
💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Setelah dua tamunya pulang, mama sita langsung menghubungi candra dan memintanya datang kerumah tanpa mengajak Aluna. Mama sita ingin menanyakan kebenarannya langsung kepada Candra sebelum dia memarahi Aluna.
[ Candra kamu dimana ?] Tanya sang mama dengan tegas.
[ Candra ada di daerah XX ma . Ada apa ma ?] Tanya candra balik.
[ Jika sudah pulang langsung kerumah mama, mama ingin bicara sama kamu. Ada masalah penting yang ingin mama tanyakan .]
[ Tapi kemungkinan candra pulang malam ma. ]
[ Tidak apa - apa ]
[ Baiklah nanti candra usahakan pulang cepat ]
[ Mama tunggu ]
Klik
Mama sita langsung mematikan sambungan teleponnya. Dia duduk sendirian di sofa ruang keluarga sambil memikirkan semua yang sudah dikatakan mala dan mamanya.
" Aku tidak menyangka wajah polos Aluna menyimpan iri dengki yang kuat. Padahal dulu kan mala yang di jodohkan dengan candra, awalnya aku memang kurang suka dengan perjodohan yang direncanakan papa. Tapi jika ceritanya begini aku tidak bisa tinggal diam, daripada Aluna lebih baik mala kemana - mana. Mala itu cantik, baik dan modis dan berpendidikan. Beda dengan Aluna yang kampungan, tapi kenapa dia mau bekerja di pabrik. ? Mala bilang Aluna itu anak yang manja ?" Ucap mama sita bermonolog sendiri.
Pak Akbar tiba - tiba masuk kerumah dan langsung mengagetkan istrinya.
" Mama bicara sama siapa ?" Tanya pak akbar sambil menepuk punggung istrinya.
" Eh papa bikin kaget saja. !" Seru mama sita kaget.
" Begitu saja kaget ma ? Memangnya mama itu lagi bicara sama siapa ? Sepertinya asik berbincang - bincang " Ucap pak akbar yang sudah menjatuhkan bobot tubuhnya disamping istrinya.
__ADS_1
Huuufffff...
Mama sita menghela nafas dengan panjang, sepertinya dia belum mau menceritakan apa yang tadi dia dengar dari mala dan meri. Dia akan menanyakan terlebih dahulu kepada Candra sebelum bercerita dengan suaminya.
" Tidak apa - apa Pa. Ini tadi teman Arisan mama telepon katanya dia mau pada datang kesini tapi mama tolak. Mama disini itu ingin menenangkan fikiran jadi males kalau mereka datang yang ada akan bikin riweh pa. " Ucap mama sita beralasan.
" Oh begitu... Tapi kalau mereka mau ke desa ini juga tidak apa - apa Ma. Mama bisa sekalian tuh liburan sama teman - teman mama, mama ajak saja mereka menginap di villa yang ada di dekat perkebunan teh itu. " Ucap pak akbar berpendapat.
" Iya juga sih pa, ya sudah nanti mama hubungi teman - teman mama lagi. Tapi tidak dalam waktu dekat ini , mama masih ingin istirahat dulu. Oh iya mama mau masak sama bibik dulu ya, papa minta dimasakin apa ?" Tanya mama sita.
" Papa minta capcay sama opor ayam seperti masakan Aluna waktu itu ya ma " Ucap pak akbar.
Karena sang suami menyebut nama Aluna tiba - tiba wajah mama sita berubah menjadi kesal. Apalagi sang suami meminta masakan seperti masakan Aluna,beda tangan sudah pasti beda rasa meskipun bahan dan bumbu yang digunakan sama.
" Malam ini tidak ada opor ayam dulu ya pa, kalau capcay tidak masalah. Kemarin malam kan baru makan opor ayam, jadi malam ini tidak ada. Kurangi makan santan pa, jadi ayamnya mama rica - rica saja ya?" Ucap mama sita.
" Baiklah ma, apa saja yang mama masak pasti papa makan. " Seru pak Akbar.
Mama sita pun bangkit dan menuju dapue untuk memasak makan malam. Meskipun ada ART mama sita tetap memasak sendiri, ART hanya membantunya saja. Karena sang suami lebih suka makan masakannya daripada masakan ART nya.
