
💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Sudah tiga hari pak andi di rawat di rumah sakit, meri sebagai istrinya hanya datang di siang hari saja itupun hanya sebentar. Aluna terpaksa libur kerja dan saat dia ada jadwal di kampus aluna meminta suster untuk menjaga pak andi. Mala sebagai anak tertua sama sekali tidak mau menjaga papanya, jangankan menjaga papanya menjenguk saja tidak.
Sore hari setelah pulang dari pabrik candra datang kerunah sakit bersama kedua orang tuanya. Orang tua candra baru bisa datang karena memang baru dikabari oleh candra.
" Bagaimana kabar mu Andi ?" Tanya pak akbar kepada sahabat masa mudanya itu.
" Aku sudah membaik Bar, besok aku sudah diperbolehkan pulang. Terimakasih ya kamu dan istrimu sudah mau menjenguk ku, maaf sudah merepotkan. " Ucap pak andi.
" Justru aku yang seharusnya minta maaf karena baru hari ini aku menjengukmu. Kalau aku tahu kamu dirawat dirumah sakit pasti aku sudah menjengukmu dari kemarin - kemarin. Candra baru tadi siang ini memberitahu ku, padahal kemarin lusa istri mu dan anak tertuamu main kerumah tetapi mereka diam saja. " Ucap pak akbar menjelaskan.
Pak andi hanya menanggapinya dengan senyuman yang sedikit dipaksakan. Mendengar cerita pak akbar jika meri dan mala kemarin main kerumah besannya membuat darah pak andi semakin mendidih. Padahal dia terbaring di rumah sakit tetapi justru istrinya asik bermain, hanya aluna yang perduli dan menemaninya siang dan malam.
" Mungkin mereka lupa " Jawab pak andi memberi alasan. Dia tidak mau temannya tahu tentang keluarganya yang sudah tidak harmonis lagi.
Pak akbar hanya mengangguk pelan. Dia beralih memandang aluna dan istrinya yang duduk bersebelahan namun hanya saling diam. Pak akbar tahu jika istrinya memang belum sepenuhnya bisa menerima aluna.
" Aluna malam ini kamu pulang saja ya, istirahat dirumah. Biar papa aku yang jagain. " Ucap candra memecah keheningan.
" Tidak kak. Aku mau disini menjaga papa, kak candra saja yang pulang dan istirahat dirumah. " Tolak aluna secara halus.
Candra kasihan dengan aluna , karena selama papanya dirawat dirumah sakit, aluna kurang istirahat. Wajah aluna juga terlihat sangat lelah, candra tidak mau aluna juga ikut sakit.
__ADS_1
" Aluna apa yang dikatakan suamimu itu benar, lebih baik kamu pulang dan istirahat. Biar papamu ditemani sama suami mu, ingat harus nurut apa kata suami. Mama lihat kamu seperti kurang istirahat. " Ucap mama sita ikut berbicara.
Perkataan mama sita tadi bagai angin segar bagi aluna, karena selama menikah dengan candra baru kali ini mama mertuanya itu bicara dengan lembut dan penuh rasa perduli.
" Iya nak, kamu pulang saja. Papa biar sama candra" Ucap pak andi ikut menambahi.
" Baiklah pa , ma. Aluna nanti akan pulang dan istirahat dirumah. Kak candra aku titip papa ya " Seru aluna kearah suaminya.
" Iya. Kamu tenang saja. Nanti pulang bareng papa sama mama saja ya. " Seru candra.
" Iya kak " Jawab aluna sambil menganggukkan kepalanya.
Akhirnya aluna pun pulang dengan mama dan papa mertuanya. Tinggallah candra dan pak andi saja yang ada di rumah sakit.
" Candra papa boleh minta tolong sama kamu ?" Tanya pak andi terlihat serius.
" Iya pa, papa mau minta tolong apa ?" Jawab candra.
Pak andi terdengar menghembuskan nafas dengan panjang. Sepertinya ada sesuatu yang penting ingin dia bicarakan kepada candra.
" Candra apa kamu mencintai Aluna ? Tolong jawab jujur " Ucap pak andi.
