Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Teman candra


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Pagi ini kebetulan memang hari libur, aluna mengajak candra untuk berkunjung ketempat mala. Dan candra sama sekali tidak keberatan dia mengikuti apa yang diinginkan oleh sang istri tercintanya, padahal hari ini dia sudah ada janji ingin main badmintoon sama surya dan terpaksa digagalkan karena sang istri mengajak pergi.


" Nanti kerumah mama meri dulu ya mas, sekalian jemput mama dia mau ikut." Ucap aluna saat mereka sedang bersiap.


" Emm...sudah bilang sama papa belum kalau mama mau satu mobil sama kita ? Bukannya apa - apa, mas tahu papa dan mama itu masih saling canggung terlihat sekali saat kemarin mereka makan bareng kita " Ucap candra.Dia hanya takut membuat mertuanya tidak nyaman.


Aluna tersenyum sambil mencubit hidung suaminya yang mancung sampai suaminya mengaduh kesakitan.


" Aduh... Sakit sayang. Nanti kalau hidung mas pesek bagaimana ? Kamu jugakan yang rugi karena ketampananku ini akan berkurang " Ucap candra.


" Lebay banget sih mas. Oh iya, papa tidak ikut karena minggu kemarin dia sudah kesana menemui kak mala. Hari ini hanya mama saja yang ikut." Ucap aluna menjelaskan.


" Oh... Ya sudah mas telepon surya dulu ya, mas soalnya sudah bikin janji mau main badmintoon sama surya.Kalau mas tidak mengabari dia nanti dia nungguin mas sampai kering " Ucap candra sambil terkekeh.


Aluna mengangguk sambil. Dia memilih segera bersiap agar lebih cepat berangkatnya. Jaraknya memang tidak terlalu jau sekitar 1 jampun sudah sampai, aluna hanya ingin segera berangkat dan mampir kerumah mama meri untuk mengambil mangga muda terlebih dahulu.


" Emmm... Sayang katanya surya mau ikut , apa boleh ?" Tanya candra serius.


" Boleh dong mas, sekalian biar dia yang nyupirin mobil jadi kamu tidak capek kan . Heheee " Ucap aluna sambil terkekeh.


" Wah..ide bagus tuh. Baiklah mas kasih tahu surya dulu ya. "


Candra menghubungi surya kembali, setelah menghubungi surya dia juga bersiap - siap karena aluna sudah mengomel menyuruhnya segera bersiap. Selesai bersiap surya pun sudah datang, tanpa menunggu lama mereka berangkat .


" Mas surya sudah punya pacar ?" Tanya aluna saat jalan menuju rumah kontrakan mama meri.


" Belum , tidak ada cewek yang mau sama saya. " Jawab surya dengan raut wajah sedihnya.


" Kalau sama kakak ku mau tidak ? Dia cantikku, pasti mas surya nanti suka. Tapi dia ini sedikit galak, itu tugas mas surya untuk meluluhkan hati kakakku. " Ucap aluna dan mendapat anggukan dari surya.

__ADS_1


Candra sebagai pendengar hanya ikut menganggukkan kepalanya. Jika surya dengan mala , candra setuju - setuju saja. Sebab mereka sama - sama mempunyai masalalu yang kelam. Baik mala maupun surya pasti akan mencari pasangan hidup yang bisa menerima masalalu mereka.


* Jika memang mala mau aku akan membantu untuk bicara dengan surya. Surya sebenarnya orang yang baik, hanya saja dulu pergaulannya terlalu bebas. Keluar masuk hotel dengan wanita itu sudah bukan hal yang aneh buat surya. Tapi sekarang dia sudah berubah, semoga surya segera menemukan jodohnya * Gumam candra dalam hatinya.


Mobil yang dikendarai surya sudah sampai di depan warung meri. Warung meri hanya dibuka sedikit saja karena dia ingin pergi, sembari menunggu aluna dia berinisiatif membuka warungnya sebentar dan itupun hanya dibuka sedikit saja.


" Mama aku mau ambil mangga dulu ya " Ucap aluna langsung berlari kearah pohon mangga. Candra mengikutinya dari belakang.


Surya membantu meri merapikan dan menutup warung. Warungpun sudah selesai ditutup dan aluna sudah selesai mengambil mangga mudanya, hampir satu kantong plastik penuh yang aluna ambil. Surya mulai menjalankan mobil menuju tempat mala, saat dalam perjalanan surya mengingat - ingat jika dia pernah jalanan itu tapi lupa mau kemana.


* Sepertinya aku pernah lewat daerah sini. Tapi dimana ya ? Hemmm.... Oh iya ingat waktu itu aku mau mengantarkan titipan mama untuk saudara mama yang tinggal di daerah sini dan waktu itu aku lewat sini terus secara kebetulan ketemu sama dua gadis aneh * Gumam surya dalam batinnya.


Mobilpun berbelok kesalah satu bangunan yang tidak asing lagi bagi surya. Iya bangunan sebuah pondok pesantren yang tidak terlalu besar namun terlihat ramai dan asri serta damai.


" Aku pernah kesiniloh seminggu yang lalu " Ucap surya tiba - tiba.


" Serius ? Ngapain kamu kesini ?" Tanya candra segera ingin tahu jawaban surya.


