Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Ada hati yang dijaga


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Setelah sampai rumah Surya pun baru menceritakan kepada Mala, jika tadi dia bertemu Julia saat berbelanja di minimarket. Surya sengaja memberitahu Mala saat sudah di rumah, agar tidak terjadi keributan saat di minimarket tadi. Malahl terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Surya, dia hanya takut jika Julia datang hanya untuk mengganggu rumah tangga Papa Marko saja.


Surya meminta Mala agar memberitahu marku jika Julia sudah ada di desa ini lagi. Agar Marko bisa mengantisipasi jika Julia datang menemuinya. Apalagi sekarang Mina juga sedang hamil, sehingga perasaannya pun harus ekstra dijaga. Wanita hamil biasanya memang sering cepat sekali marahnya.


" Kenapa juga sih wanita itu datang kedesa ini? Sudah benar-benar di kota saja, menyebalkan." Gerutu Mala membuka aplikasi hijau di ponselnya untuk menghubungi Marko.


" Sabar sayang, jangan marah - marah ya sayang." Seru Surya menenangkan Mala.


" Kesal saja mas, pasti datang untuk mencari masalah. Apalagi yang dia cari kalau bukan masalah." Seru Mala lagi dengan kesal.


Dreett....Dreetttt... Dreeettt


Ponsel Mala bergetar, sepertinya Marko yang balik menghubunginya. Sebab sampai dua kali menghubungi Marko tidak juga diangkatnya. Dengan cepat Mala menganggkat telepon dari Marko.


[ Hallo Mala maaf tadi papa ada di kamar mandi dan mama Mina lagi tidur jadi tidak ada yang angkat telepon. Ada apa ? ] Tanya Marko dan mencoba menjelaskan agar Mala tidak marah.


[ Oh iya Pa tidak apa-apa. Mala cuma mau memberitahu Papa jika tadi saat pulang dari rumah papa, Mala dan mas Surya mampir minimarket. Dan didalam minimarket mas Surya bertemu dengan Julia.]


[ Apa ? Julia !! Anak itu ada di desa ini lagi ? Kamu serius Mala?.] tanya Marko sangat antusias.


Mala memberikan ponselnya kepada Surya dan menyuruh Surya menjelaskan sendiri kepada Marko. Sebab tadi Surya lah yang bertemu dengan Julia, sehingga dia lebih tahu tentang pertemuannya dengan Julia.


[ Benar Pa, Surya dan Mala tidak mungkin berbohong soalnya tadi Julia sempat menegur Surya, tapi Surya abaikan saja dia. Julia mengajak ngobrol Surya, namun Surya juga abaikan. Karena Surya buru-buru, sepertinya dia akan menemui papa. Jadi papa harus hati-hati, Siapa tahu dia punya rencana licik untuk menghancurkan rumah tangga papa. Papa tahu sendiri kan jika dia masih mengharapkan bisa rujuk sama papa.] Surya menjelaskan secara panjang lebar melalui sambungan telepon.


[ Terima kasih Surya atas informasinya. Nanti kalau dia datang ke sini pasti akan langsung papa usir. Papa tidak mau membuat Mama mertua kamu salah paham, apalagi saat ini dia sedang hamil.]

__ADS_1


[ Iya Pa, nanti kalau dia datang usir saja jangan sampai mama Mina kenapa-kenapa. Wanita hamil itu mudah marah Pa, dan mood nya suka berubah-ubah.]


[ Iya terimakasih Surya ]


[ Sama-sama pa, Surya tutup ya teleponnya. Assalamualaikum ]


[ Waalaikumsalam]


Klik


Surya mematikan sambungan teleponnya dan menyerahkan ponsel kepada Mala. Mala menerimanya lalu menyimpannya di atas nakas. Baru juga Surya hendak memeluk Mala tiba - tiba Aisha sudah bangun dan langsung menangis, sepertinya dia sedang haus.


* Hhuuuhhh baru saja mau mesra - mesraan dan romantisan sama istri kok ya anak sudah terbangun. Resiko punya anak itu seperti ini ya. Bagaimana kalau mau nambah 5 anak lagi.* Gumam Surya dalam batinnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sementara itu disalah satu penginapan yang dekat dengan villa keluarga Candra, Julia sedang menikmati pemandangan dikebun teh dekat dengan penginapannya. Sebenarnya sudah dari dua hari yang lalu Julia ada di desa itu. Julia sengaja datang kedesa itu untuk menenangkan diri, tentunya tanpa sepengetahuan orang tuanya.


" Kira - kira kalau aku menemui mas Marko dia bakal mau menemui ku tidak ya ? Aku hanya ingin bertemu sebentar saja dan memandang wajahnya. Sudah lama tidak bertemu dengannya membuat aku sangat merindukannya." Ucap Julia bicara pada dirinya sendiri.


Julia menghela nafas dengan panjang, dia sangat merindukan Marko, tapi dia tahu saat ini Marko sudah menjadi suami orang. Setelah berpisah dengan Marko, Julia baru menyadari jika dia memang benar - benar sangat mencintai Marko.


