
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
HAPPY READING
" Tadi belanja apa saja sama mama? Pasti mama kan yang banyak belanja, mama memang dari dulu kalau belanja suka khilaf " Seru candra sambil terkekeh.
Candra sudah hafal betul dengan kebiasaan mamanya jika sedang berbelanja. Bilangnya beli satu barang tapi ujung - ujung nya bisa lebih dari lima barang. Namun papanya sama sekali tidak marah, karena dia mencari uang memang untuk anak dan istrinya yang terpenting tabungan aman.
" Kak candra salah, Justru mama tidak beli apa - apa. Semua barang belanjaan yang aluna kira milik mama ternyata buat luna semua. Padahal aku sudah bilang tidak ingin bekli apa - apa karena hadiah dari mama yang waktu itu belum semua aluna pakai " Jawab aluna.
" Kamu sih menolak untuk belanja jadi mama lebih leluasa belanjain kamu tanpa bertanya terlebih dahulu. Itu sudah jadi kebiasaan mama, jujur aku sangat bahagia karena mama sekarang sudah mau menerima kamu. " Ucap candra berkata dengan binar bahagia.
" Iya kak. Aku jadi bisa merasakan kasih sayang dari seorang mama yang selama ini tidak aku dapatkan dari mamaku sendiri. Ya sudah habiskan dulu makanannya nanti kita lanjut ngobrolnya kalau sudah selesai makan malam. " Ucap aluna dengan menyunggingkan senyum manis semanis madunya.
Candra mengangguk lalu melanjutkan makan malamnya, candra memang selalu lahap makan apalagi masakan Aluna. Segala macam bahan makanan yang di olah oleh aluna semua akan terasa enak. Selesai makan malam mereka berdua saling bekerja sama untuk membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan.
" Kak ini teh nya " Seru Aluna meletakkan teh di atas meja.
" Iya Lun, terimakasih. Maaf ya aku bawa pekerjaan kerumah. Karena ini harus cepat selesai jadi tadi aku bawa pulang saja, emm.. Kalau kamu mengantuk kamu tidur duluan tidak apa - apa. Aku tidak lama kok, sejam ini selesai bahkan bisa lebih cepat. " Ucap candra.
" Iya kak, aluna tunggu dikamar ya " Ucap aluna lalu bangkit dan berjalan menuju kamar.
Sesampainya di kamar aluna membuka lemari dan memandangi lingerie yang tergantung di lemari pakaiannya. Ragu - ragu dia mengambil lingerie warna merah maroon dan memakainya. Setelah dipakai aluna bercermin dan dia malu melihat tubuhnya dalam pantulan cermin.
" Kok aku seperti wanita nakal ya ? Kira - kira kak candra bakalan marah tidak ya aku pakai baju seperti ini. Tapi kata mama, kak candra bakalan senang. Tapi masak iya kak candra akan senang, aku sendiri malah malu " Ucap aluna sambil terkekeh memandangi tubuhnya dalam cermin.
* Benar kata mama, aku harus memanjakan mata kak candra dan menservise nya dengan bagus agar dia tidak melirik perempuan lain. Karena diluaran sana banyak yang bening - bening dan kapan saja bisa menggoda suami ku * Gumam aluna dalam hatinya.
__ADS_1
Aluna naik ke kasur lalu menutupi tubuhnya dengan selimut, dia menyandarkan tubuhnya pada bantal yang dia susun agak tinggi sambil memainkan ponselnya. Sesekali aluna melirik kearah pintu kamar menunggu kedatangan candra dengan jantung yang dag dig dug tidak karuan.
* Huuhh... Kenapa aku merasa seperti baru pertama kali bertemu kak candra begini * Gumam aluna dalam hati.
Aluna sibuk dengan ponselnya sampai dia tidak sadar jika candra sudah berada didalam kamar. Candra memandangi Aluna cukup lama, namun candra belum tahu apa yang tersimpan dibalik selimut.
Eehhemm... Ehhemmm.
Candra sengaja berdehem untuk mengalihkan perhatian aluna. Benar saja aluna langsung meletakkan ponselnya di nakas samping tempat tidur.
" Emm.. Maaf kak aku tidak tahu kalau kak candra sudah di dalam kamar. Mau tidur sekarang kak ?" Tanya aluna gugup.
" Bagaimana kamu mau tahu sedangkan perhatiaan mu sibuk sama ponsel yang ada ditangan mu. Menurutmu apakah kita akan tidur sekarang juga ? Tidak mau mengerjakan yang lainnya dulu ?" Tanya candra memancing aluna.
Kini candra sudah naik di atas kasur dan duduk tepat di samping aluna. Sebagai seorang wanita yang sudah bersuami jelas aluna tahu maksud perkataan candra. Aluna gugup sehingga beberapa kali terlibat dia menelan saliva nya sendiri.
