Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Rahasia Candra


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Suasana pagi yang terasa lebih dingin dari hari biasanya, karena sedari subuh tadi daerah tempat tinggal aluna sudah diguyur hujan. Membuat siapapun menjadi malas dan memilih meringkuk diatas kasur. Namun semua itu tidak berlaku bagi candra dan Aluna, mereka kini justru disibukkan dengan urusan memasak.


" Kalian masak apa ?" Tanya pak andi yang baru saja datang kedapur.


" Bikin mie instan lengkap dengan telor dan rawit serta sawi pa. " Jawab aluna sambil mengiris rawit yang akan dia pakai untuk memasak mie instan.


" Loh.. Pagi - pagi kok makan mie instan ?" tanya pak andi heran.


" Iya pa. Makan mie instan rebus kuah panas dan pedas sepertinya enak banget ya pa. Cocok sama suasana yang dingin begini. Aluna tadi sudah makan roti bakar kok pa, jadi jangan khawatir kalau aluna sakit perut ? Papa mau sekalian ?" Tanya aluna menawarkan mie instan.


" Tidak, papa sarapan nasi saja. Papa tidak kuat kalau makan mie instan sebelum makan nasi. Ya sudah kalau begitu papa sarapan duluan ya" Ucap pak andi lalu berjalan menuju meja makan yang sudah tersaji nasi lengkap dengan lauk pauknya.


Aluna dan candra kembali melanjutkan memasak mie instannya, tidak menunggu lama mie instan mereka sudah tersaji di dalam mangkuk dan candra membawakannya kemeja makan dan makan bersama dengan pak andi. Selesai sarapan mereka bertiga bersantai di teras belakang ditemani dengan para ikan hias yang dirawat pak andi dengan sepenuh hati.


" Kok hujannya tidak reda juga ya mas ?" Tanya aluna. Saat ini hujan memang belum reda.


" Memangnya kamu mau kemana ?" Tanya candra ingin tahu sang istri ingin pergi kemana.


" Aku ingin kerumahnya tika mas, sudah lama aku tidak kesana. Dia juga sekarang sedang hamil kami mau berbagi seputar kehamilan. Biasalah ibu hamil pasti ingin bercerita ini dan itu.


Candra tahu jika saat ini istrinya merasa bosan dirumah, alasannya saja bertemu tika ingin membicarakan seputar kehamilan. Pasti yang ingin bergosip jiwa perempuan memang tidak hilang dengan yang namanya gosip.


Hhuuuufffff


Terdengar helaan nafas candra seperti orang yang frustasi. Aluna langsung mengalihkan pandangan kearah sang suami, ingin tahu kenapa suaminya menghela nafas seperti itu.


" Kamu kenapa mas ? Ada masalah ?" Tanya alun ingin tahu.


Pertanyaan aluna juga mewakilkan apa yang ada difikiran pak andi saat ini. Dia juga penasaran dengan sikap sang menantu yang terlihat seperti menyimpan masalah yang berat.


" Tidak apa - apa. Hanya masalah kecil saja " Jawab candra tidak mau membuat aluna dan pak andi kefikiran.


" Kamu jangan bohong mas, aku tahu jika saat ini kamu itu sedang menyembunyikan sesuatu. Aku istrimu mas dan aku tahu bagaimana kamu " Ucap Aluna tegas.


Dia tahu saat ini candra sedang ada masalah, masalahnya apa aluna tidak tahu. Namun sebagai seorang istri aluna ingin candra itu bicara jujur dan saling terbuka dengannya.


" Usaha papa dikota ada masalah , papa di tipu relasi bisnis nya. Meskipun tidak banyak tapi hal itu berdampak buruk dengan usaha papa. Dan semalam papa meminta mas untuk pulang ke kota , membantu menyelesaikan masalah ini. " Candra akhirnya bicara jujur tentang suasana hatinya yang tidak enak.

__ADS_1


Bukan dia tidak mau mengikuti keinginan papanya, jika dia kekota bagaimana dengan aluna ? Karena aluna jelas tidak mau ikut ke kota dalam waktu yang cukup lama. Bagaimanapun aluna seorang dosen yang tidak mudah untuk meninggalkan tugasnya begitu saja.


" Kalau itu masalahnya kenapa kamu bingung ? Kamu berangkat saja ke kota Can " Ucap pak andi.


" Tapi aluna bagaimana pa ?. Aku kemungkinan satu bulan disana pa dan aku tidak mau meninggalkan aluna terlalu lama apalagi dia sekarang sedang hamil. Aku tidak tega meninggalkan istriku terlalu lama pa." Ucap candra memeluk aluna dengan lembut.


