
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Semenjak pindah kerumah surya, mala belum pernah kerumah mamanya. Rencananya malam ini mereka akan menjemput meri untuk diajak makan malam dirumah aluna sesuai yang mereka janjikan beberapa hari yang lalu. Mala sudah tampil cantik dengab hijab warna biru mudanya.
" Cantik banget sih, istri siapa sih ini ?" Seru surya menggoda mala.
" Tidak tahu istri siapa ? Hemmm... Sepertinya istri perjaka tua yang bekerja di Rumah sakit itu loh " Ucap mala kembali menggoda suaminya.
" Hiiissss....enak saja perjaka tua. Aku ini bukan perjaka tua sayang. Umurku saja tidak beda jauh sama kamu,hanya saja aku telat nikah. Tapi sekarang aku kan sudah menikah jadi bukan lagi jomblo dong sayang " Seru surya memeluk Mala dari belakang.
Dengan segera mala melepaskan pelukan surya sebelum adegan yang memanaskan menyerang. Mala tahu betul sang suami ini kalau sudah memeluk pasti ujungnya nanti pasti berakhir diranjang. Saat ini mereka mau pergi dan tidak mungkin untuk melakukannya, bisa - bisa sampai malam tidak jadi pergi.
" Sudah jangan mesum, sekaranb cepat pergi dan kita harus jemput mama dulu baru kerumahnya Aluna " Seru mala.
" Hehhh... Gagal deh. Sabar ya junior nanti pulang makan malam kamu juga dapat jatah makan malam juga. Nanti kamu bisa makan sampai kenyang kok " Seru surya bicara dengan junior nya sendiri.
" Libur dulu , lagi ada tamu bulanan " Ucap mala membuat surya langsung lemas. Dengan begitu seminggu kedepan dia akan menganggur .
Tring...
Pesan masuk di ponsel mala,dengan segera mala mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengiriminya pesan. Setelah dibuka ternyata pesan dari mamanya.
[ Mala tidak perlu jemput mama ya,karena mama sekarang sudah dirumah Aluna. Mama datang sore tadi karena mama mau bantuin masak dulu, oh iya kamu cepat kesini ya ]
Mala dengan cepat membalasnya.
__ADS_1
[ Ok ma, kami Otw sekarang ]
Mala memasukan ponselnya kedalam tasnya, lalu segera mengajak surya berangkat. Sebelum berangkat mala sudah menyiapkan buah tangan yang akan mereka bawa kerumah Aluna. Ada brownies coklat dan buah - buahan segar yang tadi sore dia beli disupermarket.
Surya mengendarai mobil dengan kecepatan sedang , tidak butuh waktu lama mobil surya kini sudah sampai di depan rumah candra. Aluna dan mama meri menyambut kedatangan mala dan surya diteras depan, sedangkan candra dan papa mertuanya ada di ruang keluarga tidak ikut menyambut.
" Wah... Kak mala bawa apaan ini ?" Tanya Aluna antusius.
" Cuma brownies coklat sama buah-buahan saja kok. " Jawab mala sambil mengangkat kantong plastik yang ad di tangannya.
" Duh repot - repot banget sih kak " Ucap aluna menerima bawaan yang diberikan oleh Mala.
" Tidak repot kok. " Jawab mala dan surya bersamaan.
Mereka berempat pun masuk dan ikut bergabung dengan candra dan pak andi. Tidak lama mereka duduk datang mama sita dan pak akbar, lalu disusul adit dan tika. Ternyata aluna juga mengundang adit dan tika . Aluna ingin makan lama beramai - ramai dihalaman belakang rumah dengan makan beralaskan daun pisang.
" Makan malam dulu yuk, nanti baru kita lanjut lagi ngobrolnya. Makan malam kali ini kita makan diluar ya, bibik sudah menyiapkan semuanya di halaman belakang.." Ucap aluna mengajak semuanya makan.
Sebagai tuan rumah yang baik dia tahu jika sekarang memang sudah waktunya makan malam. Mereka semua beranjak ke halaman belakang ternyata semua sudah disiapkan oleh bibik.
Sebenarnya acara makan malam lesehan dengan meny bakaran adalah keinginan Tika. Tika sedang ngidam makan lesehan secara ramai-ramai akhirnya aluna membuat konsep makan lesehan sebagai bentuk terimakasihnya untuk tika. Selama ini tima sudah menjadi teman terbaik untuk Aluna.
" Sama - sama tika, ini bentuk rasa terimakasihku juga untukmu. Kamu sudah bersedia menjadi temanku dari zaman dulu kala sampai detik ini. Hanya kamu sahabatku satu - satunya, disaat yang lain tidak mau bersahabat denganku tetapi kamu dengan bar - barnya mau menjadi teman ku. Selamat hari persahabatan untuk kita dan semuanya" Ucap aluna sambil mengusap air mata tika.
