
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Kalau kamu tidak bisa berubah lebih baik kita berpisah saja, karena aku tidak sanggup lagi menghadapi sifat arogant kamu , cemburuan, curigaan. Aku jenuh dengan sikap kamu Julia. " Ucap marko dengan kesal.
Saat ini Julia dan marko kembali bersitegang karena julia melarang marko untuk pergi kerumah candra untuk melihat anak candra dan aluna. Sudah dua minggu ini aluna melahirkan marko maupun julia belum sempat melihat bayi aluna, bahkan saat syukuran marko dan julia juga diundang tetapi Julia tidak memperbolehkan Marko datang keacara tersebut dengan alasan julia sakit. Padahal dia sengaja tidak mau datang karena memang malas bergabung dengan keluarga besar candra dan mala.
" Mas,kamu kenapa jadi seperti ini ? Padahal aku cuma melarangmu untuk kerumah mereka tapi kenapa mas marah dan bahkan mengancamku untuk pisah. Kamu jahat mas, kamu keterlaluan " Ucap julia dengan kesal.
* Aku memang tidak suka jika mas marko terlalu dekat dengan keluarga aluna dan candra, bahkan aku sendiri juga tidak suka dengan mereka semua. Apalagi sama keluarga candra , entah kenapa aku jadi malas dengan mereka. Awalnya sih karena aku malu karena kejahatanku saat mencoba mencelakai aluna tempo dulu, terus ditambah aku menikah sama pria yang lebih pantas jadi papaku. Padahal dulu aku mencintai candra dan mengejar - Ngejar candra * Gumam julia dalam hatinya.
Marko tetap akan pergi meskipun Julia tidak mengizinkannya. Dia merasa tidak enak dengan candra dan aluna sebab sampai sekarang marko belum memberi selamat atas kelahiran anak candra. Apalagi kini mereka sudah menjadi saudara.
" Kalau kamu mau ikut ya tidak masalah, tapi jika kamu tidak mau ikut terserah. Tolong jangan sampai aku mengucapkan kata yang tidak selayaknya aku ucapkan. Kamu itu sudah dewasa seharusnya bisa tahu baik dan buruknya. Jangan bisanya cuma cemburu dan curiga terus menerus!" Bentak marko dengan kesal.
" Baiklah kamu boleh pergi dan aku ikut, sebenarnya aku malas pergi kesana. Karena disana itu isinya orang - orang yang sombong " Ucap julia akhirnya mau ikut.
Julia bersiap dan marko sudah menunggu di dalam mobil, dia sebenarnya malas jika pergi diikuti Julia. Karena pasti julia akan ribut dan membuat onar. Setelah menunggu 10 menit julia sudah siap dan masuk kemobil, marko kaget dengan dandanan julia yang terlalu mencolok seperti ibu - ibu sosialita. Mek up tebal dan perhiasan yang berentetan ditangan , sepertinya hampir semua perhiasan koleksinya dipakai.
Haaaaahhhhh
Marko membuang nafas dengan berat melihat dandanan istrinya. Alamat dia akan malu karena Julia, menurutnya mek up julia terlalu berlebihan bahkan julia terlihat lebih tua dari umurnya.
* Terima nasib sajalah * Gumam marko dengan lemas.
Marko melajukan mobil meninggalkan rumah nya menuju rumah candra. Sebelumnya marko memang sudah menyiapkan hadiah untuk anak Aluna dan candra , setelah 30 menit mobil marko sudah sampai di depan rumah aluna dan candra.
Rumah candra terlihat ramai, dan mobil surya juga ada di sana. Sudah pasti saat ini keluarga sedang berkumpul . Dengan segera marko dan julia turun dari mobil. Melihat ada mobil yang berhenti di depan rumahnya , membuat candra keluar rumah dan melihat ada siapa yang datang.
" Wah ternyata tamu jauh. Kemana saja bang kok baru kelihatan ?" Tanya candra tetap memanggil marko dengan panggilan Abang.
" Maaf baru sempat datang Candra, sepertinya pada kumpul ya ?" Tanya marko.
" Oh.. biasa bang ada surya sama mala. Terus ada mama sama papa juga, semenjak cucunya lahir mereka lebih senang menghabiskan waktu disini. Oh iya julia kamu apa kabar ? Masuk yuk " Ucap candra dengan ramah.
" Kabar ku baik " Jawab Julia singkat.
Marko hanya melirik istrinya sekilas lalu mengikuti langkah kaki candra masuk kerumah. Ternyata disana ada meri juga, padahal marko tadi sudah sedikit tenang saat candra tidak menyebut nama meri. Ternyata meri ada juga disana.
