
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
HAPPY READING
" Mama tadi bicara apa pa ?" Tanya aluna saat sang papa sudah ada dirumah. Dan kini sedang bersantai menemani aluna makan rujak.
Pak andipun menceritakan apa yang dibicarakan oleh meri saat meri menemuinya. Masih tetap masalah mala dan marko, aluna sendiri tidak tahu bagaimana jalan fikiran ayah dan anak itu. Sudah tahu ada hubungan darah masih saja melanjutkan hubungan terlarang mereka.
" Semoga kak mala bisa segera menyadari kesalahannya pa. Dosa besar sudah ada di depan mata, aluna justru kasihan dengan anak yang ada dalam kandungannya ksk mala pa. Anak itu tidak salah, tidak ada yang namanya anak haram. Dia terlahir karena kesalahan kedua orang tuanya, anak itu tetap terlahir dalam keadaan suci. " Ucap aluna bicara dari hati nya.
" Mala itu keras kepala sama persis dengan meri, mau kita nasehati seperti apa juga percuma. Yang ada kita sendiri yang akan capek untuk menasehatinya. Kamu lihat sendirikan bagaimana sikapnya terakhir kali bertemu saat di resto, dia menghina mu bahkan meminta kita untuk tidak ikut campur " Ucap pak andi mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.
Aluna mengangguk paham dengan yang dikatakan oleh papanya. Memang semua itu bukan urusan aluna maupun papanya,marko dan mala sudah sama - sama dewasa. Cukup dengan mengingatkan dan menasehati saja jika memang tidak di terima itu sudah urusan mereka.
Tok Tok Tok
" Assalamualaikum " Seru seorang wanita dari arah pintu utama.
Mendengar ada tamu yang datang aluna bergegas membukakan pintu untuk tamunya.
" Waalaikumsalam . Wah tika,adit yuk masuk " Seru Aluna menyambut bahagia kedatangan sahabatnya.
Aluna dan tika berpelukan dan cipika- cipiki wajar perempuan kalau sudah lama tidak bertemu suka heboh sendiri.
" Suami kamu mana lun ?" Tanya tika saat sudah duduk tapi tidak melihat adanya candra. Hanya ada pak andi saja yang kini sedang mengobrol dengan adit di teras belakang.
" Mas candra sekitar 1 jam yang lalu dia kepabrik, ada yang mau dia kerjakan, tapi sebentar kok. Mungkin sebentar lagi pulang, inikan hari libur." Jawab aluna sudah mulai memanggil candra dengan panggilan mas.
" Cieee... Sudah panggil mas nih. " Seru tika menggoda aluna.
" Iya dong. Aku sekarang punya mas juga, mas candra . Memangnya kamu saja yang punya mas. Oh iya bagaimana rasanya pengantin baru, apalagi rasanya saat belah duren" Ucap aluna sedikit berbisik agar tidak kedengeran sampai belakang.
Tika bukannya menjawab justru hanya senyum - senyum sendiri . Wah parah nih si tika jangab sampai dia gila karena belah duren.
" Woee... Kok senyum - senyum sendiri? " Tanya aluna sambil memukul pelan lengan tika.
__ADS_1
" Ihh.. Apaan sih Lun ganggu lamunan ku saja kamu. Aku itu lagi ngebayangin malam pertama ku sama adit. Duhh rasanya lun, sakit tapi enak lun. Kalau tahu rasanya seenak itu pasti aku sudah menikah dari dulu." Jawaban tika membuat aluna geleng - geleng kepala.
Tika memang wanita yang bar - bar dan apa adanya, namun mempunyai rasa setia kawan yang tinggi. Hal itulah yang membuat aluna senang berteman dengan tika.
" Bahkan kami sering lembur tahu Lun. " Seru tika sambil terkekeh.
" Iya lembur terus biar cepat berhasil " Jawab aluna ikut tertawa.
" Apa yang lembur ?" Tanya candra yang tiba - tiba sudah ada didalam rumah.
Karena terlalu asik membahas soal belah duren, sampai tidak dengar suara mobil candra datang. Tahu - tahu sudah ada di dalam rumah saja orangnya.
" Ehh... Mas sudah pulang ?" Tanya aluna menghampiri candra lalu mencium tangan candra.
" Iya cuma mau ngambil berkas yang tertinggal saja kok. Oh iya tadi apa yang lembur ?" Tanya candra dengan senyum jahil.
Padahal dia sudah tahu apa yang di bahas aluna dan candra,karena tadi dia sempat menguping sebentar. Sekarang hanya pura-pura tidak tahu saja. Terlihat aluna dan tika jadi salah tingkah dan senyum - senyum sendiri.
" Sudah sekarang mas tarok berkas itu di ruang kerja mas. Setelah itu gabung sama papa dan adit di teras belakang, sudah sana jangan gabung sama wanita" Usir aluna mendorong tubuh candra menjauh.
" Iya deh , iya. Tapi nanti malam aku juga mau lembur juga ya, 4 ronde tidak boleh kurang" Ucap candra sambil memainkan alisnya.
Hahhhhh ?? 4 Ronde ?
**********
Meri dan mala tinggal satu atap namun mereka tidak saling bertegur sapa. Lebih tepatnya mala yang tidak mau menyapa bahkan dia juga terkesan .enghindari mamanya. Meri sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya agar mala tidak mendiamkannya.