Semua orang yang menyaksikan ikut terharu, bahkan mala juga sempat meneteskan air matanya. Mereka dulu tumbuh bersama tapi tidak pernah sekalipun mala mengajak Aluna bermain bersama atau berangkat sekolah bersama.
* Dulu aku dan mama sama sekali tidak perduli dengan hidup aluna. Sampai aluna sendiri dirumah tidak punya teman, aku dan mama sibuk dengan urusan kami sendiri - sendiri. * Gumam mala dalam batinnya.
" Sudah yuk makan dulu, perut sudah keroncongan nih " Ucap Candra menghentikan keharuan yang sedang berlangsung.
Semuanya mengangguk dengan kompak , kini mereka sudah duduk bersebelahan dengan pasanganya sendiri - sendiri, aluna juga meminta bibik dan sopirnya ikut makan bersama dalam alas daun yang dibuat memanjang. Ada satu pemandangan yang menyejukkan mata aluna dan mala. Dimana papa andi dan mama meri duduk bersrbelahan.
__ADS_1
* Seandainya mama dan papa bisa kembali hidup bersama. Aku dan kak mala pasti akan bahagia, tapi semua kembali lagi kepada mereka berdua. Yang penting hubungan baik keduanya bisa terus terjaga. * Gumam aluna dalam hatinya.
********
Disaat keluarga aluna dan candra sedang menikmati malam minggu dengan makan malam bersama. Julia dan marko masih saja saling diam karena kejadian dibengkel tempo hari masih belum bisa marko memaafkan julia bahkan tidak ada etikat baik dari Julia untuk minta maaf terlebih dahulu.
" Aku lapar " Ucap julia sambil melirik marko yang tidak ada respon.
" Lapar ya makan " Jawab marko masih dengan aura dingin.
" Makan apa ? Kan tidak ada makanan sayang. " Ucap julia seenaknya .
" Masak ! Itu dikulkas ada bahan makanan tinggal kamu olah kan beres. Makanya jadi istri itu harus bisa memasak , meskipun tidak pandai memasak setidaknya bisa. Jadi bisa memanjakan lidah suami kamu, jangan bisanya cuma bergoyang di atas ranjang saja. " Seru marko membua julia meras tersindir.
Julia mendengus kesal, dia paling tidak bisa dan tidak mau dengan yang namanya memasak. Dengan memasak akan membuat tubuhnya menjadi bau asap dan bau bumbu dapur. Apalagi kuku - kuku panjangnga yang tidak bisa untuk memasak yang ada akan patah dan rusak.
" Kalau tidak mau memasak ya sudah. Minum saja banyak - banyak nanti juga bakalan kenyang sendiri tuh perut kamu. " Ucap marko sinis, dia harus bisa tegas dengan julia agar julia bisa bersikap dewasa dan mandiri.
Marko bangkit dan masuk kekamarnya, dia keluar lagi dengan sudah memakai jacket dan membawa kunci motornya. Kali ini marko keluar dengan mengendarai motor.
Melihat marko sudah rapi dan mengenakan jacket, membuat julia penasaran. Sehingga dia mengikuti langkah marko dari belakang.
" Mau kemana kamu sayang , aku ikut " Ucap julia merengek.
" Aku mau pergi nongkrong dengan teman - teman ku. Kamu diam dirumah jangan menganggu ketenanangan ku bersama para temanku. Aku jenuh julia, aku bosan dirumah terus menerus. Aku juga butuh ketenangan, butuh hiburan dan butuh privasi. Tidak semua yang aku kerjakan harus kamu ketahui dan kamu ikuti. " Ucap marko tegas.
" Tapi kamu mau kemana? Aku tidak mau dirumah sendirian sayang,aku takut " Ucap julia dengan manja.
" Jangan manja kamu. Tolong sekali ini saja jangan merusak mood ku. Kamu cukup diam saja dirumah !! Aku bisa melakukan sesuatu yang lebih kasar lagi daripada yang kemarin - kemarin. Ingat kata - kataku tadi Julia, jangan membuat aku marah ! " Bentak marko lagi.
Julia ketakutan, seban sorot mata marko sangat tajam dan menakutkan. Julia mengangguk pelan sebagai bukti dia mengerti perintah marko, tidak mau marko marah dan menghajarnya kembali.
__ADS_1
* Lebih baik aku iyakan saja daripada dia nanti menghajarku lagi. Cari aman, lagipula perutku juga lapar. Lebih baik saat ini aku masak mie instan saja,hanya itu yang bisa aku masak dengan cepat * Gumam julia dalam batinnya.
**********