
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
HAPPY READING
Semenjak melihat meri dan seorang pria keluar dari rumah makan. Diam - diam candra mencari tahu siapa pria yang bersama mertuanya, candra mencurigai jika orang itu ada hubungannya dengan kasus teh yang dia minum malam itu. Candra sudah tahu jika teh yang dia minum sengaja diberi obat perangsang oleh meri.
Candra menemukan dimana pria itu tinggal, pria itu tinggal disebuah rumah yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya.
" Kamu ada perlu apa sama bang marko, Can ?" Tanya adit yang membantu mencari tahu tentang marko.
" Ada sedikit urusan dan aku ingin bertanya langsung kepadanya. Kamu tahu darimana jika priac itu bernama marko ?" Tanya candra heran.
" Dari teman - teman ku. Sebenarnya bang marko itu orang baik kok, kata teman ku tidak mau pernah membuat keributan atau kejahatan. Cuma memang tampangnya yang seperti preman. Tapi jika ada orang yang meminta tolong untuk mengerjai orang dan bayaran nya sesuai pasti dia ambil. " Ucap adit menjelaskan.
" Ayok temani aku menemuinya. Aku pernah melihat pria itu jalan berdua dengan mama meri, mereka kelihatannya sangat mesra dan sepertinya mereka punya hubungan tersembunyi atau hubungan yang sengaja mereka rahasiakan. " Seru candra bicara jujur.
Adit hanya serius mendengarkan cerita candra, hubungan perteman candra dan adit sekarang jauh lebih baik. Candra sudah meminta adit untuk bekerja dipabriknya tetapi adit tidak mau dia masih menyukai pekerjaannya sebagai sopir taksi online.
" Baiklah nanti sore coba kita temui dia,tapi aku akan meminta tolong teman ku dulu untuk membuatkan janji pertemuan mu dengan bang marko. " Ucap adit.
" Bilang sama teman mu aku minta nomor telepon bang marko. Sekarang juga !! " Ucap candra tidak sabar ingin segera bertemu dengan marko.
Adit mengangguk lalu menghubungi temannya untuk meminta nomor ponsel marko. Beruntung teman adit masih menyimpan kontak marko, dia segera mingirimkan kepada adit.
" Ini nomor ponsel marko " Ucap adit sambil memberikan ponselnya kepada candra.
" Ok terimakasih " Jawab candra lalu mencatat nomor ponsel marko.
Setelah urusannya selesai adit dan candra sama - sama kembali bekerja. Adit mulai menerima orderan penumpang dan candra kembali kepabrik. Sesampainya di ruangan nya candra mencoba menghubungi nomor ponsel marko. Tepat panggilan ketiga marko mengangkat teleponnya.
[ Hallo siapa ini?] Tanya marko dengan suara baritonnya.
[ Benar ini dengan bang marko ?] Tanya candra ingin memastikan.
[ Iya benar, kamu siapa ? ]
[ Aku candra, aku ada perlu dengan bang marko. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan sama bang marko.]
[ Aku tidak kenal dengan orang yang bernama candra ? Ada perlu apa kamu mengajak bertemu dengan ku ?]
[ Kita memang tidak kenal tapi aku ada perlu sama bang marko. Apa bisa kita bertemu ?]
[ Aku masih bekerja, jam 5 nanti temui aku di cafe XX aku tunggu kamu disana. Jika telat jangan harap kamu bisa menemuiku ]
__ADS_1
[ Ok aku akan datang tepat waktu . Terimakasih ]
[ Hemmm.. ]
Tut... Tut... Tut...
Sambungan telepon terputus secara sepihak, tetapi candra tidak mempermasalahkannya karena dia sudah bisa membuat janji dengan marko.
* Aku penasaran ada hubungan apa mama meri dengan bang marko. Atau jangan - jangan mama dan bang marko... ? Ohh tidak - tidak. Tidak mungkin mama meri menghianati papa andi , sudah jelas papa andi itu lebih baik dari bang marko. * Gumam candra dalam hatinya.
**********
" Jadi kamu yang bernama candra yang tadi menghubungiku ?" Tanya marko saat sudah ada satu meja dengan candra.
Candra sengaja memesan tempat yang lebih privasi karena dia tidak mau pembicaraannya didengar oleh orang lain. Bahkan candra 30 menit lebih awal agar tidak terjebak macet, maklum jika pagi dan sore hari daerah sekitar pabrik pasti lumayan macet.
" Iya bang, saya candra. Bang marko mau makan atau minum ? Pesan saja nanti saya yang bayar, anggap saja sebagai perkenalan kita " Jawab candra.
" Ok.. Kebetulan aku memang sedang lapar. Tapi kamu juga harus makan, tidak enak jika aku makan sendirian. " Ucap marko.
Candra mengangguk , dia pun memanggil pelayan dan memesan makanan untuknya dan marko. Candra memperhatikan marko yang duduk tepat di depannya, kalau dilihat - lihat usia marko , candra perkirakan sekitar 48 tahun lebih muda dari papa andi.
* Kalau dandanannya tidak seperti preman, dia masih terlihat muda. * Gumam candra.
Eheemm..Ehheemm
Marko berdehem untuk mencairkan suasana hening.
" Apa bang marko kenal dengan Mama meri ? Meri safitri " Ucap candra menyebutkan nama lengkap meri.
Begitu mendengar nama meri disebut oleh candra, marko semakin menatap intens kearah candra. Dia sangat penasaran ada hubungan apa candra dengan meri sehingga candra meminta bertemu dengannya.