Aluna terenyuh mendengar penuturan sang suami , bagaimana tidak. Sang suaminya benar - benar sangat mencintainya dan begitu menghawatirkannya.


" Mas, ada papa yang akan menjaga aluna. Mas tidak perlu menghawatirkan aluna, besok mas berangkat kekota dan selesaikan masalah disana. Kasihan papa , pasti beliau kesusahan dan sulit menyelesaikan semuanya sendiri. Jangan sampai papa sakit lagi mas , aku bantu doa dari sini. " Ucap aluna memberi semangat candra.


" Terimakasih sayang. Mas janji, setelah urusannya selesai mas akan langsung pulang. Sebelum pernikahan mala dan surya mas sudah kembali. " Ucap candra memeluk istrinya dan mencium kening aluna dengan lembut.


Ehhhemmm... Eheeemmmm


Pak andi sengaja berdehem agar candra dan aluna tidak kebablasan bermesraannya. Yang ada pasti pak andi juga yang malu sendiri, apalagi tadi hampir saja candra mencium bibir Aluna beruntung pak andi langsung berdehem.


" Emm...maaf pa lupa kalau ada papa" Seru candra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Dasar menantu tidak ada akhlak. Mertua sebesar ini tidak dilihat padahal tadi juga ngobrol bareng. Kamu sengaja mau melupakan keberadaanku kan ? " Tanya pak andi sambil pura - pura marah dan berkacak pinggang padahal dalam hatinya dia menertawakan raut wajah candra yang ketakutan.


Candra terlihat menelan salivanya sendiri, baru kali ini dia di marah oleh papa mertuanya. Aluna yang melihat kedipan mata dari papanya hanya bisa menahan tawanya, dia tahu jika papanya hanya mengerjai sang menantunya.


" Makanya mas jangan asal nyosor dong. Lihat - lihat situasi dan kondisi. Marahin saja pa biar dia kapok " Ucap aluna ikut mendukung sandiwara sang papa.


" Memang papa sudah marah. Kamu kira papa ini tidak bisa memarahimu. Jangan karena kamu itu menantuku terus aku tidak bisa memarahimu. " Ucap pak Andi lagi.


Nyali candra semakin menciut mendengar perkataan pak andi yang semakin menunjukan kemarahannya. Dia hanyq menunduk takut.


" Emm... Apa yang harus candra perbuat agar papa tidak marah ?" Tanya candra pelan - pelan.


" Belikan aku mobil sport keluaran terbaru" Ucap pak andi terdengar serius ditelinga candra .


Haaahhhh.... ?. Mobil sport ?


Candra terperangah mendengar permintaan pak andi. Bagaimana mungkin pak andi yang terkesan sederhana dan tidak banyak gaya tiba - tiba meminta sebuah mobil sport keluaran terbaru. Namun demi sang mertua dan agar disayang mertua candra mengiyakan permintaan pak andi.


" Baiklah pa, papa mau yang warna apa ?" Tanya candra dengan serius.


" Yakin kamu mau membelikan mobil itu untuk papa ? Nanti papbrik kamu gulung tikar, karena mobil itu harganya cukup mahal ada bukan ratusan juta lagi tapi milyaran?" Tanya pak andi mencoba menyakinkan candra.


" Candra beli tidak akan memakai uang hasil papbrik pa, ini uang murni hasil candra sendiri. " Jawab candra serius.


" Uang darimana mas ? " Tanya anis dengan heran.


" Aku punya perusahaan di luar negeri, bukan milik mas pribadi sih tapi itu milik mas dan kedua teman mas. Saat berkulih mas dan dua teman mas mendirikan persahaan dibidang IT mas tidak mengelolanya , dikelola oleh teman mas yang memang asli warga sana. Perusahaan tidak besar kok hanya bisa memperkerjakan sekitar 60 orang saja dan setiap bulannya mas tinggal menerima pembagian hasilnya. Mereka memberikan mas pembagian 30 % perbulannya dan sisanya mereka berdua " Ucap candra secara gamblang menceritakan semua yang belum dia ceritakan kepada aluna dan mertuanya.

__ADS_1


Pak andi bangga dengan sikap pekerja keras yang dimiliki oleh candra. Namun saat ini ada yang mengganjal dihati pak andi. Pak andi tidak seratus persen percaya dengan cerita candra soal usaha orang tuanya tadi.