" Mala tunggu !!" Panggil meri saat mala di dapur mengambil makan dan membawanya masuk kedalam kamar. Setiap kali makan selalu saja begitu, makan dikamar dan piring kotor hanya dia tumpuk di wastafel.
Mala melirik mamanya dengan malas, hanya melirik saja bukan menatap nya dengan langsung berhadapan.
" Mau sampai kapan kamu mendiamkan mama seperti ini? Sudah dua minggu kita tinggal satu atap tapi kamu tidak pernah menganggap mama ada. Aku ini mama kamu mala bukan pembantu kamu !" Ucap meri yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap mala.
" Aku akab tetap mendiamkan mama jika mama masih menentang hubungan ku dengan marko. Setidaknya biarkan marko tinggal seatap dengan ku, dia kan ayah kandung ku jadi wajar dong tinggal disini. Lagi pula dia juga yang punya rumah ini, mama yang numpang saja tidak tahu diri. " Ucap mala bicara dengan ketus.
Dada meri langsung bergemuruh setelah mendengar pernyataan mala. Begitu teganya mala berucap yang menyakitkan hati sang mama, sejelek apapun sikap dan sifat seorang ibu , dia tetap ibu yang sudah melahirkan anak - anaknya dengan mempertarukhan nyawanya.
" Sadar mala, marko itu ayah kandung mu. Perlakukan dia sebagai ayah kandung mu, jangan lagi kau tambah dosa mu mala " Ucap meri dengan menahan emosinya.
" Kami saling mencintai ma. Kalau mama tidak mau menyetujui hubungan kami, jangan anggap aku anak lagi. Aku lebih baik tidak punya ibu daripada anakku lahir tanpa ayah. Apa mama tidak malu aku melahirkan tanpa suami ?" Seru mala dengan ketus.
__ADS_1
" Setan mana yang sudah merasuki fikiran mu mala !! Mama justru malu karena kamu hamil dengan ayah kandungmu sendiri, lebih baik anak itu lahir tanpa ayah daripada ibu melihatmu menikah dengan ayahmu. Sampai kapanpun tidak akan ada yang bisa menikahkan kalian mala " Sentak meri mulai meninggikan suaranya.
" Itu soal mudah, soal data bisa di manupulasi. Sekarang mama jangan ikut campur urusan ku, mama kalau mau tinggal disini cukup diam dan ikuti semua perintahku. Dan satu lagi jangan lupa untuk membersihkan rumah dan semuanya nya. Karena dirumah ini tidak ada pembantu , buat apa memperkerjakan pembantu jika ada tenaga gratisan dari mama " Ucap mala sambil menyeringai sinis kearah mamanya.
Mala pergi meninggalkan mamanya yang masih terpaku didekat kompor. Dia memang sengaja membuat mamanya tidak betah tinggal seatap dengannya. Jika mamanya keluar dari rumah itu, mala akan dengan mudah membawa kembsli marko tinggal dengannya.
* Ya Allah.. Aku di perlakukan sebagai pembantu oleh anakku sendiri ? Aku menyesal selama ini sudah mengikuti apa maumu mala, aku menyesal selalu membelamu dañ menomor satukan kamu. * Gumam meri dalam tangisnya.
Didalam kamar mala menghubungi marko dan memberitahu jika diq baru berantem lagi dengan mama nya.
[ Mala,kamu jangan seperti itu. Meri itu tetap mama mu dan perlakukanlah dia dengan baik.] Ucap marko menasehati mala.
[ Sayang kok kamu jadi seperti itu sih ? Apa kamu sudah tidak sayang dengan ku dan anak dalam kandungan ku ?] Tanya mala dengan air mata yang sudah mulai berderai.
Mereka saat ini sedang melakukan panggilan secara video call.
[ Bukan begitu mala, sudah jangan menangis kasihan anak dalam kandungan mu. Aku tadi sudah mentransfer uang 8 juta untuk keperluan kalian , jangan lupa meri kamu kasih uang untuk belanja bahan makanan ]
[ Aku kangen, anak ini ingin bertemu dengan ayahnya sayang. ]
[ Mala tolong mengertilah, lebih baik kita jangan bertemu. Ini demi kebaikan kita berdua, aku tidak bisa mengendalikan diriku jika aku bertemu kamu. Perbuatan dosa itu pasti akan terulang lagi. Aku janji setelah anak itu lahir aku akan datang untuk mengambilnya dan kamu bisa hidup dengan bebas ]
[ Aku tidak mau !! Pokoknya kamu harus menikahiku, jika kamu tidak mau menikahi ku , aku lebih memilih mati. Kamu senangkan kalau aku mati ? Kamu bisa menikah dengan mama!!]
[ Jangan gila mala ! Jangan lagi menambah dosa,ingat kamu itu sedang hamil ada nyawa dalam rahimmu.]
[ Terserah !! Jika dalam seminggu ini kamu tidak datang untuk menikahiku aku pastikan kabar buruk akan sampai ditelingamu]
Klik
Mala mematikan sambungan telepon sambil menyeringai sinis. Sepertinya gertakannya tadi membuat marko ketakutan , terbukti marko menelpon lagi namun terus diabaikan oleh mala.
" Aku akan tetap berjuang untuk bisa menikah dengan mu sayang. Kita akan hidup bahagia dengan anak kita . Hahaaaa......."
Mala tertawa dengan keras dan terdengar sampai luar kamarnya. Meri tadi menguping saat mala bertelepon dengan marko.
* Anak itu sudah gila, benar - benar gila * Gumam meri dalam batinnya.
**********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️