
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Rumah tangga marko dan julia tidak semudah yang diharapkan julia. Setiap hari mereka hampir ribut karena julia yang pemalas dan tidak bisa memasak, belum urusan kenzo yang sering memberantakin rumah dan menangis tidak tahu waktu. Seperti pagi ini, kenzo menangis karena dia ingin bertemu dengan mama susan. Julia sampai bingung harus bagaimana menghasapi kenzo.
" Sayang..... Diamkan dulu itu kenzo kepala ku sakit mendengar tangisannya yang tak kunjung berhenti. " Teriak marko dari dalam kamarnya.
* Huuhhhfff.... Inilah yang aku tidak sukai dari anak kecil. Bikin pusing saja, menangis tidak tahu waktu * Gumam marko dalam hatinya.
Julia yang ada di dapur langsung menghampiri kenzo, dan memarahi kenzo. Penampilan julia kini sudah tidak serapi dulu lagi, meskipun tidak bisa memasak marko meminta julia untuk tetap belajar.
" Kenzo ! Diaammm !!" Teriak julia lantang.
Bukannya kenzo diam tapi kenzo semakin kencang menangisnya. Marko keluar dari kamar dan menghampiri julia dan kenzo.
" Kamu ini apa - apaan sih Julia. Bukan begitu cara mendiamkan anak kecil, kamu bicara pelan bukan kamu bentak seperti itu yang ada dia akan ketakutan sama kamu. Biarpun aku tidak suka anak kecil, tapi aku tidak jahat sama anak kecil. " Ucap marko memarahi julia.
Sebagai seorang ibu, julia tidak ada jiwa keibuannya sama sekali. Jangankan mengurus kenzo, menyayangi kenzo saja julia tidak bisa. Marko memang tidak menyukai anak kecil, tapi dia masih bisa bersikap lembut terhadap kenzo.
" Mas, aku pusing mendengar tangisannya. Setiap hari dia menangis ingin ketemu sama mama , kalau dekat pasti sudah aku antar kerumah mama. Ini jauh mas, perlu waktu 4 jam baru bisa sampai kota. Kamu saja bisanya teriak - teriak, pusing aku ! rumah berantakan , masakan belum juga jadi - jadi. Makanya sediakan pembantu mas " Ucap julia membantah ucapan marko.
Hhhuuuuuufffff
Marko membuang nafas panjang, di memegang kepalanya yang terasa pusing mendengar ocehan julia. Setiap hari mereka berdebat, belum juga genap sebulan tapi mereka sudah berantem terus menerus dan akan kompak dan baikan saat diatas ranjang.
" Kenzo mau apa ?" Tanya marko yang mencoba bicara pelan kepada kenzo.
" Mau ma cucan om " Jawab kenzo dengan suara yang tidak seberapa jelas namun marko dan julia tahu apa yang diucapkan oleh kenzo.
" Tapi mama susannya jauh, tidak ada disini kenzo. Nanti pasti mama susan kesini tapi kenzo jangan menangis terus,kalau kenzo terus menangis mama susan tidak mau ketemu kenzo. Mama susankan tidak suka sama anak yang cengeng. Bagaimana apa kenzo masih mau menangis lagi ?" Tanya marko dengan pelan dan sabar agar kenzo bisa menyerap ucapannya.
__ADS_1
Kenzo langsung terdiam dan menganggukkan kepalanya. Akhirnya marko bisa kembali tidur dengan tenang tanpa mendengar tangisan kenzo lagi. Sebelum masuk kamar marko meminta julia untuk memandikan kenzo, karena sudah jam 9 pagi kenzo belum mandi juga, jangankan mandi sarapan pasti juga belum.
" Mandikan kenzo, dan beri dia makan. Jangan ganggu aku karena aku akan lanjut tidur, bangunkan aku jam 12 siang karena siang nanti aku mau mengecek bengkel . " Ucap marko memerintah julia.
" Menyebalkan " Gerutu julia kesal.
" Itu baru kenzo saja,bagaimana kalau ketambahan anak lagi ? Sok mau hamil segala, padahal mengurus kenzo saja zonk. Sudah cepat sana mandikan anak mu, sudah sesiang ini belum kamu mandikan juga ngapain saja kamu dari tadi ?" Tanya marko sinis lalu masuk kamar.
* Kenapa jadi seperti ini sih ? Saat masih pacaran dia tidak pernah menyuruhku ini dan itu dia romantis sekali, tapi sekarang aku sudah seperti pembantu dirumah ini * Gumam julia kesal.
Julia membawa kenzo kekamar mandi dan memandikannya. Selesai mandi julia memberi kenzo makan dengan abon , julia hanya bisa mrnyetok abon sapi untuk makan kenzo karena dia tidak bisa memasak dan kenzo tidak suka makan telor. Jika marko ingin makan , hanya telor ceplok terkadang juga telor dadar saja yang bisa dia masak.
" Makan sendiri bisa ?" Tanya julia ketua.
" Bica " Jawab kenzo pelan tanpa menatap wajah julia karena dia takut dengan julia.
Julia meninggalkan kenzo makan sendirian di ruang tv sedangkan dia masuk kamar dan mandi. Selesai mandi dia berdandan rapi dan wangi. Meskipun hanya dirumah julia ingin selalu tampil cantik dan wangi untuk suaminya. Padahal pekerjaan rumah masih terbengkalai, baru cucian saja yang julia kerjakan karena itu yang mudah, tinggal putar mesin cuci beres.