__ADS_1
" Wah ada papa mertua dan mama mertua nih , sepertinya ada yang lahi jeles nih " Ucap surya menyambut kedatangan marko dan julia.
" Mas jangan meledek , nanti ada yang ngamuk loh " Ucap mala sengaja melirik kearah Julia.
Julia hanya mencebikkan bibirnya sambil melirik Mala dan surya secara bergantian. Dia punya rencana untuk membalas mala, dia akan membuat mala cemburu.
" Anak menantuku ini tambah ganteng saja sih , kamu apa kabar surya ?" Tanya julia sambil mengusap pipi Surya dengan lembut. Marko melihat kelakuan julia hanya bisa memendam rasa kesalnya.
Surya merasa risih dan jijik dengan kelakuan julia, diapun secara refleks mendorong Julia menjauh dan tanpa disangka julia sampai jatuh dilantai. Sebagai suami marko justru membiarkan dan tidak mau membantu Julia, biarkan saja itu juga atas ulah Julia.
" Jangan pegang - pegang aku. Aku risih dipegang wanita selain istriku tercinta ." Ucap surya sambil merangkul mala.
Pak andi dan pak akbar mengajak marko untuk ikut bergabung mengobrol diteras belakang saja sembari melihat - lihat ikan hias koleksi pak andi. Tidak hanya dikoleksi jika ada yang beli juga akan dijual.
" Mala ,kamu buatkan mama dan papa kamu minum." Ucap meri .
" Ok ma, dengan senang hati " Jawab mala sambil mengacungkan jempol tangannya.
" Aku tidak perlu kamu buatkan minuman, nanti kamu justru memasukan racun atau obat pencahar dalam minuman ku " Ucap julia menaruh rasa curiga dengan anak menantunya sendiri.
" Wah ide bagus itu sayang, kebetulan aku bawa racun tikus nih. Kalau kamu mau meracuni ibu mertua mu aku akan memberikannya untukmu. Tenang saja tidak bakal mati kok, mungkin hanya masuk rumah sakit saja. Mau dicoba ?" Tanya surya menatap julia.
" Kurangajar ya kamu surya. Aku ini mama mertua kamu loh tapi kamu ini tidak ada sopannya sama sekali sama saya. Jangan mentang - mentang kita ini dulunya teman jadi kamu bisa seenaknya sama saya. Dasar menantu tidak tahu sopan santun, menyesal aku merestui pernikahan kalian " Ucap julia dengan kesal.
Mala datang dengan membawa dua cangkir teh untuk Julia dan Marko. Setelah meletakkan teh untuk julia, mala keteras belakang untuk mengantarkan teh untuk marko.
" Diminum tehnya mbak, jangan takut tidak mungkin kakak ku memasukan racun " Ucap aluna sambil tersenyum ramah.
" Yakin tidak ada racunnya ?" Tanya julia ragu.
* Ini orang kok bodoh banget sih, mana mungkin dirumahku ada racun ? Julia - julia bodoh kok dipelihara * Gumam candra dalam hatinya.
" Tenang saja, itu teh aman kok. Tidak mungkin aku mencelakai istri papaku sendiri. " Ucap mala dengan ketus.
Setelah mala bicara seperti itu juliapun meminum teh buatan mala. Dan benar saja didalam teh itu tidak ada racunnya sama sekali. Julia menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa dan mengambil ponsel dari dalam tasnya dan memainkannya.
" Jadi jeng meri mau rujuk sama pak andi ? Kalau saya sih ikut senang saja, selagi masih saling nyaman dan cinta ya kami semu mendukung" Ucap mama sita.
Ucapan mama sita tadi berhasil membuat julia mengalihkan pandanganya dari ponsel dan dia fokus mendengarkan obrolan meri dan sita.
" Iya jeng, insya allah minggu depan kami akan ke KUA untuk ijab qabul lagi " Ucap meri dengan serius.
" Nah gitu dong kalau mau rujuk ya rujuk saja, jangan sampai ganggu suami orang. Jangan jadi benalu dalam rumah tangga orang. Memangnya aku tidak tahu kalau selama ini tante meri diam - diam cari perhatian sama suami saya. Beruntungnya suami saya tidak tergoda, karena masih cantikan saya kemana - mana " Ucap Julia dengan percaya diri yang tinggi.
__ADS_1
" Julia ! Bisa tidak sih kamu ini tidak julit sama orang. Sejak kapan mama meri mengganggu rumah tangga kamu dan bang marko ? Kalau mama meri mau sebelum ada kamu, mama pasti mau menerima lamaran bang marko. Justru kamu ituloh yang jadi pengganggu rumah tanggaku , rumah tangga surya. Memangnya kami tidak tahu jika diam - diam kamu ini masih mengagumi kami. Kasihan banget sih kasih tak sampai" Ucap candra dengan kesal.
