Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Anak pemilik paprik


__ADS_3

💞💞💞💞💞💞💞💞💞


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Pagi ini pak Andi tetap tinggal di rumah kontrakan menantunya, Candra. Hari ini baru hari ke dua, pak Andi sangat senang tinggal dengan Aluna dan Candra. Bukan maksud untuk mengabaikan istrinya, Pak Andi hanya ingin menenangkan dirinya dan sedikit memberi pelajaran istrinya sebelum dia membuka semua yang dia tahu di hadapan istrinya.


" Papa hari ini di rumah sendiri tidak apa - apa kan ? Soalnya aluna pagi ini harus ke paprik, ada rapat dadakan yang harus Aluna ikuti pa. Soalnya anak pemilik paprik mau datang " Ucap Aluna berterusterang.


" Rapat ? Kok kamu ikut rapat ? Memang nya jabatan kamu di paprik itu apa sih Lun ? Apa ada yang kamu sembunyikan dari papa ? Kalau kamu hanya sebagai buruh kasar di parpik nya,maaf...kamu tidak mungkin ikut rapat menyambut anak pemilik paprik itu ?" Tanya pak Andi karena merasa aneh saja seorang buruh paprik ikut rapat.


Aluna terdiam, sepertinya dia tadi salah bicara. Tapi semua nya sudah terlanjur. Aluna pun melirik Candra, dan candra hanya menganggukkan kepalanya. Sepertinya sudah saat nya Aluna menceritakan rahasia yang dia simpan kepada papa nya.


Huuffff...


Terdengar helaan nafas kasar dari Aluna.


" Pa, sebenarnya Aluna sekarang sudah bekerja di bagian kantor nya. Aluna ada di bagian staff keuangan paprik dengan gaji yang lumayan." Ucap Aluna bicara jujur soal pekerjaan nya.


" Kamu serius Aluna ? Sejak kapan ? " Tanya pak Andi dengan senyum bahagia nya.


" Aluna serius Pa, sejak 2 tahun yang lalu. " Jawab Aluna lagi dengan jujur.


" Alhamdulillah... Akhirnya kamu mendapat pekerjaan yang lebih baik Nak. Papa bangga sama kamu nak " Ucap pak Andi memeluk Aluna.


Namun tiba - tiba pak Andi melepaskan pelukan nya dan memandang ke arah sang menantu. Dia takut jika sang menantu salah paham dengan kata - katanya tadi. Pak Andi pun meminta maaf kepada Candra.


" Maaf, papa tidak bermaksud untuk menyinggung kamu Can. Papa hanya meluapkan rasa bahagia dan bangga papa terhadap Aluna , tidak bermaksud menyinggung kamu. Apapun pekerjaan kamu papa sangat menghargai dan mendukung mu Can." Ucap pak Andi tidak enak hati .


" Sudah pa tidak apa - apa, lagi pula aku sama sekali tidak tersinggung denga ucapan papa tadi. Sudah papa tenang saja." Ucap candra sambil tersenyum ramah.


" Terimakasih ya can " Seru pak Andi.


Pak Andi masih sedikit bingung dan masih banyak pertanyaan yang akan dia tanyakan kepada Aluna. Bagaimana seorang tamatan SMA bisa di pekerjakan di bagian kantor dan di bagian keuangan. Padahal untuk posisi itu biasa nya di tempati oleh para Sarjana. Namun Aluna harus berangkat bekerja jadi pak Andi menunda pertanyaan nya.


" Sebenarnya masih banyak yang ingin papa tanyakan, tapi karena kalian mau bekerja jadi papa tunda saja " Ucap pak Andi.


" Nanti malam saja ya pa, ada satu kejutan lagi yang ingin Aluna sampaikan kepada papa. " Seru Aluna membuat pak Andi semakin di tambah penasaran.

__ADS_1


" Baiklah nanti malam pqpa akan menanyakan semua nya . Sudah sekarang kalian berangkat kerja saja, dan untuk piring kotor biar papa yang beresin " Ucap pak andi dengan semangat.


" Tapi pa.... " Ucapan Aluna terjeda.


" Sudah tidak apa - apa. " Seru Pak Andi.


Aluna dan Candra pun berangkat ke kantor dengan mengendarai satu motor yaitu motor nya Candra. Selama menjadi pasangan suami istri baru kali ini mereka berangkat dengan bergoncengan. Biasanya membawa motor masing - masing.


*********


Di ruang rapat.


Aluna dan mbak sari mengikuti rapat yang di adakan oleh pak hadi secara mendadak. Tampak disana juga ikut hadir pak tirta dan beberapa kepala staff bagian dari paprik.


Pak hadi masuk seorang diri dan menempati kursi kosong, sebenarnya kursi kosong ada 2. Yang satu untuk anak pemilik perusahaan.


" Kata nya ada anak pemilik perusahaan pak ? Mana beliau ?" Tanya pak tirta dengan sopan.


" Oh... Sebentar lagi dia sampai , kalin siapkan saja semua laporan yang semalam saya minta. Maaf saya memberitahu kalian secara mendadak, karena beliau juga memberitahu juga dadakan jadi harap di maklumi saja" Ucap pak Hadi.


