
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
HAPPY READING
Aluna ada di kampus dan mulai aktif mengajar, banyak mahasiswa baru yang mengira aluna belum menikah. Namun Aluna terlihat cuek dan tidak merasa terganggu maupun risih dengan kasak kusuk mahasiswanya. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang mencari perhatian Aluna.
" Bu Aluna nanti pulangnya saya antar ya ?" Ucap mahasiswa aluna.
" Tidak perlu nanti ada yang sudah menjemput saya "Jawab aluna ramah.
" Siapa bu ? Pacar ibu ?" Tanya arman salah satu mahasiswa semester 2 yang menaruh hati dengan aluna.
" Suami saya" Jawab aluna.
Arman terlihat bengong saat mendengar pengakuan aluna yang ternyata aluna sudah punya suami bukan lagi pacar. Pupus sudah harapan arman untuk mendekati ibu dosen yang cantik dan baik hati.
" Serius ibu sudah punya suami ?" Tanya arman terus mengikuti langkah aluna.
Aluna terus berjalan menuju ruangannya, dia tidak memperdulikan Arman si murit tengilnya yang suka menggoda banyak wantia.
" Bu kok diam saja sih ?" Tanya arman.
" Maaf ya kamu bisa berhenti mengikuti saya , karena saya mau masuk keruangan saya. Malu tuh dilihatin para mahasiswa yang lainnya, aku tidak mau mereka semua salah paham. Jadi tolong berhenti mengikuti saya " Ucap aluna tegas.
Arman langsung terdiam dan berhenti mengikuti langkah aluna,dia tidak percaya ibu dosen incarannyq tidak mau di ganggu olehnya. Arman membiarkan aluna masuk keruangannya sedangkan dirinya kembali menghampiri teman - teman nya.
" Bu , aluna sudah selesai kan? Tidak ada kelas lagi ?" Tanya salah satu dosen senior.
" Iya bu sudah, ini sedang bersiap - siap untuk pulang sembari menunggu suami saya menjemput. Ibu indri juga mau pulang ya ?" Tanya aluna dengan sopan.
" Saya masih ada 1 kelas lagi bu, ehh bu... Para mahasiswa pada naksir ibu tuh. Hahaa... Mereka tidak tahu saja kalau dosen cantiknya ini sudah bersuami. Bisa patah hati berjamaah kalau mereka tahu ibu aluna sudah menikah " Ucap ibu indri sambil terkekeh.
" Masak sih bu, tapi tadi ada kok yang sudaj tahu. Ada - ada kelakuan mereka ya bu, masak tidak bisa membedakan mana yang sudah menikah dan yang belum menikah. Padahal sekarang saya juga sedang hamil , lucu saja kalau mereka menyukai ku bu. " Jawab aluna sambil terkekeh dengan tangan terus membereskan buku - buku diatas mejanya.
__ADS_1
" Yah begitulah bu. Kalau saya tidak tahu bu aluna dari zaman ibu kuliah S1 dan S2 di kampus ini , mungkin aku juga akan mengira ibu ini masih gadis ting - ting. Ibu cantik dan masih muda banget, kalau boleh tahu ibu sekarang umur berapa ?" Tanya ibu indri serius ingin tahu usia Aluna.
" Jalan 24 tahun bu " Jawab aluna jujur.
Ibu indri menganggukkan kepalanya, wajar kalau banyak mahasiswa yang mengincar aluna. Usia aluna memang masih muda, indri tahu siapa aluna dari zaman aluna kuliah S1 nya.
" Kalau begitu aku permisi duluan ya bu , suami saya sudah meeunggu di parkiran. " Ucap aluna dengan menyunggingkan senyum ramahnya.
" Og iya bu silahkan " Seru ibu indri sambil mengangguk.
Aluna keluar dari ruangannya dan berjalan menuju parkiran yang ada di halaman depan kampus. Para mahasiswa banyak memandang kearah aluna dan ada yang menyapa aluna, aluna hanya membalasnya dengan menganggukkan kepalanya.
" Mas , sudah dari tadi?" Tanya aluna saat sudah ada di parkiran mobil.
" Mungkin dari 5 menit yang lalu sayang. Emm.. Sepertinya istriku ini menjadi pusat perhatian para mahasiswanya, lihat tuh mereka memandang mu sampai segitunya. Mas cemburu loh " Ucap candra dengan pura - pura cemberut.