" Kamu sebenarnya siapa ?" Tanya marko.
" Aku candra, suami dari Aluna anak kedua mama meri. " Ucap candra bicara jujur.
" Jadi kamu candra sialan itu yang meninggalkan mala dan justru menikah dengan adiknya mala. Kamu berani menemuiku setelah kamu membuat malaku bersedih dan sakit hati ? Aku akan menghajar mu ! Aku tidak rela mala kamu sakiti, aku sangat menyayangi mala apapun akan aku lakukan demi kebahagiaan anak ku !" Seru marko tanpa sadar mengakui jika mala adalah anaknya.
Haaahhhh
Anak ? Candra syok saat mendengar pengakuan marko jika mala adalah anaknya. Sebuah kejujuran yang tanpa sengaja keluar dari mulut marko. Kenyataan baru kembali diketahui oleh candra.
" Anak ? Jadi mala itu anaknya bang marko ?" Tanya candra memperjelas lagi.
" Emm... Eem bukan urusan mu. Yang penting sekarang aku akan menghajarmu karena kamu sudah menyakiti mala. " Seru marko meraih kerah baju candra dan akan menghantamkan bogeman kewajah candra. Namun beruntung pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.
Candra merasa terselamatkan oleh pelayan tadi, kalau pelayan tadi datang telat sedikit saja pasti hidung candra sudah nyungsep akibat bogeman dari marko.
" Aku tidak pernah menyakiti mala, karena aku memang tidak punya hubungan apa - apa sama mala. Jadi benar mala itu anaknya bang marko ?" Tanya candra lagi.
Hhuuuffff
__ADS_1
Marko tidak bisa mengelak lagi, sepertinya candra tidai bisa dibohongi. Akhirnya marko pun jujur jika mala adalah anak kandungnya bersama meri.
" Benar, mala adalah anak kandung ku, tapi aku minta sama kamu jangan kamu katakan sama siapapun jika aku ayah kandung mala. Termasuk andi, karena aku tidak mau andi tahu dan membuang meri dan mala " Jawab marko mulai bisa menguasai emosinya.
" Jadi bang marko kenal papa andi?" Tanya candra heran.
" Andi kakak kelas ku waktu SD daat dia kelas 5 SD aku kelas 2 SD. Kami teman dari kecil " Jawab marko mengenang masalalunya.
* Kalau bang marko teman papa andi berarti dia juga teman papa ku * Gumam candra.
" Apa bang marko kenal pak Akbar ?" Tanya candra lagi.
" Akbar anak almarhum pak Sastro ? Pemilik kebun teh yang sangat luas itu ? Dan sekarang juga sudah ada pabrik pengolahan tehnya juga ?" Tanya marko dengan gamblang.
* Kenapa bang marko tahu jika kebun teh itu milik orang tua papa ? Padahal papa andi saja tidak tahu, tahu baru - baru ini. * Gumam candra.
Candra semakin penasaran dengan marko, dia harus mencari tahu semuanya tentang marko dan meri .
" Pak akbar itu ayah ku " Jawab candra mengagetkan marko.
Marko langsung meletakkan sendoknya dan menatap wajah candra. Wajah candra sekilas memang mirip pak akbar, dan hal itu juga yang sedari tadi ada difikiran marko. Dia merasa tidak asing dengan wajah candra dan ternyata candra anak dari teman masa kecilnya.
" Kamu anaknya akbar? " Seru marko serius.
" Iya benar " Jawab candra singkat.
" Lalu kenapa kamu meninggalkan mala dan menyakiti mala, justru kamu menikah dengan adiknya mala ?" Tanya marko.
Candra pun menceritakan semua nya dari awal, dari masalah perjodohan dan dia menyembunyikan identitas nya dan berujung penolakan dan penghinaan dari mala dan meri. Sampai aluna menggantikan mala untuk menjalani perjodohan.
" Jadi seperti itu ceritanya ?" Tanya marko seakan tidak percaya.
" Kalau bang marko tidak percaya bisa tanya kepada papa andi " Jawab candra.
" Tidak ! Aku tidak mau bertemu dengan andi, aku punya kesalahan besar kepada andi. Kesalahan karena aku juga mencintai istrinya sampai dia melahirkan anakku. Aku mohon tolong jangan bilang sama andi soal mala yang bukan anak kandungnya. Aku tidak mau mala hidup miskin dengan ku, aku mau mala tetap hidup enak bersama andi. Karena andi bisa memenuhi apa yang diminta mala sedangkan aku hanya kerja serabutan yang tudak pasti. " Ucap marko penuh harap.
" Baik, aku akan jaga rahasia ini dengan aman. Tapi aku minta sama bang marko jangan mengganggu rumah tangga ku dan aluna. Aku tahu pasti mama meri meminta bang marko untuk memisahkan kami. Dan obat perangang kemarin juga pasti dari bang marko. " Seru candra dengan senyum sinis kearah marko.
Marko terdiam, apa yang dikatakan candra memang benar. Semalam meri menghubunginya dan meminta untuk menghancurkan aluna dengan cara menculiknya dan membuangnya jauh - jauh.
" Asal bang marko tahu, malu itu sudah pernah menikah selama satu bulan. Dan sekarang mereka sudah bercerai ya meskipun belum resmi bercerai. Mala bahkan sudah hamil dilua nikah dan dia keguguran." Ucap candra membuat marko terkejut karena meri sama sekali tidak pernah cerita soal pernikahan mala.
* Meri sepertinya sengaja merahasiakan semua ini dari ku * Gumam marko.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK 🙏❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️
__ADS_1