" Iya pak " Jawab semua nya serempak.


Semua anggota pun langsung memeriksa kembali laporan yang sudah mereka buat dari semalam sampai lembur tengah malam.


Namun tiba - tiba pintu ruangan rapat terbuka dan masuklah seorang pemuda yang sebagian dari mereka mengenalinya,apalagi Aluna dan pak tirta pasti sudah mengenalnya.


" Maaf saya mengganggu , dan saya minta maaf karena saya juga datang terlambat " Seru Candra dengan sopan.


* Kak candra mau ngapain di sini ? Apa pak hadi juga mengajak nya ikut rapat. Dan kenapa baju nya sudah ganti ? Tadi saat di rumah dia tidak pakai baju itu,dia pakai kaos oblong dan luaran nya seragam kerja dari pabrik. * Gumam Aluna dengan bingung.


Kebingungan Aluna semakin menjadi karena dia melihat candra duduk di samping pak Tirta yang sebenarnya kursi itu di siapkan untuk anak pemilik paprik yang sebentar lagi akan sampai.


* Ciihhh...kenapa buruh itu harus ikut ? Gara - gara dia aku rugi 200 juta,sekali di ajak kerja sama saja tidak becus. * Gumam pak Tirta.


* Kenapa kak candra duduk di kursi itu, apa dia tidak tahu kalau itu kursi untuk anak pemilik perusahaan * Gumam Aluna dalam hatinya sambil terus memandang Candra.


Eehhemm... Ehhemmm


Pak tirta sengaja berdehem agar semua nya fokus karena rapat akan segera dimulai.


" Kalian mungkin sudah ada yang mengenal pria yang ada di samping saya ini? " Tanya pak Hadi serius sambil memandang peserta rapat satu persatu.


" Pak Tirta pasti sudah mengenalkan ? Dia kan bekerja di bagian tanggung jawab pak Tirta " Ucap pak hadi dengan senyum yang sulit di artikan.

__ADS_1


" Emmm... Iya saya sudah mengenal nya karena dia ada di bagian tanggung jawab saya " Jawab pak tirta sedikit gugup.


" Iya dia memang Candra yang bekerja di bagian pengepakan barang hasil priduksi. Tapi apa kalian tahu siapa sebenarnya Candra ini ?" Tanya pak hadi dengan serius.


Semua yang hadir di ruang rapat, tepat nya sekitar 15 orang hanya menggelengkan kepala nya.Termasuk Aluna juga.


* Jangan bilang jika pak Hadi akan bilang jika kak candra suami saya di hadapan semuanya ini * Gumam Aluna.


" Candra ini adalah anak dari pemilik paprik pengolahan teh terbesar di peivinsi ini." Ucap pak hadi dengan jelas mengenalkan candra sebagai anak pemilik dari paprik pengolahan teh.


Deg..


Jantung pak tirta seakan berhenti berdetak saat mengetahui jika candra adalah anak dari pemilik paprik. Pak tirta terlihat gugup dan salah tingkah. Bagaimana tidak gugup,karena secara tidak langsung candra sudah tahu kecurangan yang di lakukan nya.


Haahhh ?


Kak Candra anak dari pemilik paprik ini ?


Aluna bengong dengan mulut terbuka sambil memandang ke arah Candra. Candra terlihat mengulas senyum kearah Aluna.


" Sssttt... Tutup itu mulut " Seru mbak sari sambil menendang kaki Aluna.


" Ehh.. Iya mbak maaf. Habis aku kaget banget ternyata sua... Ehh maksud nya ternyata candra itu anak dari pemilik ini. " Seru Aluna berbohong.Hampir saja Aluna keceplosan mengucap kata suami.


" Rapat kita mulai, dan pak tirta bisa serahkan laporan yang sudah bapak buat. Biar pak Candra memeriksa nya.." Ucap pak Hadi.


" Baik pak " Jawab pak tirta.


Dengan tangan gemetar, Pak Tirta memberikan laporan yang sudah dia siapkan kepada Candra. Saat ada di hadapan candra dia semakin gugup.


" Anda kenapa pak ?" Tanya candra.


" Tidak ada apa - apa pak. Saya hanya sedikit tidak enak badan saja." Seru pak Tirta.


" Ohhh.... " Seru candra singkat.


Candra tahu jika saat ini pak tirta itu sedang ketakutan, sudah pasti dia takut jika kecurangan nya akan terbongkar sekarang juga. Candra pasti akan membongkar nya , tapi tidak di hadapan orang banyak begini. Biarpun pak Tirta sudah curang dan jahat, candra tidak mau mempermalukan pak tirta di hadapan orang banyak. Tunggu rapat selesai semua nya akan terbongkar dengan nyata.


********


MAAAF KALAU ADA KATA YANG SALAH ATAU TYPO 🙏🙏


Rate Bintang 5 Dong kak. Agar Author semakin semangat Up nya 🙏💪💪

__ADS_1


LIKE, KOMEN,VOTE,FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK. 🙏❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️


__ADS_2