
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Suasana panas yang cukup terik tidak membuat sepasang suami istri kehilangan semangatnya untuk terus berolah raga. Sudah tidak perduli lagi dengan panas, gerah serta teriknya matahari. Julia terus menggempur sesuatu dibawah sana tanpa kenal lelah.
Marko cukup menikmati apa yang dilakukan oleh Julia. Diam saja sudah nikmat apalagi ikut bergerak? Mereka melakukannya di sofa ruang tamu rumahnya tanpa perduli ada yang mengintip.
" Sayang jangan kamu keluarkan dulu, aku tidak mau kalau kamu keluar duluan. Aku ingin main yang lama beda dari biasanya" Ucap julia sambil terus bergerak-gerak.
" Sudah terus saja kamu bergerak, nanti kalau memang keluar duluan juga tidak masalah. Kita bisa tukar posisi jugakan sayang. Sayang setelah aku pikir - pikir aku juga ingin punya anak sayang, siapa tahu aku bisa mencetak jagoan. " Ucap marko dengan tangan terus menggenggam dua aset kembar Julia.
Julia terus bergerak dan tidak seberapa mendengar apa yang dikatakan oleh Marko. Nafasnya semakin membara , pertanda permainan semakin panas. Gerakan julia tidak dapat diragukan lagi, marko sampai dibuat tidak berdaya olehnya.
" Aaahhhhh.... sayang kenapa aku yang sudah mau keluar duluan. Aku... aku tidak tahan lagi, Arrggghhh.." Ucap julia meracau tidak jelas saat permainannya sudah sampai pada puncaknya.
Marko tersenyum senang, akhirnya julia duluan yang keluar. Memang itu yang diinginkan marko, karena disaat julia duluan keluar nafsu julia disepanjang permainan akan menggebu - gebu. Dan selama berjam - jam bermain dia yang akan memegang kendali.
Marko membalikkan posisi, sekarang dia yang memegang kendali dan membiarkan julia terlebih dulu beristirahat dan menikmati permainan yang dia berikan.
Tok Tok Tok
Pintu rumah marko ada yang mengetuk tetapi marko dan julia sudah tidak perduli, mereka sedang asik dengan permainan nya.
" Bagaimana ada apa tidak pak markonya ?" Tanya salah satu warga yang datang kerumah marko untuk meminta sumbangan pembangunan jembatan.
" Biasanya pak marko kalau jam segini itu ada di bengkelnya. Tapi ini ada mobilnya, apa mungkin mereka sedang tidur siang ya. Inikan memang jam istirahat, salah kita juga sih datang dijam istirahat. Ya sudah yuk kita pulang nanti sore atau nanti malam saja kita datang lagi" Ucap pria yang bernama bobby.
Namun saat mereka melangkah menjauh dari pintu sayup - sayup terdengar suara seperti orang yang sedang berolah raga. Bobby dan temannya saling melempar pandang lalu mengulas senyum. Mereka tahu suara apa yang barusan mereka dengar.
" Bob, itu suara orang sedang bercinta bob. Yuk kita intip, sepertinya suara nya dari ruang tamu bob. " Ucap kardin teman bobby.
__ADS_1
" Iya kar, yuk kita cari sumber suara nya " Ucap bobby dengan senang.
Bobby dan kardi tidak jadi meninggalkan rumah marko, justru mereka mendekati rumah marko dan mengintip lewat jendela. Mata mereka seketika menganga saat melihat adegan live didepannya. Dimana saat ini julia sudah kembali diatas marko dan bergerak - gerak dengan sangat agresifnya.
* Seandainya si leni selincah istrinya pak marko, pasti aku akan merasa bahagia. Kok tiba - tiba aku ingin mempunyai istri yang seperti mbak Julia ya * Gumam bobby dalam hatinya.
" Waaooww... bob rasanya bagaimana ya digoyang seperti itu. " Ucap kardi.
Bobby mengambil ponselnya dan memvideo adegan yang ada didepannya. Mata bobby dan kardi tidak lepas dari adegan marko dan Julia.
* Video ini akan aku simpan, siapa tahu suatu saat nanti berguna * Gumam bobby.
*********
Mala dan Julia sudah ada didalam ruangan dokter kandungan, mala sudah berbaring dan dilakukan pemeriksaan. Dokter dan surya fokus dengan layar monitar, disana terlihat bulatan yang sangat kecil sebesar biji kacang. Sebagai orang kesehatan surya tahu bulatan apa itu.
" Alhamdulillah, bulatan kecil itu janin kan dok ?" Tanya surya untuk memastikan apa yang dia tahu.
" Iya surya itu janin dan usianya baru 2 minggu, alhamdulillah selamat ya surya akhirnya kamu jadi bapak juga. Tokcer juga burung kamu Sur " Ucap dokter Budi.
Haahhh , aku hamil ?
" Mas, apakah aku beneran hamil ?" Tanya mala yang masih berbaring di brankar.
" Alhamdulillah, iya sayang kamu hamil. Kita akan menjadi seorang ayah dan ibu sayang. Terimakasih sayang " Ucap surya memeluk mala.
