Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Keadaan Julia


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Kini Julia sudah berada di Rumah Sakit dan sedang ditangani oleh dokter. Mala dan Surya juga masih ikut menunggu sampai ada keterangan dari Dokter. Sedangkan Bobi, duduk termenung di kursi tunggu sambil menundukkan kepalanya. Dia sepertinya menyesal karena tadi sudah berbuat kasar kepada Julia. Apalagi sampai Julia terjatuh dan sampai pendarahan.


Bobi sangat menghawatirkan kandungan Julia, bukan hanya bobi saja yang khawatir. Mala sebagai seorang perempuan yang sama-sama sedang hamil juga sangat mengkhawatirkan janin yang ada dalam kandungan Julia. Tak henti-hentinya Mala mendoakan yang terbaik untuk Julia dan calon bayinya.


" Mas kok aku khawatir dengan julia dan janinnya ya mas ? aku takut janin itu tidak terselamatkan sebab tadi pendarahannya itu terlalu banyak . Aku sudah pernah mengalami keguguran dua kali mas, jadi aku tahu persis jika julia itu pasti keguguran. Tapi aku tetap berdoa semoga janinnya masih bisa diselamatkan. " Ucap Mala khawatir dan tetap berdoa yang terbaik untuk Julia dan calon bayinya.


" Aamiin. Sayang kamu jangan terlalu khatir begini ya. aku takut nanti kamu terbawa pikiran sehingga akan berpengaruh buruk pada janinmu sendiri Sayang " Seru Surya menasehati Mala.


" Iya mas aku tidak apa - apa kok mas. Masih bisa mengontrol diri, mas coba dekati itu si Bobi. Sepertinya dia khawatir dan sedih banget, sepertinya dia merasa bersalah karena dia tadi Julia sampai terjatuh seperti itu. " Ucap mala sambil memandang kearah bobi duduk.


Surya mengangguk, diapun mendekati bobi dan duduk di samping bobi. Surya menepuk pundak bobi sehingga membuat bobi kaget. Bobi langsung melihat kearah Surya, dalam penglihatan surya nampak jelas gurat kesedihan di wajah Bobi.


" Doakan saja yang terbaik untuk julia dan calon anak kalian. " Seru surya memberi dukungan Bobi.


" Terimakasih mas, maaf kalau tadi aku sudah membentak kalian. " Seru bobi meminta maaf.


" Sudah , tidak perlu difikirkan lagi. Aku tidak masalah soal yang tadi, oh iya nanti setelah dokter selesai memeriksa dan mengabarkan keadaan Julia. Aku dan Istriku pamit pulang duluan ya. Istriku juga sedang hamil, jadi dia harus banyak istirahat dan tidak baik berlama - lama dirumah sakit. Kecuali jika memang sedang berobat. " Ucap Surya memberikan suport dan semangat untuk Bobi.


" Iya mas. Terimakasih sudah mengantarkan kami kerumah sakit. " Jawab Bobi berterimakasih.

__ADS_1


Ceklekk...


Pintu Ruangan UGD dibuka oleh dokter yang memeriksa Julia. Bobi langsung mendekat dan menanyakan keadaan julia dan janinnya. Dokter terlihat bingung karena dia tadi mengira jika wanita yang ada didalam itu adalah istrinya Surya. Sebab tadi surya juga ikut panik sehingga dokter itu mengira Julia istrinya.


" Dia suaminya dokter " Seru Surya sembari menggenggam tangan Mala dengan erat.


Melihat genggaman tangan surya, dokter itupu mengangguk tersenyum.


" Maaf, kami sudah berusaha sebisa kami. Tapi janinnya tidak bisa diselamatkan karena pendarahannya sangat parah. Sekarang pasien akan dipindahkan keruangan perawatan. Yang sabar ya pak " Ucap dokter sambil menepuk pundak Bobi pelan.


Bobi terlihat sedih dan terpukul, ternyata anaknya yang dikandung Julia tidak bisa diselamatkan. Semua itu terjadi karena kecerobohan bobi, seandainya tadi bobi tidak menarik tangan Julia , Julia pasti tidak akan terjatuh dan tidak akan keguguran. Bobi menyalahkan dirinya sendiri.


" Semua ini gara-gara aku, karena aku menarik tangan Julia sehingga Julia terjatuh begitu saja . Bagaimana reaksi Julia jika Julia tahu janinnya tidak bisa diselamatkan . " Ucap bobi dengan suara yang terdengar sangat sedih.


" Semua ini sudah kehendak Allah bob. Jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri . Sekarang lebih baik kamu banyak berdoa untuk kesembuhan Julia." Ucap mala memberikan pengertian kepada Bobi agar bobi tidak terus menyalahkan dirinya.


" Kamu tenang saja ,Julia tidak akan bersedih kehilangan calon anaknya . Percayalah sama kata-kata saya aku tahu betul bagaimana Julia ." Ucap surya memberi keyakinan kepada Bobi.


Bobi langsung memandang aneh ke arah Surya, sebab dia tidak tahu maksud dari perkataan Surya. Bobi memang tidak tahu jika Julia mantan pemain, sampai dia punya anak duluar nikah bahkan tidak tahu siapa Ayah dari anaknya.


