Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Menantu dan Mertua


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Jadi mama Mina sedang hamil pa ?" Tanya Mala saat dia dan Surya datang kerumah Markm untuk mengantarkan oleh - olehnya dari kota saat menghadiri pernikahan Ardan dan Yuki.


Mala ikut senang mendengar kabar bahagia kehamilan Mina. Mala sama sekali tidak merasa malu atau minder saat mengetahui Mina hamil. Apalagi usia adik dan anaknya nanti tidaklah terlalu jauh, hanya terpaut sekitar 1 tahun saja tidak ada. Jika Mina saat ini hamil dua bulan dan anak Mala berusia 2 bulan , nanti hanya beda sekitar 7 atau 8 bulan saja.


" Iya Mala,dan saat ini baru 2 bulan. Kamu tidak malu kan punya adik diusia kamu yang sekarang ini?" Tanya Marko.


" Ya jelas tidak dong pa. Lagipula ini kan rezeki dari Allah. Jadi untuk apa Mala malu dan minder, justru Mala senang bisa punya adik dari papa dan mama Mina." Ucap Mala menyakinkan Marko.


" Iya pa, kami pasti senanv dong punya adik. Apalagi nanti kalau adiknya cowok,jadi bisa melindungi Aisha dari para gangguan pria - pria yang memperebutkan Aisha" Ucap Surya mulai lagi sablengnya.


Bugghhhh...


Mala memukul Surya menggunakan bantal kursi dia geram dengan sifat sang suaminya yang tidak bisa diajak bicara dengan serius. Selalu dibawa dengan bercanda. Marko dan Mina melihat kelakuan kedua anak dan menantunya hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


" Sakit sayang, kenapa sih pakai pukul-pukul segala? Nanti malam lho kalau dedek Aisha sudah tidur, kita main pukul-pukulan. Tapi pukulan yang mengenakkan." Ucap Surya semakin membuat Mala kesal.


" Mas kamu ini apa tidak malu sama papa dan mama?" Tanya Mala sambil mengomel.


" Kenapa malu? Mereka juga sudah dewasa dan mereka juga pasti melakukan apa yang kita lakukan juga." Jawab Surya semakin melantur.


Mina membawa Aisha keluar dari rumah dan membiarkan ke dua orang tuanya berantem. Begitupun dengan Marko dia lebih memilih meninggalkan anak dan menantunya yang terus saja berdebat di ruang tamu. Marko menyusul Mina duduk di teras rumah sembari memangku Aisha.


" Menantu kamu itu kocak banget sih Mas. Dia tidak ada rasa malunya sama sekali sama mertua. Tapi sifat seperti itu lah yang membuat hubungan antara suami istri menjadi lebih harmonis. Kadang bercanda, kadang serius dan ada juga romantisnya." Ucap Mina sembari memangku Aisha.


" Apa kamu juga mau seperti itu juga?" Tanya Marko sembari mengambil Aisha dan kini Aisha berpindah dalam pangkuan Marko.

__ADS_1


" Idiihhh... Gak lah. Malu dong kalau mau romantis - romantisan di lihat orang." Seru Mina tersipu malu - malu.


" Jadi kalau tidak dilihat orang tidak malu kan? Oh iya, kamu beberapa hari ini garang loh saat di ranjang. Kamu juga sering pakai baju dinas kalau dikamar. Itu sudah membuat suamimu ini klepek - klepek." Ucap Marko sambil memainkan matanya.


Wajah Mina langsung memerah karena malu, Marko memujinya tidak tahu tempat dan waktu. Sebab saat ini dirumahnya sedang ada anak dan menantunya. Kalau tidak ada anak dan menantunya sudah pasti saat ini dia akan menghambur dalam pelukan Marko,dan akan berakhir dikamar.


Ehheeemm Eheeemmn


Tiba - tiba Mala dan Surya berdehem secara bersamaan. Membuat Marko dan Mina menjadi salah tingkah. Mina malu dengan anak dan menantunya.


* Kira - kira tadi mereka dengar tidak ya yang dikatakan mas Marko? Kan aku jadi malu - malu begini.* Gumam Mina dalam batinnya.


" Sepertinya kita harus pulang nih sayang,ada yang tidak mau kalah romantis nih sama kita." Ucap Surya asal jeplak.


" Bener banget mas. Ya sudah yuk kita pulang, agar kita tidak ganggu yang sedang mau romantis - romantisan mas." Seru Mala sembari terkekeh.


" Iya dong,biarpun sudah menjadi kakek dan nenek yang namanya romantis itu harus tetap ada dong. Memangnya yang muda - muda saja yang harus romantis, yang tua juga bisa dong. " Ucap Marko dengan santainya.


" Setuju !!" Seru Mala dan Surya berteriak secara bersamaan sambil mengajungkan dua jempol mereka masing - masing.


Akhirnya mereka berempat tertawa dengan riang di teras rumahnya. Bahkan ada beberapa warga yang sedang melintas didepan rumah Marko, terpaksa berhenti dan melihat ke arah rumah Marko. Marko pun tersadar jika mereka sedang menjadi pusat perhatian oleh beberapa warga yang sedang melintas di depan rumahnya.


