Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Makan malam penuh drama


__ADS_3

💞💞💞💞💞💞💞💞


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Meri dan mala menemui pak Andi yang sedang bersantai di ruang keluarga sambil menonton televisi. Pak andi hanya melirik sekilas ke arah anak dan istrinya. Dia tahu anak dan istrinya pasti ada maksud tertentu. Namun pak andi cuek dan seolah tidak perduli.


" Pa, sebentar lagi waktunya makan malam tapi mama belum masak. Karena stock makanan di dapur habis, hanya ada nasi saja. " Ucap meri mulai membuka suara.


" Terus?" Tanya pak andi.


" Kita makan diluar yuk pa. Lagi pula sudah lama kita tidak makan di luar " Ucap meri mencoba merayu suaminya.


" Tidak perlu. Biar papa pesan makanan saja, lagi pula papa capek mau keluar. Mama tahu sendirikan kalau papa baru pulang tadi sore " Ucap pak andi.


" Pa, mala mau ayam bakar 2 sama sop iga juga, jangan lupa pesan makanan nya di restoran tempat biasa kita makan itu pa. Ayam bakar dan sop iganya enak banget. " Seru mala sambil membayangkan makan ayam bakar favorite nya.


Pak andi tidak menjawab namun dia langsung mengotak - atik ponsel nya, pak andi memesan beberapa menu makan malam untuk keluarga nya. Setelah menunggu hampir 35 menit pesanan pak andi sudah sampai, pak andi langsung menuju ke depan untuk mengambil makanan dan membayar nya.


" Ini mama pindahkan kepiring" Seru pak andi sambil memberikan satu kantong plastik kepada istrinya.


" Iya pa. Mala panggil suami mu, kita makan sama - sama. " Ucap mama meri tersenyum lebar sambil membawa makanan kedapur.


Setelah sampai dapur mama meri langsung membuka bungkusan - bungkusan makanan dan akan di pindahkan nya ke dalam wadah.


" Tumis kangkung ? Telor balado ? Kenapa papa pesan makanan seperti ini ? Mana ayam bakar dan sop iga nya, oh mungkin bungkusan yang lain nya " Gumam mama meri tetap berfikir positif.


Dia pun membuka bungkusan yang lain nya, namun dari luar saja sudah terlihat jika itu bukan sop iga tapi sayur asam. Meri mendengus kesal, namun dia tetap memindahkan sayur asam itu kedalam mangkok.


" Pa kenapa cuma pesan lauk makan seperti ini sih pa ? Mana ayam bakar dan sop iga pesanan mala ? Kalau seperti ini mana mala mau makan, jangankan mala. Mama saja malas untuk makan, sudah hilang selera makan mama " Ucap meri dengan kesal.


" Kalau mama dan mala tidak mau makan ya sudah, biar papa makan sendiri. " Ucap pak andi lalu duduk dan mulai menyendok nasi serta lauk pauk nya.

__ADS_1


Mala dan adit juga ikut bergabung di meja makan, mereka juga terkejut saat melihat makanan yang terhidang di atas meja.


* Tumben cuma ada makanan seperti ini, biasa nya ada ikan dan ayam. Karena mala makan memang mau nya enak - enak, tapi lebih baik aku duduk dan makan apa yang ada yang penting perut ku kenyang.* Gumam adit dalam hatinya.


" Pa kok makanan sampah begini sih yang papa beli? Makanan seperti ini tidak cocok untuk ku pa. Mana ayam bakar dan sop iga nya , aku kan sudah bilang pesan di restoran tempat biasa kita makan . Ini juga pasti pesan di warteg pinggir jalan. " Ucap mala dengan marah.


Pak andi mengepalkan tangan nya ingin sekali dia marah, namun saat ini mereka masih ada di meja makan. Pak andi tidak mau ribut dan marah saat sedang makan , pak andi mencoba meredam amarah nya.


" Ayo dit kita makan. Biarkan saja mereka, nanti kalau lapar juga makan sendiri. " Seru pak andi sambil melirik kearah menantunya.


Adit hanya mengangguk dengan singkat, lalu mulai mengambil makanan yang terhidang di atas meja.


" Ma, aku lapar. Masak aku harus makan sayur sama telor doang . Mana ada gizi nya ma !" Gerutu mala masih tidak mau makan.


" Aluna saja yang selama bertahun - tahun makan sayur dan tahu, tempe saja dia pintar. Kalau orang cerdas, pintar mau makan dengan apa pun tetap pintar. Beda sama orang yang bodoh, setiap hari makan daging tetap saja bodoh bahkan kuliah 5 tahun belum selesai juga. " Ucap pak andi , berbicara tanpa melihat kearah orang yang di ajak bicara.


" Kenapa papa jadi membanding - bandingkan mala dengan Aluna. Jelas beda dong pa, mala itu anak kuliahan sedangkan Aluna dia anak....."


