
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Pagi itu meri datang kerumah aluna dengan membawakan mangga muda untuk aluna, kebetulan mangga yang ada di samping rumahnya berbuah meskipun tidak banyak. Hubungan aluna dan meri kini semakin membaik, itu semua karena aluna yang sudah memaafkan meri dan tidak menaruh dendam sedikitpun.
Dengan mengendarai motornya meri mendatangi rumah aluna. Meskipun ada sedikit rasa canggung namun dia buang jauh - jauh rasa itu.
" Assalamualaikum " Sapa meri dari arah pintu depan.
" Waalaikumsal, sebentar ya " Teriak seseorang dari dalam rumah.
Ceklek....
Pintu terbuka dan tampak seseorang menyumbulkan kepalanya.
" Mama " Seru candra yang kaget karena sepagi ini meri sudah ada dirumahnya.
" Iya can ini mama. Apa kabar Can ? Aluna nya ada ?" Tanya meri sambil memasang senyum ramahnya.
" Emm... Alhamdulillah baik ma. Masuk yuk ma, aluna ada di dalam kok. " Ucap candra mempersilahkan mertuanya masuk kerumah.
Meri mengangguk dengan tetap memasang wajah ramah nya. Dia bukan lagi meri yang dulu, yang sombong , angkuh dan menilai seseorang dari segi kekayaan yang orang punya. Perubahan meri sudah diketahi oleh candra, tetepi dia tetap waspasa jika meri akan berbuat jahat kepada aluna. Segala kemungkinan masih bisa saja terjadi, hati seseorang tidak ada yang tahu.
" Duduk ma, aluna masih ada di dapur bantuin bibik bikin sarapan. Bentar ya ma candra panggil aluna dulu. " Ucap candra.
Meri hanya mengangguk sambil mengulas senyum penuh ketulusan. Baru juga kedapur candra sudah balik lagi bersam aluna. Aluna menyalami meri dan memeluknya, aluna memang kangen dengan mamanya dan secara kebetulan meri datang berkunjung.
" Mama bawakan mangga muda untuk kamu Lun, biasanya kalau orang hamil pasti ngidam mangga muda. Kebetulan di depan kontrakan mama ada pohon mangga dan berbuah " Ucap meri sambil memberikan sekantong plastik mangga muda.
__ADS_1
" Wahh... Terimakasih ma. Aluna akhir - akhir ini memamg suka makan mangga muda. Waktu itu mas candra dapat tapi cuma 5 biji saja dan itu habis dalam sehari. " Ucap aluna tersenyum sumringah menerima mangga muda pemberian sang mama.
Candra juga ikut senang karena satu tugas nya sudah teratasi, apalagi kalau bukan soal mangga muda. Semalam aluna sudah meminta mangga muda, dan candra bingung harus cari diman. Dulu saja dapat berkat bantuan papa mertuanya.
" Terimakasih ya ma, mama sudah menyelamatkan ku " Ucap candra senang.
" Sama - sama, nanti kalau mau lagi bisa datang kekontrakan mama. Disana masih ada meskipun tidak banyak, pohon yang lainnya tidak ada yang berbuah taoi yang ada di halaman kontrakan mama kok berbuah, mungkin memang rezeki anak kamu ini Lun. . " Ucap mama meri sambil mengusap perut aluna yang masih rata.
Papa andi keluar dari kamar dan ikut bergabung dengan yang lainnya. Masih ada rasa canggung antara meri dan pak andi.
" Apa kabar mas ?" Tanya meri dengan sungkan.
" Alhamdulillah baik. Tumben sepagi ini kamu sudah ada disini, tidak buka toko kamu ? Biasanya setiap pagi malah ramai pembeli " Ucap pak andi .
" Iya mas, tadi sehabis subuh sempat buka sampai jam setengah 6 terus tutup karena aku mau belanja stok barang warung. Dan kebetulan lewat daerah sini jadi sekalian mampir bawain mangga muda untuk aluna." Ucap meri masih agak gugup.
" Mama pasti belum sarapan, kalau begitu kita sarapan sama - sama yuk. Sudah lama kita tidak makan sama - sama, ayuklah ma jangan menolak. Kalau menolak mama tidak boleh datang kesini lagi " Ucap aluna mengancam.
Meri sungkan karena pak andi, tidak tahu kenapa ada rasa aneh saat pak andi mulai ikut bergabung duduk diruang tamu. Meri melirik pak andi , sedangkan yang dilirik hanya biasa saja . Meri agak canggung, mau mengiyakan tapi tidak enak dengan pak andi yang sepertinya acuh dengannya. Mau menolak pasti aluna kecewa apalagi aluna sedang hamil.
Dan akhirnya pagi itu mereka bisa sarapan bersama dalam satu meja. Meri menikmati sarapannya , sudah lama juga dia tidak makan masakan aluna. Masakan aluna memang cocok dilidahnya.