Selesai makan malam pak akbar masuk keruang kerjanya, meskipun pabrik di urus candra dia juga masih ikut memantau perkembangan paprik lewat email yang dikirimkan oleh Candra. Ada usaha di kota juga yang perlu dicek oleh pak Akbar, dia mengecek semua dari email yang dikirimkan orang kepercayaannya.
" Kok candra sudah jam segini belum datang juga sih, padahal aku sudah penasaran ingin tahu kebenarannya langsung dari candra. Tapi sepertinya mala dan jeng Meri itu tidak bohong, melihat wajah mala yang serius dan sedih aku jadi yakin jika semua yang dikatakan mereka benar " Ucap mama sita pada dirinya sendiri.
Ting
Ada pesan masuk di ponsel mama sita. Mama sita cepat membuka pesan itu yang dia yakini pesan dari candra.
[ Ma, Maaf malam ini candra tidak jadi datang kesana. Ini candra juga baru mau pulang ma, besok saja candra temui mama ] pesan yang di tulis candra.
[ Bilang geh Can dari tadi jadi mama tidak menunggu mu datang. Ya sudah besok kamu harus datang, tolong datang sendiri. ] Tulis mama sita kesal.
[ Iya ma ]
*******
Brruummm Bruuumm
Suara mobil masuk di pekarangan rumah kontrakan candra. Aluna yang memang belum tidur langsung mengintip lewat jendela, ternyata benar itu mobil candra.
__ADS_1
Ceklekk
Aluna membukakan pintu untuk Candra, Candra sendiri kaget karena Aluna belum tidur.
" Loh Lun kok belum tidur? Padahal aku kan bawa kunci sendiri, jadi kenapa kamu tidak tidur. Sudah mau jam setengah 11 loh ini. " Seru Candra sambil melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.
" Tadi habis mengerjakan tugas kak. Jadi belum tidur , sini tasnya biar aluna bawa masuk " Ucap aluna meminta tas yang dibawa candra.
Candra langsung memberikan tasnya kepada sang Istri. Dia pun masuk dan langsung melepas sepatunya dan meletakkan di rak sepatu.
" Kak candra mau mandi air hangat ?" Tanya aluna yang baru saja keluar dari kamar setelah meletakkan tas kerja candra.
" Tapi apa tidak merepotkan ?" Tanya candra .
" Tidak kak. Ya sudah kak candra tunggunya, aku rebuskan air dulu" Seru Aluna beranjak ke dapur.
Setelah lima belas menit air panas untuk candra sudah siap , aluna memanggil candra yang menunggu sambil menonton televisi.
" Kak air panas nya sudah saya tuang di bak mandi ya. Kakak langsung mandi saja. Oh iya apa kak candra sudah makan malam ?" Tanya Aluna.
" Terimakasih ya Lun, maaf sudah merepotkan kamu. Emm .. Aku malam ini belum makan. Tadi urusan disana sangat menyita waktu jadi aku tidak sempat makan malam. " Seru Candra seriuas.
" Ya sudah kak candra cepat mandi nanti aku panaskan makanannya dulu. Aku juga belum makan malam " Seru Aluna berkata jujur.
Aluna memang belum makan malam karena menunggu candra pulang, dia mengira jika candra tidak akan pulang selarut ini. Tadi dia mengerjakan tugas sambil menunggu Candra pulang tanpa terasa waktu semakin cepat berjalan tanpa aluna sadari malam sudah larut.
" Jadi kamu juga belum makan ? " Tanya candra kaget.
" Iya kak , tadi aku fikir kak candra pulang tidak semalam ini. Makanya aku menunggu sambil mengerjakan tugas kuliah tapi sampai lupa waktu dan ternyata sudah jam sepuluh lebih. " Ucap aluna menjelaskan.
" Ya sudah aku mandi dulu setelah ini kita makan malam bersama " Ucap candra lalu berlari kekamar mandi.
Aluna tersenyum melihat kelakuan suaminya. Dia pun membuka tudung saja dan mengambil makanan yang tadi sore dia masak. Aluna hanya memanaskan sambal ikan nya saja, untuk tumis sawi dan tempe goreng tidak dia panaskan.
Tidak sampai 5 menit candra sudah selesai mandi dan dia pun langsung menuju kamarnya untuk ganti baju agar bisa cepat makan malam. Dia kasihan dan tidak enak dengan Aluna, gara- gara menunggunya pulang sampai lupa makan malam.
*******
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK. 🙏🙏🙏
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK 🙏🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️