
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Aluna termenung dikamarnya, hari ini dia libur kekampus dan hanya menghabiskan waktu di kamarnya saja. Sudah 5 hari candra tidak ada kabar, dia mencemaskan keberadaan candra. Apakah suaminya itu disana baik - baik saja. Selama 5 hari tidak mengirim kabar, bahkan untuk berkirim pesan pun tidak. Ponsel candra juga tidak bisa dihubungi, bukan hanya aluna yang cemas dan khawatir. Orang tua candra juga sangat mengkhawatirkan anak semata wayangnya itu.
Mama sita mencoba menghubungi julia , ingin menanyakan teman - teman nya yang ada diluar negeri sana. Sebab dulu julia juga tingggal dan kuliah di luar negeri bareng dengan candra, setidaknya julia tahu teman - teman candra.
" Ada apa tante meminta kita ketemuan ? Apa adakah yang penting tante ?" Tanya julia lalu menyeruput jus alpukatnya dan memakan kentang goreng yang sudah dipesannya.
" Ada yang ingin tante tanyakan sama kamu Julia. Tapi nanti dulu, tante perhatikan kamu sekarang gemukan ya ? Sepertinya kamu bahagia ya menikah sama marko ?" Tanya mama sita .
* Bagaimana aku tidak bahagia jika yang aku dapatkan itu ukurannya jumbo * Gumam julia sambil senyum - senyum sendiri.
" Tentu dong tante , aku pasti bahagia " Jawab julia lagi.
Sita menganggukkan kepalanya, lalu terlihat dia menghela nafas berat. Seperti sedang mempunyai masalah yang cukup berat. Julia yang melihat raut wajah sedih mama sita, langsung menghentikan aktifitas makannya dan langsung menanyakan sesuatu.
" Tante kenapa ?" Tanya julia .
" Candra sudah 5 hari ini tidak ada kabar Julia, ponsel dia tidak bisa duhubungi. Tante kasihan sama aluna, aluna terus murung menanti kabar dari candra. Apa kamu tahu nomor ponsel teman - teman candra yang ada di Amsterdam ?" Tanya sita langsung pada intinya.
" Candra ke Amsterdam Tante ?" Tanya julia yang memang tidak tahu jika candra ada di luar negeri.
" Iya Julia,sudah seminggu lebih dia disana tapi selama 5 hari ini dia tidak menghubungi kami. Ponselnya jugq tidak bisa di hubungi, makanya tante menemui kamu. Siapa tahu kamu tahu teman - temannya yang ada disana." Jawab sita pelan.
Julia tersenyum tipis, bahkan sita tidak menyadari senyum Julia. Julia punya rencana busuk untuk menghancurkan kebahagiaan dan rumah tangga aluna, setidaknya dia akan membuat aluna Down karena terus memikirkan suaminya yang ada di Amsterdam sana.
" Maaf tante, julia tidak punya kontak telepon teman - teman candra. Lagipula dulu saat di amsterdam, candra berteman dengan banyak orang - orang asli sana. Yang dari indonesia hanya beberapa, itupun julia tidak mempunyai kontak nya. Maaf ya tante .. " Ucap julia sambil mengatupkan kedua tangannya.
Julia sebenarnya masih menyimpan kontak teman - temannya saat di Amsterdam dulu. Dia sengaja tidak memberikannya karena sudah merencanakan hal jelek terhadap Aluna.
Sita hanya mengangguk lemah , harapan satu - satunya hanya julia. Juliapun tidak tahu siapa saja teman candra, salahnya orang tua candra tidak pernah menanyakan nama perusahaan dan alamat nya kepada candra. Jika mereka tahu nama perusahaannya akan mudah untuk mencari keberadaan candra. Bahkan mereka saja tidak tahu jika candra punya perusahaan bersama teman - temannya, mereka tahu seminggu sebelum keberangkatan candra.
Tanpa sepengetahuan mama sita saat ini Julia sedang mengirim pesan kepada Aluna.
[ Kasihan banget sih sudah hamil besar ditinggalin sama suami. Awas loh suami kamu sama perempuan lain, atau bahkan saat ini dia sebenarnya sedang liburan dengan pacarnya. Ingat ya di luar negeri sama disini itu beda Lun, yang namanya tinggal seatap itu sudah biasa ]
[ Bahkan sudah 5 hari candra tidak berkabar kan ? Jangan sampai anak kamu lahir tapi tidak ada ayahnya. Kasihan banget sih ]
__ADS_1
[ Jadi wanita jangan bodoh. Memang selama di luar negeri candra tidak punya pacar ? Kamu salah besar Aluna, candra dan teman - temannya juga sering ke club malam ]
Tiga pesan beruntun dikirim Julia, satupun tidak ada yang dibalas oleh Aluna. Bibir Julia menyunggingkan senyum lebar saat tanda ceklis abu - abu sudah berubah menjadi biru, berarti pesannya sudah dibaca oleh Aluna.
