Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Julia belajar memasak


__ADS_3

.


.


.


💞 HAPPY READING 💞


" Darimana saja kamu ?" Tanya Julia saat marko baru saja pulang.


Bukan lagi semalam , tetapi sudah dua hari marko pergi dan baru siang ini dia pulang. Selama dua hari itu pula Julia mencari keberadaan marko sana - sini tetapi tidak ada hasilnya juga.


Marko melewati Julia begitu saja, dia meletakkan kunci motor pada tempatnya lalu masuk kamar. Julia dibelakangnya terus mengekor dengan memberondong banyak pertanyaan tanpa membiarkan marko untuk istirahat atau membersihkan dirinya terlebih dahulu.


" Jawab , kamu darimana ? " Tanya julia lagi dengan meninggikan suaranya.


" Bukan urusan kamu. Dan apa perduli kamu ? Aku dirumah saja tidak pernah kamu urus, buat apa istri kalau bisanya cuma marah - marah dan curiga ini itu. Bahkan memanjakan lidah suami saja tidak bisa, bisanya cuma bergoyang saja. Jadi jangan salahkan aku jika mencari perhatian diluar sana " Ucap marko tersenyum tipis kearah Julia.


Sebenarnya selama dua hari ini marko ada dikota , dirumah orang tua Julia. Dia awalnya mendatangi orang tua julia ingin menenangkan pikirannya, dia jenuh dan marah dengan julia yang selalu marah - marah dan cemburuan. Sudah berapa kali saja julia membuat dia malu. Saat pernikahan mala dan saat meri ada dibengkel, kecemburuan Julia sama sekali tidak mendasar.


Orang tua julia sudah menyarankan jika dia tidak sanggup lagi hidup dengan Julia, lebih baik ceraikan julia dan kembalikan julia kepada mereka. Namun marko masih ingin mencoba memperbaiki rumah tangganya dan merubah sifat buruk julia.


" Jadi kamu berselingkuh ? Dasar lelaki tidak punya tanggung jawab ! Kurang apa aku selama ini sama kamu mas, dan perempuan mana yang selama dua hari ini sudah kamu tiduri ?." Tanya julia mulai terisak .


" Aku mencari kesenangan dan ketenanangan diluar sana bukan berarti aku selingkuh Julia. Aku tidak sepicik itu , dan aku tidak seperti apa yang kau fikirkan. Seharusnya kamu itu bisa intropeksi diri agar lebih baik lagi. Belajar bagaimana cara menyenangkan suami , bagaimana menghargai suami dan memanjakan suami. Jangan bisanya cuma marah dan cemburu, buang jauh - jauh fikiran kotor kamu itu. Dan jangan tanya kurang kamu itu apa, kamu fikir saja sendiri ! " Ucap marko dengan tegas.


Hhiiikkk.... Hiikkss... Hikksss


Hanya menangis dan menangis yang bisa dilakukan oleh Julia. Rasa takut kehilangan marko saat ini sangat besar, lamban laun dia seakan ketergantungan dengan marko. Sifat manjanya dan arogantnya sulit sekali untuk dihilangkan.


Akhir - akhir ini rasa cemburunya memang tidak beralasan. Meri ? Iya dengan meri cemburunya akan mencuat begitu saja. Tidak tahu kenapa saat melihat meri bawaannya ingin memarahinya, apalagi saat meri bersama marko. Rasa cemburu dan amarahnya menggebu - gebu.


" Tolong jangan ganggu aku dulu, lebih baik kamu siapkan aku makanan. Aku mau mandi dulu setelah ini aku mau makan " Ucap marko mulai melunakkan suaranya.


" Tapi aku tidak bisa memasak." Ucap julia lagi.


" Kamu bis belajar, banyak video tentang tata cara memasak. Kamu mau masak apa saja ada di ponselmu itu , tinggal kamu cari saja " Ucap marko.


Setelah bicara seperti itu marko masuk kamar mandi dan suara gemercik air sudah mulai terdengar. Julia mencoba menyiapkan pakaian marko dan dia lalu kedapur untuk memasak. Sesampainya didapur diabingung mau memasak apa, tidak ada apa - apa didalam kulkas dan hanya ada 2 butir telor saja.


" Aku coba kewarung saja,siapa tahu masih ada sayuran. " Ucap julia pada dirinya sendiri.


Julia mengambil dompetnya lalu pergi kewarung yang tidak jauh dari tempay tinggalnya. Saat sampai warung disana hanya ada sayuran kangkung, bayam dan tempe saja. Julia membeli kangkung dan tempe serta 1 kg telor, dia ingin memasak tumis kangkung dan goreng tempe serta telor bulat sambal.


" Darimana kamu ?" Tanya marko yang sudah ada didapur mengambil air minum dan hendak membawanya kekamar.


