
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Aluna sudah kembali mengajar dan hari ini adalah hari pertama dia mengajar sejak dia libur cuti melahirkan. Aluna tetap diantar oleh pak sopir yang sudah candra siapkan, meskipun aluna bisa memyetir sendiri candra tidak mengizinkan aluna bawa mobil sendiri. Untuk urusan pengasuh Rayyan, akhirnya aluna tidak jadi memakai jasa pengasuh.
Mama sita melarangnya, karena dia sendiri yang akan menjaga cucunya. Zaman sekarang susah mencari pengasuh yang jujur dan terpercaya. Banyak kejadian negatif diluaran sana. Lagipula mama sita tidak ada kegiatan lain jadi dia menyibukkan diri untuk mengasuh cucunya.
" Selamat ya bu atas kelahiran anaknya " Ucap arman menghampiri aluna saat jam aluna sudah habis.
" Terimakasih arman " Jawab aluna ramah sambil menyunggingkan senyum.
" Apa ibu masih ada jam kelas lagi ? Kalau tidak ada bagaimana kalau saya antar pulang, sekalian aku juga mau pulang bu" Ucap arman mencoba mendekati aluna .
" Maaf ada sopir yang suami saya tugaskan untuk mengantar jemput saya. Emm.... Arman tolong kamu jangan sering mengikuti saya begini setiap saya keluar kelar. Saya tidak mau menimbulkan fitnah apalagi saya ini seorang ibu dan istri orang. Tidak baik berjalan berdua - dua begini meskipun dalam lingkungan kampus. Jika ada pelajaran yang ingin kamu tanyakan, tanyakan saja saac dikelas tadi atau datang keruangan saya. Kalau kamu mengikuti saya begini aku takut banyak mahasiswa atau dosen yang akan salah paham ." Ucap aluna terpaksa berkata tegas agar arman bisa tahu batasannya antara dosen dan mahasiswa.
" Baik bu aluna. Maaf kalau saya sudah mengganggu kenyamanan ibu. Oh iya bu ini ada hadiah untuk anak ibu mohon diterima. Ini bukan dari saya saja kok, ini dari anak - anak yang lainnya juga " Ucap arman memberikab bungkusan kado yang lumayan besar dalam kantong plastik.
* Pantas saja sedari keluar kelas tadi dia bawa - bawa kantong plastik besar, ternyata isi nya ada beberapa bungkusan kado * Gumam aluna dalam hatinya.
Aluna menerima kado pemberian dari arman, yang dia yakini juga kado dari teman - teman arman juga. Tidak lupa aluna mengucapkan terimakasih kepada arman dan salam terimakasih untuk teman - teman yang lainnya. Setelah itu aluna masuk ruangan dosen dan membereskan barang - barangnya karena jam mengajarnya sudah habis dan akan segera pulang.
" Bu aluna bawa apaan ini ? " Tanya ibu maya salah satu dosen.
" Ini hadian dari mahasiswa bu. Katanya untuk anak saya, alhamdulillah rezeki untuk anak saya " Jawab aluna dengan ramah.
" Ohh... Kirain dari salah satu mahasiswa yang naksir ibu. Kami semua tahu bu kalau si arman itu suka sama ibu, ibu harus lebih tegas sama anak itu agar tidak melunjak sama ibu. Dia memang baik sih, tapi kalau dia punya hati sama ibu susah juga. Yang namanya mencintai seseorang itu tidak ada yang salah, tapi kalau istri orang yang dicintai bagaimana ?" Ucap ibu maya sambil terkekeh.
__ADS_1
Dari cara arman memandang dan bicara saja aluna sudah tahu jika arman menyukainya. Namun apa arman lupa jika aluna sudah bersuami bahkan baru saja melahirkan beberapa bulan yang lalu. Aluna tidak melarang siapapun untuk mencintainya, sebab rasa cinta itu datang memang terkadang tidak pada tempatnya. Yang pasti hati aluna tetap terpaut pada sang suami tercintanya, Candra.
" Iya bu biarkan saja, yang penting hati ini terpaut untuk sang suami tercinta. Kalau begitu saya permisi dulu bu maya, saya sudah tidak ada jam mengajar lagi jadi saya mau pulang, biasa ada babby dirumah yang sudah menunggu." Ucap aluna berpamitan.
" Ok ibu aluna, saya masih ada 1 kali pertemuan lagi. Hati - hati ibu aluna dan salam sayang untuk sang calin mantu, Rayyan ." Ucap ibu maya sambil terkekeh.
" Siap , Assalamualaikum semuanya. " Ucap aluna berpamitan.
Aluna melangkahkan kakinya menuju depan gedung tempatnya mengajar. Disana pak sopir sudah menunggunya, kado dari arman tadi tidak lupa aluna bawa pulang juga. Setelah masuk kemobil pak sopir melajukan mobilnya meninggalkan pelataran kampus.
" Pak mampir supermaket dulu ya pak ada yang mau aluna beli " Ucap aluna pada pak sopir.
" Baik mbak" Jawab pak sopir patuh.
