
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
" Akhirnya aku sudah bisa merasakan udara segar, bosan dua hari di rumah sakit. Oh iya ma, papa kapan pulang ?" Tanya mala saat dia baru saja masuk kedalam rumah.
Siang ini mala sudah boleh pulang dan hanya berdua dengan mama nya. Adit sendiri beralasan ada urusan di luar jadi tidak bisa menjemput mala dan mama mertua nya. Akhirnya mereka pun naik taksi online.
" Katanya sih nanti sore. " Jawab mama meri sambil merebahkan tubuh nya di sofa ruang tamu karena dia benar - benar capek semalaman di rumah sakit dan baru pulang siang ini.
" Ma, aku lapar " Ucap mala yang memang belum makan siang.
" Mama juga lapar, tapi mama capek mau masak. Mau order juga uang sdh tidak ada. Memang nya adit tidak memberimu uang ?" Tanya mama meri.
" Kemarin katanya uang nya sudah habis untuk servis mobil. Belum minta lagi sama papa tirta. Nanti kalau Adit sudah pulang Mala minta uang sama dia, seminggu ini adit belum ngasih mala uang Ma. " Ucap mala sambil mengusap perut nya yang keroncongan karena lapar.
" Ma, masak dong. Apa aja yang penting bisa dimakan. Mie instan atau telor ceplok tidak apalah Ma. Yang penting perut terisi. Ma... Ma... " Ucap mala seenak nya memerintah mama nya.
Namun tidak ada jawaban dari mama nya, dan mala pun beralih memandang mama nya. Ternyata mama meri sudah tidur nyenyak.
" Yahh... malah tidur. " Seru mala sambil menepuk kening nya sendiri.
Tidak ada pilihan lain, mala pun berjalan ke arah dapur dia mencari makanan yang bisa untuk dimakan . Namun saat membuka kulkas dia tidak menemukan apa - apa selain dua butir telur dan air dalam botol saja. Mala mencari mie instan di lemari dapur tapi tidak menemukan nya.
" Masak telor rebus sajalah daripada aku kelaparan. " Ucap mala.
Mala pun akhirnya merebus dua butir telur untuk menu makan siang nya. Kalau cuma merebus telor tidak perlu membangunkan mama nya. Setelah 10 menit akhirnya telor rebus itupun sudah matang, mala merendam nya setelah itu di kupas dan dimakan dengan menggunakan saus saja.
" Biarlah hanya telor dan saus tanpa ada nasi, nanti kan papa pulang jadi aku bisa minta makan - makanan yang enak." Gumam mala sambil menikmati telor rebus buatan nya.
__ADS_1
Setelah dua telor rebus sudah berpindah ke dalam perut nya, mala masuk kamar dan tidur siang. Siapa tahu saat bangun papa dan suaminya sudah pulang.
********
Sore hari di kontrakan Aluna dan Candra.
Pak Andi hari ini akan pulang ke rumah nya , dia sengaja pulang sore menunggu Aluna dan Candra pulang dari pabrik. Tepat jam 5 mereka berdua sudah ada di rumah semua, dan pak andi pun berpamitan pulang.
" Papa pulang dulu ya Cand, Lun. Kalian yang rukun kalau ada masalah selesaikan dengan baik - baik. Oh iya kalau ada waktu kalian main ya ke rumah papa, masalah mala dan mama nya jangan di hiraukan. Kalau mereka masih nyinyirin kalian nanti papa yang bertindak. " Ucap pak Andi.
" Iya papa hati - hati. Insya Allah nanti kami main ke rumah pa. " Jawab Aluna.
" Iya pa Insya Allah, lagi pula dari sini ke rumah papa kan tidak jauh. Hanya 35 menit sampai, iya kan Lun ?" Seru Candra melirik Aluna.
Aluna hanya menjawab lewat anggukan kepalanya saja. Sebenarnyq dia malas bertemu dengan mama meri dan mala. Kejadian di rumah sakit semalam membuat Aluna semakin malas berurusan dengan dua wanita licik itu. Tapi mau bagaimana jika papa sudah meminta nya langsung, terlebih mama meri adalah ibu kandung yang sudah melahirkan Aluna. Seburuk apapun sikap mama meri, dia tetap ibu Aluna. Aluna tidak akan melupakan itu, dia hanya ingin bersikap tegas saja kepada mama dan kakak nya karena mereka berdua sudah keterlaluan.
