
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Di tempat lain, tepatnya dimana tempat mala mencoba mencoba memperbaiki dirinya. Sudah dua hari mala ada di pondok pesantren, disini mala benar - benar tahu arti hidup yang sesungguhnya. Dia tahu arti menghargai sesamanya, selama dua hari di tempat barunya mala tak henti - hentinya menangis. Menangis bukan karena dia tidak betah, tapi dia menangis karena dia menyesali dan menyadari semua dosa - dosanya.
Namun dia memutuskan setelah hatinya lebih tenang dab dia bisa menerima semua takdirnya dengan lapang dia ingin tinggal dengan ibunya. Ingin berbakti kepada ibunya, selama ini dia sudah salah jalan dan tidak menghargai orang tuanya sama sekali.
" Ma, jika mama mau menikah dengan papa marko insya allah mala ikhlas dan mala bisa menerimanya. Mala harua terbiasa dengan keadaan ini, tidak selamanya mama hidup sendiri. Mala tahu sampai detik ini mama masih menyimpan perasaan untuk papa marko, berbahagialah dengan papa marko ma. Mungkin mala hanya ingin sementara disini, setelah hati mala lebih tenang mala ingin melanjutkan kuliah mala dan hidup bahagia dengan kedua orang tua mala. Mama dan papa marko. Maafkan mala ya ma " Ucap mala saat meri datang menjenguknya.
" Kamu serius mala ? Kamu memperbolehkan mama dan papa marko menikah? Mama tidak mau menyakiti kamu mala." Ucap meri sambil memeluk mala.
" Mala yakin ma. Untuk apa mala melarang kedua orang tua mala bersatu dalam ikatan pernikahan, mala ikut bahagia jika mama bahagia." Seru mala lagi.
Sampai detik ini marko sendiri belum menemui mala, dia takut membuat mala tertekan. Marko sangat merasa bersalah dengan apa yang terjadi antara dirinya dan mala. Jika meri melaporkannya ke kantor polisi marko bersedia untuk ditahan. Kini rasa cinta dan sayangnya kepada mala hanya sebatas antara kasih sayang ayah dan anak saja, tidak ada hubungan yang spesial seperti dulu.
" Mala, mama senang kamu sudah berubah menjadi lebih baik begini. Selama ini mama memang belum bisa menjadi mama yang baik untuk kamu, tapi mulai sekarang mama akan menjadi mama yang baik untuk kamu dan aluna. " Seru mala terdengar tulus dari dalam hatinya.
" Iya ma, kita sama - sama saling memperbaiki diri. Oh iya ma, jika mama ingin menikah dengan papa marko tolong tunggu mala pulang ya ma. Mala masih ingin disini untuk memperbaiki diri dan belajar mengaji dan sholat. Karena mala tidak bisa mengaji dan sholat " Ucap mala dengan penuh keseriusan.
Deg
Hati meri bagaikan dihantam bongkahan batu yang besar. Dia sadar betul jika selama ini dia memang tidak menanamkan pendidikan agama untuk mala, bahkan mengaji dan sholatpun dia tidak pernah mengajarkannya. Dulu jika pak andi memarahi aluna untuk mengaji, meri selalu membelanya dan sekarang apa yang ditanamkannya dia juga yang menuainya.
" Maafkan mama yang tidak pernah mengajarkan kamu mengaji dan sholat. " Ucap meri penuh penyesalan.
" Iya ma, sekarang mala sedang belajar mengaji dan sholat. Kata guru disini tidak ada kata terlambat untuk hal yang baik. " Seru mala.
" Kamu benar mala. Mama pulang dulu ya, nanti dalam 3 hari mama akan datang kesini lagi. Kalau butuh apa - apa kamu hubungi mama saja, nanti mama akan bawakan saat mama datang menjengukmu." Ucap mama meri dengan lembut.
" Iya ma. Mama hati - hati ya ma." Seru mala.
__ADS_1
Meri mengangguk lalu memeluk mala. Tidak lupa meri juga berpamitan dengan penanggung jawab pondok, disini mala tidak seperti santri - santri yang lainnya. Mala disini hanya ikut belajar dan sesekali membantu pengelola pesantren. Ikut belajar tapi tidak seperti santri yang lain yang harus ikut semua pelajaran seperti anak sekolah pada umumnya.
********
Di kediaman orang tua candra, aluna sudah menghabiskab minumannya namun belum ada reaksi apa - apa. Dan itu membuat julia penasaran, karena tadi dia sudah mencampurkan obat penggugur di dalam minuman aluna.
* Kenapa dia tidak ada reaksi apa-apa ya ? Apa karena dosisnya yang ringan jadi reaksinya lama. Huufff... Tahu gitu tadi aku tuang semua biar dia benar - benar keguguran * Gumam julia dalam batinnya.
Julia meminum capucinno nya yang memang masih utuh belum terminum, dia meminumnya sampai tinggal setengah. Namun tiba - tiba dia merasakan perutnya sakit dan semakin lama semakin sakit.
* Apa tadi aku salah memasukan obat nya, ini kenapa perutku yang sakit. Ini sakit banget, beruntung aku tidak hamil. Jika aku hamil pasti sakitnya lebih dari ini * Gumam julia sambil memegang perutnya.