Setelah sarapan selesai meri memutuskan untuk berpamitan , karena dia harus belanja dulu untuk mengisi warung nya. Sudah banyak barang yang habis sehingga harus segera di stok kembali. Aluna mengantarkan meri sampai halaman depan.
" Kalau kamu ada waktu ikut mama ketempatnya mala ya Lun? Mala pasti senang jika kamu mau berkunjung kesana. Kemarin dia sempat titip salam untuk kamu. " Ucap meri lembut.
" Iya ma, aluna memang sudah berencana untuk menemui kak mala. Mungkin nanti pas weekend aluna ketempatnya kak mala , nanti mama aluna jemput saja ya jadi tidak perlu mama naik motor atau taksi. Nanti berangkat sama aluna saja. Oh iya ma terimakasih ya sudah mau berkunjung kesini, aluna malah belum pernah kerumah mama. " Ucap aluna sopan , ada rasa tidak enak hati dengan mamanya karena dia belum pernah kerumah mamanya
" Iya Lun tidak apa - apa, mama bisa mengerti kesibuksn kamu. Yang penting kamu sehat, janin kamu sehat dan kamu rukun sama suami kamu, itu semua sudah membuat mama bahagia. Ya sudah mama pulang dulu ya, jaga kesehatan dan jangan terlalu capek. Ehh... Mau belanja dulu kok pulang.. Hehe , kalau ada apa - apa dan perlu bantuan mama jangan sungkan untuk menghubungi mama. " Ucap meri memeluk aluna.
" Iya ma , mama hati - hati ya " Ucap aluna sambil melepaskan pelukan sang mama.
Meri melajukan motornya meninggalkan pekarangan rumah aluna dan membelah jalanan yang cukup ramai. Meri memilih berbelanja di toko grosir besar yang letaknya sedikit jauh , karena di toko itu segala macam barang ada jadi dia tidak perlu berpindah - pindah tempat untuk berbelanja.
__ADS_1
*********
Sinar matahari sore sudah semakin meredup, matahari sudah ingin membenamkan tubuhnya. Namun ada seorang wanita yang sampai sesore ini belum beranjak dari tempat tidurnya, dia tidur dari malam sampai mau malam lagi.
" Sudah jam berapa ini ?" Ucapnya sambil memegangi kepala nya yang masih teramat sakit.
Dilihatnya jam sudah menunjukan setengah enam sore namun dia mengira jika masih setengah 6 pagi. Dia tetap bermalas - malasan diataa tempat tidurnya.
" Tumben sekali jam segini aku lapar, tapi kenapa kepalaku masih sakit sekali padahal semalam aku minum tidak banyak. Mungkin hanya tiga botol saja. " Ucapnya masih dengan mata terpejam.
Karena rasa lapar yang terus menyerbu, akhirnya diapun bangun dan betapa kagetnya dia saat mendapati kamarnya banyak berserakan botol minuman bekas dirinya sendiri.
" Siapa yang habis minum sebanyak ini ? Satu, dua, tiga.... Hah ada 12 botol. Apakah aku yang menghabiskan minuman ini ?" Ucap julia bertanya pada dirinya sendiri.
Wanita itu adalaj julia, dia frustasi karena candra sekarang membencinya bahkan sudah berani dengannya. Ditambah candra dan keluarganya sudah tahu kejahatan dan aibnya , sehingga dia frustasi dan mekampiaskan semuanya dengan minuman alkohol. Julia memang kuat untuk minum,sampai menghabiskan 12 botol baru dia tergeletak.
" Ternyata semua ini aku yang meminumnya. Ini benar - benar sial,niat menyusul kedesa untuk bersenang - senang tetapi justru aku menghadapi rasa malu yang tidak berujung ini. " Ucap julia sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Julia keluar dari kamar dan menuju kamar mandi untuk membasuk mukanya. Dia kaget juga saat melongok keluar rumah, bukannya semakin terang tapi semakin gelap. Dan ternyata bukan pagi melainkan sore yang beranjak magrib.
" Jadi aku tidur selama ini ?" Gumam julia pada dirinya sendiri.
Krruuuukkk Kruuukkk Kruukkk
" Sial perut ini tidak bisa di ajak kompromi. Sabar dulu perut aku mau mandi setelah itu baru aku mau mencari makanan. Kalau begini lebih baik aku pulang saja kekota, tapi aku tidak mau membiarkan wanita kampungan itu hidup bahagia diatas penderitaan ku. Jika dia tidak hadir dalam kehidupan candra sudah pasti saat ini aku yang menjadi istrinya candra bukan wanita kampung itu " Gerutu julia tetap menyalahkan aluna dengan semua yang terjadi pada dirinya.
Julia tetap akan membuat perhitungan dengan aluna, jika candra tidak bisa menjadi miliknya. Orang lainpun juga tidak bisa memiliki candra.
Selesai membasuk muka dan sikat gigi, julia bersiap - siap untuk mencari makanan. Dia berniat mencari makanan di warungnya mamanya adit sembari mencari informasi tentang keluarga aluna.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK
__ADS_1
LIKW, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️