Candra masih diam untuk memantapkan dirinya menjawab pertanyaan dari papa mertuanya. Candra akui , dia memang merasa nyaman saat dekat dengan aluna dan sering rindu jika berjauhan. Apa itu bisa dikatakan candra mencintai aluna, candra memang belum pernaha merasakan jatuh cinta.
" Candra tidak tahu pa. Tapi candra merasa nyaman saat dekat aluna. Apa ini bisa dibilang cinta pa ? Jujur candra juga sering rindu saat berjauhan dengan aluna. " Jawab candra bicara dengan jujur.
" Apa kamu belum pernah pacaran atau jatuh cinta ?" Tanya pak andi.
Candra menjawab hanya dengan gelengan kepalanya saja.
" Apa kalian sudah melakukan hubungan suami istri ? Maaf papa tidak bermaksud untuk ikut campur dalam rumah tangga kalian, papa hanya ingin memastikan kamu dan aluna bahagia. " Ucap pak andi.
__ADS_1
" Sudah pa. Aluna sepenuhnya sudah menjadi istriku. " Jawab candra tidak ada yang ditutupi.
" Papa bisa melihat ada cinta untukmu dimata aluna. Begitupun dengan mu, kalian hanya butuh bicara berdua untuk saling mengungkapkan isi hati kalian. Candra, papa mohon tolong jangan sakiti Aluna jangan kamu sia - siakan aluna. Karena selama ini hidup nya sudah menderita, dia sudah kehilangan kasih sayang dari orang tuanya. Papa masih hidup tapi selama ini papa mengabaikannya dan sekarang papa sangat menyesal " Ucap pak andi dengan mata yang berkaca - kaca.
" Pa, Insya Allah candra berjanji akan menjaga aluna dengan baik. Aluna istri candra tanggung jawab candra pa. Doakan saja semoga rumah tangga kami sakinah, mawaddah , warrohmah.." Seru candra penuh keyakinan.
" Aamiin " Ucap pak andi mengaminkan perkataan candra.
Pak andi yakin candra bisa membahagiakan aluna , dengan candra hidup aluna akan lebih baik. Dan tidak akan ada orang yang akan menyakiti Aluna lagi.
" Terimakasih candra " Seru pak Andi.
" Sama - sama pa. Pa, bagaimana kalau setelah keluar dari rumah sakit papa untuk sementara tinggal sama kami saja. Biar papa ada yang merawat sampai papa benar - benar sembuh. Lagipula kantor papa juga sudah memberikan papa libur sampai papa sehat kan ?" Seru candra.
" Apa tidak merepotkan kalian ?" Tanya pak andi takut jika dirinya akan merepotkan anak dan menantunya.
" Tidak ada yang repot pa. Papa itu orang tua aluna dan aku suami aluna, jadi papa juga papa ku. Dan aku juga anak papa " Ucap candra sambil mengusa lengan papa mertuanya dengan lembut.
Pak andi sangat terharu dengan kebaikan candra, seorang menantu tapi sudah seperti anak kandungnya sendiri. Pak andi teringat dengan istri dan anaknya, mala. Sampai saat ini mala belum pernah datang menjenguknya, sedangkan meri kemarin siang sempat datang dan mungkin hanya 5 menit saja.
" Pa candra mandi dulu ya, setelah itu candra tinggal ke mushola rumah sakit untuk sholat magrib ya pa. " Ucap candra.
" Iya Cand, tidak apa - apa. Sekalian kamu makan saja ya, papa nanti ada makan malam dari rumah sakit. Biasanya habis magrib di antar." Ucap pak andi.
Candra yang tadi memang sengaja sudah membawa baju ganti dari rumah, langsung mengambil handuk dan baju ganti dalam tas dan membawanya masuk kedalam kamat mandi. Selesai mandi candra keluar dari kamar rawat pak andi. Candra menuju mushola rumah sakit untuk menjalankan sholat magrib. Dalam sholatnya candra meminta kesembuhan untuk mertuanya dan kebahagiaan untuk rumah tangganya dengan aluna.
*******
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏🙏❤️❤️
JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️