng dan telor mata sapi.


" Tapi aku sudah masak nasi goreng sama telor ceplok mas. Roti bakarnya nanti siang saja ya buat cemilan " Ucap mala memberi solusi.


" Tidak mau , mas maunya sarapan roti bakar ." Jawab surya dengan suara sedikit manja.


Namun belum juga mala memberi jawaban, surya kembali mual dan dia berlari kekamar mandi dan muntah lagi. Sampai tidak ada apapun lagi yang dia muntahkan, hanya cairan bening saja.


" Mas,kita periksa kedokter saja ya ? Aku takut mas kenapa - kenapa " Ucap mala sambil mengusap - usap punggung sang suami yang terus saja muntah.


" Tidak perlu sayang. Hemm... tolong bantu mas kekasur ya, setelah itu tolong baluri perut dan punggung mas dengan minyak angin. " Ucap surya banyak maunya.

__ADS_1


Mala hanya mengangguk lalu memapah surya menuju kasur lagi. Setelah berbaring mala membaluri perut dan punggung surya dengan minya angin, baru perut surya terasa lebih enakan.


" Sekarang tolong buatkan mas roti bakar ya sayang , karena mas mau minum obat juga. Agar mualnya bisa cepat hilang " Ucap surya dengan mata terpejam .


Melihat suaminya yang lemas dan tidak berdaya seperti itu membuat mala merasa kasihan dan diapun akhirnya pergi kedapur untuk membuatkan roti bakar pesanan sang suami. Setelah 10 menit roti bakar pesanan suaminya sudah jadi dan mala membawanya kekamar.


" Mas,ini roti bakarnya dimakan dulu mumpung masih hangat " Ucap mala membangunkan surya.


" Eemm... iya sayang terimakasih. Maaf ya sudah merepotkan kamu, oh iya ini sudah jam berapa ya sayang. Mas harus kerumah sakit, tapi tubuh mas lemas begini " Ucap surya sembari memakan roti bakarnyan.


" Aku tidak merasa direpotkan kok mas. Ini sudah jam setengah 8 mas, lebih baik mas izin saja ya. Soalnya kalau dipaksa untuk berangkat nanti mas malah tambah sakit " Ucap mala sambil memijit kaki surya.


Surya terharu dengan kesabaran dan perhatian mala. Mala sama sekali tidak mengeluh dan merasa direpotkan oleh surya. Padahal sudah capek - capek masak nasi goreng tetapi justru dia minta roti bakar.


" Mas, istirahat saja ya aku mau menyelesaikan pekerjaan rumah dulu. Mas jangan lupa izin tidak masuk kerja dulu ya " Ucap mala mengingatkan.


" Iya istriku sayang. Kamu jangan capek - capek ya sayang " Seru surya mengusap pipi mala dengan lembut.


Mala dengan segera menyelesaikan pekerjaan rumah dari mulai menyapu, mengepel dan mencuci. Dia tifak memasak lagi, karena nasi goreng dan telor ceplok yang dia masak tadi masih utuh. Dia sendiri tidak berselera makan. Surya yang sakit tetapi mala yang tidak berselera untuk makan.


Tring Tring Tring


Pesan beruntun masuk diponsel mala, kebetulan mala memang sedang mengelap meja dan dia mengambil ponselnya yang ada diatas meja.


* Ya Allah... kenapa aku lupa kalau hari ini Indah sidang skripsinya ? Dan jadwalku minggu depan, aku harus bagaimana ya? Kalau aku kesana mas surya sendirian dirumah, mana dia masih sakit. Kalau aku tidak kesana indah pasti tidak ada teman . Aku coba tanya mas surya saja dulu, jika dia mengizinkan aku akan pergi* Gumam mala dalam hatinya.


Mala masuk kekamar menemui surya, saat mala masuk ternyata surya sudah mandi dan sudah selesai berganti baju.


" Mas sudah enakan ? " Tanya mala dengan suara lembut.


" Mas sudah tidak apa - apa kok sayang. Mualnya juga sudah hilang, mas sebenarnya sudah dua hari ini merasakan mual tetapi baru pagi ini sampai muntah. Apa mungkin karena kebanyakan makan yang pedas - pedas ya sayang. Kemarin mas dan teman candra si bule kesasar itu makan bakso yang pedas dan sitengil leo itu yang nuang sambal banyak. " Ucap surya dengan kesal.


Dia ingat betul kemarin lusa saat makan bakso bareng dua teman bule candra itu, surya di kerjain sama mereka dan akhirnya 5 sendok sambal masuk di dalam mangkok bakso surya, dan dengan terpaksa surya memakanya.


* Tapi itukan sudah kemarin lusa, sekitar 2 hari yang lalulah. Tapi kenapa baru hari ini aku muntah - muntahnya. Kan aneh ?* Gumam surya dalam hatinya.


