
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Di tempat lain marko dan meri menjenguk mala , mala sudah bisa menerima takdirnya, sudah bisa menerima kenyataan jika marko ayah kandungnya. Perasaanya kini sudah berubah perasaan sayang dan cinta antara ayah dan anak. Marko dan meri sangat senang melihat perubahan mala yang benar - benar secepat itu.
Ternyata saat marko dan meri menjenguk mala ada pak andi juga yang saat ini sedang menjenguk mala. Pertemuan mereka sama sekali tidak terencana.
" Papa, andi bagaimana kabarnya aluna ?" Tanya mala menanyakan kabar saudaranya.
" Alhamdulillah aluna baik mala, sekarang sia sedang ada di kota dirumah mertuanya. Kemarin papa sempat ikut dua hari kesana, mungkin 2 hari lagi aluna juga pulang. Dia tidak bisa berlama-lama disana, karena pekerjaannya juga ada disini." Ucap pak andi menjelaskan.
" Aku ikut senang mendengar aluna dan candra hidup bahagia. Semoga kelak aku bisa mendapatkan jodoh yang bisa membimbingku dan bisa menjadi imamku " Ucap mala yang kini bicaranya sudah berubah dengan ucapan yang lemah lembut.
" Aamiin " Jawab pak andi.
Marko dan meri sedari tadi hanya menyimak obrolan antara mala dan pak andi. Mereka sengaja memberikan waktu pak andi untuk berbincang dengan mala.
" Sepertinya sudah siang papa pamit dulu ya " Ucap pak andi berpamitan.
" Iya pa. Terimakasih sudah jengukin mala dan titip salam untuk aluna. " Ucap mala lagi.
Pak andi mengangguk lalu menyalami mala, mala mencium tangan pak andi dengan takzim. Saat pak andi menyalami marko tatapan matanya masih menyiratkan tatapan penuh kebencian. Dia bisa memaafkan namun belum bisa melupakan semua perbuatan marko.
" Jangan kamu buat mala bersedih lagi. Sekali lagi kamu menyakiti mala dan mengajaknya kejalan dosa, aku pastikan kamu akan menyesal " Ucap pak andi berbisik di telinga marko.
" Kamu tenang saja , aku akan berusaha menjadi ayah yang baik untuk mala. Terimakasih untuk semuanya" Jawab marko dengan pelan.
Pak andi meninggalkan pondok dengan perasaan lega karena kini mala sudah berubah lebih baik begitupun dengan marko.
" Mama, papa belum mau pulang ?" Tanya mala dengan senyum manis mengembang dibibir nya.
" Mama, sama papa marko juga mau pulang kok . Kamu belum mau pulang dan tinggal sama mama ?" Tanya meri sambil mengusap lembut kepala mala.
" Belum saatnya mala pulang ma. Nanti kalau sudah saatnya pulang pasti mala pulang. Mala juga ingin melanjutkan kuliah mala ma, tapi tidak sekarang. Papa marko tolong jaga mama ya. Jika papa dan mama ingin menikah mala sudah ikhlas dan mala ikut bahagia, kemarin mala sempat bilang jika mama dan papa ingin menikah harus menunggu mala pulang.Tapi sekarang mala berubah fikiran , mama dan papa bisa menikah kapanpun tanpa harus menunggu mala " Ucap mala penuh keyakinan.
__ADS_1
Marko dan meri serempak menggelengkan kepalanya, mereka sudah memutuskan tidak akan menikah dan akan hidup masing - masing dan mencari kebahagiaannya masing - masing.
" Mama dan papa marko sudah memutuskan jika kita tidak akan menikah. " Ucap mama meri dengan serius.
" Kenapa ma ? Apa karena mala ? Mala sudah ikhlas ma, mala sudah tidak seperti dulu lagi. Papa marko bisa menikahi mama " Ucap mala.
" Tidak mala ! Hubungan kami sudah tidak bisa dilanjutkan, karena memang cinta diantara kami sudah menghilang. Sekarang yang jadi prioritas kami adalah kamu, bagaimana kamu bisa menemukan kebahagiaan mu dan bagaimana kamu bisa menjalani kehidupan baru mu. Biarkan kami hidup masing - masing, tapi kamu jangan khawatir, kami tetap orang tua kamu. " Ucap marko bicara dengan bijak.
" Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kalian. " Ucap mala lagi.
Sudah satu jam mala , meri dan marko berbincang - bincang. Akhirnya meri dan marko memutuskan untuk pulang.
**********
* Masih berani juga anak itu datang kerumah ini * Gumam candra saat melihat julia turun dari mobil dan berjalan dengan angkuhnya menuju pintu utama rumah orang tua candra.
Candra memperhatikan julia dari atas balkon kamar nya. Hari ini candra memang tidak kemana - mana karena memang tidak ada pekerjaan yang mendesak. Apalagi besok lusa dia dan aluna sudah harus pulang kedesa. Pekerjaan mereka disana sudah menanti, tidak bisa ditinggalkan terlalu lama.
" Hallo tante sita.... " Seru julia masuk tanpa permisi dan mengucapkan salam terlebih dahulu. Bahkan kacamata hitamnya masih saja nangkring di atas hidup oplas nya.