" Ssstt... kita jadi Perhatian para warga yang sedang melintas. Sudah yuk kita berbibcang atau mengobrol di teras belakang saja, sembari melihat kolam ikan buatan papa " Ucap Marko mengajak anak dan menantunya duduk di teras belakang.


Mereka semua akhirnya pindah dan duduk di teras belakang sembari menikmati kolam ikan yang memang baru dibuat oleh Marko dalam beberapa hari ini. Mina izin ke dapur untuk menyiapkan makan siang, Mala yang tahu jika mamanya hendak memasak. Malapun ikut ke dapur dan menitipkan anaknya kepada Surya dan Marko.


" Mau mau masak apa ma .?"Tanya Mala saat sudah berada di dapur .


" Lah kenapa kamu ikut ke sini? Sudah kamu di sana saja, jaga anak kamu biar saya sendiri yang memasak Mala. Kamu ini tamu loh jadi lebih baik duduk saja gabung sama yang lainnya. Lagi pula yang dimasak juga tidak banyak kok . " Ucap Mina merasa tidak enak karena Mala adalah tamu di rumahnya.


" Sudah Ma jangan sungkan atau merasa tidak enak. Aku ini anak papa dan berarti aku juga anak mama dong. Jadi kita ini keluarga, dan jangan ada rasa tidak enak seperti tadi." Ucap mala sambil tersenyum manis.


Mina pun mengangguk sambil tersenyum, lalu dia mengeluarkan bahan-bahan makanan yang akan dia olah. Kali ini mereka akan memasak sayur asam, ikan goreng , sambal terasi dan tempe goreng tepung. Makanan sederhana tapi bisa menghabiskan nasi beriring-piring.

__ADS_1


Mala dan Mina akhirnya masak berdua Mereka terlihat kompak dan serasi. akhirnya setelah 1 jam memasak makanan sudah terhidang di atas meja makan malah memanggil surya dan Marco untuk makan siang terlebih dahulu.


" Sayang ini Aisha tidur. Aku tidurkan dulu dia dikamar tamu ya." Seru Surya.


" Iya mas, setelah itu langsung kemeja makan ya kita makan siang bersama - sama." Ucap Mala saat Surya hendak masuk kamar.


" Oke istriku sayang." Seru Surya singkat.


Setelah menidurkan Aisha di kamar tamu, Surya bergabung dengan mertua dan istrinya untuk makan siang bersama-sama menu yang ada di atas meja sangat menggugah selera apalagi sayur asam. Satria memang sangat menyukai yang namanya sayur asam.


" Wahhh enak banget nih. " Seru Surya mulai memasukan sesuap nasi ke mulutnya.


" Anak dan Istriku sangat pandai memasak, kalau begini terus kita bisa cepat gemuk Surya." Ucap Marko sambil tertawa.


" Papa benar sekali, kalau makanannya enak begini sudah pasti kita akan semakin semangat juga Pa untuk mencari uangnya." Jawab Surya sambil menikmati makan siangnya.


Sedangkan Mala dan Mina hanya bisa menggelengkan kepala mereka saja. Ternyata Marko dan Surya juga sama saja, menantu dan mertua itu sangat cocok sekali jika mengumpul bersama. Terkadang juga mereka sama-sama menyebalkan dan sama-sama suka berpikir mesum.


Acara makan siang pun selesai, Mala dan Mina membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan yang tadi mereka pakai. Setelah semuanya selesai Mala dan Surya pun pamit pulang terlebih dahulu karena memang hari sudah semakin siang. Sedangkan Aisha yang tadi terlelap di kamar kini sudah berpindah ke dalam gendongan mala, dengan posisi tetap tidur dengan santainya.


Mobil yang dikendarai Surya kini sudah meninggalkan pekarangan rumah Marko. Surya dan Mala ternyata tidak langsung pulang karena mereka harus membeli barang keperluan Aisha terlebih dahulu. Jadi mereka mampir ke minimarket terdekat terlebih.


" Mau beli apa sayang ?" Tanya Surya dengan lembut.


" Diapers sama minyak telon saja mas. Diapers yang size S 3 pak terus minyak telon yang besar 2. Aku tunggu di mobil saja ya mas, karena aku malas mau turun. Aisha masih terlelap nih." Ucap Mala.


" Ok Sayang " Ucap Surya lalu turun dari mobil dan masuk kemini market untuk membeli barang keperluan Aisha.


Setelah berada di dalam minimarket, Surya langsung menuju di mana tempat diapers tersusun rapi. Dia mengambil diapers 3 sesuai dengan permintaan sang istri. Tidak lupa dia juga mengambil minyak telon yang ukuran jumbo 2 botol. Surya langsung membawa barang belanjaannya ke meja kasir untuk segera dibayar.


" Surya ? Kamu belanja apaan? "Tanya seorang wanita mengagetkan Surya.


Surya pun mencari sumber suara dan ternyata wanita yang barusan menegurnya adalah Julia. Surya sempat kaget kenapa ada Julia di daerah ini ? Apakah Julia memang sudah kembali lagi? Banyak pertanyaan yang saat ini bergelantung manja di kepala Satria.

__ADS_1


*************


__ADS_2