* Stres deh tu cewek. Sumpah kali ini aku senang banget bisa membuat dia Down, gara - gara dia dulu aku sampai masuk rumah sakit * Gumam Julia dalam batinnya.
" Kalau begitu tante pamit dulu ya Julia, tante mau menemani aluna dirumah. Kasihan dia terlihat sangat sedih dan menghawatirkan candra " Ucap sita memilih segera pulang menemani Aluna karena bertemu dengan Juliapun tidak menemukan hasil.
" Oh iya tante, kasihan juga Aluna mana sedang hamil besar. Mau julia antar tante?" Tanya julia pura - pura prihatin.
" Tidak usah, tante sama supir. Doakan saja semoga candra segera berkabar. " Seru mama sita bangkit lalu berjalan menuju parkiran.
Tidak lama julia juga ikut bangkit dan keluar menuju parkiran mobilnya. Diperjalanan pulang tak henti - hentinya julia tertawa , menertawakan nasib Aluna yang pasti saat ini sangat sedih dan Down.
*********
Aluna mengambil ponselnya karena ada pesan masuk secara beruntun. Dia mengira jika itu pesan dari candra, dengan segera aluna membuka dan membacanya. Namun bukan pesan dari candra yang dia dapat melainkan 3 pesan beruntun dari Julia , yang isinya jusyru membuat Aluna semakin bersedih.
" Apa mas candra sengaja melakukan ini kepada ku ?. Apa kepergiannya hanya pura - pura saja ? Mas, apa yang sebenarnya terjadi ? Kenapa kamu tidak ada kabar sam sekali, tolong jangan buat aku seperti ini mas " Ucap aluna dalam tangisnya.
Setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh Julia, perasan Aluna semakin tidak karuan. Fikiran negatif mulai hingga dalam fikirannya, dia terhanyut dengan pesan yang dikirim julia.
Aluna menatap foto pernikahannya yang ada didalam ponselnya. Foto sederhana dimana mereka berdua sama - sama berpose kaku. Foto itu diambil oleh pak andi saat mereka selesai akad nikah. Dengan berderai air mata aluna mengusap layar pada ponselnya.
Sementara itu dibelahan dunia yang jauh , candra sedang dihadapkan dengan masalah yang sangat besar dimana perusahaan yang dia dirikan bersama kedua temannya akan mengalami kebangkrutan. Bukan masalah bangkrutnya yang membuat candra dan kedua temannya pusing dan hampir berhari - hari tidak bisa tidur. Perusahaan mereka harus mengganti rugi akibat kesalahan yang bukan perusahaan mereka perbuat.
" Leo, Ardan. Ini bagaimana solusi nya ?. Hanya Tuan Mixcel yang bisa membantu kita, tapi aku tidak bisa memenuhi syarat yang beliau ajukan " Ucap candra sambil memijit kepalanya yang terasa sakit.
" Terus bagaimana Candra ? Hanya syarat itu yang mereka ajukan dan hanya kamu yang bisa, seandainya bisa digantikan oleh kami pasti salah satu diantara kami yang akan maju. Tapi kamu yang diminta candra " Ucap Ardan juga tidak kalah frustasi.
" Mungkin memang sudah saatnya kita merelakan perusahaan ini untuk bangkrut. Aku tidak mau mengorbankan kehidupanmu Candra. Terasa tidak adil jika Tuan Mixcel meminta kamu untuk menikahi anaknya , kamu harus merelakan kebahagiaanmu demi perusahaan ini. Candra, jika perusahaan kita harus bangkrut aku tidak masalah asal kebahagiaan kamu tidak menjadi taruhan . " Ucap Leo sambil menepuk punggung Candra.
Candra, Ardan dan Leo adalah pendiri perusahaan dibidang IT yang saat ini terancam bangkrut dengan hutang mencapai ratusan milyar. Candra dan kedua temannya tidak tahu kenapa perusahaan mereka bisa seperti ini, seperti ada yang sengaja menjatuhkan perusahaan mereka.
Sedangkan tabungan mereka tidak cukup untuk membayar semua hutang yang harus mereka bayarkan.
" Apa alasan kamu tidak mau menikah dengan Yuki ? Padahal yuki sedari dulu mencintai kamu dan mengejar - ngejar kamu ?" Tanya Ardan ingin tahu lebih detail kenapa candra menolak Yuki.
Hhhhuuffffttt....
Candra memang belum memberitahu temannya jika dia susah menikah. Yang temannya tahu candra saat ini masih sendiri.
* Aku sampai melupakan Aluna. Maaf Aluna sayang, mas belum bisa menghubungi kamu. Mas janji jika semuanya sudah membaik mas akan menghubungi kamu dan segera pulang * Gumam candra dalam batinnya.