Aluna ingin membeli persediaan buah dan kebutuhan Rayyan yang memang sudah menipis. Candra tadi pagi berpesan jika malam ingin makan sop daging dan aluna lupa meminta tolong bibik untuk beli daging dipasar sehingga aluna harus kesupermarket untuk membeli daging juga.
Mobil yang dikendarai sopir sudah sampai di supermarket , aluna meminta pak sopir untuk menunggunya saja. Karena barang yang ingin aluna beli tidaklah banyak jadi pak sopir diminta menunggu saja dimobil.
*********
" Mas , aku kok tiba - tiba ingin makan rujak ya " Ucap mala menyampaikan keinginannya kepada surya.
Akhir - akhir ini mala sudah merasakan ngidamnya , surya sendiri juga masih mengalami kehamilan simpatiknya. Dia masih suka mual dan tidak suka mencium bau - bau yang menurutnya bau tajam. Untuk makanan dia sudah jarang ingin makan ini dan itu.
" Wahh anak papa yang didalam sini ingin makan rujak ya. Nanti papa beli dulu ya sayang" Ucap surya sambil mengusap perut mala yang masih rata.
" Tidak mau rujak beli, mau yang buatan sendiri " Ucap mala dengan manja .
" Baiklah sayang, mas nanti buatkab untuk kamu. Mas beli buah-buauhannya dulu ya. " Seru surya dengan sabar menghadapi ngidamnya mala.
" Tidak mau ! Aku mau makan rujak buatan candra mas. Maaf mas, aku tidak bermaksud untuk mencari perhatian candra. Tapi aku hanya ingin makan rujak buatan candra saja. " Ucap mala dengan wajah memelas.
__ADS_1
Surya mengerutkan keningnya, apa yang dia harapkan selama ini akhirnya kesampaian juga. Dulu saat aluna hamil dia sering membuatkan rujak untuk aluna dan surya berharap suatu saat bisa bergantian dengan candra. Ternyata keinginan Surya akan terkabul juga. Senyum cerah surya menghiasi bibirnya, senyum penuh kemenangan.
" Ok sayang. Baiklah sekarang kita kerumah candra. Sekalian saja nanti kita makan malam dirumahnya " Ucap surya senang.
* Saat nya membalas dendam , mala akan minta rujak buatan candra sedangkan aku akan pura - pura ingin makan mie goreng buatan candra. Hahahaa.... Kenapa tidak dari kemarin - kemarin saja aku mengerjai dia. Pasti wajah candra bakalan lesu karena aku kerjaain, kasihan sekali deh kamu candra * Gumam surya dalam hatinya.
Surya dan mala langsung berangkat kerumah Candra, mereka mampir di toko buah terlebih dahulu untuk membeli buah - buahan yang akan digunakan untuk membuat rujak.
Mobil surya sudah sampai di depan rumah candra, dengan hati yang bahagia surya menggandeng mala masuk kerumah candra.
" Apa? Rujak dan mie goreng ? Kamu pasti sengaja ingin mengerjai aku kan. Mana ada aku masak untuk kamu, tidak mau. Kalau untuk rujak aku yakin pasti itu kemauan mala jadi aku tidak masalah membuatkannya. Tapi untuk mie goreng itu akal - akalan kamu saja " Ucap candra tahu akal liciknya surya.
" Mas jangan begitu. Siapa tahu memang mas surya ngidam mie buatan kamu. Kitakan tahu kalau mas surya ini mengalami kehamilan simpatik yang mana dia juga seperti orang yang sedang hamil. Sudah sana cepat buatkan nanti anak mas surya dan kak mala ileran loh dan kamu akan disalahkan. " Ucap aluna ikut membela surya dan mala.
Hhhuuuffff....
Candra melirik jengah kearah surya yang justru hanya senyum - senyum menyebalkan. Dengan sangat terpaksa candra membuatkan apa yang diminta oleh surya. Candra lebih dulu membuatkan rujak untuk mala, mengabaikan permintaan surya terlebih dahulu.
* Biarkan saja dia menunggu , nanti sekalian makan malam saja aku buatnya. Enak saja dia meminta ini dan itu, kalau bukan karena istrimu hamil dan ngidam pasti sudah aku getok kepala kamu Surya, menyebalkan * Gumam candra dengan kesal terus menggerutu.
Setelah 30 menit rujak buatan candra sudah siap, rasanya bagaimana candra tidak tahu yang penting sudah jadi.
" Mana mie goreng ku ?" Tanya surya .
" Nanti , aku masih capek. Tenang saja nanti saat makan malam aku buatkan mie goreng spesial untuk kamu. " Ucap candra dengan malas.
" Aku mau sekaranh candra, jangan bikin aku lama menunggu dong. " Ucap surya pura - pura memasang wajah sedih.
Candra tidak tega melihat wajah sedih surya, dia akhirnya membuatkan mie yang diminta oleh Surya. Dalam hati surya dia bersorak bahagia akhirnya bisa mengerjai candra .
***********
__ADS_1