* Ngapain wanita licik ini datang kesini * Gumam mama sita kesal.
" Mama kok pertanyaannya seperti itu? Julia itu tamu kita loh ma " Ucap pak akbar menegur sikap suaminya.
Meskipun pak akbar sudah tahu julia seperti apa,dia tidak mau menunjukan ketidak sukaannya begitu saja terhadap julia. Dia masih bersikap biasa saja seolah tidak tahu apa - apa,itu dia lakukan karena orang tua julia juga sahabatnya.
" Papa ini " Seru mama sita melirik pak akbar yang sedang fokus dengan korannya.
" Tante marah sama julia ya ?" Tanya julia dengan menunjukan wajah sedih.
" Tidak kok. Oh iya silahkan duduk julia, kamu mau minum apa ?" Tanya mama sita.
" Tidak usah repot - repot tante,nanti kalau julia haus bisa ambil sendiri. Juliakan memang sudah terbiasa jika dirumah ini suka ambil makan dan minum sendiri. Oh iya tante,candra mana ?" Tanya julia menanyakan keberadaan candra.
Tidak tahu malu datang kerumah orang tapi sudah menganggap seperti rumah sendiri, bahkan tidak sungkan menanyakan keberadaan pria yang sudah jelas - jelas beristri.
" Ada dikamar sama aluna " Jawab mama sita.
" Kok jam segini ada dikamar sih ? Mana berdua - duaan lagi. Apa aluna itu tidak malu di jam segini kok masih saja dikamar, seharusnya dia itu membantu pekerjaan rumah. Inikan rumah mertuanya, dia harus bisa menempatkan dirinya. Biar julia panggil mereka untuk turun ya tante " Ucap julia lalu hendak bangkit dan memanggil aluna dan candra.
__ADS_1
" Jangan !! Biarkan mereka betirahat dikamar. Lagipula tidak ada pekerjaan yang harus dikerjakan aluna, semua sudah dikerjakan samq tartik. Lagipula aluna itu disini menantu saya bukan pembantu yang harus mengerjakan ini dan itu. Kalau kamu mau membantu tartik tidak apa - apa kok Julia." Ucap mama sita membuat julia langsung menelan salivanya sendiri.
Padahal dia berniat untuk memproksi mama sita agar membenci aluna namun gagal total. Justru dia yang disuruh membantu pekerjaan tartik.
Julia mengubah topik pembicaraannya, dia tidak mau jika salah bicara dan membuat mama sita membencinya.
" Maaf tante,, oh iya tante kita kesalon yuk ? Sudah lama loh kita tidak nyalon bareng, aku kangen masa-masa nyalon sama tante." Ucap Julia sambil tersenyum mengingat saat mereka pergi nyalon bareng dengan menghabiskan waktu seharian hanya untuk mempercantik diri.
" Tante lagi males julia. " Jawab mama sita dengan singkat.
" Oh.... Om akbar sudah sehat?" Tanya julia beralih menyapa pak akbar.
" Om sudah sehat kok julia.. Bahkan om juga sudah siap lusa mau kedesa melihat pabrik pengolahan teh yang ada di desa XX. " Ucap pak akbar terdengar ramah.
" Wah... Berarti candra juga ikut om ?" Tanya julia antisius.
Jika candra ikut sudah pasti julia juga akan ikut, mungkin julia lupa jika desa XX adalah tempat tinggal aluna. Sudah pasti bukan hanya candra saja yang ikut tapi aluna juga ikut karena mereka sekalian pulang.
" Iya,aluna juga ikut. Karena desa XX itukan tempat tinggal mereka , pekerjaan mereka juga ada disana " Ucap pak akbar.
" Memangnya aluna apasih pekerjaanya om kok kelihatannya dia sibuk banget?" Tanya julia ingin tahu pekerjaan aluna.
Belum sempat pak akbar menjawab tiba - tiba mama sita menyela, menanyakan soal anak lelaki yang bernama kenzo.
" Kenapa kamu tidak membawa kenzo main kesini julia? Lain kali kalau kesini ajak serta kenzo ya " Seru mama sita dengan senyum sedikit sinis namun julia tidak menyadarinya.
" Emm... Iya tante besok saya ajak kenzo datang kesini. Dia tadi sedang ikut mama ke supermarket jadi julia tidak mengajaknya. " Jawab julia beralasan. Padahal kenzo ada dirumah sama pengasuhnya, jangankan mengajak kenzo pergi mengajak kenzo bicara saja tidak pernah.
" Padahal kenzo itu anak angkat ya, tapi kok mirip banget sama kamu. Seperti kecilnya kamu dulu " Ucapan mama sita semakin membuat julia salah tingkah dan tidak nyaman.
Julia hanya meringis sambil sesekali membenarkan rambutnya yang tergerai dengan menyelipkan di belakang telinganya. Jika bicara soal kenzo , julia tidak bisa tenang ada saja hal yang membuatnya gugup.
* Kok candra tidak turun juga sih, sebebarnya apa yang mereka lakukan didalam kamar sana. Lagipula ini kenapa tante sita membicarakan soal kenzo , males banget membahas anak pembawa sial itu * Gerutu julia dalam hatiny.
*********
RATE BINTANG 5 NYA YA KAK.
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️