" Masih ada yang kamu sembunyikan lagi ? Jika kamu tidak mau jujur, papa tidak segan - segan memarahimu " Ancam pak andi sedikit tegas.


Candra termenung dia melirik aluna yang sedari tadi diam menyimak semua ceritanya.


* Mungkin lebih baik aku bicara jujur karena aku tidak mau ada kebohongan dalam rumah tanggaku * Gumam candra dalam batinnya.


" Maaf... Sebenarnya masalah besar itu bukan di usaha papa dikota. Tetapi ada di perusahaan yang aku dirikab dengan teman - teman ku. Usaha papa memang benar sedang tidak berjalan dengan baik, karena ada orang yang menipunya. Papa hanya memintaku untuk pulang 2 atau 3 hari saja untuk menjual usaha dan aset papa itu karena semua yang dimiliki papa sudah atas nama candra. Mereka hanya meminta aku mengurus semua nya ke notaris, setelah semuanya selesai aku bisa pulang dan mama papa akan pindah kedesa untuk menikmati masa tuanya. " Ucap candra menceritakan dengan jujur.


Pak andi dan aluna sangat terkejut dengan cerita candra, mereka tidak menyangka jika candra tadi ingin membohongi mereka. Ternyata marah pura - puranya pak andi ada hikmahnya juga.


" Mas kenapa kamu tega bohong seperti ini ?" Tanya Aluna dengan mata yang berkaca - kaca.


Dengan sigap candra membawa aluna dalam pelukannya. Dia tidak ada niat untuk membohongi aluna ataupun mertuanya. Candra hanya tidak ingin mereka ikut kefikiran dan menghawatirkan candra.


" Sayang maaf . Mas tidak berniat membohongimu, mas tidak mau membuat kamu kefikiran apalagi kamu sedang hamil. Mas tidak mau kamu khawatir dengan mas, maaf sayang maaf. Jika kamu tidak mengizinkan mas keluar negeri mas tidak akan kesana sayang . Maaf.... " Lirih candra sambil memeluk aluna.


" Papa tidak marah sama kamu candra , tadi papa hanya mengerjaimu saja. Tapi siapa sangka malah kamu mengakui semua rahasia kamu. Kamu pergilah kekota bantu urusan papamu, dan setelah itu urus masalah perusahaan mu. Papa akan menjaga aluna dengan baik, tapi ya namanya wanita hamil terkadang memang suka berubah-ubah mood nya jadi papa harus sabar menghadapi ibu hamil " Ucap pak andi sedikit tertawa agar aluna tidak bersedih lagi.


Benar saja, aluna langsung mengusap air matanya dan mengerucutkan bibirnya.


" Sayang kamu marah ?" Tanya candra.


" Aku sudah tidak marah sama mas,tadi marah sedikit saja karena mas sempat berbohong. Tapi mas sudah meralat ucapan mas dan tidak sepenuhnya bohong karena soal usaha papa yang keba tipu kan tidak ada yang bohong. Marah sedikit soal yang keluar negeri tadi sih, tapi ya susah tidak masalah. Aku sekarang semakin bangga sama kamu ternyata diam - diam kamu seorang sultan. " Ucap aluna sambil terkekeh.


" Kamu mau ikut mas keluar negeri ?" Tanya candra.


Aluna langsung menggelengkan kepala karena dia tidak mau ikut, apalagi naik pesawat . Dia phobia ketinggian dan dia juga punya tanggung jawab sebagai dosen. Tidak bisa seenaknya meninggalkan tanggung jawabnya begitu saja.


" Mama juga sebenarnya melarangmu ikut sayang. Mama khawatir dengab kehamilan kamu , apalagi perjalan naik pesawatpun memakan waktu yang tidak sebentar. Nanti setelah urusan dengan notaris beres mama dan papa akan pindah kedesa, dan selama mas di Amsterdam mereka akan tinggal dirumah ini. " Ucap candra menjelaskan.


" Iya mas. " Jawab aluna mengangguk patuh. Padahal dalam hatinya sangat berat melepas sang suami di negeri orang selama 1 bulan.


" Mobil papa bagaimana? Masih mau mobil sport ?" Tanya candra lagi.


Pak andi menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Jika dia memang mertua matre sudah dari dulu dia meminta fasilitas mewah dari candra. Penghasilan candra sebagai pemilik papbrik pengolahan teh saja bisa ratusan juta perbulan, namun pak andi tidak mau memanfaatkan sang menantu.


************


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


TERUS DUKUNG KARYA - KARYA AUTHOR AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UNTUK BERKARYA.


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2