Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Soal cucu


__ADS_3

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Setelah makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga, saat ini orang tua candra lebih memilih tinggal di rumah almarhum sang kakek daripada ke villa. Dan untuk sementara mereka akan tinggal di desa, karena di kota juga mereka tidak terlalu sibuk. Usaha di kota masih bisa di handel orang kepercayaan mereka.


" Kenapa kalian tidak mau tinggal di rumah ini saja ? Oh iya malam ini kalian menginap kan ?" Tanya mama sita.


" Iya untuk malam ini saja ya ma, dan besok pagi - pagi kami harus pulang. Candra harua bekerja dan begitupun Aluna besok ada kul... Eh mamsud candra besok aluna juga bekerja " Ucap candra sedikit gugup karena barusaja dia hampir keceplosan mengatakan Aluna berkuliah.


Aluna tidak bermaksud untuk menyembunyikan siapa dirinya, Aluna hanya ingin orang tua candra menerimanya dengan tulus tanpa memandang pendidikan aluna.


" Iya ma, besok kan hari senin dan harus bekerja. " Ucap Aluna.


Biasa nya senin aluna tidak ada jadwal kuliah, karena ada sesuatu hal jadi sang dosen meminta aluna datang kekampus.


" Terus kenapa kalian tidak mau tinggal di rumah ini ? Padahal rumah kontrakan mu itu kecil Can. ?" Tanya mama sita lagi.


" Mama... Biarkan saja mereka tinggal di kontrakan. Mereka hanya ingin mandiri ma, bagus dong pengantin baru mau hidup mandiri dan tinggal secara mandiri. Siapa tahu karena mereka mandiri lama - lama kita punya cucu. Karen saat membuatnya tidak ada yang mengganggu mereka " Ucap pak akbar sambil melirik Candra dan Aluna.


" Semoga saja ya pa kita secepatnya bisa mempunyai cucu, yah walaupun mama belum sepenuhnya bisa menerima aluna." Ucap mama sita jujur. Perkataan mama sita sama sekali tidak menyinggung Aluna. Aluna bisa mengerti mama sita.


Aluna hanya menelan saliva nya sendiri saat mendengar perkataan papa dan mama mertua nya.


* Cucu ? Maaf pa, sepertinya aku belum siap untuk memberikan papa cucu. Aku masih belum tahu dengan arah rumah tangga kami. Karena sampai sekarang belum ada kata cinta yang kak candra ucapkan kepada ku. Kalau aku , jujur aku mulai nyaman dan mulai merasakan ada getaran cinta untuk kak candra. Tapi tidak tahu dengan kak candra * Gumam Aluna dalam hatinya.


Candra sendiri hanya diam, dia tidak menanggapi ucapan papa nya. Karena dia juga sibuk dengan fikiran nya sendiri.


* Apa aluna mau mengandung anak ku ? Apa dia siap mempunyai anak dari ku. Tapi sudah beberapa kali kita melakukan nya tapi belum ada tanda - tanda aluna hamil. Atau jangan - jangan Aluna memang sengaja tidak mau hamil. * Ucap candra dalam hatinya.


" Soal cucu nanti kalau sudah waktunya pasti Allah kasih ma, pa. " Ucap candra.


" Iya can. Tapi kamu usaha juga jangan kendor bila perlu lembur tanpa libur.

__ADS_1


" Sudah yuk Lun, kita kekamar papa meminta kita untuk membuatkan cucu" Ucap Candra beralih memandang Aluna.


Aluna sendiri saat ini wajahnya sudah memerah karena malu. Selain tegas dan bijaksana, ternyata papa mertuanya juga senang bercanda sampai membuat Aluna malu.


" Pa sudah. Lihat itu wajahnya Aluna sudah memerah begitu . " Ucap mama sita sambil melirik aluna yang terlihat malu - malu.


" Papa memang seperti itu Lun. Tapi kalau sudah marah bisa makan orang dia " Ucap candra sambil terkekeh.


" Iya orang yang mau papa makan itu kamu " Seru papa akbar sambil tertawa.


* Betapa harmonisnya keluarga ini, andaisaja orang tua ku bisa seperti ini mungkin aku akan sangat bahagia. * Gumam aluna dalam hatinya.


*********


Pagi hari


Keributan kembali terjadi di rumah orang tua Aluna, kali ini pak andi dan mala yang sedang berdebat. Mala memaksa meminta uang untuk biaya kuliah nya namun pak andi tidak mau memberikan nya. Selain uang bayaran kuliah yang sudah di gunakan untuk belanja, pak andi juga baru tahu jika mala memang jarang masuk kuliah dan nilainya semua kosong. Bahkan mala terancam di DO dari kampus.


" Benar - benar memalukan ! Papa tidak akan memberimu uang kuliah lagi. Lebih baik kamu berhenti kuliah. Kalau dari dulu papa tahu kamu jarang masuk kuliah sudah pasti papa stop dari dulu uang kuliah mu. Uang papa terbuang sia - sia mala !!" Bentak pak Andi marah.