* Siaal ini benar salah masukin obat * Gerutu julia kesal. Julia hanya bisa menggerutu dalam hati saja.
" Kamu kenapa julia ?" Tanya mama sita heran melihat julia yang memegangi perut dengan keringat dingin yang sudah membanjiri tubuhnya.
" Tante perutku sakit banget. Mungkin asam lambung ku naik tante, aku lupa jika aku belum boleh minuman yang mengandung kopi dan susu apalagi bentuk dingin seperti ini. " Ucap julia berbohong. Tidak mungkin dia bicara jika minuman yang diminumnya ada obat penggugur kandungannya.
Mama sita terlihat sangat khawatir melihat keadaan julia. Dia tidak menyadari jika minuman yang diminum julia ada obat nya, padahal dia tahu saat aluna menukarnya. Mama sita percaya saja dengan alasan yang diberikan oleh julia.
" Mbak julia lebih baik dibawa kerumah sakit saja ma " Seru aluna tersenyum tipis namun tidak ada orang yang menyadari senyumannya.
" Iya, tan... te tidak apa - apa. Biar sama sopir saja " Seru julia dengan terbata - bata.
* Ternyata dugaanku benar, jika minuman itu sudah di campur sesuatu oleh mbak julia. Senjata makan tuan kan ? Maaf ya mbak terpaksa aku menukar minuman mu, kalau tidak begitu pasti sekarang aku yang kesakitan dan tidak menutup kemungkinan janin dalam perutku akan kesakitan juga * Gumam aluna dalam batinnya.
Julia di antarkan sopir kerumah sakit menggunakan mobil milik mama sita , sedangkan mobil julia di tinggal di rumah mama sita. Nanti akan di antarkan oleh sopir kerumahnya.
" Kasihan sekali ya ma mbak julia sampai kesakitan seperti itu. " Ucap aluna pura - pura kasihan melihat keadaan julia.
" Iya Lun. Mama heran masak asam lambung kok sampao seperti itu, seperti menahan sakit yang luar biasa. Kalaupun karena es calucinno ini tidak mungkin kan secepat itu dia merasakan sakit. Atau mungkin memang dia punya penyakit yang lainnya ya Lun ?" Tanya mama sita dengan polosnya.
" Bisa jadi seperti itu ma. Doakan saja semoga mbak julia tidak apa - apa. Ya sudah mama sekarang istirahat supaya badan fresh , karena selama dirumah sakit mamakan kurang istirahat." Ucap aluna mengalihkan pembicaraannya.
" Iya Lun. Mama kekamar dulu ya, kamu juga jangan lupa istirahat. " Ucap mama sita dengan ramah.
__ADS_1
Selepas mama sita masuk kamarnya, aluna membereskan gelas bekas es capucinno tadi dan membawanya kedapue. Sampai dapur aluna mencari plastik kecil untuk mengambil sampel minuman yang tadi diminum julia. Sampel itu akan dia berikan kepada candra dan meminta candra untuk mengeceknya di laboratirium.
* Aku yakin obat yang di campurkannya sangat bahaya untuk janinku. aku harus meminta mas candra untuk mengeceknya , dan aku harus berhati - hati dengan julia.* Gumam aluna.
Aluna mengambil sampel minuman itu dan membawanya kekamar, setelah sampai kamar dia menghubungi candra agar candra segera pulang dan membawa sampel kerumah sakit untuk diperiksa, lebih cepat lebik baik.
[ Hallo assalamualaikum mas ] Seru aluna saat sambungan teleponnya sudah tersambung.
[ Waalaikumsalam sayang ku, ada apa ? Tumben telepon, kangen ya ? Oh iya sudah makan siang belum ? Jangan telat makan sayang, ingat sekarang ada bayi yang ikut makan di dalam perutmu. ] Seru candra penuh gombalan.
[ Sudah mas, tadi makan sama mama dan mbak julia. Oh iya mas masih lama ya pulang nya ?]
[ Julia ? Ngapain orang itu ada dirumah ? Apa dia masig dirumah ? Mungkin satu jam lagi mas pulang sayang, ada apa ?]
[ Mbak julia sudah pulang lok. Ya sudah nanti kita bicara dirumah saja ya mas]
[ Penting ya ?]
[ Penting mas ]
[ Ya sudah mas pulang sekarang ]
[ Iya mas aku tunggu di rumah ya . Mas hati - hati bawa mobilnya jangan ngebut. Assalamualaikum]
[ Waalaikumsalam.]
Klik.
Aluna mematikan sambungan teleponnya lalu meraih capucinno yang ada dalam plastik kecil transparan itu. Jika benar minuman ini ada campuran obat yang membahayakan janinnya sudah dapat dipastikan julia akan mendapat amukan dari candra dan keluarganya.
" Aku jahat tidak sih ? Semoga saja jika memang dalam minuman ini ada obatnya tidak terlalu bahaya" Ucap aluna bermonolog sendiri.
*******
RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK 🙏🙏❤️❤️
__ADS_1
KLIK LIKE , KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️