
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Mala sudah ada di rumah sakit, adit dan mama nya pun sudah datang menemui mala. Meri terus menghubungi suami nya namun tetap saja tidak bisa. Dia bingung karena mala membutuhkan biaya untuk rumah sakit. Dia tidak berani meminta kepada adit karena ada mama nta adit.
" Ma.. jadi aku keguguran ? " Tanya mala yang baru saja siuman.
" Iya mala kamu keguguran. Kandungan mu lemah, jadi saat kamu jatuh tadi sangat mempengaruhi kandungan mu. " Ucap mama meri menjelaskan.
* Akhirnya anak ini hilang juga. Bukan aku jahat, aku hanya belum siap dan sanggup saja punya anak. Aku masih ingin bebas dulu tanpa repot mengurus anak * Gumam mala dalam hati nya.
Mala memandang suami nya yang terlihat lesu, mala mengira jika suami bersedih karena dia keguguran. Sedih memang sedih, tapi yang bikin dia sedih karena sekarang dia sudah tidak punya apa - apa lagi. Sedangkan untuk biaya rumah sakit dia tidak punya uang, ada juga untuk kebutuhan nya.
" Jeng meri kalau begitu saya pulang dulu ya. Buat mala yang sabar ya nak, semoga kamu lekas membaik. Mama pulang dulu ya." Ucap mama mertua mala.
" Iya jeng Eka, hati - hati ya. Adit apa kamu mau mengantar mama mu pulang ?" Tanya meri memandang aneh ke arah adit.
Dia berharap adit tidak mengantar mama nya pulang karena ada yang ingin meri bicarakan dengan anak menantunya itu.
" Iya ma, tadi mama berangkat sama adit jadi adit harus mengantar mama dulu. " Ucap adit. Padahal mereka tadi datang dengan menaiki taksi online tentunya sang mama tidak perlu di antar.
" Oh ya sudah. Jangan lupa langsung balik kesini ya, karena mama mau pulang dulu. Kamu nanti jagain mala. " Ucap mama meri.
" Iya ma " Jawab Adit singkat.
Adit dan Mama nya keluar dari ruangan mala dan berjalan menuju lobby rumah sakit. Mereka menunggu taksi online yang sudah dipesan adit lewat aplikasi online di ponselnya.
" Dit, kalau kamu harus bolak - balik malah boros. Mama biar pulang sendiri saja, lagi pula naik taksi juga kan tidak naik mobil kita sendiri jadi kamu tidak perlu mengantar mama. Kamu temani saja istri mu, mama mertua mu kan mau pulang. Kalau dia minta kamu untuk membayar biaya rumah sakit bagaimana dit?" Tanya mama nya adit serius.
" Adit tidak tahu ma . Adit ada uang mungkin sekitar 5 juta saja. Kalau itu di pakai untuk bayar rumah sakit berarti adit tidak punya uang pegangan lagi. " Seru adit bingung.
" Tapi bagaimanapun mala itu sudah tanggung jawab kamu dit. Kalau mama dan papa tidak kesulitan begini pasti kami bis menolong mu. Tapi ya terserah kamu saja dit, ya sudah mama pulang ya itu pasti mobil taksi yang kamu pesan. Kamu masuk saja lagi temani istri mu " Ucap mama adit lalu masuk ke dalam mobil.
Mobil yang di tumpangi mama nya adit pun meninggalkan pekarangan rumah sakit. Adit mengikuti perintah mama nya untuk kembali ke kamar mala menggantikan mama mertua nya.
💞💞💞💞💞💞
__ADS_1
Meri sudah pulang ke rumah nya dan beristirahat sambil terus menghubungi suami nya. Namun tetap saja nomor ponsel suami nya tidak bisa di hubungi.
" Sebenarnya papa ini kemana sih kok ponsel nya tidak bisa di hubungi dari kemarin. Apa papa sengaja melakukan ini semua karena dia masih marah sama aku. Hemm... Kalau begini terus bisa gawat ini, bisa - bisa aku tidak di beri uang lagi. " Gerutu meri dengan kesal.
Meri terus berfikir bagaimana cara menghubungi suami nya. Akhirnya dia menemukan cara, dia menghubungi Aluna. Dia mengira suami nya ganti nomor ponsel dan hanya aluna yang di beritahu.
" Aku harus menghubungi Aluna " Gumam meri.
Meri mulai mencari kontak yang dia berinama Aluna dan langsung menekan tombol panggil.
Sementara itu Aluna yang baru saja sampai rumah kontrakan di kagetkan dengan bunyi nada dering ponsel nya. Aluna paham betul siapa yang menghubungi nya karena aluna membuat nada khusus untuk kontak mama meri.
[ Assalamualaikum ma ] Seru Aluna.
[ Waalaikumsalam !! Kamu dimana?] Tanya meri dengan ketus.