Melihat suasana semakin tidak sehat dan tidak bagus untuk anaknya. Aluna meminta kepada kedua mamanya untuk membawa Rayyan masuk kamar, kebetulan Rayyan juga sudah tertidur. Meri dan sita mengiyakan sebab mereka juga malas berlama - lama ada didekat Julia, bawaannya pengen mencubit mulut julia terus menerus .
Julia kini merasa si keroyok dengan dua pasang suami istri yang saat ini memandang tajam kearahnya.
" Awas kalau kalian sampai main kasar, akan aku adukan sama mas marko. Dan kamu mala ! Saya ini mama tiri kamu , seharusnya kamu itu bisa hormat dan patuh sama saya. Anak dan ibu kok sama saja, sama - sama menjengkelkan " Ucap julia sambil berkacak pinggang.
" Kamu ini ngomong apa sih ? Jangan asal bicara kamu ya, bisa aku suntik racun kamu nanti. Eh, ngomong - ngomong kamu tadi habis bedak berapa kilo. Tebal banget itu muka . Hahahaaa " Ucap surya lalu tertawa dengan keras.
* Aku disini cuma dijadikan bahan tertawaan mereka saja, tahu begitu tadi aku tidak ikut. Tapi kalau aku tidak ikut pasti janda gatal si meri itu akan tebar pesona dan mencari perhatiaan mas marko. * Gumam julia dalam hatinya.
Saat mereka sedang asik tertawa dari arah pintu depan masuk adit dan tika. Perut tika sudah terlihat besar, dan tika juga terlihat makin cantik dan badannya pun makin berisi.
" Wah, sepertinya seru nih. Sedang ngetawain apa sih ?" Tanya tika yang sudah ikut bergabung.
" Ngetawain kuda lumping" Jawab surya semakin membuat mereka tertawa.
Tika dan adit hanya ikut tertawa saja, padahal mereka juga baru datang dan belum tahu topik pembicaraan dengan pasti. Kedatangan adit dan tika juga memang atas undangan Candra, ada bisnis baru yang ingin dibicarakan oleh surya, candra dan adit.
Candra dan surya berencana ingin membuat usaha baru subidang transportasi. Dimana mereka akan menyediakan jasa transportasi, seperti travel dan taksi online. Surya dan Candra sepakat jika adit yang akan mengelola usaha baru mereka,dimana adit yang sudah berpengalaman dan tahu tentang dunia bisnis transpirtasi.
" Kita bicara diruang depan saja ya, di teras belakang ada para kakek yang sedang asik sama ikan hias " Ucap candra.
Surya dan adit setuju , dan mereka bertigapun kini sudah berada di ruang depan. Candrapun memberitahu adit apa tujuannya diundang kemari, adit begitu senang bisa dilibatkan dalam usaha baru candra dan surya.
" Apa kalian percaya begitu saja sama saya ?" Tanya adit.
" Kami percaya, jika kamu macam - macam gampang kami bisa langsung menuntut mu " Ucap surya menambahi.
" Insya Allah aku akan amanah ." Jawab adit penuh keyakinan.
Dua minibus sudah ada yang akan digunakan untuk travel jarak jauh. Sedangkan untuk taksi sementara ada 4 mobil, mobil candra 2, mobil surya 1 dan 1 lagi mobil sumbangan dari orang tua Candra. Jika usaha mereka berjalan dengan baik , mereka akan menambah unit mobil dan minibus.
" Oh iya, besok lusa sahabatku dari amsterdam akan datang, nanti aku kenalkan kalian sama mereka. Mereka itu pembisnis handal, nanti bisa tanya - tanya juga soal bisnis sama mereka. Siapa tahu diantara kalian berdua akan mendirikan perusahaan " Ucap candra.
" Heleh... kalau soal bisnis atau perusahaan ngapain harus menunggu teman mu itu datang. Tanya sama kamu juga bisa, jangan kamu kira kami ini tidak tahu jika diluar negeri sana kamu punya perusahaan." Ucap surya sambil menepuk punggung candra.
" Bisa saja kamu Sur " Jawab candra sambil meringis.
Ternyata hari juga sudah semakin siang dan jam makan siangpun suddh tiba. Candra dan aluna selaku tuan rumah mengajak mereka semua untuk makan siang secara bersama - sama .
********
__ADS_1
JANGAN LUPA KASIH VOTE DAN DUKUNGANNYA YA KAK 🙏❤️