
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Seminggu berlalu, mala yang saat ini didatangi oleh mamanya menyampaikan keinginannya untuk pulang dan tinggal dengan mamanya. Meri menerima keinginan mala dengan baik, setelah membereskan barang - barangnya mala berpamitan dengan pengurus pesantren dan temannya yang lain.
" Dewi, aku pamit ya . Maaf kalau selama 3 bulan tinggal disini aku sering buat kamu repot. " Ucap mala berpamitan kepada dewi salah satu teman yang dekat dengannya.
" Mbak mala kalau ada waktu main kesini lagi ya, kita masak bareng lagi. Aku bakal kangen sama mbak mala deh " Ucap dewi memeluk mala dengan hangat.
Pelukan seorang sahabat yang benar - benar tulus baru mala dapatkan dari dewi. Dewi dan mala mempunyai kisah yang hampir sama dan mereka dipertemukan di tempat. Bukan hanya sebagai teman , tapi mala maupun dewi sudah saling menganggap jika mereka adakah keluarga.
" Insya allah aku akan main kesini. Dewi aku permisi ya, kamu jangan lupa bangun tepat waktu dan bantu umi dan yang lainnya untuk menyiapkan makan para adek - adek santri . Salam untuk mereka , maaf tidak bisa pamit satu persatu " Ucap mala dengan mata yang berkaca - kaca.
" Iya mbak , itu pasti " Jawab dewi.
" Assalamuakaikum....." Pamit mala dan meri bersamaan.
" Wa'alaikumsalam ...." Jawab swmuanya.
Mobil taksi online yang sedari tadi sudah nenunggu kini mulai meninggalkan pelataran pesantren. Sebenarnya berat bagi mala untuk meninggalkan tempat itu, namun dia ingin meneruskan kuliahnya dan ingin menemani mamanya.
" Mala, kamu sudah tahu kalau papa kamu sudah menikah ?" Tanya meri membahas soal marko.
" Sudah ma, sebelum menikah papa sudah datang mengenalkan calon istrinya. Dia cantik bahkan dia juga masih muda, seumuranlah sama mala. Cuma mala tidak menyangka jika papa akan menikah secepat itu, seminggu yang lalu papa mengabari jika dia sudah menikah dengan wanita pilihannya." Jawab mala secara gamblang, sedikitpun tidak ada wajah sedih saat membicarakan soal marko.
Meri bernafas lega, ternyata mala benar-benar sudah melupakan perasaannya terhadap marko dan sudah melupakan masalalu kelamnya dengan marko. Kini meri dan mala akan menjalani kehidupan baru mereka di rumah kontrakan meri.
" Ma, apa rumah yang papa marko berikan sudah ada yang mengontrak ?" Tanya mala ingin tahu.
" Belum sayang. Mama belum sempat untuk menawarkannya, sudah biarkan saja rumah itu. Nanti bisa menjadi tempat tinggal mu saat kamu sudah menikah." Jawab meri.
" Aku belum mau tinggal dirumah itu ma, atau aku jual saja ya ma rumah itu terus kita bangun rumah yang baru. Lagipula rumah itu cukup besar jika harus mala sendiri yang menempati, kalau tidak biar mala pulangkan saja sama papa dan bisa dia tinggali bersama istrinya. Mala mau ambil mobilnya saja, karena mala butuh mobil untuk kendaraan mala ke kampus " Ucap mala lagi.
__ADS_1
Meri hanya bisa mengangguk saja karena apapun keputusan mala dia akan mendukungnya, asal tidak bersifat negatif. Masalah rumah mala , meri tidak mau ikut campur . Itu haknya mala, mau dijual atau mau disewakan serta dikembalikan itu urusan mala. Tanpa terasa mobil yang membawa mereka sudah sampai didepan kontrakan.
Mereka turun dari mobil dan diikuti oleh pak sopir yang membantu menurunkan barang - barang mala.
" Ibu meri ini siapa ?" Sapa tetangga samping kontrakan .
" Eehh .. Bu ida. Ini mala anak saya bu. Mulai hari ini mala akan tinggal dengan saya bu. Mari bu ida saya sama mala duluan ya, ini mau membereskan barang - barang dulu. " Jawab meri sopan dan ramah.
" Iya bu silahkan " Jawab bu ida juga tidak kalah ramah.
Mala dan meri masuk ke rumah, mala membawa kopernya masuk ke kamar terlebih dahulu. Didalam kamar mala melepaskan hijabnya,karena saat ini dirumah hanya ada mala dan mamanya. Meri masuk kekamar mala membawakan segelas air minum , dia tahu saat ini pasti mala sangat haus.
" Mama, mala bisa ambil sendiri loh ma. Pokoknya mala yang sekarang bukan mala yang dulu. Sekarang mala yang akan mengurus mama, jadi mama tinggal bilang mau apa dan makan apa nanti mala yang kerjakan. Sekarang mala bisa masak loh ma . " Ucap mala dengan bangga.
" Syukurlah kalau kamu sudah bisa memasak. Pasti di ajari sama si dewi itu kan ? Nanti sore kamu masakin mama ya, mama ingin mencoba masakan kamu. Perdanaloh masak buat mama " Ucap meri sambil terkekeh.
" Siap bosss " Jawab mala sambil mengacungkan dua jari jempolnya.