" Pa, maafin mala pa. Beri mala satu kesempatan lagi pa, mala janji akan kuliah dan belajar dengan benar. " Seru mala dengan memohon.


Melihat suaminya yang tetap kekeh tidak mau memberi uang, meri pun ikut membela anaknya.


" Pa, kasihan mala jika dia harus putus kuliah. Karena sebentar lagi mala selesai, tahun ini mala pasti selesai pa. Mala ini anak kebanggaan kita Pa, dia calon sarjana dan dia akan mengangkat derajat kita " Ucap mama meri membela Mala.


Pak Andi masih diam dan membiarkan istrinya terus membela anak kesayangan nya itu.


" Iya pa aku sebentar lagi kuliah nya selesai. Dan setelah selesai aku akan bekerja di kantoran dan bisa mengangkat derajat keluarga ini. Aku akan membanggakan mama dan papa. " Seru mala dengan percaya dirinya.


" Tidak perlu kuliah ! Kamu cari kerja saja di pabrik teh itu. " Jawab pak Andi dengan santai.


" Apa ? Bekerja di pabrik teh ? Sebagai buruh kasar seperti Aluna bodoh itu ? Kalau di kantor nya iya Mala mau pa, tapi kerja di bagian kantornya itu harus sarjana Pa. Aku tidak mau jika hanya jadi buruh kasar, memang nya aku Aluna yang mau kerja seperti itu. Pekerjaan itu hanya cocok untuk Aluna yang hanya berpendidikan rendah." Ucap mala terus menghina Aluna.


Braakk...


Pak Andi memukul meja makan dengan kuat, padahal mereka sedang sarapan tapi perdebatan terus terjadi. Pak andi tidak terima saat mala terus menjelekkan Aluna , justru Aluna lebih baik dari mala. Dia anak yang bisa di banggakan.


" Sekali lagi kamu menghina Aluna papa tidak segan - segan mengurung mu di kamar. Aluna itu anak papa juga, justru dia yang lebih baik dari mu. Aluna anak yang bisa papa banggakan, tanpa bantuan papa dia bisa menjadi anak yang sukses. " Ucap pak andi.

__ADS_1


" Sukses darimana pa ? Sadar pa aluna itu cuma tamatab SMA dan hanya buruh pabrik !" Ucap meri dengan lantang.


" Suatu saat nanti kalian akan menyesal sudah menghina Aluna " Seru pak Andi lalu mengambil tas kerjanya dan meninggalkan rumah.


Tanpa sarapan pak Andi berangkat ke kantor , dia sudah malas menghadapi dua wanita sombong yang ada di rumahnya.


" Ma, kuliah ku bagaimana ? Aku tidak mau putus kuliah ma. Aku malu kalau sampai putus kuliah " Ucap mala .


" Papa mu memang kelewatan, bisa - bisa nya dia meminta mu untuk berhebti kuliah. Apalagi sekarang papa mu lebih sering membela Aluna. Sudah sekarang kamu siap - siap saja ke kampus nanti mama yang kasih uang untuk bayar uang kuliah mu." Ucap mama meri sambil mengusap lengan mala.


" Itu mama punya uang. Mama punya uang darimana ? " Tanya mala heran.


" Mama kemarin pinjam sama ibu lastri " Jawab mama meri.


" Ibu lastri si rentenir itu ?" Tanya mala kaget.


" Yah.. Mau bagaimana lagi. Daripada kamu tidak bisa bayar kuliah. Terpaksa mama gadaikan BPKB motor papa mu. Tidak banyak hanya 10 juta,motor papa mu itu kalau di jual 15 juta masih laku. Sebenarnya mama mau gadaikan BPKB mobil papa mu , tapi BPKB nya mama cari tidak ketemu." Ucap mama meri.


Mala tersenyum senang akhirnya dia bisa berkuliah lagi, karena menjadi sarjana adalah impiannya. Dengan menjadi sarjana dia bisa membanggakan diri di depan Aluna. Setidaknya mala lebih baik daripada Aluna, itu sih anggapan si mala.


" Ya sudah mana uang nya ma. Mala minta 6 juta saja. " Seru mala.


" Kok 6 juta ? Bukannya bayaran kamu hanya 5 juta?" Tanya mama meri.


" Yang satu juta untuk mala dong ma, anggap saja uang tutup mulut agar mala tidak bilang sama papa. " Seru mala sambil tersenyum mengejek sang mama.


" Dasar anak kurangajar. Sudah sana cepat siap - siap nanti mama kasih uang nya , tapi harus kamu bayarkan. Kalau tidak kamu bayarkan kamu benaran putus kuliah " Ucap mama meri mengingatkan.


" Siap mama ku sayang " Ucap mala lalu masuk kamar untuk bersiap - siap .


Mama meripun masuk kekamar untuk mengambil uang , setelah selesai bersiap mala menghampiri mama nya untuk meninta uang yang sudah di janjikan.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️


LIKE, KOMENTAR, VOTE DAN FAVORITE , SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2