__ADS_1
" Aku sudah menikah " Jawab candra serius.
" Serius " Seru Leo dan Ardan bersamaan.
" Aku serius, dan saat ini istriku sedang hamil 6 bulan. Aku bingung harus bagaimana ? Bahkan sudah 5 hari ini aku tidak menghubunginya , aku tidak mau dia tahu jika saat ini aku dalam keadaan kacau. " Seru candra sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Leo dan Ardan hanya menggelengkan kepalanya, tidak habis fikir kenapa candra merahasiakan soal pernikahannya. Ardan dan Leo tidak setuju dengan tindakan Candra , apapun keadaanya candra harus tetap menghubungi keluarganya.
" Kamu jangan gila ! Jangan bodoh ! Kenapa justru kamu tidak menghubungi istrimu ? Apa kamu tidak kasihan sama istrimu, dia saat ini sedang hamil dan kamu tidak menghubunginya selama 5 hari, bahkan ponsel kamu pasti tidak aktif. Jangan egois candra, ingat istri kamu itu sedang hamil dan harus dijaga kehamilannya. Kamu kira dengan kamu seperti ini tidak akan membuat istrikamu bersedih ? Dia akan stress candra, dan pasti akan terjadi hal buruk pada kandungannya. " Ucap Leo nembentak candra.
Deg...
Candra tidak berfikir sampai situ, yang dia fikirkan hanya ingin segera menyelesaikan masalahnya. Namun dia tidak tahu dampak akibat keputusannya itu. Candra mengusap kasar wajahnya, dia membenarkan perkataan Leo.
" Sekarang hubungi istri kamu atau keluarga kamu ? Pasti saat ini mereka semua menghawatirkan kamu. " Seru Ardan lagi.
" Besok saja aku menghubungi mereka, perbedaan waktu 6 jam tidak memungkinkan aku menghubungi mereka sekarang. Disini jam 7 malam disana pasti sudah jam 1 malam. " Ucap candra merebahkan tubuhnya diatas sofa apartemen Ardan.
Ingin memejamkan matanya namun sama sekali tidak bisa diajak kompromi. Teringat masalahnya, teringat dengan istrinya.
" Cepat hubungi istri kamu Can, jangan menunggu besok. Setidaknya kamu kirim pesan agar istri kamu bisa tahu kabar kamu. Aku yakin saat ini istrimu belum tidur, pasti sedang menangisi mu. " Seru Ardan lagi memaksa candra menghubungi Aluna.
Candra bangkit dan mengambil ponselnya yang dia simpan didalam laci. Dia menghidupkan ponsel yang yang sudah 5 hari tidak dia aktifkan itu , begitu ponsel hidup rentetan pesan secara beruntun masuk. Benar saja banyak pesan yang dikirimkan oleh Aluna, mamanya dan papanya menanyakan keberadaannya.
Ada satu pesan yang membuat hati Candra merasa bersalah.
[ Mas, apa kamu memang sengaja menghindariku. Apa salah ku mas ? Jika memang kamu sudah tidak menginginkan aku lagi tolong bicara terus terang mas. Jujur hatiku sakit mas, kamu ada di negeri orang yang aku tahu banyak wanita cantik dan kaya yang mengejar mu. Aku tidak bisa menjamin suamiku akan bisa setia disana ? ]
[ Maaf mas mungkin aku kekanak - kanakan atau karena hormon hamil ku saja . Aku sampai mengirim pesan seperti tadi, tapi misalkan kamu disana ada wanita lain dan kamu ingin menikah aku tidak apa - apa mas. Yang penting selesaikan dulu urusan kita. ]
Deg...
Jantung Candra terasa berhenti berdetak saat membaca pesan terakhir yang dikirmkan Aluna. Menikah ? Kenapa aluna seolah peka dengan apa yang saat ini menjadi dilema dalam hidupnya. Menikah dengan Yuki perusahaannya akan aman atau menolak menikahi yuki tapi perusahaan bangkrut dan harus membayar hutang yang tidaklah sedikit.
[ Maaf sayang, mas baru bisa kasih kabar. Selama 5 hari ini ponsel mas hilang . Mas sudah cari kemana - mana tetapi tidak ketemu, dan baru malam ini ponsel mas ketemu. Ternyata ada di dalam mobilnya Leo dalam keadaan mati. Sayang mas disini baik - baik saja , besok jika kamu sudah bangun balas pesan mas ya nanti mas video call. Love you ]
Selesai mengetik candra langsung mengirim pesan itu kepada Aluna. Masih ceklis 1 abu - abu, sepertinya aluna tidak mengaktifkan ponselnya.
********
Like, komen, vote , favorite serta berikan hadiahnya .
Jangan Lupa RATE BINTANG 5 nya juga ya kak.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️