Mala meneteskan air matanya, Allah telah mendengarkan doa - doanya. Surya membantu mala untuk turun dari brankar dan duduk di kursi depan dokter budi. Kebetulan hari ini dokter kandungan yang ada lelaki semua, karena dua dokter perempuan sedang mengikuti seminar diluar kota.
Dokter budi menjelaskan kehamilam trisemester pertama yang biasa dialami oleh wanita pada umunnya. Tetapi apa yang dijelskan oleh dokter budi dialami oleh Surya, bukan Mala.
" Jadi yang mengalami itu semua kamu Sur ? Baguslah kalau begitu, jadi adil. Istri kamu yang hamil kamu yang mengalami mual dan muntahnya. " Ucap dokter budi sambil terkekeh.
" Iya dokter, kira - kira ada obat penawar mual dan muntahnya tidak ya dok ?" Tanya surya.
" Tenang saja, itu semua hanya sementara saja kok. Tidak perlu minum obat " Jawab dokte budi.
__ADS_1
Setelah urusan dengan dokter budi selesai , Surya mengantarkan mala pulang. Namun kali ini mala meminta pulang kerumah orang tuanya , untuk mengabarkan kabar bahagia atas kehamilannya. Tidak menunggu lama mobil yang dikendarai surya sudah sampai dihalaman rumah mama meri.
Surya hanya menitip salam saja untuk kedua mertuaya sebab dia harus kembali ke rumah sakit. Jam kerjanya belum selesai, masih ada sekitar 3 jam lagi.
" Mala kamu sama siapa nak ?" Tanya meri saat melihat mala sudah ada si teras rumahnya.
" Sama mas surya ma, tapi mas surya langsung balik ke rumah sakit. Dia menitip salam saja, nanti dia mampir pas jemput mala " Ucap mala menjelaskan.
Meri mengangguk sambil tersenyum lalu mengajak mala masuk. Tadinya selepas sholat meri mau menunggu warung tetapi melihat mala datang membiarkan warungnya begitu saja. Jika ada pembeli pasti pembelinya akan memanggil.
" Papa mana ma ? kok tidak kelihatan ?" Tanya meri mencari keberadaan pak andi.
" Oh, papa habis sholat tadi kerumah aluna. Dia mau membawa sebagian ikan hiasnya kesini, kebetulan papa juga sudah menyiapkan tempatnya tuh dibelakang. Tidak dibawa semua juga sih, karena ada beberapa ikan yang memang pilihan aluna jadi biar dipelihara disana saja " Ucap meri.
" Iya juga ya ma. Ma, mala numpang sholat dulu ya. Selesai sholat mala mau kasih kabar bahagia untuk mama. Tapi sabar tunggu mala selesai sholat dzuhur dulu, keburu waktunya habis nih ." Ucap mala sambil melirik jam yang mekingkar ditangannya.
Mala kebelakang mengambil wudhu dan sholat dikamar yang dulu pernah dia tempati. Meri sendiri saat ini diwarung karena ada pembeli yang berbelanja lumayan banyak. Selesai sholat mala memilih menghampiri mamanya diwarung, mengobrol sambil makan cemilan pasti enak.
" Ma, alhamdulillah mala hamil " Ucap mala sambil memeluk mamanya.
" Alhamdulillah. Serius sayang ? Akhirnya mama akan memiliki cucu dari kamu sayang. Jaga kandungan kamu sayang , ingat kamu sudah dua kali keguguran. Maaf, mama tidak bermaksud mengingat masalalu kamu " Ucap meri pelan.
" Tidak apa - apa ma. Insya allah aku akan menjaga kandunganku ini dengan baik." Ucap mala dengan serius.
Tin Tin Tin
Tiba - tiba ada mobil bak belakang masuk kehalaman rumah, mala dan meri langsung melihat siapa yang datang. Ternyata pak andi bersama dua teman bule candra, mereka mengantarkan aquarium milik pak andi.
" Kalian belum pulang kenegara kalian ?" Tanya meri menyapa leo dan ardan .
" Tiga hari lagi kami pulang Tante, padahal kami masih betah disini. Tapi pekerjaan kami ada disana, mana kami juga tidak bisa lebih dari 1 bulan disini. Karena terhalang peraturan dan surat menyuratnya, nanti kami pasti akan liburan kesini lagi. Bila perlu pindah sekalian " Ucap leo seenaknya.
" Oh begitu. Semoga saja dapat jodoh orang sini ya jadi biar pindah sekalian jadi warga negara sini. " Ucap meri.
" Aamiin " Ucap semuanya serempak.
__ADS_1
Pak andi dibantu ardan dan leo menurunkan beberapa aquarium dari mobil. Untuk ikan - ikannya sudah pak andi pindahkan kedalam plastik yang sudah diisi oksigen sehingga ikan tidak akan mabuk. Selesai menurunkan dan membantu membawa masuk kebelakang rumah, ardan dan leo pamit pulang.
**********