* Alhamdulillah kini mala anakku sudah bisa tersenyum dengan bahagia, bahkan kini dia sudah berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Hubungan ku dengan mala juga terasa lebih akrab, terimakasih atas semua yang sudah Allah berikan untuk keluarga ku ini. Seandainya dari dulu aku dan mala seperti ini pasti saat ini kami semua masih bersatu dengan papa dan aluna. * Gumam meri dalam hatinya.
*********
" Kebiasaan nih datang pas jam makan malam. Bilang saja mau nebeng makan malam pakai alasa main segala, bosen aku tiap hari tamu yang datang cuma kamu dan kamu " Gerutu candra. Candra hanya bercanda tidak mungkin juga dia memarahi sahabatnya hanya perkara makanan.
" Mas, kok bicara seperti itu sih ? Pelit amat cuma nasi sepiring doang " Seru aluna marah karena menurutnya candra sudah pelit dan perhitungan sama teman.
" Marahin saka Lun, suamimu ini memang perhitungan. Lagipula aku datanv juga tidak setiap hari, cuma seminggu 4 kali saja." Ucap surya mencari pembelaan dari aluna.
* Isshhh si surya ini tidak tahu malu masak iya seminggu sampai 4 kali dia bilang cuma* Gumam candra.
Hhhuuuffff
Sepertinya salah lagi deh si candra, niat nya cuma bercandaan tapi malah bikin bumil marah. Memang susah kalau bercanda ada ibu hamil, bawaannya pengen marah terus.
" Bercanda sayang. Aku tidak mungkin melarang surya untuk makan disini, surya inikan sahabat baik ku. " Jawab candra dengan senyum mengembang.
Aluna hanya mengangguk sekilas tanpa melihat suaminya. Dia sedang menikmati makan malamnya, saat ini aluna suah habis dua piring . Semakin bertambah usia kehamilannya semakin meningkat nafsu makan aluna namun tubuh aluna tidak membengkak, masih normal seperti ibu hamil 5 bulan pada umumnya.
__ADS_1
" Kata mama tadi siang kakakmu mala sudah pulang. Dan saat ini tinggal sama mama kamu Lun" Ucap pak andi di sela makan malamnya.
Uhhhukkk Uhhuukk
Tiba-tiba surya batuk hingga membuat nya tersedak makanan yang masih dia kunyah.
" Hati - hati bro. Dia tidak akan lari kemana , dia cuma ingin tinggal sama mama meri saja. Tapi tidak tahu juga kalau pulangnya karena ingin menikah , nah kamu kalah cepat tuh " Ucap candra sengaja menjahili surya.
Aluna dan pak andi hanya tertawa melihat raut wajah surya yang cemberut dan bersedih. Pak Andi sudah tahu jika surya tertarik dan menyukai mala, namun pak andi tidak bisa berbuat apa - apa. Dia membebaskan mala mau menikah dengan siapa, karena mala yang tahu kebahagiaannya sendiri.
" Wahh... Papa serius ? Kalau begitu besok aluna mau main kesana sajalah,kebetulan aluna besok tidak ada jam dikampus. Jadi bisa kesana dari pagi, aluna juga suka dirumah mama itu karena ada tokonya. Senang saja saat membantu mama berjualan,seru pa. " Ucap aluna antusius.
" Baiklah besok mas antar kamu kesana sekalian mas berangkat kerja. Apa papa mau sekalian ikut , jika papa ikut mungkin tambah ramai " Ucap candra melirik kearah aluna sambil memainkan alisnya.
Aluna tahu arti lirikan candra, namun aluna hanya menggelengkan kepalanya. Karena belum saatnya mendekatkan papanya dengan sang mama, saat ini biarkan mereka saling membenahi hatinya masing - masing, aluna tidak mau membuat papanya kecewa karena keinginannya.
Aluna memang menginginkan papanya rujuk kembali dengan mama meri. Niatnya itu sudah dia sampaikan kepada candra, dan candra juga mendukung jika papa andi rujuk dengan meri. Tetapi kembali lagi kepada pak andi dan meri, jika mereka tidak ada keinginan untuk rujuk juga tidak bisa dipaksakan.
" Papa lain kali saja " Jawab pak andi sambil mengulas senyum.
Mereka hanya mengangguk, surya yang hanya diam saja mulai mengerti maksud candra dan aluna. Makan malam merekapun selesai, sebagai tamu yang tahu terimakasih surya membantu bibik membereskan meja makan dan bibik yang mencuci piring.
" Kamu mau ikut kerumah mama meri sur ?" Tanya candra saat surya sudah ikut duduk berkumpul diruang keluarga.
" Tidak bisa Can,besok kan aku harus bekerja. Nanti kapan - kapan saja kalau aku libur aku akan kesana, lagipula aku juga sudah tahu rumahnya." Jawab surya menolak ikut karena dia juga harus bekerja.
" Iya , jadi laki harus gantelmen mas. Datang dan langsung lamar sekalian , siapa tahu lamarannya juga langsung diterima . Papa setujukan kalau kak mala sama mas surya ?" Tanya aluna kepada papanya.
" Kalau papa sih setuju - setuju saja, tapi yang jadi masalahnya mala mau tidak sama surya. Apalagi surya ini anaknya pecicilan seperti in. Hahaha " Jawab pak andi lalu dia tertawa.
Jawaban pak andi juga berhasil membuat aluna dan candra tertawa lepas. Benar juga apa yang dikatakan pak andi tadi, surya menyukai mala tapi belum tentu mala suka dan mau sama surya .
***********
RATE BINTANG 5 NYA DULU KAK.
TETAP DUKUNG SEMUA KARYA - KARYA AUTHOR YA KAK.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️