
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Jadi ini mau bagaimana pak marko ? Apa bapak mau mengarak mereka keliling kampung ? Kalau saya terserah sama pak marko, sama sekali saya tidak mau membela anak saya. Semua saya serahkan sama pak marko " Ucap pak Rt dengan sangat bijaksana.
Meskipun bobi adalah anak kandungnya, dia tidak mau melindunginya. Biarkan marko memberikan hukuman untuk bobi agar bobi tidak seenaknya mengganggu rumah tangga orang. Julia dan bobi hanya bisa menunduk mala, mereka harap - harap cemas. Takut jika marko akan mengaraknya keliling kampung.
Hhuuuffftt...
Marko membuang nafas dengan panjang , dia masih ada rasa kasihan untuk julia dan bobi. Bagaimanapun Julia masih istri sahnya. Dengan mengarak mereka keliling kampung tidak akan menyelesaikan masalah.
" Saya tidak akan memberikan hukuman berupa mengarak mereka. Saya tidak mau mempermalukan mereka dengan mengaraknya. Bapak saja yang memberikan hukuman, hukuman apa saja yang pantas untuk mereka. " Ucap marko sambil melirik julia dan bobi yang masih saja menunduk malu.
Julia dan bobi langsung mendongakkan kepalanya , wajahnya sedikit mengulas senyum kelegaan. Akhirnya mereka merasa lega karena tidak diarak kampung. Pak Rt memandang kearah anaknya, namun secara tiba - tiba bobi kembali menundukkan kepalanya karena takut dengan ayahnya.
" Bobi apa kamu mau menikahi Julia " Tanya marko mengagetkan semuanya.
Bagaimana marko bisa bertanya seperti itu kepada bobi padahal julia itu istrinya. Apalagi julia , dia benar-benar sangat terkejut dengan pertanyaan marko.
" Mas kenapa kamu bertanya seperti itu ? Aku ini istri kamu dan bobi juga sudah menikah. Jangan aneh - aneh deh mas , lagipula aku tidak mau menikah dengan bobi." Seru julia menolak dengan pasti.
" Julia sintia putri , hari ini aki talak kamu ! Talak tiga !!. Mulai hari ini kamu bukan lagi tanggung jawabku !" Ucap marko tegas sedikitpun tidak ada keraguan.
Jdeerrrr....
Wajah julia terasa panas seperti disambar petir siang bolong. Marko menceraikannya begitu saja tanpa mau memberikan kesempatan kedua untuk Julia. Tidak hanya Julia yang kaget, bobi serta yang lainnya juga kaget dengan keputusan marko.
Marko sendiri tidak mau lagi mempertahankan pernikajannya dengan Julia. Meskipun dia pria brengsek tetapi dia tidak suka yang namanya perselingkuhan dan pengkhianatan.
__ADS_1
" Mas, kenapa kamu menceraikanku ? Aku tidak mau cerai mas, aku mencintai kamu. Aku dan bobi hanya main - main saja mas. Bobi yang duluan merayuku mas, dia yang datang kesini duluan " Ucap julia membela diri dan tidak terima dengan keputusan marko menceraikannya.
Marko tidak bergeming, dia terus diam menatap luris kearah luar rumah. Keputusannya sudah bulat tidak bisa lagi untuk dirubah. Pak Rt meminta julia untuk tenang agar masalahnya cepat selesai.
" Bobi , apa kamu mau menikah dengan mbak Julia ? Karena ulahmu mbak julia diceraikan oleh pak marko.
" Pak, kalau aku menikahi julia bagaimana dengan istriku. Apalagi saat ini dia sedang hamil pak, aku tidak sanggup kalau harus menafkahi dua istri. Istriku juga saat ini membantu perekonomian dengan bekerja di pabrik teh itu. Uang dari hasil counter dan foyo copy mana cukup pak. " Ucap bobi memberi alasan.
Padahal awalnya bobi ingin memiliki istri seperti Julia, namun sekarang berubah karena perbuatan mereka sudah diketahui oleh warga. Dan keinginan untuk memiliki istri seperti julia seketika hilang. Dia hanya terobsesi dan menyukai tubuh julia saja.
Julia menangis terisak , dia tidak terima atas keptusan marko. Terlebih secara terang - terangan bobi juga menolaknya.
" Tidak bisa begini pak Rt ! Mas bobi sudah berzina dengan mbak Julia , dan sekarang mbak Julia juga sudah diceraikan oleh pak marko. Sebagai hukumannya bobi dan mbak Julia harus kita nikahkan agar suatu saat nanti tidak melakukan Zina. Tetapi menunggu masa iddah mbak Julia selesai. Enak saja habis meniduri istri orang main tinggal begitu saja, apalagi sudah berkali - kali begini " Ucap pak Senen memprotes keputusan bobi yang tidak mau menikahi julia.
" Setuju ! Mereka harus menikah, kalau begitu keenakan mas bobi daog. Habis meniduri istri orang kok tidak mau tanggung jawab. Apalagi pak marko sekarang sudah menceraikan mbak Julia." Ucap yang lainnya setuju dengan pak slamet.
" Kalau tidak mau dinikahkan berarti mbak Julia dan mas bobi harus pergi dari desa ini !" Ucap tegas pak slamet mewakilo teman - temannya.