Mala hanya tersenyum mendengar sebutan bule kesasar untuk ardan dan leo. Ada - ada saja sebutan dari surya. Suaminya memang suka menamai orang sesuka hatinya, tetapi anehnya orang yang diberi nama aneh itu tidak marah kepada surya.


" Teman candra itu betah juga ya mas di indonesia ?" Tanya mala lalu duduk dipinggiran ranjang.

__ADS_1


" Bagaimana tidak betah, pekerjaan nya disini hanya makan tidur saja . Begitu saja uangnya tidak habis - habis juga. Katanya sih mereka mau sebulan disini, tapi tidak tahu juga, kalau kecantol cewek sini bisa jadi ya mereka akan jadi warga sini." Ucap surya sambil mencubit pipi mala yang menggemaskan.


Mala baru ingat tujuan awalnya masuk kamar, dia mau meminta izin untuk kekampus menemani indah yang akan sidang skripsi. Dikampus teman dekat mala cuma indah seorang begitupun dengan indah, temannya dekatnya hanya mala seorang. Teman yang lainnya bukannya tidak dekat , dekat sih tapi tidak sedekat indah dan mala.


" Mas, aku boleh kekampus tidak ?" Tanya mala pelan.


" Ada apa sayang kok harus kekampus. Bukannya sidang skripsi kamu masih minggu depan. Apa ada yang masih kurang ?" Tanya candra.


" Tidak mas, tetapi hari ini indah itu sidang skripsi. Dan aku ingin menemaninya dan memnerikan dia dukungan biar dia semangat . Tapi kalau mas tidak mengizinkan ya tidak apa - apa mas , apalagi mas memang sakit jadi butuh teman dirumah " Ucap mala dengan bijak.


Surya juga mengenal indah, beberapa kali dia bertemu dengan indah saat mengantar dan menjemput mala. Indah teman yang baik untuk mala,sehingga surya tidak mungkin tidak mengizinkan mala untuk menemani indah.


" Boleh, nanti mas antar ya " Jawab surya.


" Terimakasih mas,loh tapi mas kan masih sakit ?" Tanya mala tidak mau surya tambah sakit karena harus mengantarkannya ke kampus.


" Mas itu sudah tidak apa - apa. Tadi hanya mual dan muntah, tadi juga sudah minum obat dan mualnya berangsur hilang. Cepat sana siap - siap mas tunggu didepan " Ucap surya lalu berjalan keluar kamar.


Sebelum bersiap - siap mala membalas pesan indah terlebih dahulu.


[ Semangat ya Indah. Aku akan datang untuk menemanimu, ingat yang semangat dan jangan sampai grogi ya ]


Setelah membalas pesan Indah, Mala langsung bersiap - siap . Hanya butuh waktu kurang dari 10 menit mala sudah siap dan tinggal berangkat saja. Mala menghampiri surya dan segera mengajaknya berangkat, sebab jam 10 nanti indah sudah mendapat giliran sidang skripsinya.


" Alhamdulillah sudah sampai. Setengah jam lagi giliran Indah ini mas. Aku langsung menemui indah saja ya mas, mas mau nunggu diparkiran apa mau ikut masuk?" Tanya mala sebelum turun mobil.


" Mas menunggu dimobil saja ya sayang. Tidak sopan masuk kampus pakai celana pendek seperti ini " Ucap surya menunjuk kearah celana yang dia pakai.


" Oh iya juga ya. Ya sudah mas tunggu saja dimobil ya mas. Ingat jangan tebar pesona " Ucap mala ikut posesif juga.


Mala mencium pipi kanan dan kiri surya lalu turun dari mobil menuju ruang sidang. Saat dia sampai depan ruang sisang disana sudah ada Indah yang sedang duduk sendirian sambil sesekali membenarkan kacamatanya. Mala berjalan menghampiri indah yang terlihat gugup.


" Indah kamu jangan gugup yq " Ucap mala mengagetkan indah dengan tiba - tiba sudah berdiri dibelakang indah.


" Mala ! Terimakasih akhirnya kamu mau datang juga kesini. " Ucap indah terharu.


" Selagi aku tidak repot aku pasti akan datang kesini. Oh iya kamu dapat nomor berapa ?" Tanya mala.


" Habis ini giliran aku Mala. Doakan semoga lancar sampai selesai. " Seru indah penuh harap.

__ADS_1


Aamiin.... mala mengucapkan aamiin sambil memeluk sang sahabat. Kini tiba giliran indah masuk keruangan sidang. Jantung indah dag dig dug tidak menentu. Diluar mala terus berdoa untuk kelancaran sidangnya Indah.


*********


__ADS_2