
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
" Kamu harus hati-hati dengan meri. Dia itu wanita licik , dia memang menyuruhku untuk menculik dan menghancurkan aluna atau membuangnya jauh - jauh. Setelah aku mengetahui semua cerita yang sebenarnya dari mu aku tidak akan mengikuti kemauan meri lagi. Tapi kamu harus tetap hati - hati. " Ucap marko mengingatkan candra.
Sekarang candra sudah tahu banyak tentang mama mertuanya yang sebenarnya. Ternyata mama mertuanya hanya seorang wanita licik yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.
" Iya bang terimakasih. Maaf aku sudah mengganggu waktunya bang marko. Oh iya bang marko sekarang kerja dimana ?" Tanya candra.
" Aku bekerja apa saja yang penting tidak merugikan orang lain. Biar tampangku menakutkan seperti ini aku tidak mau mingisi perutku dengan hasil yang didapatkan dari mencuri atau merampok. " Ucap marko jujur.
" Kalau bang marko mau, bang marko bisa menjadi satpam di pabrik. " Ucap candra menawarkan pekerjaan sebagai satpam kepada marko.
" Tidak perlu, terimakasih atas tawarannya. Oh iya terimakasih atas makanannya, lain kali aku akan mentraktirmu. Aku pulang dulu , kamu hati - hati salam untuk akbar." Ucap marko lalu bangkit dan berjabat tangan dengan candra.
" Saya yang seharusnya berterimakasih karena abang sudah mau jujur kepadaku. Semoga lain kali kita bertemu lagi. " Jawab candra.
Markomengangguk lalu dia berjalan keluar cafe menuju motornya yang terparkir di depan cafe. Banyak pasang mata yang melihat takut kearah marko, bagaimana tidak takut ? Wajah marko yang sangar dan badan tinggi besar serta rambut gondorong sebahu membuat siapapun yang melihatnya akan menyangka jika marko orang jahat.
Setelah marko pergi candra pergi kekasir untuk membayar makanan yang sudah mereka makan. Selesai membayar makanan candra juga pergi meninggalkan cafe menuju parkiran mobil.
" Aku tidak menyangka mama meri sejahat itu. Pantas dia sangat membenci Aluna karen aluna bukan anaknya dari marko. Aku baru tahu jika mama meri tidak benar - benar mencintai papa andi. Dia hanya ingin hidup enak dengan papa andi sedangkan cintanya untuk bang marko. " Ucap candra pada dirinya sendiri.
Tanpa terasa mobil yang dikendarai candra sampai di halaman rumah kontrakannya. Terlihat Aluna datang menyambut candra di teras dengan senyum manisnya membuat candra bersemangat untuk turun dari mobil dan memeluk sang istri.
" Maaf ya istriku sayang aku pulangnya terlambat. Tadi ada urusan yang harus aku selesaikan dulu. " Ucap candra dengan wajah menyesal.
" Iya kak tidak apa - apa. Oh iya kak candra cepat mandi lalu sholat magrib, keburu waktu magribnya habis. " Seru aluna dengan lembut.
" Iya istriku " Jawab candra sambil menarik hidung aluna dengan lembut.
__ADS_1
Candra segera mandi sedangkan aluna menyiapkan makan malam. Selesai mandi candra sholat magrib sendiri karena aluna sudah sholat lebih dulu, selesai sholat candra menyusul aluna kedapur untuk makan malam, padahal sore tadi dia sudah makan dengan marko. Tapi demi menyenangkan hati seorang istri diapun makan lagi.
" Wah masak sayur asem nih ?" Seru candra dengan senang.
" Iya kak. Hanya sayur asem , ikan goreng sama sambal saja. Stok bahan makanan sudah habis, aku tadi pagi lupa tidak belanja dulu sama abang sayur keliling " Seru Aluna sambil mengambilkan candra makanan.
" Terimakasih sayang " Ucap candra saat aluna meletakkan sepiring nasi lengkap dengan lauknya di hadapan candra.
Aluna tersenyum malu - malu saat candra memanggilnya sayang. Aluna duduk di samping candra dan mulai memakan makanannya.
Tok Tok Tok
Pintu kontrakan candra ada yang mrngetuk, candra dan aluna pun saling pandang. Mereka heran siapa yang bertamu malam - malam begini, apalagi mereka baru saja mau makan malam. Candra penasaran, akhirnya dia yang membukakan pintu.