Hidupnya merasa hampa tanpa adanya Marko disisinya. Kedua orang tuanya sudah berusaha menjodohkan Julia dengan pria lain tapi ternyata Julia tidak mau. Dia tidak mau dijodohkan, jikapun dia menikah, dia akan mencari pasangannya sendiri tanpa harus dijodohkan oleh kedua orang tuanya.


" Tidak ada salahnya aku menemui mas Marko. Baiklah kalau begitu aku mau dandan dan bersiap dulu. Siapa tahu saat melihat aku mas Marko akan klepek - klepek lagi." Ucap Julia.


Dengan segera Julia berlari masuk kepenginapan dan segera masuk kamar untuk bersiap. Setelah 15 menit Julia sudah selesai dan segera keluar kamar, menuju mobil yang terparkir di parkiran penginapan. Dengan segera Julia memaju mobilnya menuju rumah Marko, Julia sudah tahu Marko tinggal dimana.


* Huuhh bahkan mas Marko pakai pindah kontrakan segala, padahal kontrakan yang dulu juga masih bisa dia tempati. Padahal juga kontrakan itu penuh kenangan* Gumam Julia dalam batinnya.


Setelah 40 menit perjalanan mobil yang dikendarai Julia sudah sampai didepan rumah minimalis yang terlihat asri dan sejuk.


* Hemm seperti nya istri baru mas Marko orang yang rajin, terlihat rumahnya sangat rapi dan bersih * Gumam Julia.


Tok Tok Tok

__ADS_1


Julia mengetuk pintu utama, tidak menunggu lama pintu terbuka dan keluarlah seorang wanita yang cantik dan sederhana. Wanita Mina, Mina memindai Julia dari atas sampai bawah. Mina merasa pernah melihat wanita yang saat ini ada di hadapannya, tetapi Mina lupa dia melihatnya di mana.


* Sepertinya aku pernah melihat wanita ini, tapi dimana y? Benar sekali wajahnya tidak asing bagiku.* Gumam Mina dalam batinnya


" Maaf ya mbak cari siapa.?" Tanya Mina dengan ramah dan sopan.


" Aku cari mas Marko, mas Marko nya ada?." Tanya Julia dengan sombongnya.


Deg


Mina langsung terdiam , akhirnya iya teringat jika wanita yang saat ini sedang berdiri di hadapannya adalah Julia, mantan istri dari Marko tetapi Mina heran kenapa Julia datang mencari Marko.


" Untuk apa lagi kamu datang ke rumahku ? di antara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Dan sekarang aku minta kamu pergi dari rumahku sekarang juga sebelum aku mengusirmu dengan paksa." Ucap Marko yang tiba-tiba saja sudah ada di samping Mina


" Mas Marko, aku datang ke sini sengaja hanya ingin untuk menemui kamu mas. Aku sangat merindukan kamu mas Marko. Apakah kamu tidak merindukan aku?."Tanya Julia dengan begitu bodohnya.


Marko hanya tersenyum dengan sinis, dia menganggap jika Julia saat ini sudah tidak waras lagi. Diantara mereka sudah tidak ada apa-apa lagi. Bahkan mereka sudah resmi bercerai dari beberapa bulan yang lalu, lantas untuk apa dia datang dan mengucapkan kata rindu dan kangen?


" Mas lebih baik kita bicarakan saja di dalam jangan di luar atau di depan pintu seperti ini. Tidak baik jika didengar oleh tetangga." Ucap Mina memberikan saran agar berbicara di dalam saja.


" Tidak bisa Dek ! Wanita ini tidak boleh masuk ke rumah kita Karena aku tahu wanita ini pasti mempunyai akal licik, aku sudah cukup mengenal dia. Jadi aku sudah tahu bagaimana watak dia. Lebih baik sekarang kita usir saja dia agar dia tidak mengganggu kebahagiaan kita." Ucap Marko tidak setuju dengan pendapat dari Mina.


Mendengar Marko memanggil Mina dengan panggilan dek atau adek, membuat hati Julia terasa sakit. Jujur Julia masih sangat mencintai Marko, bahkan saat ini dia sedang merasakan apa itu yang namanya cemburu.


" Tolong izinkan aku sekali ini saja bicara denganmu Mas. Aku hanya ingin bicara dari hati ke hati saja."Ucap Julia dengan memohon.


" Maaf tidak bisa diantara kita hanya ada yang namanya mantan istri dan mantan suami. Sudah tidak ada hubungan apapun lagi. Tolong kamu mengerti posisiku saat ini, aku sudah mempunyai istri lagi dan saat ini istriku juga sedang hamil. Mengertilah Julia ada hati seorang wanita yang ingin aku jaga." Seru Marko dengan tegas tetap menolak tidak mau bicara dengan Julia.


Brrakkkk


Marko membanting pintu dengan kasar, dia tetap menolak untuk membawa Julia masuk ke dalam rumahnya. Membawa masuk Julia sama saja memasukkan seorang penjahat yang bisa kapanpun menusuknya.


Terdengar isak tangis Julia di depan pintu, membuat Mina merasa kasihan dengan Julia. Tetapi dia juga tidak membenarkan apa yang tadi dikatakan Julia.

__ADS_1


__ADS_2