" Stop " Papa mau makan, kalau mama tidak mau makan tolong kalian pergi dari sini. Jangan membuat selera makan ku hilang.


Ucapan mama meri langsung terhenti karena di potong oleh pak andi. Meri dan mala langsung diam tidak bersuara lagi.


" Pa, besok mala sudah mulai masuk kuliah. Tapi.... "


" Papa lagi makan mala, kamu bisa diam atau tidak " Ucap pak andi meninggikan suara nya.


" Iya pa " Jawab mala singkat.


*******


Di tempat lain Aluna dan Candra baru saja selesai makan malam dan saat ini sedang bersantai di teras depan kontrakannya sambil menikmati secangkir teh buatan Aluna.


" Lun, lusa papa dan mama ku mau datang kesini. Nanti kita temui mereka ya. " Ucap candra.


" Memang nya mereka dimana mas ? Bukan nya ke kontrakan kita ?" Tanya aluna bingung.


" Mereka tidak datang ke kontrakan, mungkin nanti di rumah kakek atau di villa keluarga. Mereka akan datang ke konttakan kita jika kita sudah menemui nya terlebih dahulu." Ucap Candra menjelaskan.

__ADS_1


Aluna di buat bingung dengan penjelasan Candra, rumah kakek dan Villa keluarga ? Semakin di fikir Alun menjadi semakin bingung.


" Maksud nya rumah kekek dan villa bagaimana sih kak, aku tidak tahu. " Ucap Aluna mencoba mencari penjelasan.


Huuufffttt ..


Mau tidak mau Candra harus menjelaskan kepada Aluna, karena jika tidak di jelaskan pasti Aluna akan semakin bingung karena dia memang belum tahu menahu soal rumah kakek dan Villa yang di miliki keluarga Candra. Dengan pelan dan detail Candra pun menceritakan semua nya kepada Aluna.


" Jadi Villa besar yang ada tidak jauh dari perkebunan teh yang luas itu milik keluarga kak candra ? Dan rumah besar dan gedong yang ada di dekat kantor pos itu milik keluarga kak candra juga ? " Tanya Aluna dengan penuh keterkejutan nya.


" Iya benar, dan jika kamu mau kita bisa tinggal di rumah itu. Tapi dari pabrik memang lumayan jauh, perjalanan hampir satu jam. Dan sebentar lagi aku punya rumah baru lagi." Ucap Candra serius.


" Gak ahh kak, aku mau disini saja lebih dekat dari pabrik. Memang nya kak candra beli rumah lagi? rumah yang ada saja tidak di tempati kenapa sudah beli rumah lagi?" Tanya Aluna dengan heran.


Candra menggelengkan kepala nya, aluna belum tahu jika rumah pak tirta sebentar lagi akan menjadi milik candra. Dengan begitu candra bisa membungkam mulut mala dan mama meri.


" Rumah pak tirta sudah di jual kepada ku untuk melunasi uang yang sudah dia ambil. Berikut sertifikat tanah yang lumayan luas. " Ucap candra berbicara dengan jujur.


" Lalu kak candra membelinya dengan murah ?" Tanya aluna .


" Tidak ! Aku membelinya dengan harga sesuai harga pasaran nya. Aku bukan orang licik yang mau memanfaatkan keadaan nya. Justru dengan aku membeli nya mereka akan semakin mudah membayar hutang. Jika orang lain yang membeli rumah itu pasti harga nya akan jauh lebih murah karena mereka tahu pak tirta sedang butuh uang jadi dengan harga berapa pun akan dia lepas itu rumah." Ucap candra menjelaskan detail kepada Aluna.


" Iya juga ya kak. Kak candra memang pandai, smart. " Ucap aluna memuji kebijaksanaan sang suami.


" Apa kamu baru tahu jika suami mu ini smart. Tapi aku juga bangga punya istri yang tidak kalah smart. Eemmm.. Masuk yuk, sudah malam. Cuaca juga semakin dingin. Enak nya tarik selimut nih. " Ucap candra sambil tersenyum licik.


" Iya kak, aku juga sudah mulai merasa dingin nih..Yuk cepat masuk " Ucap aluna tidak menyadari senyuman licik sang suami .


Aluna membereskan cangkir teh yang sudah kosong , lalu membawa nya masuk ke dapur dan langsung mencucinya. Candra sendiri sudah ada di dalam kamarnya ,kamar yang biasa dia tempati dan sedang menunggu kedatangan sang istri masuk kamur, namun di tunggu sampai lima belas menit , Aluna belum juga masuk kamar.


Ada yang tahu kira - kira Alun kemana ?


*******


RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK 🙏❤️❤️❤️


LIKE, KOMENTAR, VOTE,FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA 🙏❤️

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2