Dia yang menelpon dia juga yang bicara dengan nada ketus, beruntung Aluna yang dia hubungi. Kalau selain Aluna pasti sudah di putus sambungan telepon nya.
[ Aluna di kontrakan ma, baru saja pulang dari pabrik . Ada apa mama menelpon aluna , apa ada yang bisa aluna bantu.]
[ Kamu pasti tahu nomor ponsel papa mu yang baru. Cepat kirimkan karena aku ada perlu dengan nya, karena mala masuk rumah sakit dia keguguran ]
[ Hah ,, kak mala masuk rumah sakit ? Keguguran ? Kok bisa keguguran ma ?]
[ Tapi aluna tidak tahu nomor baru papa ma. Memang nya papa ganti nomor ponsel ya ?]
Sebenarnya Aluna tahu jika papa nya tidak ganti nomor ponsel tapi ponsel papa nya sengaja dimatikan karena malas di hubungi terus menerus sama mama meri. Lagi pula pak andi juga sedang cuti dan hari ini terakhir dia cuti.
[ Buang - buang waktu ku saja aku menghubungi kamu ].
[ Kan aluna tidak minta mama telepon.]
Tut Tut Tut
Sambungan telepon langsung dimatikan secara sepihak oleh mama meri.
" Siapa yang masuk rumah sakit Lun ?" Tanya pak andi yang baru saja masuk.
Tadi pak andi ada di halaman belakang sedang menanam sayuran. Dia mendengar jika Aluna sedang bertepon tapu tidak jelas dengan siapa.
" Emm...tadi yang telepon mama pa, kata mama kak mala masuk rumah sakit karena keguguran. Dan mama menghubungi papa tidak bisa. Mama mau minta uang untuk biaya rumah sakit." Ucap aluna menjaskan.
" Mala keguguran " Seru pak andi kaget.
__ADS_1
" Iya pa" Jawab aluna singkat.
Sebagai seorang ayah mendengar anak nya masuk rumah sakit tentunya sangat khawatir, apalagi masuk rumah sakit karena keguguran. Pak andi pun masuk kamar nya untuk menghubungi istrinya menanyakan keadaan mala.
" Papa ke kamar dulu ya Lun,papa mau telepon mama menanyakan kabar kakak mu. " Ucap pak andi.
" Iya pa. Bila perlu nanti luna jenguk kak Mala tapi menunggu kak Candra pulang. Dia masih ada urusan di pabrik jadi pulang terlambat.
Candra sedang menyelesaikan urusan nya dengan pak Tirta. Pak tirta berniat mengganti uang kerugian pabrik dengan tanah warisan sang istri,namun belum di setujui oleh candra.
" Iya nanti kita bicarakan lagi, papa masuk kamar dulu " Ucap pak andi lalu masuk ke kamar.
Di dalam karmar pak andi langsung mengambil ponsel yang dari kemarin dia letakkan kan di atas nakas samping tempat tidur. Lalu mengaktifkan ponsel yang sudah dua hari tidak dia aktifkan itu lalu menghubungi istrinya.
[ Assalamualaikum ma ].Ucap pak andi.
[ Papa..... !! Akhirnya papa menelpon juga. Mama dari kemarin menghubungi papa tapi tidak bisa juga. ]
[ Maaf ma, ponsel papa dua hari ini rusak dan bari bisadi benerin. Makanya ponsel papa tidak bisa di hubungi, lagi pula disini sinyal juga lumayan susah ma.] Jawab pak andi berbohong.
[ Pa, mala masuk rumah sakit karena keguguran. Kasihan mala pa ,dia sangat sedih karena kandungan nya tidak terselamatkan.] Ucap meri.
Padahal mala sangat senang kandungan nya keguguran karena dia sebenarnya belum mau punya anak.
[ Hah...mala keguguran ? Terus sekarang keadaan nya bagaimana ? ] Tanya pak andi pura - pura tidak tahu.
[ Keadaan nya sudah membaik dan besok sudah boleh pulang. Tapi pa,mama tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit.]
[ Kan ada adit ma, harus nya adit tanggung jawab dong karena mala kan istrinya adit.]
[ Tapi adit katanya tidak punya uang pa, uang nya sudah buat servise mobil sama modal usaha sama teman - teman nya ] Ucap mama meri bicara berbohong. Padahal dia belum bicara soal uang sama adit, adit hanya bilang jika saat ini mobil nya di bengkel.
[ Ya sudah nanti papa urus biaya rumah sakit nya. Mala di rawat di Rumah sakit XX ya ]
[ Iya pa ]
Pak andi langsung mematikan sambungan telepon nya. Pak andi pun langsung menghubungi nomor rumah sakit yang memang dia simpan di kontak ponsel nya. Pak andi akan menanyakan jumlah tagihan biaya rumah sakit mala sampai besok siang .
*******
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK 🙏❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️