" Mama, papa !!" Seru candra terkejut mendapati kedua orang tuanya ada di hadapannya.
" Apa mama dan papa tidak disuruh masuk ?" Tanya mama sita.
" Oh... Iya ma, pa masuk. Ikut makan malam yuk ma pa, kami baru saja mau makan malam." Ucap candra jujur.
Pak akbar dan mama sita mengangguk lalu mereka mengikuti candra menuju dapur. Aluna kaget saat kedua mertuanya sudah ada di kontrakannya.
" Tidak apa- apa Lun. Oh iya apa mama dan papa boleh ikut makan malam ? Kebetulan kami memang belum makan malam?" Tanya mama sita ramah.
Aluna hanya mengangguk sambil tersenyum sungkan, karena menu makan malam nya sangatlah sederhana . Dia takut jika mertuanya tidak menyukai masakan yang sederhana.
" Tapi menu seadanya ya ma, pa. Tadi aluna lupa belum belanja " Seru candra.
" Tidak masalah, sayur asem dan ikan serta sambal juga nikmat. " Ucap pak akbar.
Akhirnya mereka makan malam dengan menu seadanya , beruntung aluna tiap masak memang tidak pernah ngepas. Selalu dilebihkan untuk jaga-jaga siapa tahu saat tengah malam candra lapar dan mau makan.
" Wah sayur asamnya mantap, ini tambah ikan asin tambah mantap " Ucap pak akbar memuji masakan aluna.
" Mama nanti belajar bikin sayur asam sama aluna ya. " Seru pak akbar lagi.
" Iya pa, baru kali ini loh mama makan sayur asam seenak ini. Jujur mama belum pernah masak sayur asam yang semantapa da seenak ini.. Aluna memang menantu idaman." Ucap mama sita memuji aluna.
__ADS_1
Aluna sangat senang kedua mertuanya menyukai menu sederhana yang dia hidangkan. Bahkan dia sendiri heran, mama mertua nya yang kemarin - kemarin masih bersikap dingin kini sudah berubah lebih hangat dan lebih bersahabat dengannya.
Selesai makan malam aluna di bantu mama sita membereskan piring - piring kotor dan gelas kotor. Aluna yang mencucinya, mama sita yang menyusunnya dirak piring.
" Ma,sudah biar aluna saja. Mama duduk saja di depan sama papa dan kak candra. " Ucap aluna sedikit tidak enak hati.
" Tidak apa - apa Lun biar kita lebih dekat. " Jawab mama sita.
Hati Aluna menghangat mendengar ucapan mama sita barusan. Apakah itu pertanda jika mama sita sudah sepenuhnya menerimanya sebagai menantu dalam keluarganya.
" Iya ma " Jawab aluna malu - malu.
Selesai mencuci piring Aluna membuat teh untuk teman ngobrol , berhubung tidak ada stok cemilan jadi aluna hanya menghidangkan teh saja.
" Terimakasih sayang" Seru candra saat aluna meletakkan teh di atas meja.
" Sama- sama kak. Silahkan diminum pa, ma. Maaf ya cuma ada teh saj,karena aluna memang belum belanja. " Seru aluna.
" Iya teh saja tidak apa - apa. Lagi pula papa sudah menghabiskan dua piring loh, jadi masih kenyang. " Ucap pak akbar di sambut tawa semua nya.
Mereka mengobrol dan membahas soal kuliah dan pekerjaan Aluna, Pak akbar dan mama sita sangat bangga saat tahu aluna menjadi asdos di kampuanya. Bahkan selesai S2 nanti aluna sudah diminta untuk mengajar di kampus tempatnya berkuliah.
" Mama sama papa mau menginap boleh kan ?" Tanya mama sita.
" Boleh ma " Jawab aluna lembut.
" Tapi tidak ada AC nya ya ma" Ucap candra mengingatkan.
" Iya tidak masalah. Oh iya kapan kamu mau pindah ?" Tanya mama sita.
" Mungkin habis bulan ini ma, lagi pula kontrakan ini juga masanya belum habis. Aluna masih betah di kontrakan ini. " Ucap candra sambil melirik aluna yang duduk di sampingnya.
Aluna memang meminta pindah saat sewa kontrakan yang sekarang sudah habis agar tidak mubadzir atau buang - buang uang. Kebetulan sewa kontrakan sebulan lagi habis.
************
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK 🙏❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️