Yang bobi tahu jika Julia itu istri marko, dan berselingkuh dengannya. Bobi tidak pernah mencurigai julia, kenapa julia dengan mudahnya mau tidur dengannya jika bukan karena memang julia sudah terbiasa. Bobi terlalu polos untuk julia, namun biarpun polos begitu dia berhasil menghamili Julia dan membuat julia diceraikan oleh marko.


" Sudah jangan heran, Nanti kamu pasti tahu jawabannya sendiri . Oh iya karena Julia sudah dipindahkan ke ruang perawatan , aku dan istriku pamit pulang dulu ya. Besok kalau sempat kami datang ke sini lagi untuk menjenguk Julia. Kebetulan aku memang bekerja di rumah sakit ini." Ucap Surya terdengar sangat bersahabat.


" Iya terima kasih mbak , mas . Semoga kebaikan kalian dibalas sama Allah. " Ucap bobi dengan tulus.


" Aamiin " Jawab Surya dan Mala bersamaan.

__ADS_1


Setelah berpamitan mala dana Surya pun akhirnya pulang. Mereka langsung pulang ke rumahnya tidak jadi ke rumah Meri, karena hari sudah sore bahkan sudah menjelang magrib.


Dalam perjalanan pulang mala tertidur dengan pulas. Mungkin saja dia kelelahan karena saat di rumah sakit tadi dia tidak bisa menidurkan tubuhnya hanya bisa duduk di ruangan tunggu saja.


" Kasihan sekali istriku pasti dia sangat kelelahan. Tadi seharian ikut acara syukuran dan tadi juga di rumah sakit hanya duduk tidak bisa membaringkan tubuhnya. Semoga saja semua sehat-sehat selalu ya istriku dan calon anakku. Aku sangat menyayangi kalian berdua. Apapun akan aku lakukan demi kebahagiaan kalian berdua." Ccap Surya mengusap perut Mala.


Mobil yang dikendarai Surya akhirnya sudah sampai di depan rumah mereka. Surya sengaja tidak membangunkan mala karena dia tidak mau mengganggu tidur mala. Dengan hati-hati Surya menggendong mala masuk ke rumah dan membaringkan mala di tempat tidur.


Padahal Surya sudah membaringkan tubuh mala dengan hati-hati , tetapi tetap saja mala terbangun. Mala terkejut saat mendapati dirinya sudah berada di dalam kamar.


" Loh Mas kok sudah ada di dalam kamar ? kamu tadi menggendong aku ya ? Kenapa tidak membangunkan aku saja mas? Kamu pasti capek menggendong aku sampai kamar begini " Seru mala merasa tidak enak karena sudah merepotkan suaminya.


" Aku tidak tega membangunkan kamu sayang karena tidur kamu terlihat sangat nyenyak sekali . Dan aku tidak pernah merasa direpotkan oleh istriku sendiri. Sekarang lebih baik mandi setelah itu kita sholat magrib bersama-sama. Adzan maghrib baru saja berkumandang , mau mandi air hangat?" Seru Surya dengan sangat lembut.


" Terima kasih mas, aku mandi air dingin saja mas karena badanku gerah pakai air dingin lebih segar. Mas kalau kelamaan menunggu aku mandi , mas surya mandi di kamar mandi sebelah saja ya ." Ucap mala.


" Iya Mas mandi di kamar mandi sebelah saja , ya sudah mas mandi duluan ya . Pokoknya mas selesai mandi kamu juga harus sudah selesai . Setelah itu kita sholat Maghrib berjamaah baru kita makan malam. Untuk makan malam nanti mas pesan online saja ya, tidak perlu memasak. Pasti kamu juga lelah beraktifitas seharian diluar sana." Ucap surya sangat memanjakan Mala.


Mala pun hanya mengangguk setuju , karena apa yang dikatakan Surya memang benar. Jika tubuhnya saat ini sangat lelah sekali dan ingin segera beristirahat. Mala masuk kamar mandi dan segera mengguyur tubuhnya menggunakan air dingin . Baru badan terasa lebih segar dan lebih fresh . Selesai mandi, mala langsung mengambil wudhu agar bisa segera melaksanakan shalat maghrib berjamaah dengan suaminya.


Selesai salat maghrib berjamaah , Mala dan Surya mengaji sebentar. Selesai mengaji baru mereka duduk di ruang televisi sembari menunggu makanan yang sudah mereka pesan lewat aplikasi Online. Setelah menunggu sekitar 10 menit akhirnya makanan yang mereka pesan sudah diantar oleh ojek online.


" Biar mala saja yang siapkan makanannya mas , mas tunggu saja di sini." Ucap mala melarang Surya menyiapkan makan malamnya.


Padahal hanya memindahkan ke tempat makan saja tetapi mala tidak mau jika surya yang melakukannya. Sebab bagaimanapun Surya itu suaminya jadi wajib bagi mala untuk melayani suaminya.


**********

__ADS_1


__ADS_2