" Nganterin orang yang baru pulang belanja, kasihan barang belanjaannya banyak dan dia menunggu angkot sampai sore tidak kunjung datang. Lagipula aku sekalian kerumah teman mama nganterin titipan mama, jadi aku anterin tuh 2 cewek yang aneh. Jadi kakak kamu disini juga lun ?" Ucap surya dengan gaya bicara yang bisa dibilang rada tengil, hahaa... Surya memang seperti itu.


" Kak mala memang disini,dia belajar sambil mengabdikan dirinya disini.. Mama sudah keluar semua ma oleh - oleh untuk kak malanya." Ucap aluna memastikan agar tidak ada yang tertinggal dimobil.


Mereka berempat jalan beriringan, aluna dan mama meri berjalan lebih dulu. Sedangkan candra dan surya ada dibelakangnya sambil membawa beberapa kantong plastik yang berisi oleh - oleh.


" Assalamualaikum , mama, aluna " Ucap mala saat menghampiri keluarganya yang ada di gazebo tempat biasa yang digunakan untuk menerima tamu.


Tadi mereka sudah sempat berbincang - bincang dengan pengurus pondok. Setelah mala datang pengurus pondok nemilih pergi karena ingin memberi kebebasan mala mengobrol dengan orang tuanya.


" Wa'alaikumsalam kak " Jawab aluna.


" Wa'alaikumsalam Mala " Jawab meri hampir bersamaan dengan aluna.


Candra dan surya masuk lebih akhir karena tadi mereka memilih melihat - lihat seputaran pondok terlebih dahulu. Mala sendiri kaget saat melihat ada pria aneh yang ikut datang bersama dengan mamanya dan candra.


* Ngapain pria aneh ini ada disini ?* Gumam mala dalam batinnya.


" Kamu ngapain ada disini ?" Tanya mala menatap sinis surya.

__ADS_1


" Aku kesini ikut sama mereka , memangnya kenapa ? Tidak boleh ? " Ucap surya lagi.


" Kalian sudah saling kenal ?" Tanya candra heran karena mala dan surya sudah saling mengenal.


Mala menatap tajam kearah surya, begitupun surya . Dia ingat betul bagaimana mala mengatainya lelaki bawel dan bahkan beranggapan jika dirinya seorang penculik.


" Ini nih wanita yang pernah ngatain aku pria bawel dan menganggap aku penculik. Padahal aku berniat baik untuk menolongnya, coba kalau tidak aku antar pulang sudah pasti dia dan temannya sampai malam tuh nunggu angkot di pinggit jalan. Dia ini wanita yang ceritakan tadi, tidak menyangka ternyata dia ini kakaknya istri kamu Can. Cantik sih tapi galak !" Seru surya melirik mala yang masih melotot.


" Awas kamu ya, sudah sana pergi saja kamu " Ucap mala kesal.


Husssstt...


Meri menghentikan perdebatan antara mala dan surya, tidak enak jika didengar oleh pengurus pondok. Lagipula tidak seharusnya mala bersikap seperti itu sama lelaki, yang ada lelaki akan takut untuk mendekatinya.


" Sudah jangan ribut, malu didengar yang lainnya. Mala , ini itu surya. Dia teman candra dari kota , anaknya baik kok. Tadi saja dia bantuin mama menutup warung." Ucap meri memberi kesan baik untuk surya.


" Laki modelan dia ini pasti buaya darat ma. Baik cuma ada maunya saja " Ucap mala melirik sinis surya.


Aluna dan candra hanya tertawa saat mala mengatakan jika surya adalah buaya darat. Benar sih, dulu surya adalah buaya darat yang ulung. Tepatnya 5 tahun yang lalu , namun sekarang surya sudah berubah menjadi lelaki jomblo sejati.


" Jangan begitu mala , tidak baik menghakimi orang seperti itu. Oh iya ini mama bawa oleh - oleh untuk kamu. Kamu bisa bagikan juga sama yang laiinya, ini dari aluna ada banyak buah - buahan segar " Ucap meri sambil menyerahkan berbagai oleh - oleh kepada mala.


" Terimakasih ma. Terimakasih juga mala, emm...kandungan kamu sudah berapa bulan ?" Tanya mala sambil melirik kearah perut aluna yanv sudah mulai sdikit terlihat buncit.


" Sudah 3 bulan kak. Kak mala betah disini ? Kak mala juga tambah cantik " Ucap aluna memuji kecantikan kakaknya.


" Isshh... Kanu bisa saja. Masih cantikan kamu kok" Jawab mala malu - malu.


* Cantik darimana ? Yang ada galak dan sangar, takut juga mendekati wanita galak seperti itu. Tapi bukannya yang galak itu yang setia ya ? Hemmm... Sepetrtinya aku harus cari yang galak biar dia setia, tapi bukan sama dia. Aku ralat tawaran aluna tadi, ogah sama kakaknya * Gumam surya dalam batinnya.


Aluna, mala dan meri mengobrol banyak seputaran kehamilan aluna dan keseharian mala selama tinggal dipondok. Sedangkan candra dan surya sibuk dengan permainan di ponselnya masing - masing. Lebih baik mereka ngeGame daripada ikut mengobrol tapi tidak nyambung sama mereka berdua.


**********


TETAP DUKUNG KARYA - KARYA AUTHOR YA KAK.


BERIKAN LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA RATE BINTANG 5 NYA DAN HADIAHNYA .

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2