" Biarkan saja, yang penting hatiku tetap untuk suami tampan ku seorang " Jawab aluna terkeh.
" Dasar gombal ! Sudah pandai menggombal ya ? Siapa sih yang mengajarinya ?" Tanya candra .
" Kan suami ku yang mengajari. Ya sudah ayuk jalan mas, malu ah dulihatin mereka tuh. Didalam mobil terus tapi tidak jalan juga " Ucap aluna yang sudah mulai gerah di lihatin para mahasiswanya.
Candra mengangguk lalu mulai menghidupkan mesin mobilnya. Dengan pelan candra mulai menjalankan mobilnya keluar dari parkiran kampus.
********
Marko tetap mencari keberadaan meri yang sampai sekarang belum juga diketahui dimana tempat tinggal barunya.
[ Sudah , perempuan itu tinggal di desa XX dan sekarang dia membuka usaha toko sembako di kontrakan barunya. Alamat lengkapnya nanti saya kirim lewat chatt] Ucap orang suruhan marko.
[Baik saya tunggu ]
Klik...
Marko mematikan sambungan teleponnya dan kembali memasukan ke kantong celananya.
Ting
Notifikasi pesan masuk di ponsel marko, marko segera membukanya dan tersenyum melihat pesan yang dikirimkan oleh orang suruhannya.
__ADS_1
" Ternyata kamu cuma disini. Hemm... Aku harus segera menemui mu meri " Ucap marko.
Marko langsung menuju kealamat yang sudah dikirimkan oleh orang suruhannya. Tidak perlu waktu lama marko sudah sampai di depan toko meri. Marko turun dan langsung menuju toko sembako milik meri.
" Mau beli apa pak ?" Tanya meri yang belum mengetahui jika orang yang baru datang adalah marko.
" Marko !!" Seru meri saat mengetahui jika orang yang baru datang adalah marko.
Marko dan meri saling pandang , sesaat suasana hening. Marko dan meri sama - sama sibuk dengan fikirannya sendiri.
" Ada apa kamu datang kesini ?" Tanya meri.
" Emmm.... Aku ada perlu dengan mu, ini soal mala. Apa bisa kita bicara ?" Tanya marko.
" Baiklah kita bicara diteras rumah saja, aku tidak mau membuat warga berfikir aneh - aneh. " Ucap meri.
Marko mengangguk lalu mengikuti langkah meri menuju teras rumah kontrakannya. Sebelumnya meri masuk untuk membuatkan marko minuman, meri kembali keluar dengan membawa secangkir kopi untuk marko.
" Apa yang ingin kamu bicarakan ? Tolong cepat , karena aku tidak mau berlama - lama bicara dengan mu. " Ucap meri tanpa mau menatap wajah marko.
Marko mengangguk dan mulai menceritakan semua yang sudah terjadi dengan mala. Semua marko ceritakan tanpa ada yang ditinggal sedikitpun. Mata meri berkaca - kaca saat mendengar cerita marko, dia tidak menyangka mala bisa berubah dan ternyata ada peran dari pak andi dan aluna.
Selama ini dia sudah jahat dengan aluna dan tidak menganggap aluna sebagai anaknya. Ternyata aluna masih saja bersikap baik.
" Apa aku bisa bertemu mala ?" Tanya meri dengan mata berkaca - kaca.
" Aku kesini memang untuk mengajakmu bertemu dengan mala, mala sangat ingin bertemu dengan mama nya. Mala juga sudah mau untuk tinggal di pesantren " Ucap marko.
" Mala mau di pesantren ?" Tanya meri terkejut.
" Iya, itu semua juga berkat andi dan anaknya. Anak yang selama ini dia sia - siakan ternyata dia anak yang sangat luar biasa. Dia baik, dan sangat perduli dengan saudaranya.
Meri semakin terisak dan tergugu mendengar cerita marko. Dia sangat menyesal selama ini sudah memperlakukan aluna dengan tidak baik. Penyesalan selalu datang terakhir.
* Apa aku pantas disebut sebagai seorang ibu ? Selama ini aku sudah mengabaikan darah daginggku sendiri ?* Gumam meri dalam batinnya.
********
RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE , SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