*********
Mala dan aluna sedang menjaga warung berdua, sedangkan meri ada didapur menyiapkan makan siang untuk mereka bertiga. Sampai detik ini juga meri belum memikirkan untuk berumah tangga kembali, dia masih setia dan ingin menikmati kesendiriannya.
" Senin besok aku sudah mulai masuk kuliah lun. Kamu masih ngajarkan dikampus itu ?" Tanya balik mala.
" Ya masih dong kak, kalau tidak dikampus itu aku mau ngajar dimana lagi ? Kampus di kota ya tidak mungkin, pasti tidak dapat izin dari mas candra" Jawab aluna sambil terkekeh merasa aneh dengan pertanyaan mala.
" Bukan begitu, maksud ku kamu masih mengajar dan belum ambil cuti hamil. ?" Ucap mala menjelaska.
" Oh... Hehehe maafkan kurang fokus . Belum ambil cuti aku kak,nanti saja kalau sudah masuk 8 bulan. Lagipula aku tidak tiap hari kok dikampus, seminggu hanya 3 hari saja itupun diantar dan di jemput jadi tidak akan capek." Ucap aluna menjelaskan secara detail kegiatannya dikampus.
Mala mengangguk paham, mala merasa iri dengan kehidupan aluna yang menurutnya sangat sempurna. Pendidikan bagus, sudah bisa menghasilkan uang sendiri bahkan sudah dari zaman dulu, mempunyai suami yang setia dan mencintainya dan sekarang sedang menantikan kelahiran buah hati pertamanya.
* Seandainya aku dulu tidak menolak candra dan aku tidak urakan, mungkin sekarang aku bisa hidup bahagia. Setidaknya aku bisa merasakan kebahagiaan. Namun ini sudah pilihan hidupku, candra memang jodoh untuk aluna hanya cara mempersatukannya yang berbeda * Gumam mala dalam hatinnya.
" Kak mala kenapa ? Kok diam saja ?" Tanya aluna melihat mala terdiam.
__ADS_1
" Oh tidak .. Tidak apa - apa. Aku hanya senang melihatmu bahagia. Semoga kamu dan candra selalu dicurahkan kebahagian dan rezeki yang lancar, kakak hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu. " Ucap mala dengan tulus.
" Aamiin " Jawab aluna lalu memeluk mala dengan hangat.
* Terimakasih ya Allah... Engkau telah membukakan hati kakak ku * Doa aluna dalam hati.
Banyak hal yang mereka obrolkan , mala menceritakan kegiatannya selams tinggal di pesantren. Dari dia bangun tidur sampai mau tidur semua dia ceritakan kepada Aluna. Sampai akhirnya mala keceplosan menceritakan pertemuannya dengan pria aneh. Pria aneh yang dimaksud mala adalah surya.
" Emmm... Kak, kalau kak surya suka sama kak mala bagaimana ? Dari yang aluna lihat sih dia menaruh hati tuh sama kakak, dan sepertinya dia cocok sama kakak " Ucap aluna mulai memainkan peran sebagai mak comblongnya.
" Mana mungkin pria kota itu suka sama aku lun. Kamu tahukan aku ini bagaimana ? Aku ini wanita kotor dan wanita penzina, aku banyak dosa Lun. Jadi sepertinya tidak mungkin dia mau sama kakak " Ucapan mala terdengar sangat pilu dan menusuk hati.
Aluna mendekat dan menggenggam tangan mala. Dia menyakinkan mala jika surya tidak akan memandang masalalu mala. Bukan hanya surya, siapapun pria yang nanti menjadi jodoh mala tidak akan memandang masalalunya.
" Kak, semua orang punya masalalu. Jadi kakak jangan berkecil hati, yang penting sekarang kakak sudah berubah dan bertaubat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Siapapun kelak jodoh kakak pasti dia akan menerima segala kekurangan dan kelebihan kakak. Ingat kita punya Allah, hanya allah yang lebih tahu kita salah apa tidak. Semangat kak jangan berkecil hati " Ucap aluna mensuport mala.
" Terimakasih Aluna " Jawab mala dengan lembut.
Meri datang kewarung untuk memanggil kedua anak perempuannya untuk makan siang. Kini mereka bertiga makan siang dengan menu sederhana yang dimasak oleh meri. Bukan masalah apa yang sedang mereka makan, kebersamaannya merekalah yang sangat berharga yang selama ini diharapkan oleh aluna.
" Aluna menginap saja ya, aku ingin banyak bercerita sama kamu. " Ucap mala saat mereka sudah selesai makan siang dan hendak sholat dzuhur.
" Tapi aluna ini sudah berkeluarga mala, jadi harus tanya sama suaminya dulu. Emm... Kalian sholat duluan ya, mama kedepan jaga warung dulu. Nanti kalau sudah selesai gantiin mama jaga warung. Aluna jika ingin menginap tanya suami kamu dulu ya " Ucap meri menasehati mala.
" Iya ma " Jawab aluna sambil menganggukkan kepalanya.
Aluna dan mala sholat lebih dulu agar segera bisa bergantian dengan sang sama. Selesai sholat aluna dan mala menunggu warung sambil tiduran di kasur lantai yang ada didalam warung sembari bercerita. Sesekali obrolan mereka harus terpotong karena ada pembeli yang berbelanja.
Bersambung.....
*******
DUKUNG TERUS KARYA - KARYA AUTHOR YA KAK.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️
__ADS_1