Bobi tidak mungkin akan pergi dari kampung ini, mau tinggal dimana dia. Apalagi tempat usahanya juga ada di kampung ini, istrinya juga bekerja disini. Bobi semakin frustasi dan terlihat sangat memyesal dengan perbuatannya. Namun disini bukan hanya bobi saja yang salah tetapi julia juga salah, keduanya sama - sama salah.
" Mas, tolong jangan ceraikan aku. Aku tidak mau menikah dengan bobi karena dia sudah punya istri. Aku masih mencintaimu mas " Seru julia sambil menangis sesunggukan.
" Maaf talak sudah aku ucapkan dan tidak bisa aku tarik lagi. Kamu boleh tetap tinggal dirumah ini selama kamu dalam masa iddah dan aku akan tinggal di bengkel saja. " Jawab marko penuh keyakinan.
" Mas.... Aku tidak mau kita bercerai " Seru julia terus memohon.
" Aku tidak sudi mempunyai istri liar dan murahan seperti kamu. Meskipun dulu kamu itu liar dan murahan, tetapi saat menjadi istriku aku mau semua itu kamu tinggalkan karena posisi kamu yang sebagai seorang istri. Bukan malah bersikap murahan begini !" Bentak marko mulai terpancing emosi lagi.
Hiikksss....Hikkssss
Julia tetap menangis dan tidak mau bercerai dengan marko. Dia bersimpuh dikaki marko namun marko sudah bulat ingin bercerai.
" Pak Rt dan yang lainnya, mulai hari ini julia bukan lagi tanggung jawab saya. Jika ada apa - apa dengan dia bukan urusan saya lagi, secara agama kami sudah bercerai dan hanya menunggu surat cerai dari pengadilan saja. Selama masa iddahnya saya masih menanggung biaya hidupnya. " Ucap marko tegas.
__ADS_1
" Iya pak marko. Saya meminta maaf atas kelakuan anak saya. Saya janji akan menikahkan mereka setelah urusan perceraian pak marko selesai " Ucap pak Rt .
" Iya pak . " Jawab marko singkat.
Pak Rt , bobi dan yang lainnya akhirnya pulang. Marko masuk kamar dan membereskan semua barang - barangnya. Siang itu juga marko akan meninggalkan kontrakan dan tinggal di bengkel. Dua koper sudah pakaian dan barang - barang yang lainnya sudah marko masukkan dalam koper. Sebelumnya marko sudah menghubungi karyawannya untuk menjemputnya, karena mobilnya ada di bengkel.
" Mas kamu mau kemana ? Kamu serius mau tinggal di bengkel dan membiarkan aku tinggal sendiri ?" Tanya julia saat marko menarik dua koper keluar kamar.
" Kita sudah bukan suami istri lagi, talak 3 sudah aku jatuhkan untukmu. Secara agama kita sudah bercerai, tunggu saja surat cerai akan segera aku urus. Dan satu lagi , kamu jangan takut kelaparan karena selama proses perceraian kamu masih aku kasih nafkah bulanan. Tetapi apa yang kamu perbuat duluar sana bukan lagi urusan dan tanggung jawabku ! Paham !" Bentak marko dengan jelas.
Tin Tin Tin
Mobil jemputan marko sudah datang, dengan segera marko menarik dua kopernya keluar rumah. Karyawan marko turun dari mobil dan membantu marko memasukan koper kemobil.
" Kamu bawa mobil yang dipinggir jalan itu kehalaman rumah, ini kuncinya " Ucap marko sambil menyerahkan kunci mobil Julia.
" Baik pak " Jawab karyawan marko patuh.
Mobil Julia yang sedari tadi ada di pinggir jalan kini dibawa masuk pekarang oleh karyawan bengkel marko. Setelah mobil terparkir rapi didepan rumah , marko mengembalikan kunci mobil kepada Julia.
" Ini kunci mobil kamu. Untuk urusan mama dan papamu kamu tidak perlu khawatir karena aku sendiri yang akan bicara dengan mereka. Aku pergi, tolong jangan temui aku. Jika kamu nekat video mu dan bobi akan menyebar luas " Seru marko tegas.
Julia tidak bisa berbuat apa - apa lagi. Untuk sementara dia memilih membiarkan marko pergi, suatu hari nanti saat emosi marko sudah reda dia akan mengajak marko bicara baik - baik dan akan mengajak rujuk marko.
Julia mengira talak 3 bisa semudah itu untuk rujuk, banyak membaca dulu ya Jul.
Mobil marko meninggalkan pekarangan rumah , Wito yang sedari melihat marko hanya diam sajapun ingin menanyakan masalah yang dialami marko tetapi dia takut, takut jika marko marah lalu akan memecatnya.
" Kamu kenapa Wit ? Heran ya melihat saya bawa dua koper besar - besar ? Aku dan julia sudah bercerai karena julia ketahuan selingkuh.Sudah jangan penasaran lagi " Ucap marko tanpa melirik wito.
* Kenapa pak marko tahu apa yang aku fikirkan ? Huhhh... Ternyata pak marko dan mbak Julia bercerai karena mbak Julia selingkuh. Dasar bodoh itu mbak Julia, coba apa kurangnya pak marko * Gumam wito dalam hatinya.
********
__ADS_1