" Ya sudah papa pulang ya, nanti kapan - kapan papa menginap lagi disini. " Ucap pak andi berpamitan.
" Iya pa " Jawab Aluna dan Candra bersamaan.
Pak andi pun masuk ke mobil dan melajukan mobil nya meninggalkan rumah kontrakan Aluna dan Candra. Mobil pak Andi melaju dengan kecepatan sedang, mulai hari ini dia akan memulai memberi pelajaran untuk anak dan istrinya.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama mobil pak andi sampai di halaman rumah nga. Rumah yang sudah tiga hari ini dia tinggalkan. Bertepan dengan kepulangan nya, adit juga baru saja pulang dengan di antar taksi online.
" Loh dit di antar siapa ? Taksi online ?" Tanya pak andi serius.
" Oh iya pa itu tadi taksi online. " Jawab adit jujur.
" Memang nya mobil mu kemana ?" Tanya pak andi lagi.
" Mobil adit masuk bengkel pa , sudah dua hari ini. Masuk yuk pak. Mama sama mala pasti sudah menunggu ." Ucap adit mengalihkan pembicaraan agar dia tidak harus berbohong lagi.
Pak Andi mengangguk lalu masul ke rumah bersama anak menantu nya. Kepulangan pak Andi di sambut bahagia oleh anak dan istrinya.
" Papa, akhirnya pulang juga. Mama sudah kangen sama papa. Oh iya pa sini koper nya, biar mama yang bereskan baju - baju papa. Papa pisahin kan baju - baju yang kotor?" Seru mama meri sambil mengambil alih koper yang ada di tangan pak Andi.
__ADS_1
" Tidak ada baju yang kotor. Semua sudah bersih, kamu tinggal susun saja di lemari. " Jawab pak Andi dengan tenang.
" Kok tidak ada baju kotor? Siapa yang mencuci pa ?" Tanya mama meri menaruh curiga kepad suaminya, takut suaminya bermain api dengan wanita lain.
" Laundry" Jawab pak Andi berbohong padahal semua baju sudah di cuci oleh Aluna karena dia memang menginap di rumah kontrakan Aluna bukan ke luar kota.
Mala mendekati papa nya, bukan nya menyalami dan menanyakan kabar sang papa justru menanyakan soal oleh - oleh dari luar kota.
" Pa, oleh-oleh nya mana ? Papa bawa oleh - oleh kan ? " Tanya mala seperti anak kecil yang bermanja kepada Ayah nya.
" Katanya kamu masuk rumah sakit ? sudah sehat kamu ?" Tanya pak andi tidak menjawab pertanyaan mala justru bertanya topik pembicaraan yang lain.
" Sudah pa, lagi pula aku tidak apa - apa kok. Tapi calon anak ku sudah tidak ada pa. " Seru mala dengan suara di buat sesedih mungkin.
" Itu suami mu baru saja pulang. Cepat buatkan dia minum atau apa gitu. Sudah sana, papa mau ke kamar dulu. Papa mau mandi, badan papa sudah gerah banget ini " Seru pak andi pergi melangkah masuk ke kamar.
Mala dan mama nya hanya mendengus kesal. Namun dia tetap mengikuti perintah Papa nya untuk menyambut sang suami dan membuatkan dia minum.
" Sayang mau minum teh atau kopi ?" Tanya Mala.
" Nanti saja Mala, aku mau mandi dulu ya. Oh iya tolong siapkan pakaian ganti ku. " Ucap adit memerintah.
Huuffff..
Mala mendengus kesal saat suami nya memerintah nya. Bukan nya cepat mengerjakan apa yang sudah di perintahkan oleh suami nya tapi justru dia duduk di sofa dan membiarkan suami nya masuk kamar sendirian.
" Mala cepat kerjakan apa yang di perintahkan suami mu. Jangan sampai dia marah dan tidak memberimu uang. " Ucap mama meri.
" Issshhh... iya - iya ma. Kalau bukan karena uang malas aku mengerjakan perintah adit " Gerutu mala kesal.
Mala berjalan sambil menghentak - hentakkan kaki nya karena kesal dan bibir nya cemberut, sampai author saja gemas. Berasa mau ngiket itu bibir nya mala.
*******
RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK 🙏🙏🙏
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA, AGAR AUTHOR SEMANGAT UP NYA 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️