" Kamu kenapa terlihat gugup seperti itu ?" Tanya candra.
Bagaimana dia bisa bilang gerah sudah pasti candra akan memintanya untuk menurunkan selimut yang menutupi tubuhnya dan pasti akan terekspose tubuhnya yang seksi.
" Kalau gerah ya jangan memakai selimut full begitu dong Lun. Sini turunkan sampai batas pinggang saja selimut nya. " Ucap candra lalu menurunkan selimut aluna dengan pelan.
Aluna memejamkan matanya saat candra menurunkan selimutnya. Mata aluna terpejam cukup lama namun tidak ada komentar apapun dari Candra. Alunapun mencoba membuka matanya dan terlihat candra bengong dan terpaku memandang aluna dengan mulut terbuka.
" Ini benar aluna istri ku ?" Tanya candra sambil mengucek matanya.
" Emm.. Iya kak ini Aluna. Maaf kak candra tidak suka ya melihat ku pakai baju seperti ini. " Jawab aluna sambil menundukkan kepalanya.
Dia malu dan tidak berani menatap candra. Dia mengira jika candra tidak menyukai cara berpakaian aluna. Padahal tanpa sepengetahuan aluna, beberapa kali candra menelan salivanya sendiri bahkan sudah ada yang berontak dibawah sana.
" Kamu seksi dan cantik sekali lun. Kalau seperti ini aku semakin betah dirumah dan tidak akan aku biarkan kamu keluar dari kamar. " Seru candra dengan mata tanpa berkedip.
" Kak candra serius ? Tidak marah saat dikamar aku memakai pakaian seperti ini ?" Tanya aluna mencari jawaban yang membuatnya yakin.
__ADS_1
" Aku tidak suka kamu memakai pakaian seperti ini tapi aku lebih suka kamu tidak memakai baju. " Seru candra dengan gerakab cepat sudah berada diatas tubuh aluna.
" Ihh... Kak candra nakal. " Seru aluna.
" Aku suka kamu memakai baju seperti ini istriku sayang. Dan kalau bisa setiap malam hari kamu pakai baju seperti ini. Tentunya saat kita ada didalam kamar. " Seru candra mulai mesum dengan menciumi tubuh aluna.
Aluna hanya diam menerima semua yang sudah dilakukan suaminya di atas sana. Akhirnya malam ini aluna dan candra melewati malam panjangnya.
Sedangkan di tempat lain , pak andi dan meri sedang nenynggu kepulangan Mala. Mala pergi dari pagi sampai tengah malam begini belum juga pulang. Meri terlihat biasa saja namun pak andi nampak khawatir. Bagainanapun mala adalah anak perempuannya. .
" Mala kemana sih ma sampai jam segini belum pulang juga? " Tanya pak andi sambil melirik jam yang melingkar di tangan kirinya.
" Tadi dia kuliah pa. Mungkin banyak tugas dan dia mengerjakan dengan teman - temannya. Oh iya pa, tadi surat cerai mala dan adit sudah di antar sama pihak pengadilan agama. Jadi mala dan adit sudah resmi bercerai." Ucap mama meri.
" Baguslah , jadi mala dan adit tidak menggantungkan perceraiannya. Tolong jika mala pulang, mama nasehati dia agar jangan pulang malam - malam. Ini sudah jam sebelas malam ma tapi mala tak kunjung pulang, dia itu wanita takut terjadi sesuatu dengannya " Seru pak andi menyampaikan kekhawatirannya.
Meri hanya mengangguk pelan tanpa bersuara sedikitpun. Dia tidak suka karena menurutnya sang suami terlalu mengekang kebebasan mala. Baginya mala itu sudah besar dia tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik. Mungkin dia lupa jika dulu mala menikah dengan adit akibat pergaulan bebasnya sehingga dia hamil diluar nikah .
" Papa sudah mengantuk, mau kekamar dulu " Seru pak andi bangkit dan meninggalkan meri sendirian.
Meri terlihat memainkan ponselnya dan mencoba menghubungi mala namun tetap tidak ada jawaban.
* Sebenarnya kemana sih mala ? Kalau aku tidak masalah dia pulang malam, tapi tidak bagi papa. Dia terlalu mengekang kebebasan mala. Padahal dia juga bukan papanya. Kalau papa marah bisa gawat,bisa ditarik uang jajan mala dan dia pasti akan mengganggu uang bulananku. * Gumam meri dalam hatinya.
Meri teringat marko dan mencoba menghubungi marko untuk meminta tolong mencari keberadaan mala.Namun sepertinya marko sudah memblokir nomor ponsel meri. Merasa diabaikan oleh marko , membuat meri juga ikut geram dengan ulah marko.
************
RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK 🙏❤️❤️
TINGGALKAN LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA JUGA YA KAK 🙏❤️ BIAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UNTUK MENULIS 😘😘
TERIMAKASIH 🙏❤️
__ADS_1