" Aku dari belanja sayuran sayang " Ucap Julia menganggkat sayuran yang di tenteng.

__ADS_1


" Oh baguslah. Cepat masaknya karena aku sudah lapar, apapun rasa masakanmu aku akan memakannya. Tidak bisa itu kuncinya harus belajar,bukan malah terus-terusan beli. Awalnya saja tidak enak nanti kalau lama - lama juga enak tuh masakan kamu. Ya sudah sana masak, aku mau kekamar istirahat. Nanti kalau sudah selesai panggil saja aku dikamar " Ucap marko secara tidak langsung memberi julia dukungan.


Marko meninggalkan julia yang masih saja bingung, bingung harus dimulai darimana. Setelah marko kembali masuk kamar, julia membuka aplilasi merah di ponselnya dan mencari totorial memasak tumis kangkung dan telor sambal bulat.


" Kalau lihat videonya sih mudah, tapi mau prakteknya pasti susah. " Ucap julia sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Julia mulai mempraktekkannya dan terus melihat video yang dia putar.


Butuh 1 jam lebih akhirnya masakan julia sudah selesai, dari segi warna sudah bisa ditebak bagaimana rasanya. Julia tersenyum bangga melihat masakannya yang sudah tersusun rapi di atas meja makan, dia segera memanggil marko untuk mengajaknya makan. Meskipun makan siang sudah kelewat jauh,tetapi dia tetap tersenyum manis karena sudah berhasil memasak.


" Mas marko sayang , yuk kita makan siang . Aku sudah memasak dan semoga kamu suka. " Ucap julia sudah ceria kembali.


" Iya , aku juga sudah lapar " Jawab marko.


Marko dan Julia menuju ruang makan, dia melihat tampilan masakan julia sama sekali tidak berselera untuk makan.


" Ini yakin bisa dimakan ?" Tanya Marko sambil mengernyitkan keningnya.


" Dicoba saja dulu " Jawab Julia.


Dengan percaya dirinya, julia mengambilkan marko nasi , serta sayur dan lauk pauknya. Begitu selesai mengbilkan marko, dia juga mengambil untuk dirinya sendiri. Mereka sama - sama menyuapkan makanan kedalam nulut mereka.


Byuurrrr.... Uhuk...Uhuukk..


Marko dan Julia sama - sama menyemburkan makanannya lalu batuk - batuk. Masakan tumis kangkung julia terasa sangat asin.


" Maaf, tadi memang aku lupa sudah aku kasih garam apa belum. Pasti tadi itu sudah aku kasih garam terus aku kasih lagi , aku sama sekali tidak memcicipinya . Kita coba sambal telornya ya " Ucap julia .


Marko mengangguk lalu memotong telor bulat itu dan mencobanya. Kali ini bukan rasa asin tetapi rasa manis seperti gula satu papbriknya dipakai julia semua.


" Ini kemanisan , tapi lumayanlah masih bisa dimakan meskipun seperti makan sambal gula. Diaduk saja sama tumis kangkungnya nanti juga bakalan tercampur rata rasanya. " Ucap marko.


Julia hanya mengangguk pelan, rencana memanjakan lidah suaminya gagal total karena masakannya benar - benar hancur, dengan malas dia memakan hasil masakannya.


*********


Dua hari sudah aluna dirumah sakit, dan hari ini sudah di izinkan pulang bersama babby R juga. Candra dan mama sita selalu menunggu aluna selama dirumah sakit, semua barang - barang Aluna dan babby R sudah dibereskan semua oleh mama sita .


" Ma, maaf ya aluna sudah merepotkan mama. Pasti mama capek karena selama dua hari ini jagain aluna terus. Terimakasih ya ma " Ucap aluna memeluk mama mertua yang sangat menyayanginya itu.


" Sama-sama sayang. Mama sama sekali tidak merasa repot kok sayang, memgurus anak menantu dan cucu sendiri kok dibilang repot. Sama sekali tidak " Ucap mama sita tegas.


Cekleeekkk... Pintu kamar rawat aluna terbuka dan candra masuk dengan binar senyum bahagianya. Akhirnya anak dan istrinya akan segera pulang dan tinggal dirumah bersamanya.


" Ma, sayang.. Yuk kita pulang. Semua administrasi sudah selesai sekarang kita tinggal pulang " Ucap candra bahagia.


" Iya mas , biar babby R aku gendong saja ya ma. Nanti mama capek loh gendong sampai parkiran. Lagi pula akukan duduk dikursi roda jadi aku tidak akan capek. Aku juga sudah sembuh loh, tidak pakai kursi roda juga tidak masalah. Mas candra saja yang berlebihan " Ucap Aluna sambil melirik kearah sang suami tercinta.

__ADS_1


" Iya kamu sudah sembuh tetapi belum sembuh betul. Buktinya mas sama dokter belum boleh menyentuh kamu sayang. " Ucap candra dengan wajah sedihnya.


Mungkin saja candra tidak paham atau lupa jika wanita sehabis melahirkan itu ada masa nifasnya. Mama sita menggelengkan kepalanya mendengar perkataan absurd dari candra.


Plaaakkkk.... Lengan candra dipukul oleh mama sita, sang mama geram dengan kebodohan anaknya sendiri. Bagaimana dia mau menyentuh aluna jika nifasnya saja belum selesai.


" Makanya kalau sekolah dan mengaji itu jangan tidur saja , ya begini jadinya. Yang namanya wanita habis melahirkan itu ada masa nifasnya, sembarangan saja mau langsung dinaiki lagi. Lama - lama mama getok juga kepala kamu nanti Candra " Ucap mama sita kesal.


" Heheehheee... Iya juga ya ma. Candra lupa, emm.. Maaf ya sayang. Sudah yuk sayang kita pulang, babby R kita pulang kerumah . Papa sudah siapkan tempat tidur yang nyaman untuk kamu. " Ucap candra lalu mencium kening aluna dan babby R secarabergantian.


Merekapun keluar kamar rawat aluna dan menuju mobil terparkir dibagian plataran depan rumah sakit. Candra mengendarai mobilnya sendiri tanpa meminta bantuan sopir. Setelah memempuh perjalanan yang tidak terlalu lama mobil candra sudah sampai di halaman rumah. Candra membukakan pintu untuk aluna, serta memintanya turun dengan hati - hati.


Diteras rumahnya ada pak andi, pak akbar, mala dan meri yang menyambut kedatangan aluna dan Babby R.


" Welcome Babby R." Seru mala sambil membuka pintu dan terlihat jelas hiasan balon warna - warni untuk menyambut babby R.


" Selamat datang cucu kakek dan menantu terbaik papa " Ucap pak akbar.


" Terimakasih kak,pa, mama dan semuanya. Terimakasih sudah menybut babby R dengan meriah. Terimakasih kakek nenek dan tante mala " Ucap Aluna menirukan suara anak kecil.


Mala terlihat cemberut karena aluna terus memanggilnya dengan panggilan tante. Padahal maunya dia dipanggil Aunty mala bukan tante mala, biar terlihat keren sedikit.


" Duhhh ada yang cemberut " Ucap Aluna meledek mala.


" Sedikit " Jawab mala dengan singkat.


Semuanya tertawa melihat tingkah mala dan aluna, meripun mengajak semua nya masuk kasihan babby R yang sepertinya tidak nyaman terlalu lama ada didalan gendongan. Didalam rumah juga sudah tersedia makanan dan minuman yang sudah disiapkan oleh mala dan meri.


Aluna dibantu candra membawa babby R ke kamar dan meletakkannya didalam bok bayi yang sudah disiapkan oleh candra. Setelah babby R tidur dengan nyenyak, candra membawa aluna dalam pelukannya. Ribuan terimakasih terus candra ucapkan, dia tahu betul bagaimana perjuangan aluna melahirkan anak mereka.


" Sayang, ribuan terimakasih mas ucapkan untuk mu. Karena kamu sudah berjuang melahirkan jagoan kita. Setelah melihat perjuangan mu melahirkan, mas tidak tega untuk membuat mu hamil lagi. " Ucap candra serius.


" Mas melahirkan itu sudah menjadi kewajiban wanita yang hendak menjadi seorang ibu. Biarpun sakit tetapi aku menikmatinya mas dan rasa sakit itu seketika hilang saat terdengar suara tangisan malaikat kecil yang terlahir dari rahimku. Jadi jangan takut dan jangan menyesal. " Ucap aluna membelai lembut pipi suaminya.


" Iya sayang , terimakasih " Ucap candra.


Tok Tok tok Pintu kamar diketuk dari luar, candra langsung melepaskan pelukannya dan beralih kearah pintu untuk membukakan pintu.


" Ehh... Mama meri " Ucap candra.


" Babby R tidur kan ? Yuk kita makan siang dulu, sayang makan dulu ya . Mama sudah masakin kamu sayuran hijau, agar asi kamu lancar dan melimpah. " Ucap meri melihat kearah aluna yang berdiri di samping bok bayi.


" Terimakasih ma. " Ucap aluna tersenyum manis.


Aluna dan candra keluar kamar dan ikut bergabung dimeja makan untuk makan siang. Kali ini keluarga besar kembali kumpul, hanya surya yang tidak ikut makan karena dia masih bekerja.


*********

__ADS_1


__ADS_2